
Hari berganti.....
Disebuah rumah bercat putih milik ibu Lastri.....
Sepasang ayah dan anak kini tengah sibuk melakukan pengecatan ulang rumah sederhana tersebut sambil mengisi waktu luang.Harusnya hari ini mereka pulang,kembali ke ibu kota,namun karena insiden semalam,membuat Adrian memutuskan untuk menunda kepulangan mereka.Rencananya ia akan menunggu sampai keadaan Nabila membaik,dan setelah itu ia akan membawa putri kecilnya itu pulang.Saat ini Nabila masih tidur,entah apa yang akan terjadi nanti saat ia bangun dan menyadari apa yang semalam terjadi padanya.
Angkasa dan Adrian sibuk dengan catnya.Adinda datang dari dalam rumah dengan nampan berisi kopi dan beberapa gorengan untuk anak dan suaminya.Wanita itu pun meletakkan nampannya di atas meja.
"istirahat dulu mas.." ucap Adinda lembut.
Adrian menoleh lalu tersenyum.
"iya sayang..." jawabnya.
"adek nggak minum dulu?"
"ntar ma...nungguin papa" ucap Angkasa.
Adrian hanya terkekeh.
Dinda duduk di kursi kayu di teras rumah tersebut.
"Nabil belum bangun Din?"
"belum mas..." jawab Adinda.
"semalem kak Nabil pulang jam berapa pa?kok Angkasa nggak tau?" tanya Angkasa.
Semalam ia tidur lebih awal,sehingga remaja itu ketinggalan informasi tentang huru hara yang semalam terjadi di rumah ini.
Adrian hanya tersenyum tanpa menjawab.
Saat mereka tengah asyik berbincang....
"assalamu alaikum..." ucap seorang pemuda.Itu Bryan..!
"wa alaikum salam..." jawab ketiga manusia yang berada disana.
"Bryan?" ucap Adinda.
"tante...." ucap Bryan.
"sini...duduk...kamu nggak kuliah?" ucap Adinda sambil mempersilahkan Bryan untuk duduk.
"siang tante" jawab Bryan..
Adrian menghentikan aktifitasnya.Ia menepuk nepukkan kedua telapak tangannya guna menghilangkan debu di kedua tangannya tersebut.Laki laki itu kemudian mendekati kursi kayu dan mendudukkan tubuhnya di sana.
"duduk nak...kamu dari rumah?" tanya Adrian begitu ramah.
"iya om..." ucap Bryan sambil mendudukkan tubuhnya di kursi kayu itu.
Adinda bangkit...
"tante bikinin minum ya..." ucap Adinda
"nggak..nggak usah tante...saya nggak haus...beneran...nggak usah...saya cuma pengen main aja kok.." ucap Bryan.
"nggak apa apa" jawab Adinda.
wanita itu kemudian bergegas menuju dapur untuk membuatkan kopi untuk Bryan.
Di teras....
"Nabila belum bangun om?" tanya Bryan.
Adrian tersenyum,ada setitik raut kesedihan di sana.
"belum.." jawabnya.
Bryan hanya mengangguk.
"oh ya...kamu satu kampus juga dengan Nabila?"tanya Adrian
" iya om...cuma beda jurusan aja"ucap Bryan
Adrian pun mengangguk...
Saat mereka tengah asyik berbincang.....
Didalam sebuah kamar yang tak terlalu luas di rumah itu....
Seorang gadis menggeliat di atas kasur busa miliknya.
Nabila mulai tersadar dari tidur panjang nya.Wanita malang itu mulai mengerjab ngerjabkan matanya.Badannya terasa remuk,kepalanya pusing.Ia melihat disekelilingnya.Mencoba mengumpulkan kembali ingatan dan kesadarannya yang masih berkelana jauh disanaa.
Oh....ini kamarnya.
Nabila kembali menggeliat,kenapa badannya sakit semua?kecapean kah?pikirnya.
Gadis itu kemudian bangun dari tidurannya.Ia kemudian menoleh ke arah jam dinding.Matanya pun terbelalak.Astaga...!jam sembilan..!mati..!dia kan ada kuliah pagi..!
Gadis itu pun meloncat dari tempat tidur nya,namun...
"aaakkkkhhh....." pekiknya.Ia merasakan sakit,perih di bagian tubuh bawahnya .
__ADS_1
ini kenapa?
Gadis itu pun bangkit pelan pelan.Setelah bisa berdiri,ia kemudian berjalan pelan menuju ke meja riasnya,berniat mengambil ikat rambut kemudian mandi.
Saat ia sampai di depan meja rias,berhadapan dengan cermin,wanita itu melotot.
Lehernya penuh dengan luka luka berwarna merah keunguan yang terlihat menjijikkan di matanya.
"ini apa?" ucapnya sambil menatap aneh ke arah pantulan dirinya di cermin meja rias itu.
Nabila mengangkat rambutnya ke atas sambil menggerak gerakkan kepalanya,mencoba mengamati lehernya yang ternyata sudah penuh dengan luka yang sama.Ia menarik kerah kaosnya ke bawah,di lihatnya di dadanya juga dipenuhi luka yang sama.
Nabila mulai menangis.
"ini kenapa?" ucapnya benci.Ia pernah melihat luka luka semacam itu.Tapi kenapa sekarang luka luka itu bisa ada ditubuhnya??
Nabila terdiam sejenak.Ia memejamkan matanya mencoba mengingat ingat,apa yang sebenarnya terjadi padanya.
Sekilas bayangan kejadian yang menimpanya kemarin terlintas dalam ingatannya.Dalam keadaan setengah sadar,Kyle membawanya pergi dari stadion itu.Ia ingat samar samar ia masuk ke dalam ruangan remang remang,dengan dua laki laki yang ada disana.
degggghhhh......
Nabila tertegun.
Tidak..!ini tidak mungkin..!Laki laki itu sudah menyentuhnya..!Pria gila itu sudah berbuat di luar batas padanya..!ya...ia samar samar mengingat nya..!!
Nabila menangis.Takut,benci,marah,kecewa,jijik,semua bercampur jadi satu.Tubuhnya bergetar hebat,matanya mengembun dan dalam hitungan detik cairan bening itu menetes tak terbendung.
Nabila menjambak rambutnya sendiri.Apa yang ia lakukan?apa yang sudah ia perbuat??
Astaga....ia bodoh sekali....
Nabila makin menarik rambut panjang nya dengan kuat.Ia menatap risih pada pantulan tubuhnya di cermin.Menjijikkan...!!
Nabila menggosok gosok lehernya dengan kuat.Ia benci tanda tanda ini..!ia tak mau ada tanda ini di tubuhnya.
"ini bisa ilang kan?bisa kan?ini yang kayak yang gue pikir...!!ini bisa ilang kok...!!" ucapnya sambil terus menggosok gosok leher dan dadanya seolah ingin mengahapus tanda merah itu dari tubuhnya.
Nabila mengambil sisir,lalu menggosok tanda tanda merah itu dengan sisirnya kuat,berharap tanda tanda menjijikkan itu segera lenyap daru tubuhnya.
"gue nggak mau ini..!gue nggak suka....!!hiks....hikss...." ucapnya sambil terus menggaruk tubuhnya dengan sisir bak orang kesatanan.
"mamaaaa!!!" ucapnya sambil menangis.
Sisir tak berfungsi,ia melempar benda itu kesal.Ia kemudian mencari cairan pembersih make up.Ia menuangkan cairan itu ketangannya dengan tidak sabar lalu menggosokkannya kelehernya.Botol cairan itupun diketakkan asal,membuat sebagian isinya tumpah diatas meja.
Nabila terus menggosok lehernya dengan kuat.Tapi tanda tanda itu tidak hilang juga.
"mamaaaaaa!!!!!!" teriak Nabila memekik sambil menangis.
"aakkkkkhhhhh....!!!pergi dari tubuh gue...!!!" ucapnya frustasi..
"aaaaaaakkkkkhhhhhhhhh.........!!!"
Gadis itu menjerit pilu,ia melempar semua benda yang ada di atas meja rias dengan emosi.
Nabila tak henti menggosok lehernya dengan kuat sambil terus menangis.Ia risih...ia jijik...ia benci..!!
Adrian dan Dinda masuk ke dalam kamar Nabila dengan setengah berlari saat mendengar teriakan dari sang putri.Disusul Angkasa dan Bryan dibelakangnya.
Dilihatnya disana.Nabila menangis di depan meja rias yang sudah terlihat berantakan.
Adinda mendekati sang putri,sedangkan Adrian hanya mematung.
"kak..." ucap Adinda lembut menahan pilu.
Nabila menoleh dengan cepat.
"maaa.....ini gimana?ini kenapa???!!!" ucap Nabila menangis sambil mengehentak hentakkan kakinya.
"kak...istigfar kak..."
"aku nggak mau...!akua nggak suka...!!mama...!!hapuuuusss....!!" ucapnya sambil merengek.
Adinda mencoba memeluk Nabila namun gadis itu mengelak.
"nggak mau..!!hapus dulu...!!ini gimana...??!!"
Nabila kembali menatap cermin.Ia sekuat tenaga menggaruk garuk lehernya membuat leher yang tadinya mulus berwarna sawo matang kini berubah merah dengan penuh luka cakaran kuku Nabila yang menggosoknya terlalu kuat.
"ya Allah kak...istigfar..." ucap Adinda mencoba menenangkan putrinya.
Nabila tak menjawab.Ia terus menggaruk lahernya,melukai dirinya dengan cakaran tangan yang makij banyak.
"kak...udah kak jangan kak...istigfar kak...!!" ucap Adinda sambil mencoba memeluk putrinya.
Nabila menggila,ia melempar semua benda yang ada di hadapannya.
pyaaaaaaarrrrr......
cermin pecah terkena lemparan botol body lotion ukuran besar,membuat kaca itu hancur berkeping keping.
"aaaaaaakkkkkkhhhhhhh........!!!"
Nabila menangis,ia histeris.Adinda memeluk tubuh ramping itu.
__ADS_1
Hancur...!!hancur semuanya....
bukan hanya Nabila,tapi juga Adinda dan Adrian.Sakiit.....saakit sekali....
Gadis periang itu kini benar benar terpuruk.Hidupnya selesai....dunianya runtuh..!mahkota yang ia jaga terambil paksa oleh laki laki be*at itu
Nabila luruh,ia menjambal rambutnya sendiri,ia memukuli tubunya sendiri,meratapi kebodohannya.Andai ia tidak bekerja di bengkel itu,andai ia tak menerima ajakan pergi berdua dengan laki laki itu..mungkin semua tidak akan seperti ini.
Lagi lagi....
hancur....
Nabila kotor..!!Nabila hina...!!Nabila menjijikkan..!!
Gadis itu terus berteriak pilu di lantai nan dingin itu.Adinda terus mencoba memeluknya tapi gadis itu selalu menolak.
Adrian memejamkan matanya.Ya Allah...kenapa harus putrinya....tidak cukupkah semua karma yang sudah menimpanya dulu...kenapa sekarang ketenangannya kembali terusik.Doa wanita yang mana lagi yang tengah engkau kabulkan saat ini.
Ia merasakan perih,putri kecilnya yang periang kini hancur didepan matanya.
Adrian berjalan mendekati san putri,ia berjongkok di samping Nabila.
Gadis itu menatap penuh harap pada sang papa disela sela tangisnya.Ia seolah menemukan dewa penolongnya.Yaa...laki laki iti selalu bisa menyelamatkannya bukan.Ia selalu menjadi garda terdepan dalam hidupnya kan??
Nabila tersenyum,bukan....tapi tertawa.
Gadis itu tertawa disela sela tangisannya.Sebuah tawa yang terlihat pilu menyakitkan.
"pa...." ucap Nabila sambil mendekati sang papa.Adrian menatap pilu ke arah putrinya yang terlihat menyedihkan.
"pa...ini bisa ilang kan pa" ucapnya sambil menunjuk kan luka di lehernya.
"bisa kan?papa bisa ilangin ini kan?" tanyanya meyakinkan dirinya sendiri.
"ayo pa...bantuin Nabil pa...Nabil nggak suka.." ucap Nabila penuh harap.
"kak..udah kak istigfar kak..."
"gimana pa caranya..." ucapnya lagi.
Nabila menatap serpihan pecahan kaca cermin yang tercecer di lantai lalu meraihnya.
"pakai ini bisa kali ya pa..." ucap Nabila.
"kak...lepasin kak...bahaya kak..." ucap Adrian sambil mencoba mengambil serpihan benda tajam itu dari tangan Nabila.Namun gadis itu mengelak.
Adinda mendekat.
"kak istigfar kak...jangan..." ucap Adinda.
"ini bisa ma...." ucapnya sambil mengarahkan serpihan kaca itu ke lehernya.
Adrian berusaha merampasnya.
"kak...lepasin..jangan...!" ucap Adrian tegas dengan suara bergetar.
"dicoba dulu pa..." ucapnya sambil terus berusaha mengarahkannya ke arah leher.
Perebutan pun terjadi antara ayah dan anak itu.
"Nabila lepasin..!!"
"nggak mau...!!"
"NABIL...!!!"
sreeetttttt.....
"akkkkhhhh....."
Tangan Nabila dan Adrian tergores saat pria itu merampas paksa benda tajam tersebut.Tangan keduanya berdarah.Adrian melempar jauh jauh kaca itu.
Nabila menangis.Laki laki itu kemudian meraih tubuh sang putri yang terlihat begitu memprihatinkan lalu mendekapnya erat.
Nabila menangis sesenggukan dalam dekapan sang ayah.Adrian memejamkan matanya,mulutnya terus merapalkan istigfar sambil mengusap pucuk kepala sang putri.Adinda menangis di sampingnya.Sedangkan di depan pintu kamar,Angkasa dan Bryan menatap pilu ke arah tiga manusia disana.
Ada apa ini?ada apa dengan kakaknya?apa yang terjadi pada wanita periang itu..pikir Angkasa.
Sedangkan Bryan yang berdiri di belakangnya nampak menajamkan pandangannya.
Ini semua karena ulah bos bengkel gila itu.Ia harus bertanggung jawab..!
Lihatlah betapa hancurnya Nabila saat ini..!
Ia harus menemui si gila itu..!harus ada balasan yang setimpal atas perbuatan kejinya ini...!
...----------------...
...***YUHUUUU.....SELAMAT PAGI...NULIS DARI JAM 4 SAMPAI SEKARANG UDH JM SET, 6....tanggal 17 ya......NGGAK TAU INI NANTI LOLOS REVIEW JAM BERAPA.....
Btw follow ig nya othor boleh banget inii...😁
@aldiantt___
YUUUKK....MANA DUKUNGANNYA....
__ADS_1
KLIKK LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA YQA🥰🥰🥰***