Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
192


__ADS_3

Siang menjelang.


Seorang gadis berambut panjang dengan seragam merah putih nampak berjalan dengan riang menyusuri lorong rumah sakit bersamaa seorang laki laki tinggi besar berseragam hitam hitam khas pengawal.Gadis itu nampak bersemangat menuju ke kamar rawat inap dimana sang mama dan dedek bayinya dirawat.Gadis yang sudah mandiri sejak kecil itu sejak pagi sudah mengurus dirinya sendiri lantaran papa dan mamanya yang sudah berada di rumah sakit sejak sebelum subuh.


Hingga kini siang menjelang,


Nabila yang baru pulang sekolah langsung meminta Gunawan untuk mengantarnya ke rumah sakit.Ia sudah tak sabar ingin melihat wajah sang adik kecil.


Tak butuh waktu lama,Nabila dan Gunawan sampai di ruangan yang ditempati oleh Adinda.Gadis itupun dengan cepat membuka pintu rawat inap tersebut.


"assalamu alaikum..." ucapnya manis nan lirih.


"wa alaikum salam.." jawab Adinda dan Adrian bersamaan.


Nabila berbinar melihat mamanya yang nampak duduk bersandar di atas ranjang pasien sambil menyusui bayi mungil berbalut bedong warna biru itu.


"omaigaaaattt....dedeknya kakak Nabil lagi ne*en.....!!" ucap si bocah cempreng itu dengan penuh suka cita.


Adrian yang tengah sibuk menata popok di ruangan itupun menggelengkan kepalanya mendengarkan suara cempreng putri pertamanya itu.


Nabila mendekati ranjang.Kepalanya melongok mencoba melihat wajah sang adek bayi.Sedangkan dibelakangnya,Gunawan yang membawa ransel sekolah milik Nabila itu meletakkan tas punggung hello kitty milik Nabil di atas sofa panjang di ruangan tersebut.Laki laki itu kemudian pergi ke luar ruangan dan berjaga di sana.


Nabila sampai di sisi ranjang.


"cewek apa cowok ma dedeknya?" tanyanya kemudian.


"cowok sayang..." ucap Adinda.


Nabila makin berbinar.Ia bahkan bertepuk tangan riang disana.


Adrian duduk di kursi di samping ranjang tepat di sebelah Nabila.Ia meraih tubuh mungil putrinya itu dan membimbingnya duduk dalam pangkuan laki laki bertato tersebut.


"kebiasaan...jilbabnya nggak dipakai..!" ucap Adrian sambil menarik pelan beberapa helai ujung rambut sang putri membuat gadis kecil itu terkekeh.


"khilaf papa..." ucap Nabila asal.


"diihh....khilaf....ini mah emang kebiasaan..bukannya khilaf..." ucap Adrian sambil menggelitiki pinggang sang putri membuat Nabila makin terkekeh.


"papa...."


"hmm...."


"dedek bayinya namanya siapa?" tanya Nabila.


"namanya Angkasa..."


"haahhh?angsa??"


Adrian dan Dinda terkekeh...

__ADS_1


"Angkasa kakak...." ucap Adinda lembut.


"ooohhh...bagus pa namanya....tapi tetep bagusan nama aku sih..." ucapnya tak mau kalah.


Adinda hanya menggelengkan kepalanya mendengar celetukan bocah itu.


"Nabil ganti baju dulu nak...dibawain kan sama pak Gun" tanya Dinda.


"iya ma...tuhh...Nabil taroh di tas..." ucap Nabila sambil menunjuk ranselnya yang berada di atas sofa.


"ya udah ganti baju gih...abis itu makan ya..."


"iya ma..." jawab sang bocah.


Nabila merosot dari pangkuan,ia kemudian mendekati sofa kemudian meraih tasnya yang ada di sana lalu pergi ke kamar mandi untuk berganti baju.


Sementara Nabila berganti baju....


Adinda telah selesai menyusui Angkasa.Adrian mendekat,ia meraih sang jagoan kecil kemudian mencium pipi gembulnya lalu meletakkannya di box bayi yang ada di samping ranjang pasien.


"kamu mau makan?" tanya Adrian


Dinda hanya mengangguk.


Laki laki itu kemudian meraih nampan berisi makanan dan minuman yang ada di atas nakas.Itu merupakan jatah makan dari pihak rumah sakit untuk Adinda.


"aku suapin ya.." ucapnya.


Adinda hanya mengangguk sambil tersenyum.Laki laki itu kemudian mulai menyuapi sang istri dengan telaten.Adinda meraih ponselnya di atas nakas.


"kamu mau makan apa?biar aku pesenin mas...sekalian sama Nabil" ucapnya.


"apa aja sayang...semua aku mau" jawab nya sambil kembali menyodorkan sendok berisi nasi dan lauk pauk ke mulut sang istri.


Adinda mulai memesan makanan secara online melalui ponsel nya.


ceklek....


pintu kamar mandi terbuka.Gadis kecil itu sudah selesai mengganti pakaiannya.Ia segera mendekati box bayi yang ada di samping ranjang.


"uluhh....uluuhh....dedek angsa gantengnya...." ucapnya sambil menangkup kedua pipi chubby nya.


"Nabil....namanya Angkasa nak...kok main ganti ganti aja sih..." ucap Adrian.


"oh..iya...maksudnya dedek Angkasa...yang ganteng...yang lucu...cepet gede ya...biar bisa main sama kakak Nabila.." ucapnya dengan gaya centilnya yang begitu menggemaskan membuat kedua orang tuanya terkekeh melihat tingkah Nabila.


...****************...


Malam menjelang.....

__ADS_1


Rentetan suara tembakan menggema di sebuah hutan di pinggiran kota.


Seorang remaja lari terbirit birit menghindari kejaran sejumlah petugas yang ingin menangkapnya.Dengan sisa sisa tenaga yang ia punya ia terus berlari masuk kedalam hutan menjauhi langkah para petugas yang semakin mendekatinya.Tembakan demi tembakan terus dilayangkan namun remaja itu cukup pandai mengelak.


Zev mulai kelelahan,ia yang awalnya sedang enak enak tiduran tiba tiba gudang yang menjadi tempat tinggalnya digerebek dan dikepung oleh sejumlah polisi berpakaian preman.Namun dengan segala kegesitannya ia berhasil keluar dari tempat itu.


Dan di sinilah ia sekarang.Lari pontang panting hingga terseok seok semakin masuk ke dalam hutan yang rimbun dan gelap.Tenaganya sudah hampir habis,namun para petugas berbekal senjata api itu seolah tak memberi ampun pada remaja yang kini sudah menginjak usia empat belas tahun hari ini.


Ya...ini hari ulang tahunnya,namun hari ini juga,ia seolah dihadiahi sebuah kado yang tak pernah dia inginkan seumur hidupnya.Tak ada lilin,kue ataupun ucapan selamat.Ia justru kini diteriaki penjahat.Ia lari pontang panting tak tentu arah menghindari kejaran pria pria berbadan tegap yang ingin memasukkannya ke dalam jeruji besi itu.


"papaaaaaa.....!!!tolong Zev...!!!" teriaknya sambil menangis di sela sela pelariannya.


Ia seolah lelah.Ia benci keadaan yang seolah kini tak pernah lagi berpihak padanya.


Dan......


dooooooorrrrrr.....


Timah panas bersarang mulus di kaki kanannya membuat tubuh yang masih dalam masa pertumbuhan itu tumbang jatuh tersungkur di tanah.Zev meringis,ia mencoba merangkak pergi dari tempat itu,namun pergerakannya kalah cepat dengan para petugas yang kini sudah mendekat.


Ia berhasil diringkus.Remaja itu diseret dengan paksa oleh petugas menuju mobil polisi yang terparkir di pinggir hutan.


Zev kalah.Ia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dengan mendekam di jeruji besi di usianya yang tepat empat belas tahun hari ini.


Zev dimasukkan ke dalam mobil polisi.Dengan di apit oleh dua orang petugas di sisi kanan dan kirinya,mobil itu melesat membawa buronan kecil itu menuju kantor polisi.


Tak butuh waktu lama,


Mobil sampai di markas para aparatur negara tersebut.Zev dengan kaki yang pincang digiring masuk ke dalam kantor polisi.


Saat baru memasuki kantor tersebut,langkahnya teehenti.Telinga dan matanya menajam.


Dilihatnya di sana,sebuah siaran televisi yang menampilkan berita bahagia atas kelahiran bayi laki laki,putra dari model terkenal Adrian Tama dan sang istri Adinda Zahra.


Dadanya bergemuruh.Dendam berkobar dalam diri remaja berhati serigala itu.


Adrian,bisa bisanya ia berbahagia dengan keluarga yang utuh di atas penderitaannya yang kini hidup sebatang kara.


"Adrian...aku bersumpah atas nama ayahku..!suatu saat...aku akan menghancurkan kebahagiaanmu...!dan akan ku pastikan...kau....akan mati di tanganku...!" ucapnya dengan gigi gigi yang mengetat dan tatapan serigala yang begitu mengerikan.


Ia benci Adrian...!ia benci semua anggota keluarga Adrian...!!


Ia bersumpah...suatu saat...ia akan membalaskan dendam atas kematian ayahnya...!kematian ibunya..!dan kehancuran bisnis bisnis keluarganya..!!


...----------------...


***YUUUKKKK....TAMBAH DUKUNGANNYA YUUUKKKK.....


KLIK LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA....🥰🥰🥰***

__ADS_1


__ADS_2