
Malam makin larut....
Diluar....hujan deras disertai angin kencang dan petir menyambar nyambar membuat Zev mau tak mau mengurungkan niatnya untuk pulang.Kini pria dua puluh delapan tahun itu tengah berada di sebuah kamar yang tak terlalu luas,membaringkan tubuh tegapnya di atas sebuah kasur busa berukuran 200x200 meter dengan Angkasa di sampingnya.
Remaja itu sudah terlelap dalam buaian mimpi setelah tadi mereka asyik berbincang kesana kemari.Dengkuran halus sesekali terdengar dari bibir remaja itu.Sedangkan Zev,laki laki itu kini terbangun dari tidurnya,hasrat alam memaksanya membuka mata lantaran ada sesuatu yang hendak tumpah di bawah sana.Pria bermata serigala itu mendongak menatap ke arah jam dinding,jam dua belas malam..!
Dengan muka bantal dan rambut acak acakan,laki laki itu membuka pintu kamar Angkasa dan bergegas menuju kamar mandi yang berada tak jauh dari kamar remaja lima belas tahun tersebut.
Saat melewati dapur,dilihatnya seorang gadis manis berpiyama hello kitty pink nampak tengah asyik melahap semangkok mie instan dan satu gelas susu putih hangat yang berada di atas meja.Nabila menatap tajam ke arah laki laki yang baru saja lewat,begitupun Zev.
"apa lo liat liat..?!!" ucap Nabila sambil melotot seolah mengajak duel.
"makan mulu malem malem..!gembrot lu...!!" ucap Zev sambil terus melangkah menuju kamar kecil.
"badan badan gue..!mulut mulut gue...!rumah rumah gue...!suka suka gue lah...!" ucap Nabila kesal.Gadis itupun kembali memangsa mie instannya dengan lahap.Sejak tadi hujan dan angin kencang tak kunjung berhenti membuat Nabila tak bisa tidur lantaran suara berisik dari terpaan angin yang menghantam pepohonan membuat bunyi bunyian dari dedaunan itu mengusik pendengaran Nabila,belum lagi suara petir yang menyambar nyambar,membuat gadis itu susah sekali untuk memejamkan matanya.
Nabila selesai dengan mie nya.Kini kakak Angkasa itu meraih gelas susu di samping piring mulai meneguknya.
tiba tiba.....
daaaaaaaarrrrrrrr........
"Allahu Akbar....!!" pekik Nabila
Petir menyambar dengan suara yang begitu kencang.Saat itu juga listrik padam.Semua menjadi gelap gulita.Gadis yang takut dengan kegelapan itu pun bergetar.Tangan nya tergerak meraba meja makan mencari cari keberadaan ponselnya namun tak ketemu.
Astaga...!ia lupa...!ponselnya ada kamar...!
Bagaimana ini....rumah itu begitu gelap tanpa penerangan dan ia berada di dapur seorang diri..!Nabila yang mulai ketakutan itu mencoba untuk tetap tenang.Gadis itu bangkit dan berjalan pelan sambil berpegangan pada meja dan kursi berniat menuju ke kamarnya...
.
.
.
daaaaaaaarrrr.......
Petir menyambar lagi.Nabila reflek bersimpuh di lantai sambil mulai menangis..
"mamaaaa...." ucap Nabila sambil memeluk tubuhnya takut.
ceklekk...
suara pintu kamar mandi terbuka.Laki laki bermata serigala itu keluar dari kamar mandi dan berjalan pelan sambil berpegangan pada dinding.Zev terdiam,ia menajamkan pendengarannya.Sayuk sayuk ia mendengar suara tangisan lirih seorang wanita.Zev melangkah perlahan.Suara tangisan itu makin jelas terdengar.
"siapa?" ucap Zev.Siapa wanita yang menangis tengah malam begini?pikirnya.
"halo....!siapa yang nangis?" tanya Zev lagi.
"hikks....mama...." ucap wanita itu.
"Gita?itu lo?lo dimana?" tanya Zev.
Laki laki itu berjalan dengan hati hati menuju ke meja makan.Meraba raba setiap kursi lantaran seingatnya Nabila duduk di salah satu kursi di meja makan itu bukan?
"Gita..." ucap Zev.
__ADS_1
"hikss...mama...." ucap Nabila lagi sambil menangis.
duuuggghhh....
Kaki Zev menyenggol sebuah benda di bawah sana,di pojokan dapur..!
Zev segera berjongkok.Tangan nya meraba benda itu yang ternyata adalah tubuh Nabila.
"Gita..."
"huhuhuhu....."
Gadis itu masih menangis.Badannya terasa dingin karena keringat.Tangan kekar itu meraba wajah sang gadis.Pipinya sudah basah karena lelehan air mata.
Zev bersimpuh,ia menarik tubuh wanita itu masuk dalam dekapannya.Nabila yang ketakutan pun menangis terisak isak.
"takuutt..." ucap Nabila.
"kamu aman sama aku hello kitty" ucap Zev.Tangan kekar itu terus mendekap tubuh sang gadis,sesekali ia mendaratkan kecupan lembut ke pucuk kepala sang gadis guna menenangkan wanita itu.Nabila sesenggukan.Ia bahkan meremas kaos hitam Zev guna menyalurkan rasa takutnya dan terus memasukkan kepalanya pada dada bidang Zev.Ia seolah lupa,siapa yang sedang mendekapnya saat ini.
Nabila mulai tenang.Perlahan gadis itu mulai terlelap dalam dekapan hangat laki laki tampan itu.Malam semakin larut,Zev pun tanpa sadar ikut tertidur di dapur rumah sederhana itu dalam posisi memeluk sang pujaan hati.
...****************...
02:00
Wanita tua dengan rambut yang mulai memutih itu bangun dari tidurnya.Bu Lastri menengok ke arah jendela kamarnya,hujan sudah reda,listrik yang semula padam pun sudah menyala.Itu artinya ia bisa pergi ke pasar hari ini.Bu Lastri meraih ikat rambut di atas meja di kamar tersebut lalu mengikat rambutnya.Ibunda Adinda Zahra itupun keluar dari kamar nya dan bergegas menuju ke kamar mandi untuk mandi sebelum berangkat ke pasar.
Saat melewati dapur.
wanita itu memekik..!dilihatnya di sana sang cucu tengah terlelap dalam posisi setengah duduk dipeluk oleh Zev yang juga memejamkan matanya.
"apa apaan kalian...!!!" ucap Bu Lastri sambil meraih sapu yang tersandar di tembok tak jauh dari tempat nya berdiri.Dengan cepat Bu Lastri menghantam Zev dengan gagang sapu itu berkali kali membuat kedua anak manusia tersebut pun terjingkat kaget dan mencoba bangun dari tidur mereka.Namun Bu Lastri tak memberikan kesempatan untuk itu,ia terus memukuli tubuh Zev membuat laki laki itu pun kelimpungan mencoba mengamankan tubuh Nabila agar tak ikut terkena amukan sapu bu Lastri.
"apa apaan kalian..!apa yang kalian lakukan di rumahku...!bangun...!!dasar laki laki kurang a*ar...!apa yang kamu lakukan pada cucuku...!!!" ucap Bu Lastri emosi sambil terus memukulkan sapu pada tubuh Zev.
Alih alih lari,Zev justru makin memeluk Nabila erat,menyembunyikan tubuh gadis hello kitty nya masih nampak kebingungan itu dalam dekapannya dan merelakan punggung kokohnya menjadi sasaran amukan dari bu Lastri.
Zev berkali kali memekik meminta ampun dan memohon agar bu Lastri menghentikan aksi brutal nya.Namun wanita itu tak menggubris.Ia terus menghajar tubuh Zev dengan sapu di tangannya.
Keributan di pagi pagi buta itu sukses membuat seisi rumah pun terbangun.Adrian Dinda dan Angkasa berlari keluar kamar dan segera menuju ke dapur dimana keributan itu berasal.
"ada apa ini?!" tanya Adrian.Dilihatnya sang mertua tengah mengamuk dengan sapu di tangannya.Dinda Adrian dan Angkasa pun mencoba melerai.Adinda meraih tubuh sang ibu dan menenangkannya.Angkasa berdiri di hadapan sang nenek sambil merentangkan kedua tangannya seolah menghalangi pergerakan bu Lastri agar tak memukuli dua sejoli itu lagi,sedangkan Adrian mendekati Zev dan Nabila dan membimbing keduanya untuk bangkit.
"sudah...sudah...!ibuk udah...!istigfar...!" ucap Adrian.
Bu Lastri mulai mereda di tangan Adinda,namun dadanya masih naik turun menahan emosi.
Zev yang sudah bangkit pun meringis merasaakan sakit disekujur tubuhnya akibat amukan nenek tuanya Nabila itu.
"bocah semprull....!kurang a*ar kamu ya...!apa yang sudah kamu lakukan sama cucuku...!!" ucap Bu Lastri lagi masih dalam mode buas.
"apa sih?saya nggak ngapa ngapain mbah..!" ucap Zev membela diri tanpa melepaskan Nabila dalam dekapannya
"mbah ndasmu iku...!!" (mbah palamu itu...!)
buuuggghhhh.... sapu terlempar ke tubuh Zev,beruntung laki laki itu dapat mengelak.
__ADS_1
"udah...udah...tenang...!semuanya tenang...!!" ucap Adrian tegas mencoba menenangkan suasana.
Untuk sesaat semua yang ada di ruangan itu diam.Zev dan Bu Lastri mencoba menenangkan emosinya masing masing.Sedangkan Nabila yang masih setengah paham lantaran kejadian yang terjadi begitu cepat itu di buat bingung dan celingukan.Tangan kekar Zev bahkan masih mendekap tubuh ramping itu seolah ingin memberikan perlindungan.
Adrian menoleh ke arah Zev dan Nabila,mata tajamnya langsung terfokus pada tangan Zev yang tak lepas memeluk sang putri.
"ngapain kalian jam segini di dapur?" tanya Adrian tegas.
"nggak ngapa ngapain om" ucap Zev.
"ndak ngapa ngapain apanya?!wong kalian kelo*an kok...!" ucap Bu Lastri membuat Angkasa terbelalak.
"what?ke*on??!" ucap remaja itu.
"saya nggak ngapain ngapain...!dia semalem ketakutan gara gara mati lampu..!saya cuma nenangin dia..!!" ucap Zev.
"ndak percaya..!kamu pasti mau berbuat macam macam kan sama cucuku..?!iya kan..!"
"ibuk...udah...." ucap Adinda mencoba menenangkan emosi sang ibu
"ndak bisa Din..!ini bocah kalau di biarin lama lama bisa membahayakan anak kamu..!" ucap Bu Lastri menggebu.
Hening sejenak....
lalu....
.
.
.
"nikahin ajalah mereka...!!daripada kelamaan bisa hamil duluan nanti anakmu Din..!"
.
.
.
.
.
.
"nikah??!!"
...----------------...
***UP 18:00
SELAMAT BERBUKA PUASA...🥰🥰
yukk....kasih dukungan yang banyak biar othornya semangat....
klik like Komen vote dan hadiahnya....🥰🥰***
__ADS_1