Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
85


__ADS_3

"ceraikan putriku" ucap Bu Lastri.


Sontak ucapan dari wanita paruh baya itu berhasil membuat Adrian dan Adinda menoleh ke arahnya.


"ibuk...." ucap Adinda begitu lirih dengan wajah memelas.


"talak Dinda sekarang juga" ucapnya lagi dengan penuh penekanan.


Adrian tak bergeming.Ia tak mau.Mereka sudah berjalan terlalu jauh.Perasaan mereka sudah terlanjur dalam.Ia tak kan sanggup jika harus melepas Adinda sekarang.


Adinda luruh.Ia bersimpuh di hadapan ibunya.Dengan airmata yang sudah banjir,hati yang sudah hancur,perasaan yang sudah remuk redam ia memohon belas kasihan wanita yang telah melahirkannya ke dunia ini.


"buk...tolong jangan seperti ini.Ampuni Dinda yang udah salah bohongin ibuk.Dinda cuman nggak mau kondisi ibu memburuk mendengar semua kenyataan yang Dinda alami buk.Ampuni Dinda...jangan pisahin kami....hiks..."


"setelah apa yang dia lakukan sama kamu Din...!merusak mu..!menjauhkan mu dari ibuk dan bapakmu..!kamu masih membela dia...??!!BUKA MATAMU NDOK...!!!DIA ITU IBLIS...!DIA BUKAN MANUSIA...!!" ucap Bu Lastri berteriak teriak bak orang kesetanan.


Bu Lastri mencengkram bahu Adinda yang masih bersimpuh di hadapannya.


"kamu menentang ibuk cuma demi laki laki biad*p ini?!!setan apa yang sudah merasuki kamu Din...!!!"ucapnya sambil menggoyang goyangkan tubuh anaknya itu dengan kasar.Adinda semakin menangis tak terbendung.


" sadar Din..!sadarrr.....!!!" ucap bu Lastri semakin menggila.


Sepersekian detik kemudian wanita itu melemah,ia ambruk.Bu Lastri pingsan tepat di hadapan Adinda.


"IBUK...!!!"


Adinda memekik.


"ibuk..!!" Adrian ikut panik.Ia hendak mendekati ibunya namun polisi dengan cepat menahannya.


"bawa dia" ucap sang komandan polisi.


Adrian pun diseret menuju mobil.


"papa....!!hwahahahhahahha....jangan bawa papaku pergi..!!" ucap Nabila sambil mengejar papanya yang kini mulai memasuki salah satu mobil yang terparkir di depan rumah.


"Nabil ikut mama nak...!"ucap Adrian.


"nggak mau..!aku mau papa...!balikin papaku..!!PAPA..!!"


Adrian sudah tak menjawab.Ia sudah di masukkan ke dalam mobil diapit oleh dua polisi disana.


Mobil pun melaju meninggalkan tempat itu.Gadis kecil itu terus menangis meraung raung memanggil nama papanya.


"papaa......!!!hwahahaaaaa......!!!"


Naya mengejar Nabila yang terus menangis memanggil papanya yang semakin menjauh.Ia terus berlari,tak peduli pada Naya yang mengejarnya sambil terus memanggil namanya.

__ADS_1


buggghhhh.....


Nabila terjatuh.Gadis itu tersungkur di aspal.Lutut dan sikunya perih mengeluarkan darah.Nabila semakin berteriak memanggil Adrian.Anak itu tak mau kehilangan papanya.Ia sangat menyayangi laki laki itu.Baru saja ia merasakan bahagia memiliki keluarga utuh.Tapi kini...ia kembali harus merasakan kehilangan.Ia kehilangan ayah angkatnya.Ia dipisahkan secara paksa dengan laki laki yang begitu tulus mencintai nya.


"PAPAAAAAA.....!!!HWAHAHAHAAHAAA........PAPAAAAA....!!!!"


Naya mendekati Nabila dengan nafas yang ngos ngosan.


"Nabil...udah nak...kita pulang ikut mama ya...."


"nggak mau..!aku mau papa...!!hwahahaaaaa....papaaaaaaa....."


Naya ikut merasakan perih mendengar tangisan bocah itu.


"iya sayang...nanti kita jemput papa...tapi sekarang kita pulang dulu ya...kasian mama nak...pulang ya..."


"nggak mauuuu.....papaaa.....aku mau ikut paapaaaaaaaaa.....hwahahahaaaaaa"


Di tempat lain....


Adinda semakin kalut.Perasaannya tak karuan.Ibunya pingsan,suaminya dibawa polisi,anaknya lari entah kemana.Banyak tetangga yang ada di sana,tapi seolah mereka sedang menyaksikan sebuah pertunjukan sirkus.Semua hanya diam mematung,tak ada yang membantu,tak ada yang menolong,mereka malah sibuk bergunjing,bahkan dengan tidak sopan nya sebagian dari mereka merekam kejadian memilukan tadi dengan kamera ponselnya.


"kita bawa ibuk lo ke kamar Din" ucap Chika.


Adinda menurut,ia dan Chika membopong bu Lastri menuju kamarnya dan menidurkan wanita itu di atas ranjang nya.


"ya.." ucap Chika.


Adinda segera berlari keluar rumah.Para warga masih belum pergi dari tempat mereka berghibah.


Adinda tak peduli.Yang terpenting sekarang adalah Nabila.Ia harus mencari Nabila..


Adinda memfokuskan pandangannya ke arah sana.Di ujung jalan,seorang anak kecil dan seorang remaja tengah duduk di tengah jalan.Suara tangisan sang bocah bahkan terdengar dari tempat nya berdiri.Itu putrinya.Ia sedang bersama Naya disana.


Adinda berlari,ia mendekati Nabila yang semakin meraung raung.


"Nabil..." ucap Adinda saat ia sudah mendekati Nabil.


"mamaaaaaa....!!!"


Nabila bangkit,berlari lalu menunjukkan tubuhnya ke tubuh Adinda.Ia menangis meraung raung di dalam dekapan sang ibunda.


"mama....ayo kita susul papa ma...!aku mau ikut papa...papa nggak jahat..!papa bukan penjahat ma...!hwahhahahahaaaa....."


Adinda semakin terisak.Ya Allah.....Adinda seolah sudah tak sanggup lagi.Ini terlalu berat untuknya yang masih begitu muda.Adinda mendekap erat tubuh mungil itu dengan lelehan air mata yang tak terbendung.Batinnya begitu remuk.Tak ada kata kata lagi yang bisa ia ucapkan.Hanya lelehan air mata yang tak henti menetes menggambarkan betapa ia begitu rapuh saat ini.


Naya pun tak kuasa menahan kesedihan nya menyaksikan kisah pilu sang sahabat.

__ADS_1


"Din...kita pulang ya...." ucap Naya.


"aku mau ketemu papa ma...." rengek Nabila dengan suara yang mulai melemah.


"iya nak...nanti ya...kita nanti ketemu papa.Tapi sekarang kita pulang dulu ya..." ucap Adinda.


Nabila mengangguk,namun masih terus menangis.Adinda menggendong tubuh mungil itu menuju rumahnya.Sepanjang perjalanan,tatapan dan suara suara lirih bernada hinaan,cacian,penilaian negatif tak henti ia dengarkan.Para warga disana seolah tak peduli dengan derita wanita malang itu.


Adinda mencoba tak menggubris.Ia terus berjalan menuju rumahnya.


"ya ampun buk...ternyata suaminya Dinda itu penjahat"


"iya...nggak nyangka ya..."


"jangan jangan selama ini Dinda itu bukan diculik,tapi jual diri.Secara kan tadi pak polisi bilang suaminya itu ditangkap karena perdagangan manusia,prostitusi lo buk itu"


"jangan jangan Dinda itu........"


Nabila merosot secara tiba tiba dari gendongan sang mama.Dengan cepat ia meraih batu dan melempar kan nya ke arah kerumunan ibu ibu yang sibuk bergosip itu.


"PAPAKU BUKAN PENJAHAT...!!!PAPAKU NGGAK JAHAT..!!!" teriak nya kearah ibu ibu disana.


Adinda menarik tangan Nabila.


"Nabil..udah..kita masuk"


"PAPAKU NGGAK JAHAT....!!!!!!" ucapnya lagi sambil terus meronta ronta hendak mendekati kerumunan ibu ibu itu.


Adinda dan Naya segera membawa Nabila masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu rumah tersebut.


Adinda mendekap erat tubuh mungil Nabila yang terisak isak sambil terus berkata "papaku nggak jahat"


Naya menutup semua pintu dan gorden jendela.Ia segera menuju dapur,mengambilkan minum untuk Adinda dan Nabila.


Adinda terus mendekap tubuh Nabila sambil mulutnya tak henti melafadzkan istighfar.Mencoba menenangkan hatinya dan hati anaknya yang terus terisak menyebut nyebut papanya.


Chika keluar dari dalam kamar bu Lastri.Ia mendekati sahabat nya itu lalu memeluk nya.


"sabar ya Din...kamu pasti kuat..." ucapnya.


Adinda tak menjawab.Mulutnya tak henti mengucap astaghfirullah hal adzim,matanya terpejam dengan lelehan air mata yang tak pernah kering,sedangkan tangan nya terus mendekap erat tubuh mungil yang kini semakin melemah saking lelahnya menangis.


...----------------...


MANA VOTE DAN HADIAH MU WAHAI READERS 😩😩😩😩😩


RAMAIKAN KOLOM KOMENTAR DAN LIKE NYA.....

__ADS_1


__ADS_2