
"DINDA......!!!!!!"
Suara itu berhasil mengagetkan semua yang ada di sana,termasuk Chika dan Joddy.Keduanya pun lari munuju ke dalam rumah.Di dalam rumah,Adinda Nabila dan Putri pun juga berlari menuju kamar Bu Lastri.Naya berteriak histeris.Bu Lastri sesak nafas sambil memegangi dadanya.
"ibuukkkk.....!!!!" pekik Adinda.
"ibuk kenapa?!"
"kita bawa ke rumah sakit Din!" ucap Putri.
Adinda mengangguk.
"biar gue telfonin taxy" ucap Joddy.Joddy yang awalnya ke rumah Dinda naik taxy online pun kini kembali menghubungi jasa transportasi tersebut.
Sepuluh menit kemudian,taxy online datang.Joddy membopong bu Lastri yang sudah pingsan ke dalam mobil disusul Adinda dan Nabila.
Sedangkan Naya,Putri dan Chika mengikuti dari belakanh dengan menggunakan motor.Adinda sedang butuh teman sekarang.Ia tak akan meninggalkan wanita itu walau hanya sebentar.
Di dalam mobil, air mata itu tak hentinya menetes.Bibir itu terus mengucap istigfar sambil tangannya terus memeluk sang ibu yang terduduk pingsan.Sedangkan Nabila,gadis kecil itu kembali menangis.Ada apa ini?kenapa keluarga nya yang indah jadi begini?tawa bahagia itu seketika hilang.Berganti tangisan mamanya yang seolah tiada henti.
Sepuluh menitan mobil itu sampai di rumah sakit.
"dokterr.....!!dokter tolong ibu saya...!!!" ucap Adinda histeris
Beberapa perawat datang,mereka segera membawa bu Lastri menuju ke IGD dengan brankar dorongnya.Adinda merosot lagi.Sudah....cukup....ini sudah sangat berat..!
Adinda terus menangis sesenggukan sambil membenamkan wajahnya di antara kedua lulut dan dadanya.Suara tangisan nya bahkan terdengar dengan jelas membuat Joddy merasa perih mendengar nya.Apa yang terjadi dengan wanita ini.Kenapa ia terlihat lebih menyedihkan dari sebelumnya.
Joddy hendak berjongkok di depan Adinda,namun tiba tiba ketiga sahabat Adinda berlari mendekati wanita itu.Naya segera bersimpuh,di peluknya erat wanita itu.Adinda kembali menumpahkan tangisannya.
"sabar Din....ini ujian Allah" ucap Naya.
"aku capek Nay..." ucapnya lirih.
Joddy semakin merasa sesak.Ini pasti ulah Adrian.Laki laki itu pasti sudah menorehkan luka yang teramat perih bagi wanita itu sehingga membuat Dinda jadi seperti orang depresi sekarang.
Joddy mengepalkan tangannya.Ia kemudian pergi dari tempat itu tanpa berkata apapun.
Naya,Chika dan Putri memapah Adinda untuk duduk di kursi tunggu di depan ruang UGD.Adinda menyandarkan kepalanya di pundak Naya sambil terus sesenggukan.
"kamu bisa cerita sama kita kalau kamu mau Din.." ucap Naya.
"ii semua terlalu rumit Nay..." ucap Adinda.
Wanita itu mulai menceritakan semua kisah nya dengan Adrian.Awal mula pertemuan mereka,pernikahan mereka,penyiksaan Adrian,kehamilan dan keguguran nya,perubahan sikap Adrian,dilempar di pinggir jalan,pertolongan Joddy,penculikan James,keterpurukan Adrian hingga tumbuhnya perasaan cinta di hati keduanya dalam tujuh hari kebersamaan mereka sebeelum akhirnya mereka pulang ke kampung halaman Adinda.
__ADS_1
Adinda menceritakan semuanya.Tak ada yang ia tutup tutupi lagi.Adrian memang penjahat.Ia yang menghancurkan hidup Adinda.Tapi ia tak bisa mengelak saat ia mulai merasakan jatuh cinta pada laki laki itu.Adinda semakin menangis saat mengetahui Joddy adalah biang dari penangkapan Adrian.Ia tahu Joddy itu peduli padanya,tapi ia tak menyangka ia akan bertindak sejauh ini.
Adinda semakin kalut.Ia semakin hancur.Bagaimana ini???
Sementara itu,Joddy berada di dalam taxy online.Dadanya bergemuruh menahan emosi.Adrian,laki laki itu sudah keterlaluan..!apa yang ia lakukan pada Adinda sampai sampai wanita itu terlihat begitu terpuruk?
Ini tak bisa di biarkan.Laki laki itu harus segera di jauhkan dari Adinda.
Tiga puluh menit perjalanan Joddy sampai di kantor polisi.Ia segera duduk di kursi ruang besuk setelah melapor pada petugas jaga disana.
Tak butuh waktu lama sipir datang membawa Adrian.
Adrian membelalakkan matanya melihat kedatangan remaja itu.Joddy bangkit dengan amarah yang membakar jiwanya.Ia mendekati Adrian yang terborgol itu dengan tatapan tajam.Dan dengan satu gerakan.
buuuggghhhhh.......
Joddy memukul wajah Adrian membuat ujung bibir Adrian berdarah.Beberapa sipir pun datang melerai Joddy yang semakin membabi buta
"ba**ngan lo ya..!!" ucap Joddy menggebu.
Adrian tertawa sinis.
"lo kenapa?sakit lo?" ucapnya santai.
"LU UDAH BIKIN HIDUP DINDA BERANTAKAN....!!" ucapnya sambil kembali mencoba mengarahkan kakinya ke arah Adrian.Namun lagi lagi sipir menahannya.
Adrian hanya tersenyum sinis.Ia terlalu malas menanggapi bocah ini.
"sipir...bawa saya masuk lagi.Saya nggak kenal sama dia" ucap Adrian.
Sipirpun membawa Adrian kembali ke sel.Joddy masih teriak teriak bak orang kesetanan.Namun Adrian tak peduli.Ia tak mau buang buang waktunya hanya untuk menanggapi Joddy.Lebih baik ia kembali ke sel dan kembali belajar ilmu agama dari buku buku yang dibawakan Adinda tadi.
...****************...
Di rumah sakit.....
Adinda mendekati ibunya yang sudah mulai sadarkan diri.
"ibuk...ibuk udah sadar?" tanya Adinda.
Bu Lastri masih memalingkan wajahnya.
"kamu sudah bercerai dari suamimu?" tanya wanita itu.
Adinda mematung.Tolong....untuk sedetik saja....ia tak mau membahas masalah ini.Ia lelah...sangat lelah...!!!
__ADS_1
"buk...." lirihnya.
"apa yang kamu pertahankan dari dia Din..!!!" ucapnya yang kini menatap tajam ke arah Adinda.
"Adinda mencintai mas Adri buk" ucapnya lirih sambil menunduk.
pyaaaarrrrrr....
gelas melayang hampir mengenai pelipis Adinda.Untung wanita itu bisa mengelak.Ketiga sahabat Dinda yang semula ada di luar pun masuk ke dalam mendengar suara benda pecah itu.
"keluar kamu..!jangan pernah menampakkan wajahmu lagi di hadapan saya...!saya tidak mau melihat anak yang saya lahirkan dengan mempertaruhkan nyawa saya tapj sekarang dia berani menentang saya hanya demi seoranv penjahat....!!!!!!!" ucap Bu Lastri penuh emosi.
"buuukkk...." Adinda menangis LAGI.
"pergi kamu...!!!jangan panggil saya ibu sebelum kamu meninggalkan laki laki dan bocah kecil itu...!!!" ucapnya.
Adinda masih tak bergeming.Ia tak mau meninggalkan ibunya.
"PERGI....!!!!JANGAN COBA COBA KEMBALI KE RUMAH SAYA...!!!!PERGI...!!!!"
Bu Lastri kembali memegangi dadanya yang kembali sessak.
Naya mendekati bu Lastri,Putri lari mencari dokter,Chika mengajak Adinda untuk keluar dari kamar itu.
Adinda frustasi.Ia mencengkeram rambut berbalut hijabnya.
daaaagggghhhhh....
"aaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkhhhhhhhhhh........!!!!!!"
Adinda menendang tempat sampah di depannya dengan keras saking frustasinya.
Nabila yang sedari tadi hanya menangis menyaksikan kekacauan di keluarga nya pun merosot.Ia memeluk kaki sang mama yang semakin rapuh tak karuan.
"maaaa.......mamaaa......jangan nangis lagi maaa.....hwaaahahahahhaahaaa......" ucapnya
Adinda lemas.Ia merosot di dinding.Pandangannya kosong menatap ke atas.Sulit....ini sangat sulit....harus sampai kapan ia harus begini.......
...----------------...
NGGAK ADA HADIAH NIH???
NGGAK ADA VOTE NIH???
ππππππππππππππ
__ADS_1
RAMAIKAN KOLOM KOMEN DAN LIKE NYA....π’π’π’π’π’π’π’