
Adrian melepaskan kaos orennya.Dengan seringai di wajahnya ia berjalan mendekati Dorman dalam kondisi bertelanjang dada.
"kau suka?" ucapnya sambil sedikit merentangkan kedua tangannya,membiarkan Dorman leluasa menikmati pemandangan indah ditubuh bagian atas Adrian.Dada bidang dengan dua bongkahan besar disisi kanan dan kiri,perut sixpack dihiasi otot otot perut bagian bawah yang menonjol dengan tato di pinggang kanan dan kirinya.Lengan kekar berhias tato dari pundak hingga punggung tangannya.
Sungguh pahatan indah yang membuat siapapun akan tergoda olehnya.
Dorman tersenyum smirk saat Adrian berdiri dengan gagahnya di hadapannya.Postur tubuh Adrian yang jauh lebih tinggi membuat laki laki berkulit gelap itu harus mendongak menatap wajah Adrian.
Adrian mengeluarkan senyuman psychopath yang mengerikan,tangannya tergerak menyentuh dada berkulit legam itu.Ia memiringkan kepalanya,tangan kekar itu semakin bergerak turun menyentuh perut Dorman yang sedikit buncit.
Nafas Dorman mulai memburu menikmati sentuhan tangan kekar Adrian.
Adrian sedikit menjauhkan tubuhnya dari Dorman.Tangannya tergerak mengarahkan jari telunjuknya ke arah benda menonjol terbungkus celana panjang oren itu.
"buka dong" ucapnya.
"berani juga kau ternyata" ucap Dorman.Pria itu kemudian melepaskan celananya dan pakaian d***m nya hingga terlihat lah tubuh gelap yang polos tanpa sehelai benangpun.Dorman kemudian menyandarkan tubuhnya di dinding kamar mandi bersiap menerima service dari Adrian.
Adrian menyeringai,
ia kemudian mendekat,dan dengan satu gerakan...
.
.
.
buuggghhhh.....
.
.
.
"aaaaaaakkkhhhhh.........!!!!"
Dorman berteriak kesakitan.Adrian menghantam jagoan Dorman dengan sekuat tenaga dan menekannya dengan kakinya sekuat tenaga.
Dorman merasakan sakit yang teramat sangat.Ia berteriak sekuat tenaga.Diluar,para anak buah Dorman nampak panik,mereka menggedor gedor pintu kamar mandi dengan kerasnya mendengar suara teriakan dari sang bos.
Sedangkan Adrian,jika keji dan gilanya kembali menggelora.Ia yang sudah cukup lama berpuasa darah seolah mendapatkan santapan lezat saat ini.Adrian menyeringai puas melihat laki laki di hadapan nya berteriak kesakitan.Dengan satu kaki yang masih menekan jagoan Dorman, Adrian dengan santainya ia mengarahkan tangannya membuka kunci pintu kamar mandi yang terus digedor dari luar.
Ketiga anak buah Dorman pun merangsek masuk ke dalam kamar mandi yang tak terlalu luas itu.Mereka membelalakkan matanya melihat sang bos yang tengah kesakitan dalam kondisi telanjang bulat.Sedangkan Adrian nampak begitu santainya menyiksa Dorman dengan kaki yang masih bertengger kuat di bagian bawah perut Dorman.
"heehh...!!lepasin bos gue...!!" hardik salah seorang anak buah Dorman.
Adrian menyeringai...
"lepaskan sendiri kalau kau bisa" ucapnya santai.
"bang***...!!"
__ADS_1
dan...pertempuran antar napi pun terjadi.Tiga orang anak buah Dorman melawan satu orang Adrian.Pria bernetra hijau itu nampak begitu menikmati perkelahian itu.Seolah ia menemukan kembali mainan baru yang sudah lama hilang.
Cukup lama Adrian bertarung dengan posisi kaki masih menekan Dorman.Laki laki itu kemudian menghantam tubuh Dorman dengan kakinya sekuat tenaga membuat pria yang sudah tak berdaya itu jatuh pingsan ke lantai.
Anak buah Dorman tak terima,mereka pun menyerang Adrian secara bersamaan.Adrian pun meladeninya dengan suka rela.Ia begitu menikmati permainan ini.Meladeni para anak buah Dorman yang menyerangnya membabi buta itu dengan tenang dan santainya.Bahkan sesekali senyuman dan tawa keluar dari mulutnya.Sungguh,siapapun yang melihatnya pasti akan berfikir bahwa dia itu gila.
Cukup lama Adrian bermain main dengan para napi itu.Ia bahkan masih menghajar mereka yang sudah tak berdaya itu dengan buasnya sambil sesekali diselingi tawa menggelegar yang mengerikan.Ia seolah benar benar nenuntaskan dahaganya.Kapan lagi dia punya mangsa empuk,empat sekaligus pula.
Petugas datang melerai setelah ada salah satu napi yang melaporkan keributan di dalam kamar mandi.Para petugas itu pun membawa Dorman dan para anak buahnya menuju klinik perjara.
Adrian merasa puas,ia menghempaskan tangannya yang dipegangi petugas itu lalu mengambil kaosnya yang tergeletak di lantai dan pergi meninggalkan tempat itu.
...****************...
Siang menjelang...
Seperti biasa,Adinda dan Nabila datang membesuk Adrian di kantor polisi.Dengan di dampingi sipir.Pria yang baru saja berhasil membuat empat orang napi masuk rumah sakit itu datang menemui dua wanita uang sangat ia cintai itu.
"papa....!!!" ucap Nabila.
Adrian merentangkan tangannya bersiap memeluk gadis kecil tersayangnya itu.
Nabila menabrakkan tubuhnya ke tubuh tegap Adrian,pria itupun menciumi pipi chubby milik bocah dalapan tahun tersebut.
Adrian menggendong Nabila,ia kemudian duduk di kursi panjang di samping Dinda.Wanita itu meraih punggung tangan Adrian dan menciumnya.Adrian tersenyum,ia mengisyaratkan Adinda untuk mendekat.Pria itu kemudian memeluk dan menciumi pipi serta bibir mungil Adinda.
Adinda terdiam sejenak.Ia mengamati wajah Adrian yang terdapat memar di salah satu ujung bibirnya.
Adinda menegakkan posisi duduknya..
"nggak apa apa?"ucap Adrian.
" nggak apa apa gimana?kamu berantem ya?"tanyanya lagi.
"nggak..."
"jangan bohong..!ini memar kek gini kok" ucap Adinda panik.
"nggak apa apa sayang,biasa...namanya juga dipenjara" ucap Adrian sambil kembali memeluk tubuh ramping itu.
Adinda menyentuh memar itu dengan hati hati.
"aaaakkkhhh....aaakkkhhh...sakitttt....uuuggghhh...." ucap Adrian berteriak lebay.Sontak beberapa orang yang juga berkunjung di sana ou menoleh ke arah keluarga kecil itu,termasuk para sipir.
Adinda mencubit lengan Adrian kesal.
"lebay banget!"
Adrian tertawa melihat mimik wajah sang istri yang nampak begitu menggemaskan jika sedang marah.
Nabila pun ikut tertawa.
"makan Din...laper nih" ucap Adrian.
__ADS_1
Adinda pun mengeluarkan kotak nasi dari dalam tas bekal yang ia bawa.Ia pun mulai menyuapi sang suami dengan telaten.
"ibuk udah sembuh?"
"aku belum ke rumah sakit lagi mas...mungkin besok" ucapnya.
"kamu masih jualan soto?" tanyanya lagi.
Adinda terdiam.Hingga saat ini ia belum mengatakan pada suaminya bahwa ia diusir oleh bu Lastri dan kini tinggal bersama Bu Ela.Ia juga tak bilang bahwa semua kartu kreditnya tak bisa digunakan.Dinda tak mau membebani pikiran Adrian.Biarkan suaminya itu menjalani hukumannya dengan tenang.Hidupnya diluar biarkan ia sendiri yang memikirkan jalan keluar nya.
Namun,Adrian bukan orang bodoh yang bisa dengan mudah dibohongi.Ia dapat menangkap gelagat kesedihan dari raut wajah Adinda.
"ada yang aku nggak tau?" tanya Adinda.
Dinda tersenyum...
"nggak ada kok mas..." ucap Adinda.
"aku udah nggak jualan lagi...nggak ada temennya" ucapnya.
Adinda kembali mengarahkan sendok berisi nasi dan lauk pauk itu ke mulut Adrian.
"aku nggak suka dibohongin Din" ucap Adrian dengan raut wajah serius.
Adinda menunduk.Wanita itu terdiam untuk beberapa saat.
"aku diusir sama ibuk" ucapnya lirih membuat Adrian sedikit terkejut.
"sekarang....aku tinggal di rumah bu Ela"
seettt....
Adrian memalingkan wajahnya.Ia tidak suka dengan kalimat terakhir yang istrinya ucapkan.
"kenapa harus kesana?" tanya Adrian dingin.
"ya terus aku harua kemana?aku nggak punya keluarga selain ibuk...kamu mau aku tidur dijalan?" ucap Adinda kesal.
"kamu bisa ngontrak Din...kamu bisa uang aku"
"udah nggak bisa...semua kartu kredit kamu udah nggak bisa dipakai...hikss..." ucap Adinda mulai menangis.
Adrian terdiam.Ia lupa bahwa sekarang ia sudah tak punya apa apa.
Adinda terisak sambil menunduk di samping Adrian.Tekatnya untuk tidak menangis saat membesuk Adrian pun runtuh seketika.Ia menangis lagi di samping laki laki berwajah tampan yang kini ditumbuhi jenggot dan kumis yang mulai melebat itu.
Adrian terenyuh mendengar isak tangis Adinda.Ia kembali meraih tubuh ramping itu.Ia memeluk wanita cantik itu dan kembali menghujani pucuk kepalanya dengan ciuman dan kecupan lembut.
"maaf..." ucapnya lirih.
...----------------...
***MANA VOTE DAN HADIAHNYA??TAMBAHIN LAGI LAAHH....
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE &KOMENNYA.....🥰🥰***