
Ke esokan harinya....
Mentari mulai naik....
Wanita cantik itu tak henti menebar senyuman sambil mengolah berbagai bahan makanan disana.Sambil sesekali bersenandung ria,suatu hal yang hampir tak pernah terlihat lagi dalam beberapa waktu belakangan ini setelah badai cobaan menghantam hidupnya.Adinda begitu bahagia hari ini.Jika tak ada halangan,sore ini ia sudah bisa menjemput suaminya untuk segera pulang ke kediaman mereka.
Bu Ela turun dari tangga menuju dapur.Ia tersenyum melihat Adinda yang terlihat begitu bersemangat hari ini.Ia kemudian duduk di kursi yang berada di meja makan disana sambil terus mengamati pergerakan sang menantu yang begitu lincah.
Tak butuh waktu lama,Adinda sudah menyelesaikan masak memasaknya.Ini menu terakhir yang ia masak,setelah ia memasak beberapa menu lain yang kini sudah siap di atas meja berbentuk persegi panjang itu,Ia segera memindahkan masakan tersebut ke atas piring lalu meletakkannya di atas meja makan.
"ibuk...." ucap Adinda kaget saat berbalik badan dan melihat sosok sang mertua sudah duduk di kursi meja makan.
"ibuk udah lama disitu?kok aku sampai nggak tau"
Bu Ela tersenyum.
"kamunya nyanyi nyanyi terus..." ucap Bu Ela menggoda.
Adinda pun tergelak.
"ibuk seneng ndok melihat kamu bahagia seperti ini...udah lama ibuk ndak lihat kamu tersenyum seperti ini" ucap bu Ela.
Adinda tak menjawab.Hanya sebuah senyuman yang tak pernah luntur dari wajah cantiknya.
"jam berapa Adrian pulang?"
"mas Marco sih bilangnya sore....mungkin sekitar jam tiga an" ucap Adinda.
Bu Ela hanya mengangguk.
"kamu jemput?"
"iya buk...nanti mas Marco mampir sini" ucap Adinda lagi.
Bu Ela tersenyum namun menunduk.
"ibuk kenapa?" tanya Adinda.
"gimana reaksi Adrian nanti kalau tau ibuk ada di sini ndok?" ucap Bu Ela dengan raut wajah sedih.
"dia pasti ndak akan bisa nerima ibuk" ucap Bu Ela.
Adinda mendekati wanita itu.Ia duduk di kursi di depan bu Ela.Tangannya tergerak meraih punggung tangan sang mertua lalu meremasnya lembut.
"buk....nanti biar Dinda ngomong sama mas Adri.Ibuk jangan sedih..."
"ibuk pergi saja ndok"
"mau pergi kemana?ini rumah ibuk juga..."
"ibuk mau tinggal di panti jompo aja ndok...atau ibuk bisa pulang aja gubug ibuk"
"jangan buk....ibuk masih punya aku,masih punya mas Adri....kita masih bisa ngerawat ibuk"
__ADS_1
"tapi ndok..."
"udah....nggak usah dipikirin...nanti biar aku bicara sama mas Adri" ucap Adinda.
"mending sekarang ibuk makan,trus istirahat...Dinda mau mandi buk" ucap Adinda.
"ibuk belum lapar ndok...ibuk mau ke kamar aja" ucap Wanita itu.Adinda pun hanya mengangguk.
Dinda mendongak menoleh ke arah jam dinding.
11.30
Masij sekitar tiga setengah jam lagi Adrian pulang,namun semua makanan sudah tersusun rapi.
Dinda bergegas menaiki tangga,namun tiba tiba ia berpapasan dengan sang putri yang baru keluar dari kamarnya.
"mama...."
"hai sayang....kok udah cantik banget..mau kemana?"
"kan mau jemput papa ma" ucap Nabila.
"masih lama sayang...masih jam tiga nanti" ucap Adinda.
"nggak apa apa ma..aku udah nggak sabar ketemu papa" ucap Nabila.
Adinda tersenyum,Nabila terhilat begitu antusias menyambut kepulangan sang ayah.
"ya udah...mama mau ke kamar dulu...kalau kamu mau makan,makanannya udah siap..kamu ambil sendiri ya..."
Adinda pun bergegas menuju kamar nya.Sedangkan Nabila pun berjalan menuruni tangga dengan riang.
Di dalam kamar,Adinda duduk di sisi ranjang sambil menatap foto sang suami yang tertempel sempurna di dinding.Di lihatnya gambar pria tampan itu.Sebuah senyuman terbentuk dari bibir mungil Adinda.Sebentar lagi mereka akan bertemu,segala kerinduan yang sekian lama terpendam akan segera terobati dalam tiga jam kedepan.Saat Adinda tengah asyik melamun...tiba tiba....
ting....tong....
bel rumah tersebut berbunyi.Tanda ada seseorang yang minta dibukakan pintu di luar sana.
Adinda meraih hijab instannya yang berada di atas ranjang dan bergegas mengenakannya.Namun tiba tiba...
praaaanggggg........
.
.
.
.
.
"mama....!!!!!!!!"
__ADS_1
"Nabil...!!!" pekiknya.
Adinda panik.Ia berlari keluar kamar dan menuruni tangga dengan tergesa gesa saat mendengar suara barang pecah dan teriakan dari sang putri.Adinda berlari secepatnya ke arah ruang tamu.Dannn.......
.
.
.
.
.
.
.
.
Adinda menghentikan langkahnya.Ia mematung melihat pemandangan yang terjadi di sana,tepat di depan pintu rumah utama.Matanya mengembun,sepersekian detik kemudian,cairan bening itu tumpah menetes membasahi pipi mulusnya.Adinda terisak.Ia menutup mulut nya agar suara tangisnya tak terdengar lebih jelas.
Adinda melangkahkan kakinya mendekati pintu rumah utama tempat dimana pemandangan yang berhasil membuatnya menangis itu berada,berjalan mendekat,lebih dekat,dekat....daann................
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNGπππππππ........
ββββββββββββββββββ
...----------------...
***LANJUT NGGAK......?
__ADS_1
LANJUT NGGAK......???
KASIH LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAH YANG BANYAK DULU.....ππππππππππππ***