
Motor sport biru itu memasuki sebuah rumah yang cukup mewah.Adinda turun dari motor tersebut,begitu juga Joddy.
"masuk yuk....." ucap Joddy sambil menggandeng tangan Adinda,namun...
"Jod...."ucap Dinda menghentikan langkah Joddy
"ada apa?"
"apa orang tua kamu nggak marah kalau aku nginep di rumah kamu?"
Joddy tersenyum....
"orang tua gue udah meninggal...."
"oh... ma...maaf Jod,aku nggak tau...."
"nggak apa apa...santai aja....udah ayo masuk" ucapnya.
Joddy mengajak Adinda masuk ke dalam rumah itu.Sebuah rumah yang cukup luas dan mewah,namun tak lebih mewah dari kediaman milik Adrian Tama.
"bikkk........" ucap Joddy setengah teriak memanggil sang ART.
"saya den...."
"ini Adinda, teman saya,bawa dia ke kamar tamu ya...sekalian pinjemin baju cewek buat dia" ucap Joddy.
"lo nggak apa apa kan Din,sementara pakai bajunya bibik,gue nggak punya baju cewek soalnya?"
Adinda tersenyum....
"nggak apa apa kok Jod.."
"ya udah...lo ikut bibik gih...abis itu kita makan,sambil nungguin abang gue pulang"
Adinda mengangguk.
"makasih banyak ya Jod"
Joddy hanya tersenyum manis.
Adinda pun mengikuti langkah sang ART yang bernama Bi Inah itu menuju ke kamar tamu yang ada di lantai atas.
"ini kamarnya non...Nona silahkan mandi dulu,biar saya ambilkan baju bajunya"
"iya bik...makasih..."
"sama sama non..."
Bi Inah pun pergi dari tempat itu.
Kini tinggal Adinda yang berada di kamar itu.Wanita muda itu duduk di tepi ranjang,dadanya kembali sesak mengingat perlakuan kejam suaminya yang tega meninggalkan nya di tengah jalan.Apa salahnya?dia tak melakukan apapun yang membuat Adrian marah kan hari ini?bahkan ia menuruti semua kemauan pria itu.
Sepercik penyesalan muncul dalam diri Adinda.Kalau tahu Adrian masih sekejam ini mungkin akan lebih baik kalau tadi dia jujur pada tuan William.Siapa tahu dia bisa minta tolong pada kakek itu.Ah......Dinda....polos banget sih kamu...!!
__ADS_1
ceklek....
pintu terbuka,bi Inah datang dengan beberapa potong baju.
"ini baju baju bibik non.Maaf ya,jelek jelek...soalnya yang panjang panjang cuma ini" ucap bi Inah.
"nggak apa apa bik....ini aja saya udah berterima kasih kok..." ucapnya.
"ya sudah,kalau begitu non silahkan mandi,habis itu makan malam ya non"
"iya bik...sekali lagi makasih..."
"sama sama non" ucap bi Inah kemudian pergi.
Adinda pun bergegas untuk mandi.
...****************...
Sementara di tempat lain....
Laki laki gila itu kini nampak makin frustasi.Tiga jam setelah ia melempar sang istri ke pinggir jalan,sampai kini wanita itu belum kembali juga.Anak buah yang mencarinya pun belum menemukan keberadaannya.
Adrian menegak alkohol di tangannya lagi.
"aaaaaakkkkkhhhhh......!!!!!"
pyaaarrrrrr...........
Adrian membanting botol itu hingga jatuh terberai di lantai.Entahlah...sudah berapa banyak benda yang ia hancurkan malam ini.Para anak buah hanya menunduk takut,laki laki itu nampak begitu mengenaskan sekaligus menyeramkan.Adrian mencengkeram rambutnya kuat seolah ingin melepaskannya dari kulit kepala.
daaggghhhh....
Meja di depannya pun ditendangnya dengan kasar..
"ngapain kalian masih disini?!cari istriku sekarang.....!!!!" bentak Adrian dengan penuh amarah membuat para anak buah itu ketakutan.
"ba...baa...baik tuan...permisi tuan" ucap beberapa orang disana
Adrian kembali meraih botol bir nya lalu menyodorkan nya pada Farhan yang berdiri tenang di samping nya.Farhan sudah terbiasa menyaksikan kemarahan Adrian,meskipun tak pernah yang separah ini hanya karena perempuan,tapi pria itu masih bisa berdiri dengan tenang mendampingi sang tuan.Farhan pun meraih botol tersebut lalu membukanya dan menyodorkannya kembali pada sang tuan.Entahlah...sudah berapa botol bir yang ia tenggak malam ini.Laki laki itu benar benar kacau.Ia tak menyangka akan sesulit ini menemukan istri kecilnya.
Tanpa Farhan dan Adrian sadari,sebuah seringai muncul dari seorang pria yang berdiri tak jauh dari mereka.Pria itu kemudian mengeluarkan ponselnya dengan tenang lalu mengetik sesuatu di sana.
"ini saat yang tepat tuan.Adrian sedang kacau,Adinda kabur,kita bisa mencarinya sebelum anak buah Adrian yang menemukannya" ketiknya
...****************...
Adinda telah selesai dengan aktifitas mandinya,ia bergegas untuk berganti baju,namun terhenti saat mendengar suara mobil yang baru saja datang memasuki halaman rumah Joddy.Adinda membuka tirai jendela yang terhubung langsung denga halaman luas itu.Di lihatnya sebuah mobil putih berhenti di halaman itu dengan seorang pria yang turun dari sana.
"itu kan fotografer nya mas Adri?" gumam Adinda.
Adinda kembali gemetar.Bagaimana kalau laki laki itu tidak menyukai keberadaan nya di rumah ini?secara dia perempuan...
Dan lagi,bagaimana kalau dia memberi tahu Adrian bahwa dia ada di sini?bayang bayang kecemburuan Adrian sebelum ia masuk rumah sakit kembali berputar di otak nya.Laki laki itu sangat mengerikan.Ia takut jika itu terjadi lagi padanya.
__ADS_1
tok....tok...tokk....
bunyi ketukan pintu membuyarkan lamunan Adinda.
"Din..." ucap Joddy dari luar,
"iya Jod..."
"udah belum?makan dulu yukk..."
"iya Jod...bentar lagi aku keluar"
Adinda pun bergegas menggunakan baju yang di pinjami bi Inah,sedangkan Joddy segera menuju ruang keluarga,dimana sang kakak sudah berada disana sambil memainkan ponselnya.
"lu bawa siapa Jod...?"
"temen gue yang pernah gue ceritain ke lo...ponakannya Adrian"
Marco menghentikan aktifitasnya...
"Adinda?" tanyanya.
"lu kenal?"
"tadi pagi dia ke lokasi nemenin Adrian pemotretan" ucap Marco.
"dan malam ini gue nemuin dia hampir di per**sa ama preman di pinggir jalan tau nggak lo...!" ucap Joddy kesal.
"cewek,malem malem sendirian di pinggir jalan nangis tanpa duit sepeserpun...!lu bayangin..!gue yakin ini pasti ulah si ba****an itu...!gue rasa dia bukan manusia deh...!anak setan deh dia kayaknya...!nggak punya hati banget tau nggak...!"ucap Joddy semakin menggebu-gebu.
"lo tau dari mana itu ulah Adrian..?"
"ya terus siapa lagi...!itu manusia banyak banget teka tekinya tau nggak...!gue yakin banget dia bukan orang baik baik..!"
"pertama...gue pernah cek ke alamat yang dia kasih ke pihak sekolah sebagai alamat Adinda,ternyata bukan..!itu alamat orang lain,kedua gue pernah baca artikel berita yang sengaja udah di take down,berita itu menyebutkan kalau Adrian membawa perempuan pingsan ke rumah sakit dan dia bilang istrinya..!ketiga...Adinda itu nggak pernah pegang hp bang.Lo bayangin...jaman sekarang,remaja se usia Adinda yang katanya keponakan model terkenal..nggak pegang hp???apa nggak aneh??dan yang ke empat...Adinda itu nggak tau alamat rumahnya sendiri...!!!"ucap Joddy membuat Marco nampak mengernyitkan dahinya.
" Adinda itu selalu terlihat ketakutan kalau Adriam lagi marah..!lo inget kan waktu lo ketemu Adrian di sekolah gue?Dinda tuh ketakutan banget bang..!dan setelah itu Dinda nggak masuk sekolah..!giliran masuk mukanya bonyok semua...!dan Adrian nganterin dia sampai ke depan kelas,padahal biasanya nggak kek gitu...!"
Marco menghela nafas panjang....
"jadi kesimpulan lo?"
"gue yakin....Dinda itu bukan ponakan,tapi istrinya Adrian...dan mungkin.....gue punya dugaan kalau Adinda juga korban KDRT.." ucap Joddy menyelidik.
"gue rasa Adrian itu antara gila,atau........."ucapan Joddy menggantung
"psychopath" sahut Marco dengan penuh selidik.
Sepasang adik kakak itu saling menatap penuh selidik.Mareka seolah memiliki pandangan dan pikiran yang sama tentang pria bernama Adrian Tama itu.
...----------------...
***BOLEH LAAHH....LIKE VOTE KOMEN & HADIAH NYA......🥰🥰🥰🥰
__ADS_1
DOA'IN NOVELNYA LULUS KONTRAK YA READERS...KALAU LULUS BAKAL UP 2X SEHARI INSYAALLAH....🥰🥰🥰🥰🥰***