Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
73


__ADS_3

06:00


Adinda keluar rumah sambil mengusap air matanya.Dengan mata sembab ia mendekati tukang sayur yang mangkal di depan rumah seorang warga yang letaknya hanya satu rumah dari kediamannya.


"eh....Dinda....beli sayur?" tanya seorang ibu ibu bernama Yanti itu.


Adinda tersenyum.


"iya buk..." ucapnya.


"Dinda pulang pulang makin cantik ya..." ucap seorang ibu lainnya bernama Yuli.


"iya....makin cantik"


Adinda tak menjawab,ia hanya tersenyum.


"untung kamu cepet pulang Din.Kasian ibukmu....dia jadi kesepian setelah bapakmu meninggal"


"iya...apalagi ibukmu sekarang udah ndak jualan,katanya kehabisan modal karena uangnya udah habis buat berobat bapakmu...ibukmu pasti bingung Din..." ucap Bu Wiwik menimpali.


Adinda terdiam.Jadi benar,ibunya sekarang tengah dalam kesulitan ekonomi.


"lagian kamu itu kemana aja to Din...ilang ndak ada kabar.Kami pikir kamu itu diculik orang jahat" ucap Bu Yuli.


Adinda tersenyum.


"alhamdulillah saya baik baik aja kok buk" ucap Adinda.Ia pun sibuk memilih sayur sayuran yang ada disana.Tiba tiba....


"mama......"


suara bocah kecil itu sukses membuat para ibu ibu itu menoleh ke arah sumber suara.Nabila berlari mendekati sang mama,sedangkan Adrian memilih untuk duduk di teras rumahnya menunggu istri dan anaknya berbelanja.


Adinda tersenyum,Nabila berlari dengan riang mendekati ibu angkatnya itu.


"mama.....mama mau masak apa?" tanya Nabila.


"Nabil mau di masakin apa?" tanya Dinda.


"emm.....apa ya......." ucap Nabila seolah sedang berfikir.


"ayam goreng ma.....Nabil mau ayam goreng..." ucap gadis kecil itu.


"bolehh....." ucap Adinda.


Mata para ibu ibu itupun sontak menatap ke arah ibu dan anak itu.


Mama?sejak kapan Adinda punya anak?sudah sebesar itu pula...


Para ibu ibu itu pun saling menatap penuh tanya.


"Din...maaf...itu anak siapa?" tanya bu Yuli.


Adinda tersenyum.


"aku anaknya mama Dinda buk....sama papa Adrian..." ucap Nabila lantang.Membuat para ibu ibu disana melongo.Sedangkan Adinda hanya diam.Ia tak mau menggubris tatapan tatapan aneh yang di layangkan pada dirinya.


Adinda segera memilih sayuran yang akan ia masak dengan cepat.Setelah itu ia pun bergegas pergi meninggalkan tempat itu bersama Nabila.Ia tak mau menggubris suara bisik bisik yang mulai terdengar dari mulut para tetangga itu.


Sesampainya di teras rumah.Di lihatnya Adrian tengah berdiri di teras rumah sambil meregangkan otot ototnya.


"udah selesai lari paginya mas?" tanya Dinda.

__ADS_1


"udah"


Adinda meletakkan belanjaannya di meja kayu di teras tersebut.Lalu duduk di kursi kayu yang ada disana.


"Nabil mandi dulu sana sayang..."


"bentar ma....masih kringetan" ucap Nabila.


"kalau gitu kamu masuk dulu ya....mama mau ngomong sama papa" ucap Adinda.


"iya ma..." ucap Nabila.Gadis kecil itupun masuk ke dalam rumah.


Adrian duduk di kursi di samping Adinda.


"ada apa?" tanyanya.


"mas....kamu mau nggak bantuin aku.."


"bantuin apa?"


"ibuk lagi punya masalah...dia kekurangan modal buat buka warung soto lagi.Kamu mau bantuin modalin nggak?" tanyanya.


"berapa?lima puluh juta cukup?" tanya Adrian enteng,membuat Adinda melotot.


"astaghfirullah haladzim....ini cuma warung soto mas...paling cuma berapa ratus ribu doang..!kamu ngasih lima puluh juta mau bikin kolam soto?"


"ya kalau cuma segitu ngapain pakai ijin.Aku kan udah kasih kamu kartu kredit.Ya kamu gunain lah....terserah mau kamu pakai buat apa" ucap Adrian.


"ya seenggaknya kan aku ngomong dulu mas sama kamu" ucap Dinda.


"kalau gitu...ntar kamu anterin aku ya..."


"aku mau ke makam bapak mas,abis itu ke pasar,kita belanja buat jualan besok.Kamu mau?"


"naik apa?"


"tuh...kan ada motor" ucap Adinda menunjuk ke arah dalam rumah,dimana terdapat sebuah motor matic yang biasa ia gunakan untuk bepergian dulu.


"mau ya....?"


"oke..."


"ya udah,aku masak dulu,abis itu kita sarapan trus berangkat" ucap Adinda kemudian beranjak masuk ke dalam rumah membawa barang barang belanjaannya.


Sedangkan di dalam rumah,


"nenek...nenek lagi ngapain?aku bantuin ya..." ucap Nabila pada sang nenek yang kini tengah menyapu rumah.


Bu Lastri tak menjawab,ia masih sibuk menggerakkan sapu itu tanpa mau memperdulikan Nabila yang mengikuti di belakangnya.


"nek...tadi mama bilang aku disuruh bersih bersih rumah.Aku bantuin ya nek..." ucap Nabila sambil terus mengikuti pergerakan bu Lastri.


"nek...nenek kok diem terus?nenek nggak suka ya sama Nabila" ucap Nabila.


"nek...."


Bu Lastri menghentikan pergerakan nya.


"kamu itu bisa ndak sih...ndak ganggu saya?"


"Nabil nggak gangguin kok nek...Nabil cuma bantu nenek"

__ADS_1


"jangan panggil saya nenek..!saya bukan nenek kamu..!!!" ucap Bu Lastri setengah teriak membuat Nabila terdiam.Sepersekian detik kemudian,mata itu mengembun.


"keluar kamu...!jangan dekat dekat saya" ucap Bu Lastri makin emosi.


Entahlah....keras juga ternyata hati wanita itu


Adinda dan Adrian masuk ke dalam rumah.Dilihatnya sang putri yang menunduk sambil meneteskan air mata.


"Nabil..." ucap Adinda sambil mendekati sang putri.Ia berjongkok di samping Nabila lalu mengusap air mata putrinya itu.


"kamu kenapa sayang?"


Bu Lastri membanting sapunya dengan kasar hingga jatuh ke lantai.Wanita itu kemudian masuk ke dalam kamar sambil membanting pintu membuat Adinda dan Nabila terjingkat kaget.


Adrian menatap tajam ke arah pintu tersebut.Dadanya bergemuruh,ada rasa tidak terima disana saat melihat Nabila yang menangis,dan bisa ia simpulkan bahwa itu pasti karena bu Lastri.Sebegitu bencinya wanita itu pada gadis sekecil Nabila.Adrian memang mulai melunak hatinya,namun bukan berarti jiwa iblisnya hilang sirna tanpa bekas.Ia masihlah Adrian yang pendendam dan tidak sabaran.


Melihat sang putri dibuat menangis,seolah membangunkan kembali jiwa iblisnya yang sudah lama tertidur.Tangannya mengepal,giginya mengetat.Bu Lastri boleh tak suka padanya,tapi tidak perlu melukai perasaan gadis kecil itu kan?


"cukup...ini keterlaluan...!" ucap Adrian dengan rahang mengetat.


Adrian melangkah lebar mendekati pintu kamar Bu Lastri.Adinda menangkap gelagat tak baik dari suaminya itu.Ia bangkit dan dengan cepat menahan tubuh besar yang mulai mengeluarkan aura iblis nya itu.


"mas kamu mau kemana?"


"minggir...!" ucapnya dengan penuh penekanan.


"mas...jangan..dia ibu aku..!" ucap Adinda dengan mata mulai mengembun.


"dia udah nyakitin Nabil Din..!!!"


"aku tau...tapi jangan kayak gini kamunya..!kita datang kesini buat minta restu ibuk,bukan buat masalah baru.." ucap Adinda dangan tangan tak lepas memegang lengan Adrian yang kaku dengan telapak tangan mengepal.


"sabar mas....aku mohon kamu sabar....sebentaaaarr aja...kita pasti akan segera dapetin restu ibuk.." ucapnya.


Adrian tak bergeming.Dadanya masih naik turun menahan amarah yang menggebu.


Adinda menggerakkan tangannya,menyentuh kepalan tangan Adrian.


"aku cuma punya dia mas...tolong jangan lakuin hal hal yang bikin aku sedih.." ucap Dinda sambil mengusap tangan yang mengepal itu.


Adrian menatap dalam wajah wanita yang lagi lagi menangis itu.Hatinya bergetar.Sudah berapa banyak air mata yang tumpah membanjiri pipi Adinda.Wanita itu seolah tak pernah berhenti menangis semenjak bersamanya.


Adrian melemah,ia melepas kepalan tangannya,lalu dengan satu gerakan ia memeluk tubuh istrinya itu dengan erat.


"maaf...maaf udah membuat kamu menderita Dinda...." ucapnya lirih.


Adinda membalas pelukan itu.Ia memeluk erat tubuh kekar itu untuk menyalurkan kesedihan nya.


...----------------...


BERIKAN ***LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAH YANG BANYAK UNTUKKU....


AKAN KU BERIKAN JALAN KELUAR UNTUK ADRIAN DAN DINDA...


WKWKKWWKK....😝😝😝


YOK....RAMAIKAN KOLOM KOMEN


KASIH LIKE YANG BANYAK.


DI VOTE DI KASIH HADIAH....😘😘😘😘😘😘***

__ADS_1


__ADS_2