
Malam hari.....
Sepasang suami istri itu tengah menikmati waktu berdua di sofa panjang yang berada di balkon kamar mereka.Setelah acara tujuh harian sang kakek di panti asuhan tadi,keluarga kecil itu segera pulang ke rumah mereka.Nabila yang sudah capek lantaran siangnya main ke pantai pun langsung terlelap bahkan saat masih berada di dalam mobil.
Alhasil,kini sepasang suami-istri itu memiliki waktu untuk berduaan malam ini.Sambil menikmati secangkir besar teh untuk berdua,Adinda duduk di pangkuan sang suami yang kini menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa, keduanya sibuk bercanda santai sambil menikmati suasana malam yang tenang.Tangan kekar Adrian tak lepas memeluk pinggang ramping Adinda.
"mas...."
"hmm..."
"kamu udah pesen tiket pesawat?"
"udah..."
"berapa orang?"
"dua...aku sama kamu.Nabil aku titipin di panti besok,aku udah bilang sama bu Hapsari"
"kenapa nggak di ajak?" tanya Adinda.
Adrian menatap ke arah sang istri.
"kamu gimana sih?ya kasian lah..." ucapnya sedikit kesal.Dinda nggak mikir apa gimana perasaan Nabila nantinya kalau dia ikut mengantar Adinda pulang ke rumah orang tuanya.
Adinda terkekeh mendengar reaksi sang suami.Wanita itu mengalungkan tangannya ke leher Adrian.
"pesen satu tiket lagi mas buat Nabila.." ucapnya.
"Din...kamu gila ya...kamu mau bikin Nabila nangis kejer...!!"
Adinda terkekeh,ia mendekatkan wajahnya ke wajah Adrian yang nampak kesal.Tangannya tergerak mengusap pipi sang suami.
"Nabil juga harusn ketemu sama nenek dan kakeknya mas.Kita juga nggak sebentar kan disana..masa ke rumah mertua cuma sehari dua hari doang" ucapnya sambil jari jarinya bermain main di wajah bule Adrian.Menyentuh mata,hidung,bibir,dan pipinya secara bergantian
"maksud kamu?"tanya Adrian tak mengerti.
Adinda tersenyum...
__ADS_1
"temui orang tuaku,perkenalkan diri kamu sebagai suami aku,dan minta aku secara baik baik mas." ucapnya.
Adrian melongo.. .
"walaupun telat,tapi nggak ada salahnya kan mas...aku mau orang tua ku melihat kamu sebagai laki laki yang baik untuk jadi suami aku.." ucapnya.
"Din...."
Adrian menatap dalam ke arah sang istri.Adinda tersenyum...
"aku nggak punya apa apa lagi mas...jangan lepasin aku..." ucapnya.
"tapi kehidupan ku keras Din.Duniaku terlalu gelap buat kamu"
"dan aku mau nemenin kamu mas..." ucapnya.
Adinda menegakkan posisi duduknya.
"kita mulai dari awal...kita bangun keluarga kecil kita sama sama" ucapnya.
"kamu serius?kamu udah tau siapa aku Din.."
"gimana kalau aku nggak bisa jadi pemimpin yang baik buat kamu?"
Adinda tersenyum..
"aku yakin,kamu nggak akan membawa aku dan Nabil ke dalam hal hal yang buruk kan?aku tau kamu sayang sama aku dan Nabila" ucapnya.
Adrian terdiam,ia menatap nanar mata wanita cantik itu.Adinda tersenyum,dengan gerakan lembut ia mengubah posisinya duduk di atas paha Adrian dengan posisi menghadap wajah laki laki itu.Dinda menangkup wajah berrahang tegas tersebut.
"aku masih mau jadi peliharaan kamu mas....jangan lepasin aku" ucapnya lirih.
Adrian tersenyum mendengar ucapan itu.Ia menggerakkan tangannya menyentuh pinggang ramping milik istri kecilnya.
Adinda tersenyum,dengan satu gerakan ia mengecup bibir sang suami.Adrian pun membalas nya.Keduanya pun kini hanyut dalam ciuman panas yang tercipta di balkon kamar tidur mereka.
Tangan Adrian pun mulai bergerak dengan lincahnya menyusuri setiap inchi kulit mulus sang istri yang berbalut kaos over size itu.Adinda semakin menggila,wanita itu menggeliat di pangkuan sang suami merasakan setiap sentuhan lembut yang Adrian berikan.
__ADS_1
Masih dalam posisi bibir yang saling berpa**tan,tangan bertato itu bergerilya mencari pengait benda pembungkus gundukan kenyal kesayangannya.Nafas keduanya semakin memburu,suara indah milik Dinda yang hanya bisa didengar oleh Adrian itu mulai tercipta dari bibir yang masih saling menyatu tersebut.
Adrian sudah mendapatkan apa ia cari,dengan cepat ia melepas pengait bh itu dengan tangan kekar yang sudah ahli dibidangnya tersebut.Adinda melepaskan pa**tannya saat tangan besar itu meremas da** ranumnya.
Adrian menatap nakal ke arah Adinda yang terus menggeliat di pangkuan nya.Dengan gerakan lembut ia bermain di sebuah benda kecil di ujung gunung kembar Adinda membuat nafas wanita itu semakin tak beraturan
Tangan kiri Dinda tergerak meremas sebelah dada bidang Adrian saat suaminya itu semakin menjadi jadi memainkan p***ng nya.Ia membekap mulutnya sendiri dengan tangan kanannya agar tak menimbulkan suara.Adrian semakin bergairah mendapati reaksi dari sang istri yang mulai panas.Adrian mengangkat kaos over size milik Dinda hingga terlepas dan membuangnya asal.Lalu dengan satu gerakan ia menarik bra merah milik Adinda yang sudah terlepas itu hingga terlihatlah dua benda indah yang sangat menggoda tersebut.Adrian tak mauembuang waktu,dengan cepat ia melahap benda putih mulus itu dengan rakusnya.Adinda kembali membekap mulutnya sendiri menikmati sensasi yang ia rasakan dari mulut dan tangan Adrian yang seolah ingin memakan habis benda kenyal tersebut.
Cukup lama Adrian bermain di sana.Keduanya sudah sama sama hanyut dalam permainan panas mereka.Adrian bangkit mengangkat tubuh mungil Dinda yang masih berada dipangkuan nya.Ia melempar tubuh mungil itu ke atas sofa panjang itu.Adrian pun melepas kaosnya,dengan tatapan mata yang tak lepas dari wajah Adinda yang nampak begitu sexy,ia melepas hotpants milik sang istri hingga terlihatlah benda berbalut g string merah itu.
Adrian tersenyum,ia mendekatkan wajahnya ke benda tersebut,lalu tanpa menunggu lama ia mulai memainkan tangan dan mulutnya disana.Adinda semakin menggeliat hebat sambil terus membekap mulutnya sendiri.Tangannya meremas pinggiran sofa merasakan sesuatu yang bergerak gerak disana.
Adrian menyudahi aksinya disana,ia kemudian melepaskan celana pendeknya dan mulai mengarahkan sang jagoan bke tempat favorit nya,baru saja ia hendak memasukkan nya,tiba tiba.....
"mama....!!!"
.
..
.
"akkhhh....." Adrian menjatuhkan tubuh polosnya ke lantai balkon itu dengan frustasi.Lagi panas panasnya...napa tuh bocah malah bangun.Adrian berguling guling di sana sambil menendang nendangkan kaki nya ke udara bak anak kecil yang yang merajuk.
Cenut cenut prennd🤣🤣🤣🤣🤣
Adinda yang juga merasakan kecewa itu segera mengenakan pakaian nya dengan nafas yang masih ngos ngosan.Ia kemudian bangkit.
"nitip mas...." ucapnya sambil menyerahkan gstring dan bh nya pada Adrian kemudian berlari ke dalam kamar menghampiri Nabila.
Adrian yang lemas pun menutupi wajahnya dengan dua benda titipan Adinda itu sambil menghirup aromanya.
"kampret...!" ucapnya kesal.
...----------------...
***APA YANG ANDA RASAKAN KAWAN KAWAN???
__ADS_1
RAMAIKAN KOLOM KOMENTAR PLISSSS🤣🤣🤣🤣
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN HADIAHNYA JUGA😍😍😍😍***