Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
Nabila Story85


__ADS_3

Hari terus berganti....


Satu minggu sudah Dave kembali ke pangkuan sang Maha Kuasa.Pasca kepergian nya,Zev seolah lebih banyak diam.Banyak fakta fakta baru yang laki laki itu temukan setelah kepergian sang paman.Berkali kali Zev mondar mandir dari bekas kamar Nora dan kamar bekas Dave,hampir tiap hari ia menemukan hal hal mencengangkan yang tak pernah ia duga sebelumnya.


Seperti hari ini.....


Disaat para tamu yang hendak melaksanakan tahlil sudah berkumpul di ruang tamu,Zev justru masih tak bergeming duduk di sisi ranjang sebuah kamar mewah yang dulunya di tempati Dave semasa hidup...


Zev menatap nanar sebuah ponsel yang merupakan ponsel milik Dave.Ponsel itu awalnya terkunci,namun akhirnya Zev bisa membukanya dengan mencoba berkali kali kata kunci yang berbeda.


Zev mematung,tubuhnya bergetar dengan dengan mata mengembun...


Sebuah percakapan via DM antara Dave dan seorang pria yang ia ketahui adalah salah satu mantan anggota Diavolo yang ikut bebas bersama Dave.


Dalam percakapan itu,dua pria paruh baya itu nampak membicarakan umi Atikah dan Maria,ibu kandung dan ibu tiri Zev.Dengan nada merendahkan dan melecehkan,kedua pria itu membicarakan hal hal berbau fulgar yang tak pantas untuk di ucapkan.Tak hanya itu,Dave juga mengutarakan niatannya membangun kembali bisnis haramnya yang sudah lama mati,ia juga memiliki niat jahat untuk menculik Adinda dan Nabila setelah Adrian mati suatu saat nanti dan menjadikan kedua ibu dan anak itu sebagai budak nafsunya.


Entah hanya candaan atau sungguhan,namun celotehan celotehan melalui tulisan itu sukses membuat hati Zev panas.Umi Atikah,Maria,Nabila,dan Adinda adalah empat wanita terhormat bagi nya yang sangat Zev hormati dan sayangi.Ada rasa tidak suka dalam dirinya kala nama ibu tiri,pacar dan ibu dari pacarnya di lecehkan secara tidak langsung.


Sakit hati...sudah pasti...andai Dave masih hidup dan berada di hadapannya,mungkin ia akan dengan segera menghadiahi laki laki itu dengan hantaman dan pukulan yang bertubi tubi.Tapi kini nyatanya Dave telah pergi.Entah apa rencana Tuhan hingga Sang Maha Kuasa seolah menunjukkan semua kebusukan Dave saat laki laki itu telah tiada,namun menutup rapat rapat bangkai itu saat Dave masih hidup.


Zev membanting ponsel itu.Kesal....benci....tak terima...!


Bodohnya ia yang begitu mudah percaya pada ucapan sang paman saat laki laki itu masih hidup dulu.


Ketika Dave tengah kalut...


ceklek....


pintu terbuka....


Jordan datang dari balik pintu kamar itu,fokus matanya langsung tertuju pada ponsel yang nampak hancur berceceran di atas lantai kamar mewah nan luas itu,


"kok lo masih disini" tanya Jordan sambil mendekati sang sahabat


"tamu udah pada dateng tuh...turun gih..." ucap Jordan lagi.


Zev tak bergeming....


Jordan duduk di samping laki laki itu...


"lo kenapa?" tanya Jordan.

__ADS_1


"bubarin acara ini" ucap Zev datar.


"hah?!" ucap Jordan kaget.


"maksud lo apa sih...!"


"Dave terlalu menjijikkan bahkan hanya untuk sekedar di doain...!" ucap Zev penuh kekecewaan


"lo ngomong apa sih?!gue nggak ngerti...!orang udah mati masih lo maki maki juga?dosa...!" ucap Jordan.


"dia breng*ek Dan...!" ucap Zev


"dari dulu..!!" timpal Jordan.


"udah sih....mending gini deh ya...sekarang lo turun....paman lo udah nggak ada...sekarang dia cuma butuh doa lo....kita turun kita doain paman lo....kalau ada sesuatu yang bikin lo kesel ama paman lo...kalau lo mau cerita...gue siap dengerin...tapi nggak sekarang..karena sekarang di bawah udah banyak orang...kita turun dulu,kita tahlilan dulu...abis itu lo boleh deh...cerita apa aja yang pengen lo ceritain" ucap Jordan.


Jordan menepuk pundak Zev


"saran gue satu Zev....dari ustad yang sering gue denger di tivi...mereka selalu bilang...segala sesuatu di dunia ini sudah diatur sama Tuhan..termasuk daun yang jatuh ke tanahpun...itu juga udah diatur...termasuk kisah hidup lo sekarang...semua sudah di atur sama Tuhan..."


"jalani,nikmati,perbaiki yang salah,ikhlasin yang udah terjadi,ambil sisi positif dari setiap kejadian yang ada...semua pasti ada hikmahnya" ucap Jordan tulus.


Zev menoleh ke arah sang sahabat...


"Tuhan masih baik sama lo Zev...dia nunjukin busuknya paman lo setelah dia meninggal,mungkin Tuhan ingin ngetes kesabaran lo,dan ngetes seberapa bisa lo memaafkan orang yang sudah meninggal..!"


"mungkin ini ujian buat lo agar lo bisa menjadi orang yang lebih baik...udah sih....nyebut....serahin semua sama Tuhan...paman lo udah nggak ada...masa iya masih lo dongkolin..." ucap Jordan.


Zev menghela nafas panjang...


Jordan mengusap punggung kokoh sahabat nya....


"nyebut...itu...ngucap apa sih....astagfirullah apa apa itu..lu yang lebih ngerti.." ucap Jordan.


Zev hanya mengangguk,dalam hatinya ia pun mulai beristigfar...


"turun yuk..."


Zev mengangguk,keduanya pun lantas keluar dari kamar itu dan berjalan menuruni tangga rumah tersebut.


....

__ADS_1


Acara tahlil pun dimulai,lantunan surat yasin menggema dari mulut para tamu undangan dan anak anak panti asuhan yang Adrian undang itu.Semua mendoakan Dave,berharap segala dosa laki laki itu diampuni oleh sang Maha Pencipta.


Adrian dengan tenang sesekali melirik ke arah Zev,pemuda itu terlihat diam seribu bahasa.Buku yasin ditangannya hanya ia pegang tanpa membuka ataupun membacanya.Mulutnya hanya diam dengan pandangan lurus ke depan.


Kecewa...itu yang Zev rasakan,bahkan untuk sekedar melantunkan surah Yasin pun rasanya begitu berat.


Bertahun tahun ia mencoba menjadi keponakan yang baik,mempercayai semua ucapan Dave,namun nyatanya....busuuk...!menjjijikkan..!


21:00


Tahlil selesai...


Para warga dan para anak yatim pun satu persatu mulai meninggalkan tempat itu.


Adrian datang mendekati Zev yang nampak berdiri melepas kepergian para tamu dan juga keluarga umi Atikah.


"Zev..." ucap Adrian sambil menepuk pundak pemuda tersebut.


"iya om..."


"ada yang ingin om omongin sama kamu...bisa kita bicara sebentar..." ucap Adrian.


"ada apa om...."


Adrian tersenyum...


"kita bicara di dalem ya.." ucap Adrian.


"kak...kamu ikut juga ya.." ucap Adrian lagi kini pada Nabila.


"aku juga?" tanya Nabila sambil menunjuk dirinya sendiri.


Adrian mengangguk.


"iya pa..." jawab Nabila akhirnya.


Adrian pun mengajak Zev menuju ruang tamu dan duduk di atas tikar yang masih tergelar di sana,disusul Nabila,Dinda,Angkasa dan Jordan.


...----------------...


***SELAMAT SIANG.....

__ADS_1


YUKK...KLIK LIKE KOMEN DAN VOTE NYA***...


__ADS_2