
Sepulang dari pemotretan.....
Adinda merebahkan kepalanya di paha Adrian sambil memainkan ponselnya.Sedangkan laki laki itu tak lepas membelai rambut Adinda sambil matanya terus fokus menatap keluar jendela.
Suasana hening,hingga tiba tiba....
"FARHAN STOOP...!!!" ucap Adrian tiba tiba..
ciiiiiitttttttttt.....
.
.
.
.
Farhan menginjak rem sekuat tenaga.Adrian menatap tajam ke arah tepi jalan.Di bawah pohon yang cukup rindang.Seorang gadis kecil menangis meronta ronta mendapatkan pukulan dari seorang pria gondrong bertato.
Adinda bangun dari rebahan nya.
"ada apa mas?" tanya Dinda.
"Nabila.." ucap Adrian.
Adinda menyipitkan matanya,ia mengikuti arah tatapan mata sang suami.
Itu Nabila...!ya...Nabila,gadis kecil yang sempat menjadi peri kecil penyemangat saat Adrian menunggu Dinda koma di rumah sakit.
Adinda terbelalak,Nabila nampak menangis sambil memegang sebuah kaleng kecil.Sedangkan tangannya di genggam oleh seorang pria gondrong.Pria itu memegang sebuah ranting yang ia gunakan untuk memukuli tubuh mungil gadis yang nampak tak terawat itu.
"Dinda...kamu tunggu sini bentar ya..." ucap Adrian.
Adinda mengangguk..
"hati hati mas..." ucapnya.
Adrian tersenyum.
"Farhan...ikut aku" ucapnya.
"baik tuan"
Kedua pria itupun mendekati Nabila dan laki laki gondrong itu.
"ada apa ini?"tanya Adrian dengan suara dingin.
Pria itu berdiri dengan tenang bersama Farhan di belakangnya.
" om ganteng..."ucap Nabila tersenyum di sela sela tangisannya.
"siapa kalian..?!" tanya pria gondrong bernama Boim itu.
"bukan siapa siapa...!saya hanya tidak suka melihat anak kecil dikasari" ucap Adrian tenang sambil kedua tangannya ia masukkan ke saku celananya.
"pergi lo...ini bukan urusan lo..!"
"gimana kalau gue mau pergi asal bawa dia" ucap Adrian sambil menatap Nabila dibarengi sebuah senyuman.
"dia anak buah gue...!kalo lo mau bawa dia lo harus beli dia dari gue!" ucapnya.
__ADS_1
"berapa?" tanyanya dengan tenang.
Boim nampak berfikir.Dari penampilan nya sudah jelas bahwa laki laki di hadapan nya itu pasti orang kaya.Boim menyeringai,mungkin ia bisa minta uang yang banyak dari laki laki itu.
"seratus juta....baru lo boleh bawa dia...!" ucap Boim.
Nabila membelalakkan matanya mendengar nominal uang yang diminta oleh Boim.
Adrian menyeringai.
"Farhan...."
"saya tuan.."
"selesaikan"
"baik tuan"
Adrian menatap lembut ke arah Nabila.
"Nabila..sini sayang..." ucap Adrian sambil merentangkan tangannya.
"eh...enak aja...mana dulu duitnya" ucap Boim.
"anak buah saya akan mengurusnya dengan anda...sekarang lepaskan anak itu" ucap Adrian.
Boim nampak ragu ragu...namun akhirnya ia melepaskan gadis kecil itu.Toh laki laki ini sepertinya orang kaya,jadi tidak mungkin ia bohong.
Nabila segera berlari menabrakkan dirinya ke arah Adrian.Adrian memeluk erat gadis mungil itu.
"kamu nggak apa apa nak?"
"nggak apa apa om" ucap Nabila.
Nabila mengangguk.Adrian mengangkat tubuh mungil itu lalu menggendongnya.Nabila menenggelamkan wajahnya dalam dekapan Adrian.
tiba tiba.....
bugghhhh.....buugghhh....
suara tinjuan dan erangan penuh kesakitan terdengar jelas di telinga Nabila.
Nabila hendak mendongak untuk melihat apa yang terjadi.Namun Adrian menahannya..
"om...om tadi ngapain bang Boim?"
"cuma nasehatin aja"
"kok bang Boim kayak kesakitan gitu?" tanya Nabila polos.
"berarti dia lemah" ucap Adrian santai.Nabila hanya mengangguk.
Adrian membawa Nabila masuk ke dalam mobil.
"tante cantik...!" ucap Nabila berbinar saat melihat sosok Adinda di dalam mobil.
"hai sayang...." ucap Adinda sambil merentangkan tangannya.Nabila pun mendekat,ia menabrakkan tubuhnya ke tubuh Adinda.Adinda memeluk erat tubuh kecil yang nampak lusuh tak terawat itu.Dilihatnya sang gadis kecil itu nampak begitu lusuh,bajunya compang camping,rambutnya yang panjang nampak kusut dengan tubuh yang terdapat beberapa luka bekas pukulan dan cambukan.
Adrian masuk ke dalam mobil lalu menutup pintu mobil tersebut.
"tante udah sembuh?" tanya Nabila.
__ADS_1
"udah dong....kamu apa kabar sayang?bapak kamu udah sembuh?" tanya Adinda.
Wajah Nabila berubah murung.Gadis kecil itu meneteskan air mata.Adinda dan Adrian salinv bertatapan.Adinda mengusap lembut kepala Nabila
"kamu kenapa sayang?" tanya Dinda.
Nabila semakin sesenggukan.
"Nabila..." ucap Adrian sambil menyentuh pundak gadis kecil itu.
"bapak....bapak meninggal.....hwaaahahahhahaha...."
Nabila menangis tak terbendung.Adinda menghela nafas,ia meraih tubuh itu,mendekapnya dengan penuh kasih sayang.Anak ini ternyata sudah jadi yatim piatu.
"hhsss...cup sayang...udah...jangan nangis nak.." ucap Adinda mencoba menenangkan Nabila.
"bapakku udah meninggal,ibuk udah meninggal...aku sendiri..aku nggak punya siapa siapa lagi....!hwaaahahahahaaa........" tangis Nabila tak terbendung.Adrian mendekat,ia ikut memeluk Nabila yang nampak begitu sedih.
"udah sayang...cup...jangan nangis lagi nakk.." ucapnya.
Nabila sesenggukan di pelukan sepasang suami istri itu.Dinda dan Adrian terus berusaha menenangkan sang bocah,mengusap lembut pucuk kepala Nabila hingga gadis kecil itu merasa tenang.
Farhan datang,laki laki itu kembali ke kursi kemudi nya setelah selesai memberikan pelajaran untuk Boim.
"sekarang kamu mau diantar kemana nak?" tanya Adrian.
"jangan bawa aku pulang om...aku takut...nanti om Boim nyariin aku lagi" ucap Nabila.
"om Boim itu siapa sayang?" tanya Dinda.
"yang tadi mukulin aku tante.Dia preman pasar ditempat bapakku jualan.Aku diculik sama dia tante.Dia maksa aku ngamen...kadang ngemis...kalau nggak dapat uang aku dipukulin...hiks...hikss...hikss..." ucap Nabila sambil berlinang air mata.
Adinda terenyuh,ia kembali memeluk Nabila dengan penuh kasih sayang.Sedangkan Adrian.Pria itu mematung,ia yang pernah menjadi tersangka penganiayaan dan penculikan anak di bawah umur pun merasa tertampar.Kini ia dihadapkan pada dua gadis dengan nasib yang sama.Entahlah,ia merasa tersentil hatinya melihat pemandangan di hadapan nya itu.
"sekarang kamu mau kemana?" tanya Adrian.
"nggak tau...." ucap Nabila.
Sesaat suasana di dalam mobil itu hening.Mereka seolah larut dalam pikiran masing masing.
"kamu mau tinggal sama om?" tanya Adrian.
Nabila dan Dinda pun sontak menoleh ke arah Adrian.
"boleh om?" tanya Nabila polos.
"ya boleh lah...kamu mau nggak?"
"mau om...boleh tante?"tanya Nabila lagi meminta ijin pada Adinda.
" ya boleh dong sayang..."
"ye....aku punya teman sekarang..." ucap Nabila girang sambil bertepuk tangan.
...----------------...
***OTHOR SUDAH KLIYENGAN NIH NULISNYA....π₯΄π₯΄
Kasih like komen vote dan hadiah yang banyak ya biar othornya senengπ«π«π«
HAPPY NEW YEAR SEMUANYA....SEMOGA TAHUN DEPAN MENJADI LEBIH BAIK DARI TAHUN INI......
__ADS_1
LUPH U ALL....ππππππ***