Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
Nabila Story75


__ADS_3

Kumandang adzan subuh yang terdengar begitu fasih dan merdu menggema memecah keheningan malam di sebuah pemukiman padat penduduk di kota berhawa sejuk itu...


Para anak manusia satu persatu mulai bangun dari buaian mimpi mimpi mereka dan bersiap untuk menjalankan aktifitas ibadah subuh mereka.Adrian dan keluarga,termasuk Nabila pun kini tengah dalam perjalanan menuju masjid yang letaknya tak jauh dari tempat tinggal mereka.


Saat di dalam perjalanan mereka bertemu dengan keluarga ustad Hanif yang juga dalam perjalanan menuju masjid.


"assalamu alaikum..."


"wa alaikum salam...." jawab ustad Hanif dan keluarga.


"lho?Bryan?kamu baru berangkat?la itu yang adzan siapa?biasanya kamu yang adzan?" tanya Bu Lastri.


Bryan tersenyum...


"agak telat bangun nek.." ucap Bryan.


"oalah...." ucap Bu Lastri.


Merekapun menuju masjid.Tak butuh waktu lama,dua keluarga itu sampai di rumah ibadah yang tak terlalu ramai tersebut,lantaran subuh,sehingga banyak warga yang memilih untuk beribadah di rumah dari pada ke masjid.


Dari luar masjid,fokus mata mereka langsung tertuju pada sang muadzin yang nampak begitu merdu melantunkan seruan ibadah umat islam itu.Nabila bergetar mendengar suara merdu dari pemilik punggung lebar dan kokoh yang berdiri membelakanginya disana.Ia hafal sosok itu meskipun hanya melihatnya dari belakang.Itu serigala tampannya...!Zev...!


Untuk pertama kalinya ia mendengar suara merdu Zev mengumandangkan adzan.Nabila mengembun,laki laki itu benar benar sudah banyak berubah.


Kedua keluarga itu pun masuk ke dalam masjid dengan melangkahkan kaki kanan mereka terlebih dahulu bersamaan dengan usainya lantunan adzan dari mulut Zev.


Merekapun melaksanakan sholat sunah dua rekaat sebagai tanda penghormatan pada rumah Allah Yang Maha Suci.


Adrian mengambil barisan di sebelah kiri Zev di susul Angkasa di sampingnya.Sedangkan Bryan memilih sedikit menjauh dari laki laki yang merupakan kakak tirinya itu.Ya...sejak mengetahui Zev adalah saudara seayahnya,Bryan belum sekalipun bertegur sapa dengan Zev.Entahlah....rasanya tak bisa semudah itu menerima Zev meskipun kini secara perlahan laki laki bermata serigala itu mulai berubah ke arah yang lebih baik.


Sholat tahiyatul masjid pun dimulai.Disusul iqomah setelah semua jamaah tiba dan berkumpul di shaf masing masing.


Para jamaah pun berdiri bersiap menjalankan ibadah subuh mereka.Ustad Hanif memposisikan tubuhnya di depan sebagai imam.Zev menoleh ke arah belakang,fokus matanya langsung tertuju pada gadis manis bermukena hijau pupus yang ternyata sedari tadi memperhatikan punggung kokohnya itu.


Zev tersenyum manis,Nabila membalas senyuman itu malu malu sambil menunduk


"*jika wanita itu adalah jodohku...permudahkan hamba untuk meluluhkan hatinya Ya Allah.."


"di dalam rumahmu yang suci ini...hamba memohon...mudahkanlah jalan hamba untuk meraih hati makhluk sempurna ciptaanmu ini...jauhkanlah kami dari orang orang yang memiliki niat tak baik bagi hubungan kami ya Rabb..Amin" batin Zev berdoa dengan mata yang tak lepas dari wajah Nabila yang terus menundukkan pandangannya*.


"Allahu Akbar..."


Lantunan takbiratul ikhram dari mulut ustad Hanif berhasil membuat Zev menoleh,memposisikan dirinya dengan sempurna dan kemudian memulai sholat subuhnya...


...****************...


Tak butuh waktu lama....


Para umat Nabi Muhammad selesai dengan ibadah mereka.Para jamaah pun keluar dari masjid itu dan menuju rumah masing masing.


Sebagian jamaah sudah pulang,namun Zev masih berada di dalam masjid itu,diam menunduk seolah sedang merenungkan sesuatu.


"assalamu alaikum" ucap Ustad Hanif mendekat.


"wa alaikum salam.." jawab Zev sambil tersenyum.Ustad Hanif duduk di samping Zev


"Zev....kamu kok pagi pagi udah disini?semalam bapak liat kamu jalan cepat banget...disapa ibumu kamu diem aja.." ucap Ustad Hanif .Ya ....ustad Hanif pun sudah menganggap Zev seperti anak sendiri.


"saya buru buru pak...maaf..sampai nggak denger" ucap Zev berbohong.Ustad Hanif tersenyum...


"kamu mau kemana habis ini?ndak mampir dulu?" tanya Ustad Hanif.

__ADS_1


"nggak pak...makasih...saya mau langsung ke bengkel aja..."


"emangnya tadi kamu dari mana?"


"ada urusan pak...nggak sengaja lewat sini,makanya sekalian mampir..." ucap Zev lagi.


Ustad Hanif mengangguk.


"mampirlah....ibu mu pasti juga kangen...udah berbulan bulan ndak ketemu..."


"insya Allah lain kali Zev mampir pak..." ucap Zev sopan.


Ustad Hanif mengangguk.


"ya sudah....bapak tinggal ya....masih banyak urusan"


"iya pak.."


"assalamu alaikum..."


"wa alaikum salam..."


Ustad Hanif pun berlalu.Kini tinggal Zev sendiri dalam masjid itu.Mulutnya kembali komat kamit mengucap dzikir dengan tatapan mata menatap sajadah.Ia butuh ketenangan.Untuk sementara ia ingin melupakan masalah yang ia hadapi.Dan baginya saat ini hanya tempat inilah yang bisa memberikan ketenangan batinnya.


06:00


Cukup lama Zev di dalam masjid,laki laki itu kemudian bergegas keluar dari rumah ibadah itu.Namun saat melewati teras,dilihatnya di sana seorang gadis masih dengan mukenah lengkap duduk bersandar di pilar masjid dengan pandangan menatap lurus ke jalan raya.


Zev tersenyum lembut,itu Nabila...


Laki laki itu kemudian mendekati sang pujaan hati,lalu duduk di samping Nabila.


"assalamu alaikum cantik" ucap Zev.


"wa alaikum salam..." jawab Nabila.


Zev mengamati wajah ayu itu.


"kok masih disini?"


"nungguin kamu.." ucap Nabila lembut.


"ada apa?"


"kamu ngapain jam segini udah ada disini?" tanya Nabila.


"aku dari semalem disini" ucap Zev.


"ngapain?"


"awalnya dari rumah kamu...ngamatin kamar kamu dari luar pagar...setelah itu jam satu aku ke sini...numpang tidur..." ucap Zev santai.


"kenapa?"


"males aja mau pulang..." jawabnya.


Nabila menunduk.Untuk sesaat ia diam.


"maaf" ucapnya kemudian.


"maaf untuk apa?" tanya Zev.

__ADS_1


"semuanya....apa aku udah bikin kamu khawatir?" tanya Nabila.


Zev menatap dalam ke arah Nabila.


"iya...kamu bikin aku khawatir hello kitty....sejak pulang dari taman aku kepikiran terus sama kamu...aku takut kamu terpuruk lagi" ucap Zev.Pandangan keduanya terkunci untuk beberapa saat.


"aku nggal selemah itu sekarang serigala" ucap Nabila sambil tersenyum.


"aku tau....kamu hello kitty yang kuat" ucap Zev tulus.


Laki laki itu tak lepas menatap Nabila dengan sorot mata penuh arti.


"Gita....aku minta maaf...karena kebodohanku semua jadi serumit ini...tolong beri aku kesempatan...aku akan menyelesaikan semua masalahku dengan Nora dan pamanku yang membenci papamu...aku akan serius mengurus masalah ini.Aku akan menciptakan suasana nyaman untuk kamu.Setelah semua masalah ku dengan mereka selesai....aku akan datang kepada kedua orang tuamu....aku akan melamar kamu..." ucap Zev tulus.


Nabila terdiam...


"aku nggak main main dengan ucapanku Gita....aku tau kamu masih ragu dengan perasaanku..."


"aku akan buktiin...kalau aku sungguh sungguh..."


"kasih aku waktu....aku akan menyelesaikan semua masalah yang mengganggu pikiran kamu...aku akan menciptakan suasana yang nyaman untuk hubungan kita...aku akan buktikan kalau aku benar benar mencintai kamu...bukan hanya sekedar rasa bersalah dan rasa ingin bertanggung jawab...tapi aku sungguh sungguh...aku mengagumi kamu sayang...aku ingin menjadi pria beruntung yang bisa mendapatkan wanita sempurna seperti kamu..." ucap Zev.


"tolong tunggu aku...dan izinkan aku meyakinkan kamu...." ucap Zev.


Nabila tersenyum....


"kamu yakin?aku anak Adrian Zev...."


"dan sekarang aku adalah orang yang mengagumi sosok Adrian....aku kagum dengan papa kamu yang sangat bijak dan sepeuh hati menyayangi kamu Gita...."


"aku ingin seperti dia.." ucapnya lagi.


Nabila meneteskan air matanya.Zev menggerakkan tangannya mengusap lelehan air mata itu.


"kamu mau nunggu aku?" tanyanya lagi.


Nabila mengangguk.....


"tapi kamu jangan pergi" ucap Nabila mulai sesenggukan.


"aku maunya ketemu kamu terus tiap hari...."


Zev terkekeh...


Tangannya tergerak mengusap pucuk kepala berbalut mukena hijau itu.


"iya....aku nggak akan kemana mana...."


"janji?" tanya Nabila sambil menjentikkan jari kelingkingnya.


"janji.." jawab Zev menautkan kelingking miliknya.


Keduanya pun tersenyum.Senyuman bahagia yang akan mereka pertahankan selamanya.




...----------------...


SELAMAT *PAGI...

__ADS_1


YUK KLIK LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA*....


__ADS_2