Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
189


__ADS_3

Hari berganti hari....


Kehamilan Adinda kian hari kian membesar,membuat sang wanita cantik itu kini semakin mudah lelah.Seperti hari ini...


Niatnya ia ingin menemani aktifitas sang suami sepanjang hari ini.Mulai dari tadi pagi menemani pemotretan,mengunjungi Farhan dipenjara,mengunjungi beberapa panti asuhan,dan kemudian berziarah ke makam sang mama,bu Ela dan kakeknya,Tuan William (makam papa Adrian bukan di kota ini).


Alih alih mengikuti dan menemani semua aktifitas Adrian,Dinda justru lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam mobil lantaran ia sering merasakan kelelahan.Sehingga mau tak mau Adrian hanya melakukan semua kegiatannya hari ini bersama sang putri,Nabila,lantaran hari ini hari minggu,jadi Nabila tak masuk sekolah.


Adrian selesai dengan ziarah kuburnya bersama Nabila.Ia kemudian bergegas kembali ke mobil yang terparkir tak jauh dari area pemakaman dimana sudah ada Adinda yang menunggu di dalam mobil.


Adrian masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi kemudi.Sedangkan Nabila duduk di kursi belakang.


"kamu kelihatannya lemes banget Din?" tanya Adrian.


Dinda hanya mengangguk.


"kita mau kemana lagi mas?" tanya Adinda.


"sebenarnya aku mau ke toko...tadi Naya telfon...dapet orderan roti dadakan,lumayan banyak katanya...di ambil nanti sore jam empatan...butuh bantuan mereka kayaknya.." ucap Adrian.


"ya udah kita kesana aja.." ucap Adinda.


"kamu nggak apa apa?"


"nggak apa apa mas.." jawab Adinda sambil tersenyum.


Adrian mengusap lembut perut buncit itu.Ia pun kemudian melajukan mobilnya menuju toko kue miliknya.


Sepuluh menit perjalanan,mobil hitam itu sampai di sebuah ruko berlantai dua yang menjadi tempat usahanya.


Adrian pun memarkirnya mobilnya di depan toko bersebelahan dengan mobil putih yang ia hafal adalah milik Marco.Juga sebuah motor biru yang merupakan milik Joddy.


Keluarga bahagia itu pun turun dari mobil mereka dan segera masuk ke dalam toko kue tersebut.


"assalamu alaikum..." ucap ketiganya.


"wa alaikum salam..." sahut beberapa anak muda yang berada di toko itu.


Dilihatnya disana Chika,Putri dan Joddy tengah berada di atas karpet permadani sambil mengemas roti roti berbentuk persegi itu di dalam sebuah box roti berwarna putih.


Adrian Dinda dan Nabila pun duduk.Dari ketiga makhluk yang sibuk dengan kue kue itu,ada satu makhluk yang nampak berbinar bahagia menyambut kedatangan keluarga kecil itu.


Adrian melirik ke arah Putri yang nampak tak sabar.Adrian tersenyum sinis.Ia kemudian merogoh saku celananya lalu melemparkan secarik kertas dan melemparkannya ringan ke arah Putri.Gadis berjilbab putih itupun dengan cekatan meraih surat tersebut.


"Din..." ucap Chika pada Adinda yang duduk selonjoran di ujung karpet.


"hmm...."

__ADS_1


"ojobmu saiki nyambi dadi tukang pos ta?" tanya Chika


(suamimu sekarang nyambi jadi tukang pos ya?)


Adinda hanya terkekeh.Putri tak peduli.Ia sudah sangat sumringah dengan kertas di tangannya


"banyak Chik?" tanya Adrian.


"seratus lima puluh mas...lumayan...makanya aku minta bantuan Joddy sama mas Marco...biar lebih cepat..." ucap Chika.


Adrian hanya mengangguk.Ia kemudian bangkit mendekati rak kayu yang terletak tak jauh dari etalase.Ia meraih sebuah karpet plastik yang masih tergulung di samping rak lalu menggelarnya bersebelahan dengan karpet permadani yang sudah tergelar di lantai itu.


Naya dan Marco datang dari dapur masing masing membawa loyang berisi roti hasil panggangan mereka yang masih panas.


"bawa sini sebagian Nay...aku bantuin.." ucap Adrian.


"iya mas..." jawabnya.


Naya meletakkan loyang yang dibawanya dan meletakkannya di hadapan Adrian,begitu pun Marco.Naya bolak balik dari dapur membawa loyang demi loyang kue itu.Ia kemudian duduk di samping Putri setelah semua roti di dapur habis.


"abis Nay....?" tanya Chika.


"masih satu panggangan lagi Chik..." ucap Naya.


"Joddy minggiro ta la...!ambek lanangan iko lo...!iki cewek cewek kabeh kok senengmen seh koen iku ambek arek arek wedok.." ucap Putri sedikit ngegas mengusir Joddy meminta laki laki itu untuk pergi dan ikut dengan Marco dan Adrian yang duduk di karpet plastik di samping mereka.


(Joddy minggir dong...!gabung sama cowok cowok itu loh..!ini kan cewek semua...suka banget sih ngumpul sama cewek cewek)


"lu ngomong apaan sih...?" tanya Joddy kesal.


"pindah sana ama cowok cowok...!ini cewek semua disini...nempel mulu ama Chika...g*ncet koen sue sue...(g*ncet kamu lama lama) !" ucap Putri.


Naya tak bisa menahan tawanya.


"Jod...pindah Jod...dari pada kamu di terkam ama dia mending pindah deh....dia kalau marah buas loh..." ucap Naya.


"ah elah....ngeselin banget lo jadi cewek...!" ucap Joddy sambil melempar box kosong ke arah Putri.


"a*u koen...!" ucap Putri keceplosan.


"husshhh....!Putri mulutmu...!ada anak kecil ini looh..!" tegur Naya sambil melirik ke arah Nabila yang nampak melongo menyaksikan keributan kecil berbahasa jawa itu.


Putri reflek memukul mukul ringan mulutnya sendiri.


"sorry...sorry....khilaf..." ucap Putri.


Adinda hanya menggelengkan kepalanya.Ia yang sudah merasa lelah sedari tadi jadi tambah lelah mendengar celotehan celotehan sahabatnya itu.

__ADS_1


Para anak manusia itu saling diam sejenak.Mereka sibuk dengan box dan roti yang ada di hadapan mereka.


"Put....ambilin box di sampingmu dong.." ucap Chika sambil menepuk pundak Putri tanpa menoleh.Sedangkan tangan dan matanya sibuk menghitung tumpukan box yang sudah ter tumpuk rapi berisi roti roti hasil olahan Naya.


Putri tak merespon.Chika pun menoleh ke arah Putri yang teenyata tengah sibuk membaca tulissn dalam kertas yang ada ditangannya.


"Ya Allah.....Putri....kerja dulu Put...!pacaran mulu..!" tegur Chika.


"Ya Allah Chik...aku pacaran cuma ama kertas...nggak kayak kalian noh pada ditungguin...!" ucap Putri


Lagi lagi dua sahabat ini pun saling gontok gontokan.Semua yang ada disana hanya mendengarkan sambil sesekali menggelengkan kepalanya mendengar perdebatan antara dua sahabat itu.


"engkok maneh C*k mocone...!saiki kerjo disik..!" ucap Chika


(ntar lagi bacanya..!sekarang kerja dulu..!)


"la mbok kiro aku gak kerjo ta?!iki yo kerjo..!


(kamu pikir aku nggak kerja?ini juga kerja...!)


" kerjo matamu iku..!ket maeng mesam mesam gak genah ngono kok...!ojok mangan gaji buta koen...!


(kerja mata lo..!dari tadi senyum senyum nggak jelas doang..!jangan makan gaji buta lo...!)


"astagfirullah Chika...!tak ulek temenan lambemu yo..!


(astagfirullah Chika...!aku ulek beneran mulutmu ya...!)


"tak culek disik matamu..!"


(aku colok duluan matamu..!)


"JAN**K...!!gak iso meneng kabeh a koen iku..?!gak eroh onok wong kesel a..!!tak keplekno koen kabeh gak meneng....!


(jan**k..!!nggak bisa diem kalian semua..?!nghak tau apa ada orang lagi capek...!aku banting kalian semua kalau nggak bisa diem..!!)


Suara lantang itu spontan mengagetkan semua yang ada disana.Bukan Chika,bukan Putri.Namun Adinda yang terlihat begitu kesal sambil membanting sebuah box kosong ke arah dua sahabatnya itu.


Bumil yang sedang sensitif mood nya itu pun menatap kesal ke arah Chika dan Putri,membuat keduanya kini meringsut dan langsung dian seketika.


" sukurin.....makanya jangan berisik...!"ucap Naya pelan.


Chika dan Putri tak menjawab.


Sedangkan tak jauh dari mereka,Adrian nampak berusaha menahan tawanya.Pawangnya itu kini kadang kadang bisa berubah jadi singa betina kalaun sedang marah.


...----------------...

__ADS_1


***TINGGAL BEBERAPA EPISODE SEBELUM SEASON DUA....


YUK BANYAKIN DUKUNGAN NYA.....🥰🥰🥰🥰🥰***


__ADS_2