Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
Nabila Story91


__ADS_3

Adrian memejamkan matanya di kursi belakang mobil yang kini tengah melaju cukup kencang itu dengan posisi tangan yang dilipat di atas dada.Meskipun matanya terpejam,namun laki laki itu sebenarnya tak tidur.Telinganya bahkan masih bisa mendengarkan pertikaian dua anak manusia yang kini tengah duduk di kursi bagian depan itu.


"kamu bisa nggak sih kalau bawa mobil pelan dikit..!bahaya...!" ucap Zev kesal melihat Nabila melajukan mobilnya bak orang kesetanan.


"kalau nggak suka turun aja" ucap Nabila cuek tanpa menoleh.


"bisa nggak....nggak usah ngeyel kalau di kasih tau...!"ucap Zev kesal


"gue dari dulu kayak gini...!kalau nggak suka pergi aja" jawab Nabila masih dengan mode cueknya.Zev mengetatkan giginya.


"serah lo..!" ucap Zev kesal.Ia pun menghempaskan tubuhnya ke sandaran kursi dan mengarahkan pandangan matanya keluar jendela.Keduanya pun saling diam dan memasang mode ketus.Adrian mengulum senyum menyaksikan pemandangan dua ank manusia itu.Ia pun terus pura pura tidur hingga mobil itu sampai di rumah mereka.


Nabila memarkirkan mobilnya di halaman rumah yang tak terlalu luas itu.Ia meraih kantong kresek berisi makanan yang tadi ia beli dari cafe lalu turun dari mobil itu tanpa memperdulikan Zev.Nabila membuka pintu mobil di bagian belakang dan menepuk paha sang papa guna membangunkan laki laki tersebut.


"pa....bangun pa....udah sampai....." ucap Nabila.


"hmmm...." ucap Adrian seolah olah baru sadar dari tidur nya.Laki laki itupun bangkit dan berjalan menuju ke dalam rumah.


Adrian menoleh ke belakang,dilihatnya Zev masih berdiri berpegangan pada bodi mobil dengan sebelah tangan nampak memegangi kepalanya.Sepertinya pemuda itu masih merasakan pusing..pikir Adrian.


"kak....Zev ajakin masuk gih...kasian dia...kayaknya masih pusing deh....bantuin obatin tuh lukanya" ucap Adrian.


"papa apaan sih?males ah...." ucap Nabila protes.


"kak....nggak boleh gitu...dosa loh...bantuin...suruh masuk...obatin lukanya...kasian dia nggak punya keluarga" ucap Adrian sambil meraih kresek putih ditangan Nabila.


Nabila pun mendengus kesal.Adrian masuk kedalam rumah,sedangkan Nabila mendekati Zev sesuai perintah sang ayah.


"buruan napa sih jalannya...!" ucap Nabila kesal.


"lo nggak liat apa gue pusing banget...!badan gue sakit semua...!" ucap Zev tak kalah kesal.


"lemah banget lo jadi cowok...!" ucap Nabila kesal kemudian dengan satu gerakan ia memapah tubuh tegap Zev dan membawanya menuju ke dalam rumah.Zev diam diam menatap wajah ayu sang hello kitty yang kini tengah dalam mode garang itu.Tak bisa dipungkiri,sehari tak bertemu Nabila rasanya ia sangat merindukan gadis itu.Seutas senyuman terbentuk dari bibir merah Zev.


Nabila membawa laki laki yang masih berstatus sebagai pacarnya itu masuk ke dalam rumah dan mendudukkan nya di sofa panjang ruang tamu..


Nabila bergegas mengambil kotak obat yang terletak disebuah laci yang berada di ruangan yang sama.Gadis itu kembali duduk di samping Zev.Dengan kasar dan wajah tanpa senyuman gadis itu mulai mengolesi luka di pelipis Zev itu menggunakan obat luka yang ada di kotak obat tersebut.Gerakannya kasar,mengolesi luka robek yang tak seberapa parah itu dengan penuh dendam dan emosi membuat Zev meringis sambil sesekali menggerak gerakkan kepalanya saking perihnya.


Nabila kesal....


"bisa diem nggak sih....?!!!" ucap Nabila setengah teriak sambil menoyor kepala Zev membuat laki laki itu memekik...


"aawww...!sakit..!" ucap Zev.


"gue mau ngobatin lo...!lu gerak mulu dari tadi...!gue jedotin ke tembok juga lu sekalian...!" ucap Nabila kesal.Sungguh....mengingat perlakuan Zev tadi pagi yang mengacuhkannya benar benar membuat Nabila kesal


"astagfirullah haladzim...."

__ADS_1


Suara itu sukses membuat Zev dan Nabila menoleh.Dilihatnya disana,di pintu bertirai manik manik,seorang remaja tengah berdiri menatap ke arah mereka sambil memeluk sebuah toples berisi popcorn dan sesekali memasukkan camilan itu kedalam mulutnya.


Angkasa menggelengkan kepalanya menyaksikan pertengkaran dua sejoli itu.


"kak Zev....kak Zev....gue kasian ama lu...gue rasa lu salah pilih bakal bini....cantik kagak...sangar iya....itu luka nggak seberapa...bukannya di obatin di elus elus...ini malah di toyor toyor....sembuh kagak...pulang dari sini gagar otak lu..." ucap Angkasa sambil terus ngemil pop corn.


"diem!" ucap Nabila sambil melotot.


Angkasa mendudukkan tubuhnya di sofa single di sana,lalu duduk dengan melipat satu kakinya diatas kaki yang lain.Tangannya tak henti mengambil segenggam demi segenggam pop corn kesukaannya.


Nabila kembali menghadap pada Zev.Ia kembali mengoleskan obat luka di pelipis laki laki itu.Kini ia melakukannya lebih pelan,wajah keduanya cukup dekat,membuat mata serigala itu bisa leluasa menikmati keindahan paras ciptaan Tuhan bernama Nabila tersebut.


Zev tersenyum....gadis manis yang unik...hello kitty yang kuat dan garang...kelinci kecil yang bisa berubah menjadi singa betina di waktu waktu tertentu...


"manis" ucap Zev spontan seolah tanpa sadar,membuat Nabila menghentikan gerakannya dan menatap wajah laki laki yang kini tersenyum padanya.


Untuk sesaat pandangan keduanya terkunci,hanyut dalam tatapan mata masing masing.Meskipun masih kesal dengan sikap ke kanak kanakan Zev,namun tak bisa dipungkiri,ia sangat mencintai laki laki itu..


Nabila kembali memasang mode juteknya.Ia kembali mengolesi luka itu dengan obat luka dengan gerakan kasar nya...


"aww..."


"iiihh...."


"aduuuhh..."


Ucap Zev dengan nada meracau saat Nabila terus mengolesi luka yang hanya satu bagian itu dengan kasarnya.


Nabila menatap jengkel ke arah laki laki itu,Zev hanya tersenyum manis...


"bisa diem nggak?" tanya Nabila judes.


"bisa..." ucap Zev santai.


Angkasa menikmati pemandangan di hadapannya sambil terus nyemil popcorn....udah kayak nonton di bioskop.


Nabila mulai mengambil plester dan menutup luka ringan itu dengan hati hati.Zev tersenyum lagi menyaksikan keindahan paras anak Adrian itu.


tiba tiba....


"kak...dek...makan malam dulu yuk..." ucap Adinda yang baru datang dari dapur.


"Zev...ikut makan malam sekalian ya..." ucap Adinda menawarkan.


"nggak usah..saya mau langsung pulang aja" ucap Zev kaku,menolak ajakan Adinda.


"lhoo...ini udah malem loh....kamu juga kayaknya masih kurang enak badan...masih pusing ya?nginep disini aja...nanti biar sekamar sama Angkasa" ucap Adinda begitu lembut dan keibuan membuat Zev jadi tidak enak sendiri.

__ADS_1


"waaahhh...boleh tuh....!udah kak...nginep di sini aja...!sekamar sama aku..!ntar aku ceritain kisah burung Ababil melawan pasukan Majapahit" ucap Angkasa ngelawak.


Nabila Zev dan Adinda pun sontak menoleh ke arah remaja itu..


"apaan sih dek...kamu ih..." ucap Adinda terkekeh sambil mencubit gemas pipi sang putra.


Angkasa hanya cengengesan..


"tau lo...!nggak lucu tau nggak...!garing...!" ucap Nabila..


"idiihh....apaan sih lo mak lampir" ucap Angkasa.


"elu gerandong...!"


"dia kalagondang...!hahahaha....." ucap Angkasa ngakak sambil menunjuk Zev yang sedari tadi diam.


Laki laki bermata serigala itupun mengernyitkan dahinya.Kalagondang siapa??


Adinda makin tak bisa menyembunyikan tawanya...


"udah yuk makan...papa udah nungguin tuh...ayo Zev...sekalian" ucap Adinda kemudian.


"nggak usah...saya pulang aja..."


"makan dulu...kalau mau pulang nanti setelah makan..biar diantar sama papanya anak anak..ayok makan dulu..." ucap Adinda.


"udah sih kak...nurut aja...ntar disuapin deh ama ayank kalau nggak kuat megang sendok..!" ucap Angkasa sambil bangkit dari posisi duduk nya.


"Angsa....!!" pekik Nabila kesal.


"apasih?ngefans bilang...nggak usah teriak teriak...!"


"berisik banget lo jadi bocah...!gue gundulin pala lo..!"


weeekkkkk.....


Angkasa menjulurkan lidahnya,kemudian berlalu pergi meninggalkan ruang tamu menuju meja makan.


"udah...ayok makan dulu...Zev...ayo...ikut makan sekalian" ucap Adinda.


Nabila dan Zev pun akhirnya menurut.Mereka menuju ruang makan mengikuti langkah Adinda


...----------------...


***SELAMAT PAGIII.....


UP 06:27

__ADS_1


YUKK..KLIK LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA...🥰🥰***


__ADS_2