
Suara hentakan antar kulit itu kembali terdengar.Sepasang suami istri itu kini tengah menikmati malam mereka dengan aktifitas panas yang mereka lakukan di lantai kamar yang tak terlalu luas itu.Hawa dingin yang seharusnya menusuk tulang mereka itu tak lagi mereka rasakan.Hanya ada panas dan na*su yang memburu di antara keduanya.Adinda menggeliat,menggoyangkan tubuhnya di atas suami yang kini me**mas kedua bukit kenyalnya sambil menatap penuh na*su kearahnya yang semakin tak terkontrol.Adrian begitu menikmati pemandangan indah di atas tubuhnya.Sesekali tangan besarnya tergerak menampar dua benda yang bergerak naik turun mengikuti gerakan lincah istrinya.
Adrian meraih pinggang ramping istrinya.Dengan satu gerakan ia menarik tubuh Dinda hingga masuk dalam dekapannya,kemudian dengan cepat ia membalik posisi mereka.Kini Adinda berada di bawah Adrian.
Pria itu lantas menggerakkan tubuhnya dengan cepat.Memompa tanpa ampun sesuatu di bawah sana dengan mata tajam yang tak lepas dari wajah cantik yang kini terlihat semakin menggairahkan itu.
Adinda membekap mulutnya sendiri dengan tangan kanannya,sedangkan tangan kirinya meremas bongkahan besar pada dada bidang Adrian.
Adrian menegang.Ia sampai pada puncaknya.Sebuah semburan hebat berhasil memenuhi liang sempit milik Adinda.Membuat cairan putih itu tumpah tak terbendung.Adrian lemas.Ia menjatuhkan tubuh besarnya di atas tubuh Adinda dengan nafas naik turun.
Adinda tersenyum,ia memeluk tubuh besar itu dengan penuh kasih sayang.
"love you" bisik Adrian tepat di telinga Adinda,membuat wanita itu semakin mengeratkan pelukan nya.
"love you too sayang" ucapnya kemudian.
Adrian mengangkat kepalanya.Ia mengecup bibir mungil kesayangannya itu lalu kembali me**matnya dengan lembut sebagai tanda akhir dari permainan panas mereka.
Adrian melepas penyatuan mereka,ia mengambil tissue basah yang ada di atas meja lalu membersihkan benda indah kesukaan jagoannya itu dengan sangat lembut.Adinda tak bergerak,ia membiarkan Adrian melakukan apapun yang ia mau sambil terus menatap wajah tampan penuh keringat itu dengan penuh kekaguman.Dia laki laki hebat.Pria bengis dan keji yang kini tengah berjuang mati matian melawan egonya demi mendapatkan restu dari ibunya.
"hayo ngapain senyum senyum..." ucap Adrian sambil mengoleskan cairan putih yang tertempel di ujung jarinya.Adinda hanya tertawa.
Adrian selesai dengan kegiatan bersih bersihnya. Ia merebahkan tubuhnya di atas kasur busa itu.Adinda pun mengikuti.Ia kemudian masuk ke dalam dekapan lengan kekar Adrian.Meletakkan kepala nya di dada bidang milik pria tampan itu.Adrian menarik selimutnya guna menutupi tubuh polos mereka.
"mas..."
"hmm..." ucapnya sambil mengusap usap lembut pucuk kepala Dinda.
"kamu nggak ada niat buat nyekolahin Nabil?"
Adrian terkekeh.
"ya punya lah Din.Aku udah nyiapin tempat untuk Nabil sekolah.Dia akan aku sekolahin di sekolah terbaik.Kamu nggak usah khawatir" ucapnya.
"kamu juga sama...setelah lulus aku nyiapin kampus terbaik buat kamu."
Adinda mengangkat kepala nya,menatap dalam ke arah pria bertato itu.
"mas...."
__ADS_1
"apa?"
"kamu nggak mau punya anak dari aku?" tanyanya.
Adrian mengernyitkan dahinya.Sepersekian detik kemudian pria itu tertawa geli mendengar ucapan istri kecilnya tersebut.
"kok malah ketawa..!aku serius..!" ucap Dinda sambil memukul dada Adrian.
"abisnya kamu lucu nanya kayak gitu...!keknya pengen banget kamu punya anak dari aku"
"ya kan kita suami istri mas..!lagian siapa tahu kalau kita punya anak restu ibuk makin mendekat" ucapnya lagi.
Adrian mencubit gemas hidung mancung Adinda.Ia membimbing istrinya itu untuk kembali masuk dalam dekapannya.
"kamu masih terlalu kecil Din...!lagian kita juga udah punya Nabil..!" ucapnya lalu mengecup pucuk kepala Adinda.
"kamu masih harus mengejar cita cita kamu.Kamu masih harus menikmati masa muda kamu yang udah terlanjur aku rampas"
Adrian mengeratkan dekapannya.
"anggap aja sekarang kita lagi pacaran.Pacaran setelah menikah" ucapnya
Adinda tersenyum,ia menatap wajah suaminya itu dengan tatapan penuh cinta.
"jadi kita bebas mau nglakuin apa ajjjjaaa..." ucapnya sambil menyentil gemas pu**ng Adinda yang tertempel di dadanya membuat keduanya terkekeh.
"mas...."
"hmmm..."
"boleh ngomong nggak?"
"apa?"
"aku bangga pernah di culik sama kamu" ucapnya sambil mengeratkan pelukannya.Bahkan kini kakinya sudah terangkat naik ke atas paha Adrian.
Adrian tertawa.
"jingin tiwin...ampin...lipisin iki...hik...hik..hikk..." ucap Adrian menirukan ucapan ucapan Adinda dulu saat awal awal mereka bertemu.
__ADS_1
Adinda tertawa mendengar suaminya itu.
"abis kamu serem banget mas..!mana nggak pernah senyum lagi.." ucapnya sambil membalas menarik pu**ng Adrian membuat laki laki itu terjingkat.
"aduuhh...ditarik dong..!jail banget sih kamu..!"
"sukurin.." ucapnya sambil tertawa.
Keduanya pun larut dalam candaan malam mereka sebelum akhirnya beranjak tidur.Sungguh...mereka tidak menyangka,pertemuan yang tidak mengenakan itu akan berakhir menjadi sebuah rasa cinta yang teramat dalam dari keduanya.
...****************...
Sementara di tempat lain.....
Di parkiran motor sebuah club malam.
"gue nggak yakin sama tuh cewek.." ucap Joddy.
"tapi emang itu yang dibilang sama pe**cur yang tadi gue sewa." ucap Boy.
"dia bilang dia nggak kenal sama Adrian"
"yaa...mungkin dia sekali dua kali doang kesini.Makanya cewek cewek disini nggak ada yang ngenalin" ucap Boy lagi memberi penilaian
Joddy mencoba menimbang nimbang ucapan temannya itu.Apa benar seperti itu?
Joddy,remaja putra yang terobsesi menjadi pahlawan bagi Adinda itu terus menerus mencoba menggali tentang kehidupan pribadi Adrian.Dia yang pernah melihat Adrian berada di bar itu jadi menaruh curiga pada laki laki suami Adinda tersebut.Itulah sebabnya,ia meminta Boy yang memang hobi jajan untuk menyewa seorang wanita di tempat itu lalu mengorek informasi tentang Adrian dari wanita tersebut.
Namun nyatanya informasi yang ia dapatkan tak seperti yang ia harapkan.Wanita itu justru mengaku bahwa ia tak mengenal Adrian.Tapi kenapa ia merasa seolah tidak yakin dengan jawaban dari wanita itu
lah terus maumu tuh cewek jawab apa Jod???
Lagi dan lagi....
Joddy lupa sedang berhadapan dengan siapa.Adrian tak sebodoh dan seceroboh itu.Ia sudah mewanti wanti dan menegaskan pada semua pekerja dan anak buahnya,termasuk pada bartender sampai cleaning service untuk tidak menyebutkan namanya pada siapa pun.Ia tak mau ada satu orang yang mengendus perannya sebagai pemilik tempat hiburan malam itu.
Ya...Joddy yang ngeyel,tapi ia lupa bahwa ia hanyalah semut kecil yang sedang mencoba bermain main dengan singa garang.
...----------------...
__ADS_1
***KOK NGGAK NAMBAH YA VOTE DAN HADIAHNYA 🥺🥺🥺🥺🥺🥺
KASIH LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAH NYA LAH YANG BANYAK...😭😭😭😭😭😭😭***