Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
Nabila Story61


__ADS_3

Hari berganti hari....


Satu bulan sudah berlalu...


kian hari hubungan Zev dan Nabila makin dekat.Bukan hanya dengan Nabila,namun juga keluarganya.Perlahan Zev seolah dituntun untuk masuk ke dalam keluarga itu.Tak ada jarak lagi,semua sudah sangat dekat.


Zev bahkan sering menghabiskan waktu olah raga bersama Adrian dan Angkasa,mengantar dan mengunggui Angkasa SSb bersama Nabila,dan menghabiskan waktu jalan jalan bersama adik dari wanita tomboy itu.


Seperti hari ini....


Di sebuah pantai...


Nabila,Zev,Jordan dan Angkasa tengah menikmati waktu kebersamaan mereka.Terlihat disana,Angkasa dan Jordan tengah asyik bermain ombak,sedangkan tak jauh dari mereka,Nabila dan Zev tangah asyik duduk berdua di tepi pantai sambil menikmati es kelapa muda.


Zev menatap Nabila dengan tatapan khasnya.Gadis yang dilihati pun tak henti mengulum senyum meskipun tak menoleh ke arahnya.


"lo tau nggak...." ucap Zev memulai pembicaraan.


"gue dulu pernah tinggal di sekitar sini.." ucapnya lagi.


Nabila menoleh.


"oh ya...?" tanyanya.


Zev tersenyum.


"iya...rumah gue di sebelah sana dulu" ucap Zev sambil menunjuk ke satu arah dimana kini sudah dibangun warung warung pedagang pantai.Ya...itu adalah kawasan pantai yang dulu pernah Zev tinggali sebelum dipenjara.


"oh ya?masa sih?"


"iya...dulu................"


Zev mulai bercerita tentang masa kecil hingga remajanya,yang sebagian sudah ia dengar dari Adrian.Kini ia mendengar versi dari Zev.Zev menceritakan semuanya.Tentang kehidupannya bersama orang tuanya,kematian orang tuanya,terjun ke laut,di tolong pak Herman,hingga khilafnya membunuh pak Herman. Nabila mendengar dengan seksama,ia pun mengamati wajah tampan itu.Ada raut kesedihan di sana kala ia menceritakan tentang pak Herman.


"gue nyesel Git...harusnya gue nggak sekejam itu.." ucap Zev.


Nabila paham sekarang.Laki laki ini sebenarnya baik,ia hanya korban dari didikan salah orang tuanya dan omongan omongan salah dari pamannya.Makanya ia begitu membenci papanya dulu.


"setelah gue keluar dari penjara,gue jadi gelandangan...gue ketemu sama orang dan diajak kerja di bar nya.Dari situlah gue kenal Jordan,dia sesama bartender di tempat kerja gue...dan disitu juga,gue kenal sama istri gue...namanya Wina...usianya dua puluh lima tahun lebih tua dari gue...dia ibunya Nora..temen lo"


degggghhhh.....


Nabila terdiam...


Jadi Nora anak tiri Zev?


"gue menikah dengan Wina tanpa cinta...dan diam diam di belakang Wina gue juga menjalin hubungan dengan Nora.Gue nggak cinta sama Wina ataupun Nora...semua gue lakukan demi uang.."


"sampai pada akhirnya,paman gue nyuruh gue membunuh istri gue sendiri...gue nggak mau...karena udah nggak mau lagi berurusan dengan penjara dan membunuh... gue udah nggak mau...tapi paman gue tetap maksa.Sampai...dia melakukan sesuatu hal yang menurut gue kelewatan..."


"dia menghasut Nora untuk membunuh ibunya sendiri...dan bodohnya Nora...dia mau...dia membunuh ibunya sendiri dengan racun.."


Nabila tersentak.Astaga.....Nora...!


"gue nggak tau..!karena dia melakukan itu tanpa sepengetahuan gue.."


"sejak saat itu....gue ilang respect sama dia...gue emang nggak cinta sama istri gue...tapi bukan berarti gue akan membenarkan ketololan Nora.." ucapnya.


Nabila terdiam...


"sejak saat itu...dia makin menjadi jadi...dia dengan terang terangan menggoda gue...ayah tirinya...dia bahkan dengan suka rela menawarkan tubuhnya buat gue...tapi gue tolak.." ucap Zev.


Laki laki itu kemudian menghela nafas panjang...pandangannya lurus menatap ke arah pantai tempat dimana ia pernah terdampar dulu...


"Kedatangan lo ke kota M...udah gue rencanakan...semua udah gue tata dengan saaaaangat rapi...gue jebak lo dengan Nora sebagai alatnya...karena lagi lagi dia yang menawarkan diri...semua gue atur agar lo bisa masuk ke perangkap gue....awalnya gue pengen bikin Adrian menderita dengan cara merusak lo dan Angkasa nantinya..." ucap Zev.


Ia menoleh ke arah kelinci kecilnya,ia menatap wajah manis itu dengan tatapan dalam penuh makna.


"tapi semua berantakan...setelah gue merasakan ada sesuatu yang beda ketika gue bersama lo..."


"gue berusaha melawannya,gue jebak lo dengan obat perangsang itu...tapi saat gue selesai melakukan nya...bukan kepuasan dan kebahagiaan yang gue dapat....tapi sakit....perih....gue ngerasa bersalah Git...perasaan yang harusnya nggak ada...perasaan yang harusnya saat itu gue rasain adalah kepuasan...kepuasan karena gue berhasil hencurin lo...tapi nyatanya gue malah sedih...gue ngerasa bersalah sama lo" ucapnya.


Mata serigala dan mata indah Nabila bertemu,keduanya mengembun,


"sejak saat itu...gue selalu dibayang bayangi rasa bersalah...gue ingin minta maaf,tapi gue takut,gue takut bikin lo hancur lagi.Makanya gue nggak pernah nemuin lo...gue cuma memperhatikan lo yang mulai bangkit itu dari jauh...gue terlalu hina buat berdekatan sama lo Git.."


"terlebih lagi saat gue tau semua cerita yang sebenarnya tentang bokap lo dan keluarga gue dari ibu tiri gue...semua itu makin membuat gue tertampar..."


"ibu tiri?" tanya Nabila lirih.


"ya...gue udah ketemu sama ibu tiri gue...dia umi Atikah...ibunya Bryan...tetangga nenek lo"


Nabila tersentak lagi...

__ADS_1


Dramatis.....begitulah gambaran kehidupan Zev.Nabila ikut merasakan perih mendengarnya.


"gue minta maaf Gita...gue minta maaf karena melibatkan lo dalam kebodohan gue...andai gue nggak setolol dan nggak selabil ini.." ucap Zev.


Nabila terdiam menatap wajah yang kini menunduk itu...


"Zev....." ucapnya.Untuk yang pertama kalinya ia menyebut nama itu,sebelumnya ia selalu memanggil Zev dengan sebutan duda bukan?


"kenapa lo ceritain ini semua ke gue?" tanyanya.


Zev kembali menatap dalam wajah itu..


"karena gue pengen lo tau semua tentang gue...gue pengen terbuka...nggak ada yang ditutup tutupi...gue juga pengen minta maaf...gue udah banyak salah sama lo dan keluarga lo..." ucap Zev.


Tatapan mata serigala itu kembali menatap penuh makna pada bola mata indah Nabila.


"gue cinta sama lo Nabila..."


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Wanita itu terdiam...


Jantungnya berdetak lebih kencang mendengar pernyataan itu.Matanya menatap dalam ke arah satu satunya laki laki yang kini tengah dekat dengannya.


"gue sadar...siapa gue dan siapa lo...gue terlalu buruk...gue hanya baji**an bodoh yang nggak bisa lo banggakan.."


Zev tersenyum.Ia mengarahkan pandangannya kembali ke pantai...


"lupain...nggak usah sedih sedihan....kita kesini mau liburan" ucapnya.


Nabila masih menatap dalam laki laki yang kini mencoba mengalihkan pembicaraan itu.


"apa yang akan lo lakuin...kalau gue pengen jadi pacar lo" ucap Nabila kemudian membuat Zev reflek menoleh.


"dari kecil...dari saat pertama gue di pungut bokap gue dari preman jalanan...gue selalu diajarin...baik oleh papa ataupun mama gue...untuk tidak menilai seseorang dari masa lalunya..."


"lo tau kenapa?karena bokap gue juga mantan baj***an..!bahkan nyokap gue hampir ma*i ditangan bokap gue sendiri..."


"dan bahkan...pertemuan pertama gue dengan papa...itu dirumah sakit...saat mama koma karena keguguran..akibat ulah kasar papa..."


"semua orang berhak mendapatkan kesempatan untuk berubah...sebesar apapun dosa dosanya dulu...meskipun itu bukan berarti pembenaran untuk kita melakukan kejahatan lalu bertaubat di kemudian hari" ucap Nabila.


"gue selalu memegang teguh prinsip itu...!karena gue anak mantan bos mafia...gue anak yang dibesarkan oleh laki laki yang memiliki kehidupan keras,bersandingan dengan maut dan musuh musuh yang setiap saat selalu mengintai keluarga gue...gue udah terbiasa akan hal itu...dan gue juga udah terbiasa dengan kisah baji**an tobat kayak lo"


"Allah maha membolak balikkan hati...Allah maha membolak balikkan perasaan...selama lo bener bener mau bertaubat...nggak ada kata terlambat..."


Nabila meraih tangan kekar itu lalu meremas telapak tangannya.


"kita mulai dari awal.." ucapnya.


"maksudnya?"


"boleh nggak...kelinci kecil minta ijin...jadi pacar serigala..." ucapnya...


Zev tersenyum..lalu terkekeh bahagia...


"boleh..." ucapnya.


"beneran?"


"iya.."


Nabila menggeliat malu.Zev nyengir gemas.Lucu sekali gadis dihadapannya ini...

__ADS_1


"ini beneran?" tanya Zev.


"yaaa....maunya beneran apa bo'ongan..?"


"ya beneran lah..."


"ya udah..." ucap Nabila.


Keduanya terdiam untuk beberapa saat.Meluapkan kebahagiaan mereka masing masing dengan cara mereka sendiri.


"ayank...." ucap Zev.


"ih..apaan sih geli ah..."


"trus apaan dong..cinta...?"


"ogah ah...jijik banget gue dengernya ah..." ucap Nabila.


"oh gue tau....bentar..." ucap Zev.


Ia kemudian bangkit dan berlari menuju mobilnya,mengambil sebuah kotak seukuran kotak sepatu dan membawanya mendekati Nabila...


"itu apa?" tanya putri Adrian.


Zev membukanya.Nabila melotot.Terdapat sendal hello kitty,sneakers dan sepatu flat yang sebelahnya ada padanya dirumah.


"itu sepatu sepatu gue..?!kok bisa ada di lo sih..?" ucap Nabila sambil mencoba meraih kotak itu namun Zev menjauhkannya dari jangkauan Nabila.


"eeiitss....bentar dulu napa sih..." ucapnya.


Zev meraih sendal hello kitty kecil disana.


"di sini....ditempat ini...belasan tahun yang lalu...gue pernah ketemu sama anak kecil,cewek,rambutnya panjang,ceeeeerewetnya minta ampun..!suaranya cempreeengg banget.." ucap Zev.


Nabila lupa lupa ingat.Ia hanya menghafali sneakers dan flat shoesnya,tapi lupa dengan sendal hello kitty nya.


"dia pengen kenalan ama gue...tapi karena gue cuekin..dia ngelempar sendal ini...trus nyangkut di hoodie gue" ucap Zev sambil menowel hidung Nabila dengan ujung sendal yang masih terlihat dekil itu karena Zev memang tak pernah mencucinya.


"jadi mulai sekarang....gue akan panggil lo dengan sebutan...hello kitty.." ucapnya


Nabila diam sejenak...


Lalu....


"kakak..!lo kakak kakak yang aneh yang dulu pernah gue temuin itu?" tanya Nabila spontan.


"gue inget sekarang...gue dulu pernah kesini..iya...!gue ketemu sama kakak kakak aneh..diem mulu...nggak pernah senyum...nggak pernah ngomong..." ucapnya.


Zev tergelak.Nabila menangkup wajah berjambang itu lalu mengamati nya.


"jadi itu lo....kakak kakak aneh itu?pantesan gue kek pernah liat...." ucapnya..


"sumpah lo dulu jelek banget.." ucapnya.


"kalau sekarang?"


Nabila melepaskan tangannya dari wajah Zev.


"sama aja" ucapnya.


"hilliihh..." ucap Zev sambil mencolek pinggang Nabila.


"apaan sih...geli...." ucap gadis itu sambil terkekeh.


"ganteng kan?"


"enggak..!"


"iya..."


"enggak...PD banget lo..!"


"ngaku...!ganteng kan.."


Keduanya pun terkkekeh.Mereka asyik tertawa sambil asyik menggelitiki satu sama lain di atas pasir putih pantai tersebut.


...----------------...


YUHUUU..


UP 17:19


MARI DITUNGGU...LULUS REVIEW JAM BERAPA

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA...🥰


__ADS_2