
"Joddy......"
Suara itu mengalun terdengar begitu manja.Suara yang sangat Joddy,Adrian,Marco dan Rio kenali.Ke empat pria itupun menoleh ke arah sumber suara...
Dilihatnya seorang wanita bertubuh molek dengan pakaian serba mini dan glamour dengan kacamata hitam membingkai matanya tengah berdiri di samping meja mereka atau tepatnya di samping sebelah kiri Adrian.Dengan gaya sensualnya,tangan kanannya menenteng tas branded bernilai fantastis sambil tangan kirinya menggandeng lengan seorang pria brewokan berusia kurang lebih tiga puluh lima tahunan.
"Sheila?" ucap Rio.
Sheila tersenyum manis,namun terlihat menjijikkan dimata para pria itu.
Joddy tercengang.Mampus....kenapa harus ketemu dia disini??
"apa kabar Jod?" tanya Sheila pada laki laki yang kini terus menunduk itu.
Adrian menyipitkan matanya menatap Joddy.Kok Sheila kenal?
Joddy menatap singkat ke arah Sheila,ia tersenyum simpul lalu kembali menunduk.
"udah lama ya Jod...kita nggak ketemu.." ucap Sheila.
Joddy mulai merasakan gelagat tak mengenakan.
"lo kenal Jod?" tanya Rio.
Joddy makin berkeringat dingin.
Sheila mengeluarkan senyuman smirk nya.
"ya kenal lah Rio....kenal banget malahan..." ucap Sheila.
"papaa.....udah belum ngopi nya...???"
suara itu kembali menggema.Nabila datang bersama Dinda Naya dan Chika.
Dinda mengernyitkan dahinya melihat Sheila yang berdiri di samping sang suami.Bumil yang selalu tak stabil emosinya itu nampak menatap wajah wanita itu dengan tatapan tak bersahabat.
Nabila mendekati papanya lalu naik ke pangkuan pria tampan itu.
"papa....katanya beli boneka...ayoookkkk...." rengek Nabila.
"oohhh....iya...papa lupa..." ucapnya.
"anak kamu lucu juga ya babe..." ucap Sheila lagi sembil menyentuh pundak Adrian.
Nabila melotot melihat wanita itu menyentuh pundak ayahnya dengan tidak sopan.Jari jemari lentik itu bahkan dengan berani mengusap usap pundak kokoh Adrian.
Ya...katakanlah Sheila merindukan laki laki itu.Walaupun kini Adrian sudah tak sekaya dulu lagi,namun pesona pria beristri itu seolah tak pernah luntur.Ia justru semakin terlihat tampan setelah keluar dari penjara,membuat jiwa bi**l Sheila kembali meronta ronta,meskipun kini tangannya tengah menggandeng seorang laki laki.
Adinda yang masih berdiri sedikit jauh dari Adrian semakin di buat panas.Terlebih lagi Adrian hanya diam dan tak melakukan penolakan.Ke enakan apa gimana sih?
"ihh...wedokan model opo iku c*k....gak ndue isin yo..." ucap Chika lirih.
(ihhh....cewek apaan tuh....nggak tau malu...)
"ganjen Chik.." sahut Naya..
"model modelane doyan kel*n iku...."
(dilihat lihat kayaknya doyan M*....)
Naya dan Chika cekikikan sendiri di samping Dinda.
Entah dapat bisikan apa,sebuah ide jahil keluar dari otak Chika.Ia mendekati Dinda lalu berbisik,
"ssstt....ganjen dia sama suamimu Din..banting aja..." ucap Chika enteng.
__ADS_1
Naya mencubit pinggang Chika membuat gadis itu terjingkat.Keduanya pun kembali cekikikan.
Dinda semakin panas.Ia berjalan mendekati Sheila dan Adrian.
"waaahhh....tawuran..." ucap Chika lirih namun terdengar antusias.
"wes sue aku gak eroh Dinda baku hantam....xixiixi...." imbuh Naya.
(udah lama aku nggak liat Dinda baku hantam)
Keduanya kembali cekikikan.
Adinda sampai disamping Adrian.Ia menatap Sheila dengan tatapan tidak suka.
Rio dan Marco menelan ludahnya kasar,entah kenapa suasananya jadi mencekam.
Joddy masih menunduk.Entahlah...ia benar benar ketar ketir sekarang.Sedangkan Adrian masih terlihat sangat santai.
"haiii....istri sahnya Adrian...apa kabar?" tanya Sheila dengan angkuh sambil tangannya yang masih mengusap usap pundak Adrian.
Dinda tersenyum sinis.
"baik...mbak nya apa kabar?masih jadi ja**ng?" tanya Dinda berani.
Adrian tersenyum mendengar ucapan itu.
Naya dan Chika makin dibuat heboh melihat Dinda yang emosi.Tanpa mereka sadari Marco mengabadikan momen kejahilan dua gadis itu melalui kamera ponsel nya.Ternyata Naya lucu juga kalau lagi usil gini.Marco menahan senyumnya menyaksikan aksi kedua gadis itu
Sheila menyeringai...
"jaga ya mulut lo...atau gue gampar lo disini" ucapnya.
Adinda tersenyum manis.Ia mengambil cangkir berisi kopi.
"santai aja mbak...ngopi dulu biar nggak tegang..." ucapnya.
Adrian mengangguk sambil memberikan senyuman termanisnya pada Adinda.
Adinda menyeruput kopi milik Adrian di hadapan Sheila,tiba tiba....
bbbbbrrrrrfffffftttttttt.....
Dinda menyemburkan kopi di mulutnya tepat ke wajah Sheila.Membuat wanita itu reflek menjerit mungusap wajahnya yang basah kuyup.
"ooopppsss.....maaf...lupa...aku kan lagi hamil...nggak boleh minum kopi..." ucap Dinda dengan nada bersalah,namun terdengar menyebalkan di telinga Sheila.
Adrian terkekeh.Begitu juga yang lainnya,kecuali Joddy.
"waaahhh....anake bu Lastri ngamuk gaaaiisss..." ucap Naya lirih sambil terus cekikikan.
"bantai Din..." imbuh Chika.
Keduanya kembali terkekeh.
"an**ng lo ya...!lo sengaja kan?!" ucap Sheila kesal.
"iya..." jawab Adinda dengan nada polos.
"berani lo sama gue?!!"
"berani kok"
Sheila mengepalkan tangannya.Baru saja ia hendak melayangkan pukulan pada Dinda,pria bernetra hijau itu keburu bangkit,lalu merangkul pundak sang istri.
Tatapannya tajam ke arah Sheila,membuat wanita itupun langsung mengurungkan niatnya
__ADS_1
"ku harap kau tidak melakukan hal bodoh pada istriku...karena aku masih sama seperti yang dulu..!" ucapnya dingin.
"aku akan menghabisi siapapun yang berani mengusik kehidupanku" ucapnya.
"kau sudah tau bukan...bagaimana caraku menghabisi kutu kutu pengganggu?" ucap Adrian di iringi dengan seringai mengerikan membuat Sheila makin menciut.
Adrian mengecup pucuk kepala Dinda di hadapan Sheila.
"Nabil...kita cari boneka yukkk...." ucap Adrian.
"iya paa.." jawab Nabila.
Marco bangkit.
"cabut yukk...disini udah nggak enak..." ucapnya.
"iya nih...ada jelangkung.." sahut Rio.
"kuntilanak kalik mas.." sahut Chika..
"wewe gombel Chik..." imbuh Naya.
"yuukkk Jod...cabut..." ucap Rio sambil menepuk pundak Joddy.Joddy pun mengangguk lalu bangkit.
Rombongan itupun berlalu pergi meant tempat tersebut.
Joddy menghela nafas panjang
"selamat...." batinnya sambil terus melangkah.
"aman kan?" tanya Chika yang tiba tiba berjalan di sampingnya.
"aman...thanks ya..."
"kok aku?"
"kalo lo nggak manas manasin Dinda...kejadiannya nggak akan kayak gini.." ucapnya.
Chika mengernyitkan dahinyaa.
"maksudnya?"
"dia Sheila...orang yang udah ngasih info ke aku tentang Adrian." ucapnya.
Chika melongo...
Joddy tersenyum...
"malah bengong..." ucapnya sambil mengusap wajah Chika dari atas ke bawah.
"aku nggak tau lo Jod kalau cewek itu tadi orangnya...aku manas manasin Dinda tadi spontan aja....."
Joddy tersenyum lagi..
"gue punya utang lagi nih ama lo...lo minta apa?" tanya Joddy..
"emmm....apa ya...."
Chika nampak berfikir sambil memasang wajah sok imut.
"ntar deh...aku pikir pikir dulu...heheehe...."
Keduanya pun terkekeh.Meraka jalan beriringan bersama rombongan yang lain mengitari mall tersebut.
...----------------...
__ADS_1
MANA LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA????