
Malam hari....
Di sebuah kamar bernuansa seram yang dipenuhi dengan boneka hello Kitty itu.Adinda dengan telaten menyisir rambut Nabila setelah ia selesai memandikan bocah kecil itu.Dinda memang mempunyai keponakan perempuan di kampungnya,membuatnya sudah terbiasa untuk mengurus anak kecil seperti Nabila.Nabila yang kini hanya mengenakan handuk yang dililitkan di atas dada itu nampak tersenyum bahagia.Adinda begitu perhatian padanya.
Adrian yang duduk bersandar di ranjang king size sambil menghisap rokoknya itu tersenyum melihat pemandangan dua wanita beda usia yang nampak sangat akur.
tokk....tokk....tokk....
pintu kamar diketuk.
"masuk"
Farhan muncul dari balik pintu dengan membawa beberapa paper bag berisi baju dan berbagai perlengkapan untuk Nabila.Ya....Adrian memang tak punya sepotong baju pun untuk Nabila,makanya ia meminta Farhan untuk membelikan baju dan perlengkapan lainnya untuk gadis kecil itu.
"permisi tuan,ini baju baju Nabila" ucap Farhan sambil meletakkan paper bag itu di atas ranjang.
"ada yang gambar hello kitty nggak om?" tanya Nabila polos.
"ada Nabila....Satu set piyama hello kitty untuk anak ibu dan ayah" ucap nya sambil mengangkat salah satu paper bag bergambar hello kitty disana.
Adrian melotot menatap Farhan.
"apa maksudmu anak ibu dan ayah?kau menyuruhku pakai piyama hello kitty?!" ucap Adrian tak suka.
Farhan menunduk.
"maaf tuan...tapi ini sudah satu set....jadi mau tidak mau harus beli tiga pasang tuan.Saya pikir tuan akan senang memakai piyama yang sama dengan nona Dinda dan Nabila" ucap Farhan.
"kau gila..!pintar sekali kau mengambil inisiatif sekarang!" ucap Adrian.
Adinda bangkit.Ia mendekati Farhan dan meraih paper bag hello kitty tersebut.
"makasih ya mas Farhan.Mas Adri pasti dengan senang hati pakai piyama ini." ucap Adinda sambil menatap manja ke arah Adrian.
"iya kan mas?" tanyanya lagi.
"nggakk"
"iya..."
"nggak Dinda..!masa iya aku pakai baju kayak gitu?"
"nggak apa apa mas....biar couplean sama aku sama Nabil...ya kan sayang?" ucap Adinda sambil menoleh pada Nabila seolah meminta persetujuan gadis kecil itu.
"iya om....pakai ya om..." ucap Nabila membujuk.
"nggak sayang....om nggak bisa pakai baju itu" ucap Adrian menolak.
"bisa mas..."
"nggak bisa Dinda.,"
"bisa..."
"nggak bisa...."
"bisaaa...."
"bisa om.." ucap Nabila nyamber.
__ADS_1
Adinda menoleh ke arah Nabila sambil tersenyum,ia mengangkat dua lengannya lalu memberikan dua jempol ke arah Nabila.Nabila pun melakukan hal yang sama.Dua wanita beda usia itu seolah sudah kompak.
Adrian menggelengkan kepalanya sambil memijat pelipisnya.
"mau kan mas..." tanya Dinda.
"terserah .." ucap Adrian pasrah.
Adinda dan Nabila pun bertepuk tangan samar.Farhan sekuat tenaga mencoba menyembunyikan tawanya.Sejak kapan tuannya yang garang bak singa ini berubah jadi kucing yang penurut.
"kenapa kau masih disini?apanya yang lucu?!" tanya Adrian tak suka pada Farhan.
"maaf tuan..." ucap Farhan semakin menunduk.
"keluar"
"baik tuan"
Farhan pun keluar dari kamar tersebut.
Adinda mengeluarkan tiga setel piyama dari paper bag itu.
Nabila pun mendekati wanita itu.
"ini untuk Nabila..." ucap Adinda sambil menyerahkan satu stel piyama anak untuk Nabila.
"ini untuk tante Dinda.."
"dan ini...untuk om Adrian..." ucapnya sambil menyerahkan satu stel piyama hello kitty pink itu untuk Adrian.Laki laki itu pun menerimanya dengan malas.
"Nabil....ganti baju dulu sayang..." ucap Adinda.
" Nabil...." ucap Adinda.Nabila pun menghentikan pergerakan nya.
"iya tante.."
"perempuan itu nggak boleh membuka aurat sembarangan.Kalau ganti baju...kamu ke kamar mandi ya nak.Yang nggak dilihat orang" ucap Adinda lembut.Adrian tersenyum mendengar nasehat yang keluar dari mulut sang istri itu.
"oh gitu..." ucap Nabila polos.
Adinda tersenyum lembut.
"kamu bisa kan ganti baju sendiri?"
"bisa tante..."
"ya udah...kamu ganti dulu gih"
"iya tante" ucap Nabila.
Gadis kecil berkulit sawo matang itupun bergegas menuju kamar mandi untuk mengganti baju.
Adrian bangkit,ia mendekati wanita cantik miliknya itu lalu merangakul pinggang nya dari samping dan mencium pipinya.
"istriku pinter banget" ucapnya.
Adinda hanya tersenyum.
Nabila keluar dari kamar mandi dengan piyama panjang panjang berwarna pink dengan motif hello Kitty itu.
__ADS_1
"cantik banget kamu.." ucap Adinda.Nabila pun tersenyum menggemaskan.
"kamu ganti duluan mas" ucap Adinda.
"kamu duluan deh" ucap Adrian.Sungguh....laki laki itu benar benar malas jika harus memakai baju yang identik dengan kaum wanita itu.Adinda hanya tersenyum.Ia pun menuju kamar mandi dengan membawa piyama di tangannya.Tak sampai lima menit,Adinda pun keluar dengan piyama bermotif sama dengan Nabila.
Adrian dibuat pusing,masa iya dia harus ganti baju juga
"om...ganti bajunya om" ucap Nabila.
"om besok aja ya sayang.."
"sekarang mas...kan kita mau couplean..." ucap Adinda.
"Din......."
"iya om....ganti om..." ucap Nabila.
Adrian menggelengkan kepalanya.Dengan berat hati ia pun masuk ke dalam kamar mandi dengan membawa piyama pink itu.
Adinda meraih satu paper bag di atas ranjang yang berisi jepit rambut dan beberapa pernak pernik rambut untuk Nabila.
Adinda membimbing Nabila untuk duduk di meja rias di depan cermin besar itu.Ia kembali menyisir rambut panjang Nabila lalu mengenakan jepit rambut bermotif hello Kitty itu di rambut gadis kecil tersebut.
"cantikk...."ucap Adinda sambil menatap pantulan wajah Nabila dari cermin itu.
"makasih tante...tante Dinda baik banget" ucap Nabila senang.
"sama sama sayang" ucapnya.
Adinda menoleh ke arah pintu kamar mandi.Suaminya belum keluar juga.Ngapain sih dia di kamar mandi.
"mas...kamu ngapain di kamar mandi?lama banget" ucap Adinda.
"iya.....bentar.." ucap Adrian dari dalam sana.
Adinda meraih sisir yang ada di atas meja.Ia kemudian menyisir rambut panjang nya tersebut.
ceklek...
pintu kamar mandi terbuka.
Seorang pria berbadan tegap,bertato dan berjambang tipis keluar dari dalam kamar mandi dengan mengenakan satu stel piyama hello kitty panjang panjang berwarna pink.
Adinda menggigit jari nya menahan tawanya melihat sang suami yang nampak begitu lucu dimatanya.
Adrian berjalan dengan malas mendekati Adinda dan Nabila.Ia kemudian menghadap ke cermin,melihat pantulan dirinya dari cermin besar tersebut.
Adinda menutup mulutnya,menahan tawanya agar tidak meledak.
"nggak usah ketawa.." ucap Adrian kesal.
Adinda makin terpingkal pingkal.Ia menabrakkan tubuhnya ke tubuh Adrian saking lemasnya karena menahan tawa.
Adrian menatap kesal pantulan dirinya dari dalam cermin meja rias itu.Sepersekian detik kemudian ia ikut tertawa melihat penampilannya sendiri.Seumur hidupnya ia tak pernah membayangkan akan mengenakan baju seperti itu hanya untuk menuruti keinginan seorang wanita.
...----------------...
MANA LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA....????ππππππππππππ
__ADS_1