Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
Nabila Story46


__ADS_3

15:00


Ting...


1pesan masuk...


papa....


"*kak....dimana?pulang yuk" tulis sang papa melalui pesan singkat.


"iya pa....Nabil di cafe...ini Nabil otw ke rumah om Joddy" balas Nabila*.


Nabila pun bergegas meninggalkan cafe itu setelah meletakkan beberapa lembar uang di atas meja cafe.Gadis berpanampilan cuek itupun segera menuju mobilnya dan bergegas kembali ke rumah Joddy dan Chika untuk menjemput keluarganya.


Nabila pun memasuki mobilnya lalu melesatkan kendaraan roda empat itu seorang diri,sepanjang perjalanan,lantunan musik rock favoritnya terus menggema menemani perjalanan singkat nya.Saat ia tengah asyik berkendara,tiba tiba fokus matanya tertuju pada sebuah motor sport hitam yang terlihat seperti menguntit di belakangnya.


"itu siapa?kayak lagi ngikutin gue..." monolognya dari dalam mobil.


Nabila mencoba berfikir positif.Mungkin memang searah,fikirnya.Ia mengangkat kedua pundaknya seolah mencoba menghilangkan segala prasangka buruk dalam otaknya.


Tak butuh waktu lama...


Nabila sampai di kediaman Joddy dan Chika.Gadis itu kemudian turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah berlantai dua tersebut.


"assalamu alaikum...." ucap Nabila saat memasuki rumah Joddy.


"wa alaikum salam...." jawab para bapak bapak yang ada di ruang tamu serta Angkasa.


Nabila berbinar.Dilihatnya seorang gadis gembul berusia dua tahun dalam pangkuan Marco sedang menatap dirinya sambil tertawa.


"Airaaaa....." ucap Nabila.


putri Adrian itupun segera meraih Aira...putri Marco dan Naya yang baru bangun tidur.


Aira yang bertubuh gembul itupun terlihat bahagia digendong Nabila.


"iiihh...bauk acem..." ucap Nabila sambil menciumi pipi Aira.


"sama kek elu" ucap Angkasa asal nyamber.


buuggghhh....


"akkkhhh....!"


Sebuah tendangan kaki Nabila mendarat di betis Angkasa membuat remaja itu reflek menjerit..


Para bapak bapak itupun terkekeh.Anak anak Adrian memang tak pernah bisa akur.


"Bil....Bil...kamu itu cewek lo...tomboy banget sih...feminim dikit napa" ucap Joddy.


"iya tuh om....udah kayak perempuan jadi jadian" ucap Angkasa.


Nabila tak perduli,ia terus menciumi pipi gembul Aira.


"andai om lahirnya belakangan Bil...udah om lamar kamu" ucap Joddy.


"ehh....om Joddy jangan macem macem ya...nggak inget noh...di kamar anak nya baru keluar dari cetakan....Nabil bilangin tante Chika di suruh hormat bendera loh..." ucap Nabila.


"mau dapetin bini gue aja lu nggak bisa...ini mau coba coba deketin anak gue" ucap Adrian.


Semua yang ada di sanapun tergelak.


Adrian tersenyum melihat sang putri.Akhirnya sifat Nabila perlahan mulai kembali seperti sedia kala.Ia masih beruntung,karena setelah kejadian memilukan empat bulan lalu tak berujung pada kehamilan Nabila.Sehingga depresi dan trauma Nabila tak berkepanjangan.


"Dek....panggilin mama gih....kita pulang...udah sore.." ucap Adrian pada Angkasa


"iya pa..." jawab remaja itu.


Angkasa pun segera berjalan menaiki tangga menuju kamar utama dimana sang mama berada


Nabila masih sibuk dengan Aira di gendongannya.Gadis kecil itu terlihat cukup lengket dengan Nabila.


Tak butuh waktu lama,Dinda dan Angkasa pun turun dari lantai dua.Nabila menyerahkan Aira pada Marco.Keluarga bahagia itupun berpamitan dan segera pulang kembali ke rumah mereka.



visual bang Marco dan Aira....bang Marco mukanya kena formalin makanya awetπŸ€­πŸ™ˆ


...****************...


Dalam perjalanan pulang....


Suasana santai di selingi obrolan obrolan ringan dan suara alunan musik yang tak terlalu keras mengiringi perjalanan mereka menuju rumah.


Adrian sebagai sopir,Adinda di sampingnya serta Angkasa dan Nabila di kursi belakang nampak bercengkrama sambil sesekali tertawa penuh ke akraban.


Saat tengah asyik berbincang,ketika putri Adrian tak.sengaja menoleh ke belakang...

__ADS_1


Mata Nabila tak sengaja menangkap sosok pemotor yang tadi sempat ia lihat dalam perjalanan pulang dari Cafe.Dari balik kaca mobil di bagian belakang,dapat ia lihat pemotor itu terus menatap mobil keluarga nya dengan jarak yang tak terlalu jauh.


Siapa dia?seperti nya pemotor itu mengikuti nya.Sayang sekali ia tak bisa melihat wajah pemotor itu lantaran helm full face yang ia gunakan lengkap dengan kaca yang tertutup.


Nabila kembali menatap lurus ke depan...


"pa...." ucap Nabila.


"ya Kak..."


"itu dibelakang yang naik motor kayaknya ngikutin kita deh..." ucap Nabila.


Adrian pun menatap kaca spion.Sedangkan Dinda dan Angkasa menoleh ke belakang,melihat dari kaca belakang mobil.


Adrian mengangkat satu sudut bibirnya.


"su udzon kamu..mungkin searah sama kita..." ucap Adrian santai.


"nggak pa....tadi aku juga liat dia di belakang mobil aku waktu aku pulang dari cafe" ucap Nabila.


Adrian tersenyum samar dengan raut wajah yang masih terlihat sangat santai.


"ngebut aja deh pa...takutnya orang jahat" ucap Angkasa.


"biarin aja...kalaupun orang jahat...dia nggak akan menang..!dia sendiri sedangkan kita berempat..." ucap Adrian begitu sangat tenang.


Tak butuh waktu lama...


Mobil itu sampai di kediaman Adrian dan keluarga.Keluarga itupun segera masuk ke dalam rumah mereka.


Nabila dengan langkah cepat berjalan menaiki tangga dan menuju ke kamarnya.


Setelah sampai,ia segera menuju jendela kamarnya yang terhubung langsung dengan balkon kamar.Dari sana dapat ia lihat pemandangan di luar rumah,mulai dari halaman depan gerbang hingga jalanan komplek yang membentang di depan rumah nya.


Fokus matanya langsung tertuju pada obyek yang ada di bawah pohon yang tak terlalu rindang di pinggir jalan itu.Tuh kan...feeling nya tepat..!itu orang tadi..!orang itu memang mengintai..!buktinya sekarang pemotor itu ada di depan rumahnya dan nampak memperhatikan kediaman nya.


Jangan jangan dia orang jahat..!


Nabila tak bisa tinggal diam.Ia kembali turun dan bergegas menemui pemotor yang masih setia dengan helm nya itu.


Nabila melangkah lebar keluar rumah,lalu melewati gerbang dimana ada supir dan satpamnya tanpa berucap sepatah katapun


Nabila menajamkan pandangannya,dilihatnya di sana,pemotor itu sedang asyik dengan ponselnya,membuat pemotor yang sepertinya laki laki itu tidak menyadari kedatangan putri Adrian Tama itu.


Nabila melangkah lebar mendekati sang pemotor.Lalu.....


Nabila marampas ponsel ditangan pemotor itu tanpa permisi,membuat sang pemotor pun terkejut.


Nabila menatap tajam ke arah pemotor itu.Ia kemudian mengarahkan pandangannya pada layar ponsel yang baru saja ia rampas.


Apa apaan ini?!


Terdapat begitu banyak foto dirinya di benda pipih milik pemotor itu.Berbagai pose,diberbagai tempat yang diambil secara sembunyi sembunyi.


Nabila menatap tak suka pada pemotor yang masih menyembunyikan wajahnya di balik helm full face itu


"siapa lo?" tanya Nabila dingin.


Pemotor itu tak menjawab.


"heeh...!gue nanya sama lo..!siapa lo?ngapain lo ngikutin gue sejak dari cafe..!lo diem diem fotoin gue kan?siapa lo..?!" tanya Nabila membentak.


Pemotor itu masih tak menjawab.Nabila makin naik darah.


"buka helm lo..!"ucap Nabila.


Sang pemotor masih tak bergeming.Bahkan menunduk.Sepertinya ia terlalu takut bertemu Nabila.


Gadis itu kembali mengamati benda pipih milik sang pemotor.Ia menggeser geser layar ponsel itu seolah ingij mencari tau lebih banyak lagi tentang si pemotor tersebut.


Pemotor itu tak bergeming,ia seolah tak mrmiliki niat untuk mengambil kembali ponselnya dari tangan Nabila.


Saat Nabila tengah asyik dengan ponsel itu tiba tiba....


ting...


1pesan masuk di ponsel tersebut.


Sang pemilik ponsel langsung bangkit dari motor nya mendengar suara itu dan dengan cepat berusaha meraih ponsel di tangan Nabila itu.Namun Nabila dengan cepat mengelak.Ia kemudian dengan beraninya membuka pesan tersebut yang ternyata dari kurir paket.


" mas....paket sudah diterima oleh satpam nya mbak Nabila Brygita..." tulis kuriir paket.


Nabila menghentikan pergerakannya.Sang pemotor dengan cepat meraih ponsel itu.


Nabila kemudian berbalik badan dan menoleh ke arah sang pemotor.


"lo yang ngirim paket paket itu ke gue?" tanya Nabila dengan suara yang sedikit memelan.

__ADS_1


Sang pemotor tak menjawab.


"siapa lo?" tanyanya lagi.


Pemotor masih diam.


"gue tanya sama lo..!lo siapa..?!!!" ucap Nabila mulai ngegas.


"kalau gue kasih tau siapa gue...apa yang akan lo lakuin?" tanya pemotor yang ternyata laki laki itu.


Nabila tak menjawab.


"lebih baik lo nggak perlu tau siapa gue....karena mata lo terlalu berharga untuk melihat manusia seperti gue" ucap laki laki itu dengan suara tenang.


Sang pemotor berbalik badan dan bergegas menaiki motor nya.


"tunggu...!" ucap Nabila.


Pemotor itupun menghentikan pergerakannya.Nabila mendekati laki laki itu.


"gue pengen tau siapa lo" ucapnya.


Sang pemotor pun menghela nafas panjang.Ia nampak berfikir sejenak seolah ragu uuntuk membuka helmnya.


"buka" ucap Nabila lagi.


Laki laki itupun akhirnya menurut.Ia membuka helm itu dan......


.


.


.


.


degghhhhh......


Nabila reflek memundurkan tubuhnya.Dadanya sesak melihat siapa sosok yang ada di hadapannya.Itu Kyle..!mantan bosnya..!laki laki yang yang paling ia benci...!satu satunya laki laki yang pernah menjamah tubuhnya.


"lo......." ucap Nabila menggantung.


"gue udah bilang kan....lebih baik lo nggak perlu tau siapa gue" ucap Zev dengan sorot mata perih.


"jadi selama ini lo yang ngirim semua paket paket itu ke gue?" tanya Nabila.


Zev hanya mengangguk samar.


"buat apa?" tanya Nabila lagi dengan suara lirih.


"karena gue sadar...kehadiran gue cuma akan bikin lo sakit hati...makanya gue selalu ngirim paket paket itu agar lo bisa tersenyum...dan gue cukup menikmati nya dari jauh" ucap Zev.


"gue sadar Git....gue terlalu menjijikkan untuk sekedar muncul dihadapan lo....makanya gue nggak pernah lakuin itu..." ucap Zev.


Nabila bergetar.Entah kenapa ia merasa perih mendengar ucapan itu.


Nabila menatap pilu ke arah Zev dengan mata mengembun.


"jangan nangis...karena gue nggak berani nyentuh lo untuk sekedar ngusap air mata lo.." ucap Zev.


"gue minta maaf atas semua yang udah gue lakuin ke lo dulu...sesuai permintaan lo dulu....gue nggak akan muncul dihadapan lo lagi" ucapnya.


Zev pun menstarter motor nya lalu dengan cepat pergi meninggalkan tempat tersebut.


Nabila terdiam.


Entah apa yang ada dalam pikirannya sekarang.Jadi semua pernak pernik yang ia terima adalah pemberian Kyle?Laki laki itu mengirimkan paket paket itu karena tak berani muncul di hadapan Nabila?


Begitukah?


Nabila meremas hoodie di bagian dadanya.Entah kenapa ia bergetar.Ia merasa perih.Antara benci kaget,dan kasihan....


Entahlah....bagaimana perasaan nya kini.....


...----------------...


***Selamat pagiii


maafkan semalam nggak up karena mata minusnya othor yang mulai oleng kebanyakan mainin hp😁


padahal bab ini sebenarnya udah othor tulis sebagian semalam....tp matanya udah nggak kuat..


akhirnya baru bisa up pagi ini..tepat jam set 5....☺


yuuukkk...kasih like komen vote dan dukungannya...


😍😍😍😍***

__ADS_1


__ADS_2