
Di sebuah taman di belakang rumah mewah kediaman Tuan William.....
Adinda tengah duduk di sebuah bangku taman bersama tuan William yang duduk di atas kursi rodanya sambil menggerakkan pensil di atas kertas putih yang ada Din pangkuannya.
"bagaimana?" tanya tuan William sambil menunjukkan hasil gambarnya.
Dilihatnya di atas kertas tersebut,sebuah gambar sketsa wajah yang nampak sangat mirip dengan dirinya.
"bagus banget kek...."
"kamu suka?"
"suka...." ucapnya dengan wajah berbinar.
William tersenyum...
"terima kasih Adinda...." ucapnya.
Adinda menoleh ke arah sang kakek.
"Terima kasih untuk apa kek?"
"karena kau mau menerima cucuku sebagai suamimu" ucap William tulus.
Adinda tersenyum lembut,ia meraih punggung tangan Tuan William dan mengusapnya lembut.
"semenjak kepergian ayahnya dua puluh tahun lalu,Adrian seolah kehilangan kebahagiaan nya.Kakek tak pernah melihatnya tersenyum bahagia." ucapnya.
Adinda mendengarkan nya dengan seksama.
"Adrian yang dulu anak periang berubah menjadi Adrian yang lebih suka menyendiri,mudah marah,dan tertutup.
"tragedi dua puluh tahun lalu itu berhasil merubah kehidupan cucuku nak." ucap William
"tragedi?tragedi apa kek?" tanya Adinda.
William menoleh ke arah Adinda...
"kau belum tahu?"
Adinda menggelengkan kepalanya.
William menarik nafas panjang lalu menghembuskannya.
"kau ingin tahu tentang masa lalu Adrian?"
"kalau boleh kek...." ucapnya.
Tuan William tersenyum,
"jadi.................."
Tuan William mulai bercerita tentang Adrian kecil.Tentang kisah kelamnya yang hampir menjadi korban pembunuhan oleh ibu kandungnya sendiri yang telah dibutakan oleh cintanya pada sang selingkuhan,tentang Adrian yang mulai membenci wanita,dan semuanya.
Adinda mendengarkannya dengan seksama.Ia tak menyangka ternyata masa lalu pria kejam itu begitu kelam dan menyedihkan.Hampir dibunuh oleh ibu kandungnya sendiri demi selingkuhan?kejam sekali wanita itu.Pantas saja Adrian seolah begitu menyimpan dendam pada setiap wanita yang ia jumpai.Ia seolah ingin membalaskan rasa sakit hatinya pada setiap wanita yang ia jumpai,seolah ia tak mau melihat wanita merasakan kebahagiaan.
"sekarang kakek ingin bertanya padamu nak..." ucap tuan William sambil menatap intens ke arah Adinda.
"apa Adrian memperlakukan mu dengam baik?" tanya William.Pria tua itu seolah ingin kembali meyakinkan dirinya sendiri bahwa wanita dihadapannya itu benar benar bahagia.Ia takut jika Adrian menikahi Dinda hanya untuk melampiaskan kebenciannya pada wanita.
Adinda tersenyum,
"mas Adri baik kek....baik banget malahan..." ucap Adinda berbohong.Entahlah,harusnya ia bisa kan jujur pada tuan William,siapa tahu dengan ia jujur tuan William bisa membantunya untuk lepas dari Adrian.Tapi entahlah,ia tak mau melakukan itu.Apakah Adinda mulai jatuh cinta pada laki laki kejam itu?atau ia hanya tak mau membuat pria di hadapan nya itu merasa sedih?entahlah.....tak ada yang tahu.
"apa kau sungguh sungguh?"
"iya kek....mas Adri baik banget kok..." ucapnya.
__ADS_1
"syukurlah kalau begitu....kakek senang mendengarnya." ucap tuan William.
Tanpa mereka sadari,sepasang mata hijau menatap tajam ke arah dua orang itu.
"udah sore kek...kita masuk ya..." ucap Adinda.Tuan William pun mengangguk.Adinda segera mendorong kursi roda itu masuk kedalam rumah,
"nona....biar saya saja" ucap Hans saat melihat Adinda dan tuan William memasuki rumah.
"nggak apa apa pak Hans,biar saya aja"
"tapi tuan muda Adrian sudah menunggu anda nona" ucap Hans sambil mengarahkan tangannya ke arah Adrian yang duduk di sofa panjang disana dengan tatapan tajam ke arah Adinda.
"dia kenapa?kumat lagi keknya" batin Adinda saat melihat Adrian yang menatapnya tajam tanpa senyuman.
"kita harus pulang Dinda" ucap Adrian dingin.
"kalian nggak nginep?"
"lain kali kek" ucap Adrian lembut,namun Adinda masih bisa mencium gelagat tak mengenakan dari laki laki itu.
Adinda duduk berjongkok di hadapan sang kakek.
"Dinda pulang dulu ya kek....kakek jaga kesehatan...kapan kapan Dinda kesini lagi" ucap Adinda
Tangan keriput itu tergerak mengusap kepala Adinda.
"iya nak...kakek senang sekali bertemu denganmu.Kau anak yang baik.Terima kasih nak"
"sama sama kek.."
Adinda meraih punggung tangan tuan William lalu menciumnya.
Adrian bangkit,ia mendekati sang kakek dan melakukan hal yang sama.
"Adri pulang dulu kek..."
"iya kek...assalamu'alaikum"
"wa alaikum salam"
Sepasang suami istri itupun berjalan menuju mobil mereka.
Farhan membukakan pintu untuk sang tuan dan istrinya,keduanya pun masuk ke dalam mobil.Farhan segera menutup pintu dan masuk ke dalam mobil,kemudian menjalankan mobil tersebut.
Sepanjang perjalanan,tak ada suara sedikitpun.Semua hanya diam.Adinda menjadi was was,suasananya sangat berbeda di bandingkan saat mereka berangkat tadi.
Saat melewati jalanan sepi....
"Stop...." ucap Adrian dingin.Farhan pun menurut,ia menghentikan laju mobilnya.
"turun" ucapnya dingin tanpa menoleh.Adinda menatap laki laki di sampingnya itu.Siapa yang disuruh turun?.
Adrian menoleh ke arah Dinda.
"apa kau tuli?" ucapnya dengan raut wajah iblisnya.
"aku?" tanya Adinda sambil menunjuk wajahnya sendiri.
"kita belum sampai mas,ini dimana?"
"turun"
"mas....aku salah apa?ini udah mau malem mas,udah gelap..." ucap Adinda mulai ketakutan.
"Farhan,lempar perempuan ini keluar"
"baik tuan" ucap Farhan yang kemudian keluar dari mobil itu.
__ADS_1
"mas kamu kenapa sih?aku takut...!aku nggak tau jalan pulang..!hiks...."ucap Adinda mulai menangis namun pria itu tak menggubris,ia hanya menatap bengis ke arah istrinya yang mulai ketakutan.
Farhan membuka pintu di sisi Adinda lalu meraih tangan Adinda.
" silahkan turun nona"
"nggak mau...!mas aku takut..!aku salah apa sih?tolong mas...aku nggak mau"
"SERET DIA FARHAN...!!!" bentaknya.
Farhan pun menurut,ia menarik tangan Adinda dengan kasar lalu menghempaskan tubuh wanita itu ke aspal.
"dalam waktu setengah jam kau harus sudah ada di rumah..!" ucap Adrian bengis dari dalam mobil
"aku nggak tau jalan pulang mas..hikss!" ucapnya
"tinggalkan dia..."ucapnya pada Farhan.
"baik tuan"
Farhan segera masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil itu.Adinda bangkit,berusaha mengejar mobil tersebut sambil terus berteriak memanggil nama sang suami.Namun sia sia,mobil itu melesat cepat,meninggalkan Adinda yang menangis terisak isak karena ketakutan.
Adinda menoleh ke sekitarnya,sepi,tak ada satu kendaraan pun yang lewat.Ini dimana?dia harus kemana sekarang?ia tak tahu jalan pulang.
"hikss....aku harus kemana?" ucapnya.Wanita muda itu benar benar ketakutan.Adinda memutuskan untuk melangkah kedepan.Badannya gemetar,ini sudah mulai malam,ia bahkan tak tahu alamat pasti rumah Adrian karena memang hidupnya hanya di dalam kamar dan dapur rumah itu kan?
Adinda terus melangkah tanpa jelas tujuannya.Wanita itu berjalan sambil memeluk tubuhnya sendiri.Tangisan tak henti keluar dari bibir nya.Hingga...
"suitt...suiitt...."
siulan itu berhasil membuat Adinda menoleh ke arah sumber suara.Tiga orang pemuda dengan botol miras di tangannya berjalan mendekati Adinda,membuat wanita itu semakin gemetar ketakutan.
"halo manis....jam segini klayapan abis dari mana?"tanya seorang pemuda mabuk tersebut
Adinda yang kini berada di tengah tengah antara tiga pria yang berdiri mengelilingimu itu meremas ujung hijabnya.Sungguh,ia ketakutan setengah mati.
" busett....cantik banget broo...."ucap salah satunya lagi sambil mencoba menyentuh dagu lancip Adinda.Adinda pun menolak.
"jangan ganggu saya..." ucap Adinda ketakutan.
"kita nggak ganggu...kita mau nemenin.."
"sini dong...nggak usah takut..." ucap seorang lagi sambil menarik tangan Dinda.Adinda menjerit sambil meronta ronta minta dilepaskan.
"tolong.....!!!!!" Adinda menjerit sambil menangis,namun para pria itu tak menggubris.Mereka menyeret tubuh wanita itu ke semak semak dann........
.
.
.
.
.
....*bersambung.......πππ...
kita santet online Adrian yukkk....kok gemesh deh akoohh*......
...----------------...
***DITUNGGU LIKE KOMEN DAN VOTE DAN HADIAH NYA..
BANYAK VOTE.& HADIAH OTHOR UP NANTI MALAM πππππ
ππππππ***
__ADS_1