Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
148


__ADS_3

Hari berganti hari...


Di sebuah studio foto..


Adrian sudah selesai dengan pekerjaannya.Laki laki itu pun bergegas untuk segera pergi meninggalkan tempat itu.Adrian memang tak suka membuang buang waktu.Ia selalu bergegas pulang,kembali ke pangkuan wanita ternyamannya setelah ia sudah selesai dengan kewajibannya sebagai pencari nafkah bagi kedua wanita tercantiknya.


"Dri...." ucap Marco sambil setengah berlari mendekati sang model yang sudah mulai melangkah pergi.


"lo mau langsung balik...?" tanya nya.


"nggak...gue mau jemput Nabil dulu...ada apa?"


"oh...nggak...nggak apa apa...." ucap Marco.


Adrian mengernyitkan dahinya.


"aneh lu" ucap Adrian yang hanya dibalas dengan nyengir kuda oleh Marco.


Adrian pun bergegas pergi meninggalkan tempat itu.Marco hanya menatap punggung Adrian yang mulai menjauh dari pandangannya.


"bang...." ucap Rio sambil menepuk pundak Marco.Sontak saja laki laki itupun terjingkat kaget.


"ngagetin aja lu..!" ucap Marco kesal.


"kita ngopi ngopi yukkk....dah lama nih nggak ngopi bareng...keknya sibuk banget lo akhir akhir ini" ucap Rio.


"nggak bisa...gue sibuk..." ucap Marco.


"sibuk apa...?mau kemana lo?"


"gue mau ke tokonya Adrian"


"ngapain?tokonya Adrian kan toko kue?"


"gue mau beli kue..."


"sejak kapan lo suka kue?bukannya lo nggak suka yang manis manis?"


"sekarang gue suka...." ucap Marco sambil tersenyum sumringah.


"apalagi ada satu yang paling manis di antara kue kue yang lain..."


"apaan?"


Marco tak henti mengulum senyum...


"kepo lu..." ucapnya kemudian mengambil ranselnya dan bergegas pergi meninggalkan tempat tersebut.


"bang.....gue ikutt....!!" teriak Rio yang kemudian berlari pergi mengikuti langkah Marco.


Keduanya pun bergegas menuju toko kue milik Adrian menggunakan mobil Marco.


Sementara itu,


Sang model melesatkan motornya menembus jalanan ibukota yang mulai padat lantaran sudah masuk jam pulang sekolah.Hari ini Adrian sengaja ingin menjemput Nabila sendiri,sedangkan Gunawan ia tugaskan untuk antar jemput Dinda dan menjaga toko kue miliknya.Ya....Adrian semakin protektif pada Dinda sekarang.Tak lain lantaran kini ada calon anaknya dalam perut wanita cantik itu.Membuatnya kini semakin tak tenang jika harus membiarkan Dinda lepas dari pengawasannya walaupun hanya satu detik.Terlebih lagi kini ia belum menemukan siapa peneror yang beberapa waktu lalu sempat mengirimi box berisi kepala an**ng.


Ya....Adrian yakin itu adalah salah satu dari komplotan mafia yang menjadi target polisi,meskipun ia belum tau mafia yang mana.


Sekitar lima belas menit perjalanan....


Laki laki bernetra hijau itu sampai di depan gerbang sekolah dasar yang menjadi tempat Nabila menuntut ilmu.


Dilihatnya seorang gadis kecil berambut panjang sudah menunggu nya di samping gerobak seorang pedagang eskrim disana.Rambut panjang nya terlihat tergerai bebas dengan hijab yang terselampir di pundak nya.Sedang tangannya memegang minuman dingin dalam plastik yang sesekali ia seruput guna menghilangkan rasa dahaganya.


"papa..." ucap Nabila saat Adrian sudah berhenti di depannya.


Papa muda bertubuh kekar dengan tunggangan moge itu sukses membuat beberapa ibu ibu yang juga tengah menjemput anak anaknya disana meleleh dibuatnya.Tatapan tatapan penuh kekaguman terus mereka lemparkan pada sosok yang kini semakin dikenal banyak orang tersebut.Adrian tak menggubris,tujuannya hanya untuk menjemput sang putri.

__ADS_1


"naik yuk....." ucap Adrian.


"tolong pegangin dulu pa..." ucap Nabila sambil menyodorkan minuman dingin plastikan yang ia pegang.Adrian pun menerimanya.Nabila mengikat rambutnya dengan ikat rambut yang ia jadikan gelang di lengan kirinya.Setelah mengikatnya asal ia kemudian mengenakan jilbab putih yang sedari tadi terselampir di pundaknya.


Adrian mengernyitkan dahinya.


"biar mama nggak cerewet pa....jangan bilang bilang ya kalau Nabil copot jilbab..." ucap Nabila sambil menaiki motor dan duduk membonceng papa nya.


Adrian mulai menyalakan mesin motornya lalu melajukannya dengan kecepatan sedang


"nggak boleh gitu nak...biasain pakai jilbab dong...kaya mama"


"panas pa....Nabil nggak betah...."


"dipotong aja deh rambutnya,biar nggak gerah...." ucap Adrian.


"jangan pa....sayang..." ucap Nabila.


"ya makanya di pake...kan rambutnya udah di iket sama mama dari rumah...kenapa sampai sekolah dicopot?"


"heheheh....biar kaya bintang iklan sampo pa....aku lari lari trus rambutnya bisa gerak gerak..." ucap Nabila polos.


Adrian menggelengkan kepalanya.


"ada ada aja kamu nak...."


Keduanya pun asyik mengobrol sepanjang perjalanan.Ayah dan anak yang begitu kompak dan akrab.


Sekitar sepuluh menit perjalanan...


Motor itu sampai di depan ruko berlantai dua yang menjadi tempat usaha Adinda dan Adrian itu.Terlihat Gunawan yang mengenakan pakaian serba hitam nampak berdiri di depan toko dalam mode siaga.Ayah dan anak itupun turun dari motor.Nabila berlari mendahului ayahnya dan segera masuk ke dalam ruko tersebut disusul Adrian di belakangnya.


"Assalamu alaikum...." ucapnya cempreng


"wa alaikum salam..." jawab orang orang yang ada disana.


Terlihat Dinda dan Naya yang tengah melayani pembeli.Selain itu juga ada Marco dan Rio yang sudah duduk manis di kursi yang berjejer di dalam toko yang biasa digunakan pembeli untuk duduk duduk sembari menunggu pesanan kue mereka.


Rio menghela nafas.


"om Rio bil....kok seneng banget sih manggil om cungkring?"


"dari pada Nabil panggil om gendut,ntar jadi fitnah" ucap Nabila asal jeplak membuat semua yang ada disana terkekeh.


"eh busettt....nih bocah...mulutnya......." ucap Rio tak habis fikir dengan ucapan putri dari Adrian dan Dinda itu.


Nabila tak menggubris.Ia segera melepas tas nya dan melemparnya ke atas karpet disana.Ia kemudian menuju dapur dan membuka kulkas lalu mengambil sepotong kue yang ia dan satu gelas minuman voklat yang ia simpan di sana dan membawanya menuju karpet tempat ia melempar tasnya tadi.


Nabila duduk bersila sambil menikmati kue dan minuman coklatnya.Adrian mendekat,dengan santainya ia mencolek pinggang Nabila membuat gadis kecil itu terjingkat kaget.


"ganti baju dulu.." ucap Adrian lalu merebahkan tubuhnya di samping Nabila.Gadis itu hanya terkekeh mendapati aksi usil dari papa nya.


Adinda yang sudah selesai dengan pembeli pun mendekati anak dan suami nya tersebut.


"ganti dulu nak" ucap Dinda.Nabila tak menjawab,ia masih sibuk mengunyah kue buatan ibunya yang krimnya sudah mulai mengeras.Entahlah...Nabila memang lebih suka memakan kue yang dingin seperti itu.


Keluarga kecil itu sibuk dengan kebersamaan mereka di atas karpet,sedangkan di sisi lain ruangan tersebut.


Marco mendekati Naya yang sudah tak melayani pelanggan.Pria itu nampak melihat lihat beberapa cupcake yang terpajang di etalase toko tersebut


"mas Marco mau cari apa?"


"cari kamu sih sebenernya..." ucapnya tanpa melihat wajah Naya,namun berhasil membuat wajah muslimah itu memerah.


Marco masih sok sibuk mencari cari kue.Naya hanya membiarkannya,


"Nay..."

__ADS_1


"iya mas..."


"cupcake nya ada yang less sugar nggak?"


"ada...."


"bungkusin satu kotak ya..."


"iya mas..."


"nggak usah buru buru...lama juga nggak apa apa" ucapnya sok manis.


Naya hanya menunduk malu menyembunyikan wajah manisnya.


"om Marco....cari kue ya..." ucap Nabila yang sedari tadi memperhatikan pergerakan Marco.


"iya Bil....sebenarnya mau ngajak tante Naya jalan jalan sih kalau tante Nayanya mau" ucapnya santai.Semua mata yang berada di tempat itu pun langsung tertuju pada Naya dan Marco.


Naya makin menunduk sambil mengemas beberapa cupcake pesanan Marco ke dalam kotak cup cake di sana.


"jalan jalan kemana om?"


"kemana aja..."


"ke mall aja om...aku boleh ikut?"


"boleh...ide bagus tuh...ajak papa sama mama aja sekalian...kita jalan bareng bareng..." ucap Marco.


Nabila menatap wajah mama dan papanya bergantian.


"boleh ma?" tanya Nabila pada Adinda


"terserah papa aja" jawabnya


"boleh pa.." tanya gadis itu lagi,kini pada papanya.


Adrian mengangguk...


"yeeeyyyyy.....kita ke mall...!!!" sorak Nabila sumringah.


"tapi nanti sore..sekarang nungguin toko dulu"


"oke paaaa....." jawabnya lalu kembali melahap kue nya.


Marco tersenyum,seperti nya ide untuk mengajak keluarga Adrian akan berhasil.Ia tau,Naya itu gadis lugu,pasti tak akan mau jika di ajak keluar kalau cuma berdua,makanya ia punya inisiatif menggunakan Nabila sebagai umpan.


"gimana Nay?mau kan?" tanya Marco pada gadis manis itu.


"kita nggak berdua loh....rame rame..." ucapanya lagi.


Naya berfikir sejenak.


"mau ya...."


Naya pun akhirnya mengangguk.


"iya mas..." jawabnya.


Marco tersenyum sumringah.Ingin sekali rasanya ia loncat loncat saat itu juga.Tapi tak mungkin lah...ia harus jaga sikap di depan banyak orang.


"ini mas cup cake nya" ucap Naya sambil menyerahkan satu box cupcake dalam kantong plastik.


Marco menyerahkan beberapa lembar uang pada gadis pujaan hatinya itu.


"ini uang cup cake nya...kalau uang belanja...ntar kalau udah halal..." ucapnya


hiiiyyyaaaaaaaaaaa.......🤣🤣

__ADS_1


...----------------...


KASIH LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA DONG....🥺🥺🥺😫😫😫😫😫


__ADS_2