
Beberapa hari kemudian...
Malam menjelang....
"assalamu alaikum...." ucap laki laki berbadan tegap yang baru saja pulang dari masjid itu.Dengan baju koko putih dan sarung,peci dikepala serta sajadah terselampir di pundak kirinya,laki laki itu melangkah gontai mendekati sang istri yang tengah duduk selonjoran dengan punggung bersandar di sandaran ranjangnya serta sebuah ponsel yang ia tempelkan di atas perut mengumandangkan lantunan ayat ayat suci Al Quran.
Adrian lengsung menjatuhkan tubuhnya di ranjang di samping sang istri masih dengan baju sarung dan peci yang lengkap.
"kamu kenapa mas?" tanya Adinda.
"badan aku sakit semua Din..."
"kecapean?"
"iya kali ya..." ucapnya.
"mau aku pijitin mas?" tanya Adinda lembut.
"boleh deh..." ucapnya.
Adrian bangkit.Ia melepas baju koko peci serta sarungnya dan membuangnya asal ke atas ranjang hingga hanya menyisakan kaos singlet hitam dan celana boxer hitam.Wanita berbadan dua itu pun dengan telaten memunguti satu persatu pakaian sang suami,melipatnya dan meletakkannya di rak.
Adrian kembali menjatuhkan tubuhnya yang terasa tak karuan.Nyeri di pinggang hingga punggungnya serta seluruh badan terasa pegal pegal.
Adinda kembali naik ke atas ranjang,ia duduk bersila di samping sang suami lalu dengan telaten memijit mijit punggung berotot itu.
"pake tenaga dong Din...nggak berasa..." ucap Adrian.
"ini udah sekuat tenaga mas...badan kamu aja segede gini..." ucap Adinda sambil terus memijat mijat tubuh sang suami sekuat yang ia bisa.
"kenapa badanku jadi sakit semua gini sih..." ucap Adrian.
"aku panggilin tukang pijit aja gimana..?" tanya Adinda.
"nggak usah lah....paling besok juga udah sembuh...kamu pijitin lagi aja deh..."
"ini dari tadi juga udah dipijitin mas..."
"pakai balsem ada nggak sih?biar ada panas panasnya..."
Adinda turun dari ranjang.Ia membuka laci nakas yang berada di samping ranjang.Di ambilnya minyak roll on yang sering ia gunakan untuk mengolesi punggung nya jika sedang sakit,maklum...bumil kan ya...
Adinda kembali naik ke atas ranjang.
"nggak ada balsem mas...ini aja nggak apa apa ya..." ucap Adinda.
Adrian hanya mengangguk.Ia melepas kaos singletnya dan memposisikan tubuhnya tengkurap.
Dinda mengolesi punggung kokoh itu dengan minyak roll on yang ada di tangannya dengan telaten.Setelah selesai...
"udah mas..." ucapnya.
Adrian berbalik badan,sehingga kini posisi tubuhnya tidur terlentang.
"kamu tidur duluan gih...aku mau liatin Nabil di kamarnya..." ucap Adinda.
Adrian hanya mengangguk.
Wanita yang tinggal menunggu hari persalinan itu pun berjalan keluar kamar menuju ke kamar sang putri yang letaknya bersebelahan dengan kamarnya.
Ceklek.....
pintu dibuka....
Dilihatnya Nabila nampak tiduran dalam posisi tengkurap dengan kepala yang terangkat serta bertengger headphone disana.Kepalanya nampak mengangguk angguk sambil tangannya bergerak gerak seolah tengah memukul mukul drum.
__ADS_1
Sepertinya gadis kecil itu tengah mendengarkan musik rock kesukaannya dari gadget yang papanya berikan beberapa waktu lalu.
Adinda menghela nafas panjang.Ia mendekati ranjang hello kitty itu lalu duduk di tepinya.Tangannya tergerak menyentuh pundak sang putri yang tengah fokus mendengarkan musik.
"Bil...." ucapnya lembut.
Nabila yang sedikit terkejut itupun sontak menoleh ke arah sang mama.
"eh mama....!" ucapnya sambil melepas headphone di kepalanya.Gadis berambut panjang itupun segera bangkit dan duduk di samping sang mama.
"ada apa ma?" tanya Nabila.
"udah malem nak?kamu kok belum tidur?" tanya Adinda.
"bentar lagi ma....masih dengerin musik.." ucapnya.
"udah malem nak....besok lagi ya....sekarang tidur.." ucap Adinda sambil mengusap lembut pucuk kepala Nabila.
"satu lagu lagi deh...abis itu Nabil tidur...janjikk..!" ucapnya sambil menunjukkan dua jari telunjuk dan jari tengahnya.
Adinda tersenyum...
"ya udah....tapi abis itu langsung tidur ya..." ucap Adinda.
Nabila mengangguk.
"sini peluk dulu.." ucap Dinda sambil merentangkan tangannya.
Nabila pun mendekat,gadis kecil itu kemudian menabrakkan tubuhnya pada tubuh Adinda dan memeluk sang mama erat.Nabila lantas mencium kedua pipi Adinda bergantian.
"selamat malam mama...." ucapnya.
Adinda berbalik menciumi kedua pipi chubby Nabila...
"iya ma...." jawabnya.
Adinda bangkit.Ia pun berjalan keluar kamar bernuansa hello kitty itu meninggalkan sang putri yang kembali asyik dengan gadgetnya sebelum tidur.
Dinda kembali ke kamar nya.
ceklekk..
pintu terbuka...
Mata indahnya langsung terfokus pada pemandangan yang tersaji di atas ranjang luasnya.Adrian nampak gelisah di sana.Laki laki itu nampak berkali kali mengubah posisi tidurnya sambil berdecak kesal.
"kamu kenaap mas?"tanya Adinda mendekati sang suami.
" nggak enak banget Din... badan aku rasanya sakit semua..."ucapnya.
"kamu pasti kecapean mas....besok kalau ada tukang jamu lewat aku beliin deh.." ucapnya.
Adrian masih tak menjawab.
"mau aku pijitin lagi?" tanya Adinda lagi.
"nggak usah...udah sini tidur..." ucapnya.
Adinda pun menurut.Ia kemudian merebahkan tubuhnya yang mulai berisi itu di samping Adrian.Laki laki itupun mendekat.Ia memeluk sang istri dan bergegas untuk tidur.
Malam terus berlanjut.....
Adrian tak bisa tidur dengan nyenyak....
Pinggang nya serasa ditusuk tusuk jarum.Perutnya juga terasa mules,membuat laki laki itu tak bisa memejamkan matanya sepanjang malam.
__ADS_1
Adrian menatap jam dinding..
02:00
Sudah hampir pagi,tapi matanya belum juga mau terpejam.Tubuhnya rasanya sudah tak karu karuan.Ia menoleh ke arah sang istri,dilihatnya wanita itu masih tertidur dengan lelapnya.
Adrian bangkit.Ia berjalan mondar mandir di kamarnya sambil satu tangannya memegangi pinggangnya.Rasa sakit nya kadang terasa,namun beberapa menit kemudian hilang....beberapa menit kemudian datang lagi.
Dia kenapa sih?jangan jangan di santet Zev🤣🤣🤣🤣🤣
Adrian kembali mendudukkan tubuhnya di tepian ranjang.Sakitnya hilang lagi.Ia kemudian bergegas untuk tidur,baru saja hendak menarik selimut,tiba tiba sakitnya datang lagi.
"astaga...." keluhnya.
Adrian bangkit lagi.Ia kembali berjalan mondar mandir di kamar luas itu.Seorang diri.Sedangkan Adinda masih terlelap dalam tidurnya.Ia tak sampai hati jika harus membangunkan wanita berperut buncit itu
03:00
Alarm ponsel Dinda berbunyi.Waktu untuk mendirikan sholat tahajud telah tiba,ibadah sunnah yang kini rutin ia jalankan bersama sang suami tercinta.Adinda mengerjab ngerjabkan matanya,mengumpulkan kesadarannya yang masih jalan jalan entah kemana.Adinda mulai membuka matanya,fokus pandangannya langsung tertuju pada sosok tinggi besar yang terlihat mondar mandir di balkon kamar luasnya.
"mas Adri?" gumamnya.
Adinda bangkit mendekati sang suami.
"mas..." ucapnya.
Adrian menoleh namun tak bersuara.
"kamu ngapain mondar mandir di sini malam malam?" tanyanya.
"nggak bisa tidur Din....badanku sakit semua.."ucapnya.
"jangan jangan aku di guna guna orang deh Din..."
"Astagfirullah haladzim mas....!kamu...!ngomongnya ih...!"
"sakitnya tuh kadang ilang kadang dateng Din....pinggang ku kayak ditusuk tusuk jarum loh rasanya...!"
Adinda menghela nafas panjang.
"tahajud yuk.." ucapnya kemudian.
Adrian mengangguk...
Adinda pun berbalik badan hendak dan berjalan ke kamar mandi untuk mengambil wudhu,Adrian mengikiti langkah sang istri dari belakang.Tiba tiba....
"Dinda....!itu dikaki kamu apa?!"
.
.
.
Bersambung.....
...----------------------...
***YUKKK....KASIH DUKUNGANNYA YUKKK...
KLIK LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAHNYA
...
🥰🥰🥰🥰🥰🥰***
__ADS_1