
Wanita itu melangkah dengan kesal kembali ke tempat nya semula.Ia tak henti mengomel sepanjang perjalanan.Dinda mendudukkan bokongnya dengan kasar di bangku taman tempat ia duduk sebelum nya.Dilihatnya sang suami yang masih sibuk berubah ubah posisi tubuhnya sesuai arahan Marco,
Adela menatap sinis ke arah laki laki itu.
"ganteng doang,hobinya main cewek..." gerutunya dengan wajah yang tak bersahabat.Bertemu dengan Sheila berhasil membuat moodnya berantakan.
Tak butuh waktu lama,sesi pertama pemotretan itu selesai,Adrian duduk di sebuah bangku bersama beberapa crew.Beberapa kali laki laki itu tampak melirik ke arah sang istri yang terlihat cemberut.
Kenapa dia?pikir Adrian.
Pria bernetra hijau itu bangkit...
"Dri....mau kemana?" tanya seorang crew.
"nyamperin ponakan gue bentar"
"oh...ok...."
Adrian melangkah mendekati Adinda.
"kau kenapa?" tanya Adrian yang saat ini tengah berdiri tepat di hadapan Dinda.
Dinda yang duduk dengan menyilangkan kaki dan tangan yang dilipat dindepan dada itu menatap malas ke arah Adrian.
"nggak apa apa" jawabnya ketus.
"aku tidak suka dengan jawabanmu Dinda"
Adinda memalingkan wajahnya tetap dengan mode cemberutnya.
Tiba tiba....
"hai Dri,aku bawain kamu minum...." ucap Sheila sambil menyodorkan sebuah minuman kaleng ke arah Adrian.Dinda menatap sinis ke arah Sheila,ngapain lagi sih itu manusia ke sini.
Raut wajah kesal itu berhasil tertangkap oleh mata hijau Adrian.Satu sudut bibir pria itu terangkat...
Pria itu meraih minuman kaleng yang di sodorkan Sheila.
"thanks baby..." ucapnya dengan mata nakal yang menatap ke arah Sheila,membuat wanita itu serasa di atas awan.Ternyata Adrian masih membutuhkan nya,terbukti ia mau menerima minuman darinya.Dan lagi,itu terjadi di depan mata Adinda,wanita yang baru saja mengatainya wanita milik umum dan ngaku ngaku sebagai istri Adrian.Dasar anak kecil...dia tidak tahu,laki laki seperti apa Adrian ini.
Sheila menatap angkuh pada wanita yang terlihat sangat kesal itu.
Sheila menggerakkan tangannya ke dada bidang Adrian.
"i miss you honey..." ucapnya dengan suara yang di buat manja.Membuat Adinda yang mendengarnya rasanya ingin muntah.
Adrian meraih tangan lentik itu dan membimbingnya untuk turun,
"jangan disini sayang..." ucapnya.
Dinda semakin panas,apa maksudnya Adrian sayang sayangan di depannya.Wanita muda itu bangkit,dengan satu gerakan ia merampas minuman kaleng yang ada di tangan Adrian,membukanya dan meneguknya sampai habis tepat di hadapan dua manusia itu.
"kau..." ucap Sheila dengan gigi yang mengetat menahan emosi.
Satu sudut bibir milik Adrian terangkat melihat pemandangan di hadapannya.Sepertinya istri kecilnya ini cemburu.
Adinda mengusap bibirnya yang basah,ia menatap kesal kearah Adrian dan Sheila bergantian.Lalu dengan gerakan kasar ia memberikan kaleng yanh sudah kosong itu kepada Adrian lalu melangkah lewat di tengah tengah antara Adrian dan Sheila.
__ADS_1
"heey.....tunggu lo....!" bentak Sheila.Tapi Dinda tak peduli,ia terus melangkah dengan kesal meninggalkan dua manusia itu.Adrian menggelengkan kepalanya sambil tersenyum,entahlah..istrinya itu lucu sekali.
"sorry baby...aku beliin lagi ya.." ucap Sheila
"nggak usah" ucap Adrian lalu meletakkan kaleng kosong itu ke tangan Sheila.
"buang" ucapnya kemudian laki laki itu pergi menyusul Adinda,menghiraukan Sheila yang terus-terusan memanggil namanya.
Adinda terus berjalan sambil ngomel tak jelas,ia menuju mobil hitam yang tadi menjadi tunggangannya. Salah satu mobil mewah milik Adrian yang sering ia gunakan bepergian ketika ia tengah menjalankan perannya sebagai model papan atas. Bukan laki laki dengan segala tindak kejahatannya yang tersembunyi.
Wanita itu lantas membuka pintu belakang mobil tersebut,lalu masuk dan membanting pintunya,membuat Farhan yang ternyata ada di dalam mobil itu terjingkat kaget.
"ba**sat...!pelan pelan kau...!!" ucap Farhan kaget.Meskipun Adinda adalah istri Adrian,tapi dimatanya tetap saja wanita itu hanyalah wanita muda peliharaan sang tuan.
Adinda tak menjawab,tiba tiba pintu mobildi sisi Dinda itu terbuka lagi,
"geser" ucap Adrian yang baru saja datang itu
Adinda tak bergeming.
"geser sayang...." ucap nya lagi
Adinda masih tak bergeming
"Farhan...turun dari mobil,kunci semua pintu,bakar mobil ini dan istriku hidup hidup" ucapnya dingin,membuat Adinda menoleh.
"jangan...!!" ucap Adinda cepat
"makanya geser"
"keluar" ucap Adrian pada Farhan
"baik tuan" ucap Farhan kemudian turun dari mobil hitam itu.
Kini hanya ada sepasang suami istri itu di dalam mobil.Adrian menatap tajam istrinya yang terus mamalingkan wajah itu.Ia menggeser tubuhnya mendekat ke arah sang
istri.Tangan kekar bertato itu terangkat menyentuh ujung hijab Dinda yang terjulur ke perut.
"kamu kenapa sayang?"tanyanya sambil memainkan ujung hijab Adinda,sedangkan satu tangannya merangkul pundak sang istri.
" nggak apa apa..."jawabnya singkat,sambil terus memalingkan wajahnya.
"lihat aku jika aku sedang bicara Dinda"ucapnya dingin.
" udah sih mas....lanjutin aja kerjanya....aku capek...aku mau istirahat di mobil"ucapnya mencoba melepaskan tangan Adrian.
"kain mengusir ku?berani kau begitu padaku?" tanyanya dingin
Adinda tak menjawab,ia masih memalingkan wajahnya.
"Dinda,jangan mengabaikan ku...!"
Adinda menoleh ke arah sang suami dengan wajah yang masih ditekuk.
Adrian menaikan satu sudut bibir nya.
"naik" ucapnya sambil menepuk pahanya.
__ADS_1
"mas....ini dilokasi..kalau ada yang lihat gimana?"
"sejak kapan kamu punya hak untuk menolak?"
"tapi......"
"ini salah satu hukumanmu karena membuang waktuku dua detik untuk menunggu mu tadi pagi Dinda" ucapnya dingin.
Adinda mengernyitkan dahinya..
"dua detik doang...."
"naik!"
Adinda tak bergeming.
"atau kau mau aku memper***a mu di luar?biar jadi tontonan orang ?"
"coba aja kalau berani?yang ada juga nanti image kamu sebagai model yang jadi jelek" ucap Dinda berani.
"kau pikir aku peduli?aku tidak butuh image baik sayang!model hanya kedokku,kau tau kan apa profesiku yang sebenarnya?aku bisa melakukan apapun yang aku mau...bahkan yang tidak pernah kau bayangkan sebelum nya" ucap Adrian dengan suara dingin dan wajah yang menyeramkan,membuat Adinda mulai bergidik ngeri.
"aku tidak suka mengulangi perkataan ku Dinda" ucapnya.
Adinda pun menurut,ia mengubah posisinya,duduk di atas pangkuan sang suami dengan posisi menghadap wajah Adrian.
"lakukan..." ucap Adrian sambil menyentuh bibirnya sendiri.Adinda pun kembali menurut,daripada Adrian berbuat yang aneh aneh ye khaann.....??
Sementara itu...
"Adri mana?" tanya Marco.
"tadi katanya nemuin ponakannya,nggak tau sekarang,dua duanya ngilang?" jawab salah satu crew.
"asisten nya?"
"lagi telfonan nohh..."
"Rio...cari gih....kita harus mulai lagi nih...keburu sore..."ucap Marco.
"siap bang..."
Rio pun bangkit,ia mencari cari sosok Adrian namun tidak ketemu.Rio menatap ke arah mobil Adrian yang terparkir tak jauh dari tempatnya berdiri.
"di dalem mobil kali yaa..." gumam Rio.
Pria bertubuh kurus itupun mendekati mobil tersebut,ia sedikit membungkuk,mendekatkan wajahnya ke kaca mobil untuk melihat kondisi di dalam mobil tersebut.Dan.....
Rio membelalakkan matanya,mulutnya bahkan sudah terbuka.Dilihatnya Adinda tengah berada di atas paha Adrian dengan posisi mulut saling berpa**tan.
Bukankah Adinda ponakannya Adrian?kenapa mereka melakukan hal seperti itu.Cukup lama Rio di buat speechless.Pria itupun segera pergi dari tempat itu sebelum kedua manusia itu menyadari keberadaan nya.Batinnya bertanya tanya.
Gila....mereka berdua gila...!om dan keponakan ciuman di dalam mobil,mana hot banget lagi...itu batin Rio.
...----------------...
AUTHOR SENENG BANGET LOH KALAU ADA YANG NGASIH VOTE & HADIAH BUAT AUTHOR....DITUNGGU YA....❤❤❤❤❤
__ADS_1