
"sshhh.....emmhhh....."
"ma...sshh....."
"aaakkhhh...yesss..."
Sepasang suami istri itu terus meracau di bawah guyuran air shower kamar mandi kamar mereka.Setelah bergulat panas di ruang gym,sepasang suami istri itu memutuskan untuk membersihkan diri.Namun tidak demikian kenyataan nya.Seperti yang terjadi saat ini,adegan panas itu kembali terjadi di dalam kamar mandi mereka.Entahlah....Adrian seolah tak pernah merasa puas jika sudah menjamah tubuh putih mulus milik Adinda.Ia seolah terus ingin lagi dan lagi.
Suara hentakan antar kulit itu semakin jelas terdengar.Adrian semakin menggila sambil sesekali meremas benda kenyal milik sang istri..
"mmmgghhh..ma..aasshh...."
"aaakkkhhhh....."
Adrian memegang,semburan cairan putih menandakan akhir dari ritual panas mereka.Adrian memeluk tubuh polos itu dari belakang,sambil memberikan kecupan kecupan lembut disana.
Adrian melepas penyatuan mereka,ia membalik tubuh sang istri agar menghadapnya,lalu dengan lembut kembali memberikan luma*** luma*** lembut pada bibir mungil wanita cantik itu.
"makasih sayang" ucap Adrian lembut.Adinda hanya tersenyum mendengar ucapan itu.Sepasang suami istri itupun saling berpelukan untuk beberapa saat.
"Mandi dulu ya..." ucap Adrian kemudian.Adinda hanya mengangguk.Sepasang suami istri Itupuan masuk ke dalam bathup dan mulai mandi bersama.
...****************...
Tiga puluh menit kemudian,sepasang suami istri itu keluar dari dalam sambil bercanda ria.Dengan tubuh polos tanpa ditutupi apapun Adinda berlari dari dalam kamar mandi sambil membawa handuk di tangannya.Adrian mengejar menyusul sang istri dengan kondisi yang sama,lantaran hanya tersisa satu handuk di kamar mandi membuat keduanya saling berebut.
"Dinda...!kamu nakal banget sekarang ya..!siniin handuknya...!"
"nggak boleh..!udah kamu ganti baju aja nggak usah pakai handuk...!"
"basah Din..!liat lantainya jadi basah semua!kamu bisa kepleset ntar...!"ucapnya.
Adinda naik ke atas ranjang,masih dalam kondisi berdiri.
" ya udah kamu jangan ngejar terus..!"
"siniin dulu...pinjem handuknya..."
"nggak boleh.."
"Allahu Akbar Dinda...!!sini bentar cuma pinjem sebentar doang..!!" ucap Adrian kewalahan menghadapi sikap usil Dinda.
"ya udah kalau gitu kamu duduk biar aku yang ngeringin tubuh kamu" ucap Dinda.
Adrian menghela nafas,ia pun menurut.Laki laki itupun duduk di tepi ranjang.Adinda mendekat,ia bersimpuh di atas ranjang,di belakang sang suami.Tangannya kemudian tergerak mengusap rambut basah Adrian dengan handuk yang ada di tangannya.
"jangan dari belakang dong....dari depan" ucap Adrian.
Adinda pun menurut,ia turun dari ranjang lalu berdiri di hadapan sang suami.Iapun kembali mengusap rambut Adrian yang basah.Adrian menikmati pemandangan di depannya.Wanita cantik dengan tubuh basah yang polos tanpa sehelai benang pun.Adrian gemas,ia menampar dua benda kenyal yang ada di hadapannya itu.
plaaakkk...
"aawww...!mas...apaan sih.."
"kamu sengaja ya?sengaja ngegoda aku kan?kenapa?masih pengen lagi..?" tanya Adrian menggoda sambil sesekali menggelitik pinggang sang istri membuat Dinda terkekeh karena ulah suaminya ini.
"apaan sih...nggak...!" ucap Adinda mengelak.Entahlah... melihat perubahan Adrian yang lembut membuat Adinda jadi selalu ingin menggoda laki laki itu.
Adrian merengkuh pinggang ramping itu dan membenamkan wajahnya di antara dua benda kenyal milik Dinda.
"kalau emang pengen lagi ngomong aja sayang...aku siap kok...!" ucapnya.
__ADS_1
"udah ah...lepasin..aku laper mas...dari pagi kita belum makan loh...ini udah siang" ucap Adinda sambil menjauhkan tubuh Adrian.Wanita itu kemudian mengusap wajah dan dada bidang Adrian yang masih basah.
"udah kering...ganti baju sana" ucap Dinda.
"ini belum" ucap Adrian sambil menunjuk sang Jagoan.
Adinda terkekeh sambil mengusap rambutnya yang basah.
"lap sendiri..!udah sana ganti baju"ucap Dinda,namun laki laki itu tak bergeming,ia masih duduk sambil fokus menyaksikan sang istri yang kini tengah mengeringkan rambutnya dengan handuk tersebut.Adrian tersenyum,cantik sekali wanita ini.Adinda memang selalu terlihat menggoda dalam kondisi apapun.
Adrian semakin gemas,dengan satu gerakan kedua tangannya terangkat dan dengan isengnya menarik gemas kedua p***ng Adinda.
" mas...!"pekik Adinda sambil menjauhkan diri dari laki laki bernetra hijau itu.Keduanya pun tertawa.
Adinda menuju ke lemari besar disana,lalu mengambil sebuah kaos dan celana pendek serta ****** ***** untuk sang suami.Adinda pun menyerahkan pakaian tersebut pada Adrian.Ia kemudian mengambil baju dinasnya di dalam lemari lalu mengenakannya.Sebuah kaos crop warna putih dan rok mini jeans menempel sempurna di tubuh Adinda.
Adrian yang sudah selesai dengan pakaiannya kini mengambil ponsel yang berada di atas nakas.
"kita pesen makan online aja ya.." ucap Adrian.
"terserah..." ucap Adinda sambil mengoleskan pelembab ke wajahnya.Adrian tersenyum.
cup...
Satu kecupan singkat mendarat di pipi Adinda.Adrian pun pergi dari kamar meninggalkan Adinda yang tersenyum menatapnya.
Adrian menuju ke ruang tv,sambil memesan makanan melalui ponsel pria itu kemudian duduk di sofa panjang di sana.Tak lama berselang Adinda pun datang menyusul sang suami sambil membawa ponsel miliknya.
"mas..."
"hmm..."
"kamu minta bu Fitri ngasih materi online ke aku?"
"iya..."
"kenapa?"
Adrian menatap ke arah sang istri,ia kemudian merentangkan satu tangannya di sandaran sofa dengan wajah yang mendekat ke wajah Dinda.
"karena kamu harus tetep sekolah sayang,tapi karena aku nggak mau jauh dari kamu...makanya aku minta wali kelas kamu untuk mengirim materi pelajaran secara online.Aku nggak mau kamu ketinggalan pelajaran.Sebentar lagi kan kamu ujian" ucapnya.
Adinda tersenyum menatap wajah sang suami,
"kamu perhatian banget mas..." ucapnya.
"karena aku ingin menebus semua kesalahanku Dinda...aku udah janji kan...aku akan membahagiakan kamu di sisa akhir hubungan kita" ucap Adrian dalam.
Adinda terdiam.Ia bahkan hampir lupa bahwa ini semua hanya sementara.Ia terlalu nyaman.Laki laki yang dulu kejam ini sudah menjelma menjadi laki laki idaman Dinda dalam dua hari terakhir ini.
Mata Dinda mengembun...
"mas.....aku....."
drrrtttt......drrrrtttt......
Ucapan Adinda terhenti saat ponsel Adrian yang berada di atas meja bergetar.
"bentar..." ucap Adrian sambil tersenyum.
Adinda yang jadi mellow itu pun merebahkan tubuhnya,menggunakan paha Adrian sebagai bantal dan memeluk pinggang kekar itu.
__ADS_1
Adrian meraih ponselnya.
Marco....
memanggil.....
"halo...." ucap Adrian.
"halo Dri..."
"ada apa Co?" ucapnya sambil sebelah tangannya membelai rambut Adinda yang ada di pangkuannya.
"gue cuma mau ngingetin....besok lo ada jadwal pemotretan" ucap Marco dari seberang sana.
"astaga....iya...gue hampir aja lupa kalo lo nggak ngingetin.Oke...besok gue dateng kok.." ucap Adrian.
"sama satu lagi nih Dri....kalau misalkan lo ajak Dinda jadi partner lo kali ini bisa nggak?" tanya Marco.
"maksudnya?"
"ya...kan kali ini lo harus pemotretan sama cewek,tapi gue belum nemu nih cewek yang cocok buat jadi partner lo.Dan gue rasa Dinda bisa sih..." ucap Marco hati hati.Sebisa mungkin ia menjaga agar laki laki itu tidak salah paham ataupun tersinggung.
"gimana?bisa nggak?" tanya Marco lagi.
Adrian nampak berfikir sejenak.Lalu....
"oke...gue rasa bisa sih....ntar biar gue ajarin dia deh.." ucap Adrian.
"Alhamdulillah....oke kalau gitu...gue tunggu kalian besok ya...thanks Dri..." ucapnya.
"yookk.."
Sambungan telepon terputus.Adrian mengusap lembut pipi Adinda,namun tiba tiba....
"Din...kamu kenapa?" tanya Adrian saat merasakan kaosnya basah.
"kamu nangis?" tanyanya.
Adinda tak menjawab,ia semakin mengeratkan pelukannya pada pinggang Adrian,menyembunyikan wajahnya ke perut sixpack milik suaminya itu.
"Dinda kamu kenapa?kamu nangis kenapa?" tanya Adrian sambil mencoba menangkup wajah Dinda,namun wanita itu terus mengelak,seolah tak mau menunjukkan raut kesedihannya.
"Dinda.."
"aku nggak apa apa mas.." ucapnya sambil terus menyembunyikan wajahnya.
"jangan bohong Din...aku tahu kamu nangis...kamu kenapa?apa aku punya salah?" tanyanya lagi.
Adinda hanya menggelengkan kepala
"terus kenapa?"
"aku laper" ucap Dinda bohong.
"kamu pikir aku anak kecil bisa kamu bohongin?"
"beneran..aku laper...udah deh...kamu jangan berisik" ucap Adinda lagi sambil terus menyembunyikan wajahnya.
Adrian menghela nafas panjang.Ada apa dengan istrinya?kenapa tiba tiba dia menangis??
...----------------...
__ADS_1
MANA NIHH LIKE KOMEN VOTE $HADIAHNYA....ππππππππ