
Sore menjelang....
Di sebuah mobil hitam milik Adrian....
Keluarga kecil itu tengah dalam perjalanan menuju mall setelah menutup tokonya dan mengantar bu Ela pulang.
Sepanjang perjalanan gadis kecil yang duduk di jok belakang itu tak henti berceloteh menceritakan semua yang ia alami sepanjang hari ini di sekolah.Adinda hanya senyum senyum dengan celotehan celotehan gadis kecil itu,sedangkan Adrian,laki laki itu selalu antusias jika Nabila sedang bercerita.Entah penting atau tidak,pokoknya di dengerin aja.
"papa...papa..."
"apa..."
"nanti Nabil beli boneka ya...."
"iya..."
"yang banyak ya..."
"satu aja...paling kecil..." ucap Adrian cuek.
Adinda terkekeh.
"yahhh....papa..."
"hemat..."
"papaaaaaaaa........"
"kan bentar lagi kamu punya adek...ya harus belajar hemat lah..."
"adeknya kan belom keliatan pa.....masih keciiiiiiilll bangeeett.....ntar deh kalau udah gede Nabil hemat....janjik...!" ucap Nabila merayu.
"oh ya?emang adeknya masih kecil?"
"ho'oh...tuh...perut mama masih kecil...kalau adeknya udah gede berarti perut mama juga ikut gede.."
"masa sih?coba deh...ntar malem papa jenguk lagi adeknya" ucap Adrian spontan membuat Adinda reflek menoleh ke arah laki laki tampan yang kini senyum senyum tak jelas itu.
"emang bisa jengukin pa?kan di dalam perut?"
"bisa laah?"
"gimana caranya....Nabil mau ikut jenguk dong pa...."
"nggak bisa....cuma papa yang bisa...kan papa yang bikin" ucap Adrian tanpa beban.
Adinda menoyor pipi Adrian gemas.Laki laki itu hanya tersenyum lebar.
Nabila menggaruk garuk kepalanya.
"maksudnya gimana sih pa?"
"udah Bil....papa cuma ngawur...nggak usah di dengerin..." ucap Dinda mengalihkan pembicaraan.
Nabila cemberut.
"papa....boleh ya pa....yang gede satuuuu...aja....boleh yaaaaaa...." ucap Nabila merayu sambil menarik narik kaos hitam Adrian.
"boleh nggak ya.....??"
"BOLEH...!!ALHAMDULILLAH.....!!!" ucap Nabila heboh sambil kedua tangannya mengusap wajah imutnya.
__ADS_1
Adinda terkekeh sambil menggelengkan kepalanya.
"dih....belum juga dijawab...." ucap Adrian.
Ketiganya pun tertawa.Perjalanan pun berlanjut ditemani tawa bahagia dari tiga anak manusia yang tak sedarah tersebut.
Sementara di mobil lain....
Mobil yang sudah melaju terlebih dahulu menuju mall yang sama dengan yang dituju oleh Adrian itu kini sudah sampai di basement salah satu pusat perbelanjaan di kota besar itu.
Ketiga orang yang berada di dalam mobil tersebut pun keluar dari kendaraan roda empat berwarna putih itu.
"tau gini mending gue nggak ikut deh bang...jadi obat nyamuk doang..bang*e...!!" gerutu Rio.
Marco tak peduli.Naya hanya menunduk.
"kita masuk duluan Nay?" ucap Marco
"nggak nungguin Dinda dulu mas?" tanya Naya.
"kita tunggu di dalem aja...."ucap Marco.
Naya mengangguk.Marco mengangkat tangannya mempersilahkan muslimah itu untuk berjalan terlebih dulu.
" mas Marco duluan aja...."
"masa iya gue yang laki duluan...ya lo lah yang duluan...lo kan cewek"
"aku nggak biasa mas....mas Marco duluan aja" ucap Naya.Sungguh,ia merasa risih jika harus berjalan sedangkan dibelakangnya ada laki laki bukan muhrim yang mengamati pergerakannya.
Ya...se pemalu itulah seorang Innaya Mauril Hanif.
"silahkan mas..." ucap Naya mempersilahkan.
"Mas Marco duluan aja..."
"lo duluan..."
"mas duluan..."
"GUE AJA YANG DULUAN..!" ucap Rio kesal sambil menerobos di tengah tengah antara Naya dan Marco.
"ribet banget lo berdua...timbang jalan doang pakai debat segala kesel gue...!!" ucapnya Rio ngomel ngomel tak jelas melihat tingkah polah dua insan yang sebenarnya mungkin punya perasaan yang sama itu.
Naya dan Marco tak menggubris.Keduanya pun berjalan beriringan di belakang Rio yang tak henti nyerocos sambil terus melangkah masuk ke dalam mall.
Ketiganya lantas memilih duduk di sebuah bangku panjang yang berada di area permainan anak anak.
Tak sampai sepuluh menit.Keluarga kecil yang ditunggu itupun datang.Nabila berjalan dengan riang di tengah tengah kedua orang tuanya.Tangan kirinya menggandeng tangan sang mama,sedang tangan kanannya menggandeng tangan Adrian.
"hai tante Naya,hai om Marco,hai om cungkring...." sapa Nabila riang saat sudah mendekati ketiga manusia dewasa itu.
"hai Nabil...." sahut Naya.
"tante Naya....tante Chika mana?" tanya Nabila.
"iya Nay....kok nggak kelihatan dari tadi siang?kemana?" tanya Adrian.
"nggak tau mas...suka ngelayap sendiri dia..." ucap Naya.
"oh....yaudah yuk...kita mau kemana dulu nih?" tanya Adrian.
__ADS_1
"main ituuuu.....!!!" samber Nabila riang.
"hadeeeeehhh....nih bocil...!ngopi dulu dah....ngopi..!!" ucap Rio.
"ihh....om cungkring....Nabil mau main itu dulu..." ucap Nabila.
"ya udah...Nabil main aja sana...papa tungguin dari situ..." ucap Adrian sambil menunjuk sebuah coffee shop yang berada tak jauh dari arena permainan anak anak.
"oke paa...." ucap Nabila.
"kamu mau kemana dulu sayang?" tanya Adrian pada Dinda.
"aku nungguin Nabil dulu deh mas..." ucap Dinda.
"kamu yakin?"
"iya...aku sama Naya jagain Nabil...kamu kamu kalau mau ngopi...ngopi aja dulu.." ucapnya.
"tapi kamu nggak usah ikut main ya...kamu lagi hamil lohh...." ucap Adrian mengingatkan sang istri.Mengingat dulu ia pernah mengajak Dinda ke tempat seperti ini dan berakhir dengan ia yang harus menunggui istri kecilnya itu bermain di arena permainan anak anak.
Adinda terkekeh mengingat hal itu...
"iya....iyaa....."
"ya udah sana..." ucapnya sambil mengacak acak lembut rambut panjang berbalut hijab tersebut.
Dinda,Naya dan Nabila pun bergegas masuk ke arena yang dipenuhi banyak permainan anak anak itu.Sedangkan Adrian,Marco dan Rio menuju ke sebuah coffee shop tak jauh dari tempat tersebut.
Di dalam coffee shop,
Obrolan antara tiga pria dewasa itupun terbentuk.Entah apa yang mereka obrolkan,
author nggak tau apa yang di obrolin...karena othornya bukan cowok😝😝
Sesekali Adrian melirik ke arah arena permainan.Dilihatnya sang putri yang nampak begitu bahagia di sana.Sedangkan tak jauh dari Nabila,ada sang istri yang duduk berjejer dengan Naya.Wanita itu makin lama makin terlihat dewasa...jika di luar rumah.Beda cerita kalau sudah berdua dengan Adrian.Jiwa ABG nya muncul tak terkendali.
Ketika ketiga pria dewasa itu tengah larut dalam obrolan santai mereka.Tiba tiba....
"Co...." ucap Rio.
"hmmm...." jawab Marco sambil menyeruput minumannya.
"itukan adek lo" ucapnya sambil menunjuk ke satu arah.
Adrian dan Marco pun menoleh ke arah yang ditunjuk Rio.
"Joddy?" gumam Marco.
"itukan Chika..." imbuh Adrian..
hohohooooo
bakalan ngumpul niiihhh....
jadi kayak apa yaaa....???🤔🤔🤔
...----------------...
***SEPI BENER KOMEN VOTE HADIAH NYA....🥺🥺🥺
YOKKK....TAMBAHIN YOKKKK.....
__ADS_1
KLIK LIKE JUGA SETELAH BACA...
YUUUUKKKK....SILENT READERS YUUUKKK..TUNJUKAN PESONAMU DENGAN MENINGGALKAN JEJAK SETELAH BACA....BIAR OTHOR TAU KEBERADAANMU....,🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰***