Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
154


__ADS_3

Hari berganti......


Di dalam kamar mewah milik Adrian.


Lagi lagi...


pagi itu Adrian kembali mengeluarkan semua isi dalam perutnya.Sejak selesai sholat subuh hingga saat ini waktu menunjukkan pukul setengah enam pagi,Adrian masih sibuk bolak balik kamar mandi untuk menyelesaikan hasrat muntahnya (bahasaku😅)


ceklek...


pintu kamar terbuka,


Adinda datang dengan segelas teh hangat di tangannya.Wanita itu kemudian mendekati Adrian yang duduk lemas di tepian ranjang.


"minum dulu mas.." ucapnya lembut.


Adrian menerimanya.Ia pun meneguk teh tersebut hingga tersisa setengah.


Adinda meraih gelas tersebut lalu meletakkannya di atas meja.


"masih pengen muntah?" tanya Dinda.


Adrian menatap lemah ke arah sang istri.


"ketek Din..." ucapnya.


Adinda terkekeh.


"ya udah ayokk.." ucapnya.


Dan ritual pagi pun dimulai,


Adinda tidur dengan satu lengan sebagai bantal.Adrian mendekatkan wajahnya mengendus aroma ketiak sang istri yang begitu menyegarkan baginya.Adrian semakin merangsek ke tubuh Dinda.Satu lengan besarnya berpegangan pada benda kenyal di sana,sedang kakinya naik,mengapit pinggang ramping Adinda.


Sungguh...posisi yang sangat nyaman bagi Adrian.Biasanya mereka akan berada dalam posisi seperti ini kurang lebih tiga puluh menit sampai satu jam,setelah mual mual di perut Adrian mereda.


Adrian mulai terlelap dalam tidurnya.Satu tangan Dinda yang bebas tergerak mengusap lembut pipi pria tampan dengan tindik di telingannya itu.


"singaku..." gumamnya.


Ya...sang singa,mantan bos mafia yang bengis dan kejam,yang disegani banyak orang,yang selalu memiliki naluri membunuh yang tinggi,nyatanya kini terkulai lemas tak berdaya di bawah ketek wanita kampung anak penjual soto.Luar biasaa.....


Adinda tersenyum menikmati ketampanan laki lakinya itu,tiba tiba....


ceklekk...


pintu terbuka...

__ADS_1


Nabila yang sudah rapi muncul dari balik pintu kamar.Gadis itu menghela nafas panjang lalu menggelengkan kepalanya menyaksikan pemandangan yang ada di hadapannya.


"papa....papa.....kebiasaan nyiumin ketek.." ucap Nabila.


Adinda hanya terkekeh.


Nabila mendekat.


"Nabil udah sarapan?"


"udah ma.." jawabnya.


"ya udah...buruan berangkat gih..."


"iya ma..."


Nabila meraih punggung tangan Adinda lalu menciumnya.Gadis itu kemudian mendekatkan wajahnya ke arah mamanya lalu menciumi kedua pipi ibu hamil tersebut.Setelah itu ia mendekati wajah sang papa lalu mencium pipi laki laki yang terlelap itu singkat.


"Nabil berangkat ma....Assalamu alaikum.."


"wa alaikum salam..." jawab Adinda.


Nabila pun bergegas keluar kamar dan menuju ke halaman dimana sudah ada Gunawan dan bu Ela yang menunggunya.


Ya....Nabila selalu berangkat di antar Gunawan.Setelah mengantar Nabila,Gunawan langsung mengantar bu Ela ke toko kue dan berjaga di sana.Sedangkan Adinda akan menyusul nanti bersama Adrian setelah laki laki itu selesai dengan morning sickness nya.


...****************...


Diwaktu yang sama.....


Disebuah desa di pesisir pantai....


Di sebuah gubug yang terletak di pinggir jalan setapak di desa tersebut.Terjadi sebuah kerumunan disana.Para warga berbondong bondong mendatangi gubug tersebut.Lantaran saat subuh tadi warga di gegerkan dengan penemuan dua jasad tanpa kepala dalam kondisi tanpa busana di dalam gubug tersebut.Dua jasad yang diketahui adalah sepasang laki laki dan perempuan itu di temukan warga tewas bersimbah darah di dalam gubug dengan kondisi yang sangat mengenaskan.Kepalanya hilang dan organ in**mnya tak utuh.


Entah siapa yang melakukannya.Tak ada yang tau.Tidak ada tanda tanda atau jejak sang pembunuh.Bahkan jejak kaki ataupun alas kakipun tak nampak di gubug yang masih beralaskan tanah itu.


Namun ada satu hal yang menjadi perhatian warga dan juga polisi yang datang ke sana.Yaitu sebuah lukisan mirip seperti kepala serigala yang dilukis pada dinding anyaman rotan di gubug itu menggunakan darah,yang kemungkinan adalah darah korban yang belum diketahui identitasnya tersebut.


Gubug itu memang letaknya cukup jauh dari pemukiman warga,dan juga berada di sekitar area persawahan.Gubuh tersebut biasa di gunakan untuk para petani berteduh.Namun bukan rahasia lagi jika malam hari gubug tersebut sering digunakan sebagai tempat untuk melakukan kegiatan kegiatan tidak terpuji seperti judi,mabuk mabukan bahkan tindakan asusila.


Para warga masih berkerumun disana menyaksikan polisi yang tengah melakukan olah TKP.Salah satu di antara banyaknya warga yang berkerumun disana terdapat seorang remaja pria yang ikut menyaksikan penemuan jasad tersebut.Remaja tampan dengan hoodie hitam itu nampak berdiri dengan tenang tanpa mengeluarkan suara sedikitpun di antara riuhnya para warga disana.Dengan kupluk hoodie yang menutupi kepalanya dan tangan yang dimasukkan ke dalam kantong saku hoodienya,remaja itu mulai bergerak dengan tenang melangkah meninggalkan tempat tersebut.Ia tak suka keramaian.Remaja itu terus berjalan dengan tenang menyusuri jalanan sepi disana.


Sekitar sepuluh menit berjalan,ia sampai di sebuah gubug tempat tinggalnya dengan pak Herman.


"Zev....bapak mau melaut dulu...kamu dirumah baik baik ya...." ucap Pak Herman yang sudah siap dengan jalanya.


Zev tak menjawab.

__ADS_1


"oh iya...itu didapur bapak sudah belikan gorengan untuk kamu.Dimakan ya..."


Zev masih tak menjawab.


Pak Herman sudah terbiasa akan hal itu.


"ya sudah...bapak berangkat dulu...assalamu alaikum..." ucapnya.


Zev tetap tak menjawab.


Pak Herman pun melangkah pergi meninggalkan tempat itu


Zev dengan tangan yang masih dimasukkan kedalam saku hoodie pun melangkah menuju dapur.Ia kemudian duduk di salah satu kursi kayu di samping meja dimana ada satu kresek kecil berisi gorengan disana.


Zev menarik telapak tangannya yang sedari tadi ia sembunyikan di balik saku hoodie nya.


Merah....!!


Kedua telapak tangannya berlumuran darah.Zev menatap tajam pada kedua telapak tangannya.Kemudian dengan tatapan tajamnya ia mengu*um satu persatu jari jarinya guna membersihkan darah yang memerah tersebut hingga bersih.Zev menatap plastik berisi gorengan itu.Bukan gorengannya yang menjadi pusat perhatian,melainkan sebuah kertas yang menjadi alas gorengan tersebut.


Zev menuangkan gorengan gorengan itu ke atas meja.Tanpa piring,melainkan langsung ke atas meja membuat beberapa gorengan jatuh ke tanah.Ia kemudian mengambil kertas yang menjadi alas gorengan tersebut.


Mata srigalanya menajam.Dilihatnya disana gambar seorang laki laki tampan dengan senyuman merekah yang menjadi cover sebuah majalah.


Tatapan iblis nan tajam tercipta dari mata biru Zev.Dadanya bergemuruh.Ia benci laki laki pada gambar di kertas itu.Zev meremas kertas tersebut dengan kuat.


"tunggu giliranmu....bedeb**.." ucapnya dingin dengan aura iblis yang begitu menyeramkan..


Zev menyeringai,ia lantas mengingat kembali pertemuannya semalam dengan sepasang muda mudi yang tengah asyik melakukan tindakan tak senonoh di dalam gubug tua itu.Zev yang mendengar suara de**han dari luar gubug pun mendekati tempat tersebut.Dan benar saja,dua muda mudi yang masih berusia belasan tahun yang bisa dipastikan bukan pasangan sah itu tengah sibuk berbagi keringat di dalam gubug tersebut.


Zev menyeringai.Ia menyaksikan adegan dewasa itu dengan tenang hingga selesai.Bahkan remaja itu dengan tenangnya menghabisi nyawa kedua insan yang masih dalam keadaan bu*** itu menggunakan cangkul milik salah satu petani yang tertinggal di gubug itu setelah sang pria menyadari keberadaannya.


Zev puas...ia suka darah.Ia suka mendengar jerit kematian.Zev,yang berarti serigala,remaja pria yang akan tumbuh dengan segala misteri yang menyelimuti kehidupannya.


...----------------...


***YUUUKKKK...UDAH CRAZY UP NIIIHHHH.....


AUTHOR MASIH MENUNGGU PARTISIPASI DAN DUKUNGAN DARI PARA SILENT READERS YANG ENGGAN MENAMPAKKAN DIRINYA🤭


yukkk....tunjukkan pesonamu..🥰🥰


ditunggu dukungannya untuk semua yang sudah membaca novel ini...


klik like setelah baca...tulis komen kalian di kolom komentar...


jangan lupa vote dan kasih hadiahnya ya..🥰🥰🥰

__ADS_1


klik juga tombol 💙 biar tau kalau othor udah up episode baru🥰🥰🥰🥰


makasih semuanya***....


__ADS_2