Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
109


__ADS_3

Di sekolah elite itu.....


Para siswa mulai berhamburan meninggalkan kelas,tak terkecuali Joddy dan Adinda.Dinda meraih ponsel di tasnya,kemudian membukanya....


1pesan masuk....


Mas Marco.....


"*Din.....hari ini ada pemotretan....gue jemput ya...tungguin" tulis Marco


"iya mas" tulis Adinda*.


Dinda segera memasukkan ponselnya ke dalam tas.Ianpun bergegas menuju ke kursi kayu panjang di dekat pos satpam yang biasa ia gunakan untuk menunggu jemputan.Adinda pun duduk disana,namun tiba tiba pandangannya tertuju pada sesosok pria berseragam SMA dengan jaket hoodie warna abu abu yang berjalan menjauh dari gedung sekolah.


Itu Joddy....kemana dia?kok jalan kaki?buakannya biasanya ia bawa motor?.


Sedikit rasa kepo dalam benak Adinda,ia bangkit dari duduknya dan berjalan keluar pagar untuk melihat kemana Joddy pergi.


tiba tiba....


tinn....tinn....


Suara klakson mengagetkan Adinda.Adinda pun menoleh ke arah belakang,


"mas Marco.." ucap Adinda.


Marco menggerakkan jarinya dari dalam mobil,memberikan kode untuk wanita itu segera masuk.Dinda pun menurut.Ia bergegas masuk ke dalam mobil tersebut.


"udah lama nunggu?"


"nggak kok mas...belum lama" ucapnya.


Marco hanya mengangguk.


"mas Marco mau jemput Joddy sekalian?motornya Joddy kemana?"


"nggak...gue nggak jemput dia kok.." ucap Marco.


"oh.." jawab Adinda.Marco pun bergegas menjalankan mobilnya,namun tiba tiba fokus matanya tertuju pada sebuah mobil sport mewah warna kuning yang tiba tiba melesat di sampingnya.Ia hafal betul mobil itu,itu mobilnya Sheila.


Marco mengamati mobil yang mulai melambatkan lajuny itu sambil ia sendiri mulai menjalankan kendaraan roda empat miliknya.Namun Marco seketika membelalakkan matanya saat melihat pemandangan disana.Seorang remaja pria yang ternyata menunggu di sebuah minimarket tak jauh dari sekolah itu masuk ke dalam mobil kuning tersebut.Meskipun sang pria mengenakan hoodie untuk menutupi wajahnya,namun Marco hafal betul bahwa itu adalah Joddy.Adiknya...!


Marco menjadi tidak tenang.Ia kemudian menjalankan mobilnya mengikuti mobil sport yang kini mulai melesat meninggalkan tempat tersebut.Berbagai pikiran berkecamuk dalam benak Marco.Ia yakin betul itu mobil Sheila.Untuk apa Joddy masuk ke dalam mobil Sheila?dari mana ia bisa mengenal Sheila?


Mobil sport kuning itu terus melesat memecah jalanan ibu kota,manusia yang ada di dalam nya tidak sadar jika ada mobil lain yang mengikuti mereka dari belakang.Sekitar sepuluh menit,mobil kuning itu terlihat memasuki sebuah hotel yang berada tak jauh dari sekolah tersebut.Pikiran Marco semakin tidak karuan.


Marco memarkirkan mobilnya sedikit menjauh dari mobil Sheila agar tak menimbulkan kecurigaan.


"mas...kita ngapain kesini?" tanya Dinda was was.


"bentar ya Din...gue ada urusan."

__ADS_1


"oh....oke..." ucap Adinda sambil mengangguk ragu.


Marco masih fokus pada mobil kuning itu.Dan....sesuai dugaannya.Sepasang pria wanita turun dari mobil tersebut.Sheila dan Joddy..!!


"Joddy?" ucap Adinda sambil membelalakkan matanya melihat sahabatnya itu keluar dari dalam mobil berharga fantastis tersebut.Terlebih lagi saat melihat wanita yang kini menggandeng tangan Joddy dengan manja itu.Wanita yang berkali kali mencoba merayu suaminya.Ia masih hafal betul dengan wanita itu.


Marco masih mengamati pergerakan kedua manusia itu dari dalam mobil.Dadanya sudah bergemuruh.Apa ini alasan dari perubahan sikap Joddy belakangan ini?pikir Marco.


Sementara itu...


Sheila terus menggelayut manja di lengan remaja yang terus berjalan menunduk menyembunyikan wajahnya itu.Sungguh...sebenarnya ia sangat risih,terlebih lagi ia masih mengenakan seragam SMA.


Tak butuh waktu lama,mereka segera menuju ke kamar hotel yang sudah Sheila pesan di lantai dua puluh bangunan tinggi tersebut.


tingg....


pintu lift terbuka.


Keduanya lantas masuk ke dalam kotak besi tersebut yang secara kebetulan hanya ada mereka di dalamnya.


Sheila mengalungkan lengannya di leher Joddy saat pintu lift itu mulia tertutup.Dan lagi lagi,Joddy pun terpancing dengan aksi bi**l wanita dua puluh empat tahun itu.Joddy menarik tubuh Sheila dengan kasar agar menempel pada tubuhnya.Lalu dengan rakusnya ia memangsa bibir tebal ber lipstik brown sugar tersebut.Tangannya tergerak mengangkat rok di atas lutut yang Sheila gunakan hingga memperlihatkan bongkahan benda padat berisi yang nampak begitu menggiurkan.Joddy ******* ***** benda tersebut sambil sesekali menampar nya dengan posisi bibir yang masih saling berpa**tan.


Nafas memburu dia antara keduanya.Suasana di dalam lift tersebut kini terasa begitu panas.


tingg.....


pintu terbuka....


Joddy meraih tubuh ramping Sheila kemudian membopongnya bak karung beras,membuat Sheila justru semakin tertawa bahagia.


Ceklek..


pintu kamarpun terbuka.


Buuggghhh....


Joddy melempar tubuh molek itu hingga terjerembab ke atas kasur.Sheila tertawa.Ia menggerakkan jarinya mengisyaratkan agar Joddy segera mendekati nya.


Joddy semakin tak terkendali.Ia melepas jaket dan baju seragamnya lalu melempar nya asal.Dengan satu garakan ia naik ke atas ranjang,mengungkung wanita nakal di bawahnya dengan tatapan buas.


Sheila menggerakkan tangannya mengusap dada yang mulai terbentuk bidang itu dengan lembut.Senyuman khas ja**ng pun terbentuk dari bibirnya.


settt....


Joddy mencengkeram dagu Sheila dengan kasar,


"ini yang lo mau kan heeh?" tanya Joddy dengan dada naik turun.


Sheila hanya tersenyum.


"ini yang lo mau kan jala**..?!abis lo hari ini sama gue..!"

__ADS_1


plaaakkk....


Joddy menampar pipi Sheila yang jurtru membuat wanita itu semakin bahagia.Dengan satu gerakan ia kembali melahap benda berbalut lipstick itu dengan buas dan kasarnya.


Tangan Joddy tergerak meremas benda kenyal kesukaan kaum laki laki yang masih terbungkus dress mini itu.Nafas keduanya semakin tak beraturan Sheila menggerakkan tangannya membuka ikat pinggang Joddy dan mulai meraih benda kesukaannya yang sudah mengeras itu.


Sedangkan Joddy...tangannya mulai bergerak turun,menyelinap masuk ke dalam mini dress hitam tersebut kemudian mencari sebuah lipatan daging yang tak terbungkus kain penutup itu.


Joddu melepaskan pa**tan bibirnya.


"dasar pe***...!lo udah nyiapin diri lo buat gue ternyata..!" ucapnya merendahkan dengan jari jari yang mulai mengusap usap kasar di area yang mulai berlendir itu.


Sheila semakin menggila.Nafasnya semakin memburu dengan tatapan mata yang tak lepas dari wajah sang remaja.


jleebbb....


"aaakkhhh...."


dua jari Joddy masuk dengan sempurna ke dalam lubang basah yang ada di bawah sana membuat Sheila tersentak.Dan dengan kasar dan bengisnya ia mengobok obok benda tersebut membuat wanita itu menggelinjang bak cacing kepanasan.


"ini yang lo mau kan?!heeemm?iya kan?suka kan lo..!!hemm...!jawab gue bang***....!!" ucap Joddy dengan menggebu gebu.


Sheila mengangguk sambil terus menggeliat.Ia begitu menikmati permainan kasar remaja itu.


Joddy menyudahi aksi obok oboknya.Ia kemudian bergarak mengarahkan wajahnya turun menghadap sebuah benda yang sudah basah kuyup di bawah sana.Dan dengan satu gerakan...


"aaaakkkkhhhh...."


Sheila menjerit saat remaja itu melahap sesuatu di bawah sana.Bak mendapatkan makanan lezat,Joddy dengan rakusnya memakan gundukan daging yang berisi lipatan lipatan indah yang mungkin sudah pernah dicicipi oleh banyak pria itu.


Sheila tak terkendali,satu tangannya meremasnya sprei putih yang membalut kasur empuk tersebut,sedang tangan satunya meremas rambut Joddy dan menekannya seolah meminta Joddy untuk lebih buas lagi memangsanya.


Keduanya semakin panas...saat mereka hanyut dalam permainan nya tiba tiba....


.


.


.


.


brraaaaaakkkkk.......


...----------------...


***TAMAT KAU JOOODD..........🙈🙈🙈🙈


jangan LUPA RAMAIKAN KOLOM KOMEN DENGAN PENDAPAT KALIAN....


LIKE SETELAH MEMBACA😍

__ADS_1


KASIH VOTE DAN HADIAH NYA YANG BANYAK YA ......🥰🥰🥰🥰🥰🥰***


__ADS_2