Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
Nabila Story56


__ADS_3

Pagi hari.....


Gadis cantik berkulit sawo matang itu keluar dari kamarnya menuruni tangga dan menuju ke meja makan dengan riang.Dengan rambut terikat kaos over size putih dan jeans biru muda serta sneakers putih,Nabila tak henti mengulum senyum sambil bersenandung ria.


"selamat pagi papa...mama...." ucap Nabila saat sampai di meja makan.


"pagi kak..." jawab Adinda sambil melayani makan sang suami.


Angkasa menatap sinis Nabila dari atas sampai bawah.


"emmmhhh....emmmhhhh.....yang lagi jatuh cintaaa....ceria banget..." ucap Angkasa.


"paan sih...nggak usah sok tau deh" ucap Nabila


"Zev jadi jemput kak?" tanya Adrian.


"ja...jadi pa...udah nungguin di depan..." ucap Nabila.


Adrian mengangguk..


"laki laki yang baik...kalau memang niat mau jemput perempuan itu masuk,datang ke rumah,minta izin sama papa dan mamanya...bukan nungguin di depan" ucap Adrian tenang sambil memakan sarapannya namun sukses membuat Nabila terdiam seketika.


Angkasa cekikikan.


"dia mau jemput apa ngajakin COD....hahahaha...." ucap Angkasa..


"panggil kesini...shrug masuk,sekalian ajak sarapan" ucap Adrian.


"i....iya pa...." ucap Nabila.


Gadis itu pun bangkit,ia bergegas keluar rumah dan menemui Zev yang sudah sampai dan menunggu di depan gerbang.


Nabila sampai di depan gerbang,di lihatnya mobil Zev sudah berada di sana dengan kaca yang tertutup rapat.Namun sepertinya,itu bukan mobil yang biasa Zev pakai.


Nabila mendekat,ia mengetuk kaca pintu mobil di bagian kemudi.Kaca pun terbuka dan nampaklah laki laki tampan itu disana.


"hai sayang..." ucap Zev dengan senyuman.


"sayang....sayang...!gue jitak juga lo..!" ucap Nabila.Zev hanya terkekeh.


"masuk yuk.." ucap Nabila.


"ngapain?"


"papa nyuruh lo masuk...sekalian sarapan" ucap Nabila.


"hah?buat apa?gue nggak laper..."


"bokap gue yang nyuruh...udah sih masuk aja...daripada di seret lo ntar...!buruan...!" ucap Nabila.


Zev mendadak gugup.Dia harus turun dan bertemu Adrian?


mampus..!


Zev mendadak jadi deg degan.Berbagai perasaan berkecamuk dalam dirinya.


Jika ditanya tentang dendamnya,mungkin perlahan dendam itu mulai menipis lantaran ia sudah tau semua cerita yang sebenar benarnya dari mulut sang ibu tiri.Tapi kini yang Zev rasakan justru antara malu dan takut.Mengingat bagaimana perlakuan kurang a*arnya dulu pada keluarga Adrian.Menodai Nabila hingga depresi,menghajar Angkasa hingga masuk rumah sakit,mencaci maki Adrian bahkan sempat ingin menembaknya dengan pistol miliknya.


Kini yang ia fikirkan adalah bagaimana respon keluarga itu nantinya,mengingat pertemuan terakhir Zev dengan keluarga itu berakhir dengan di tinjunya Zev oleh Adrian di depan rumah bu Lastri.


Zev panik,ia gugup.Ada rasa khawatir tentang respon keluarga Adrian,mungkin saja mereka akan meminta Zev menjauhi Nabila.


klikk....


"whoee!" ucap Nabila sambil menjentikkan jarinya di depan wajah Zev.


"malah bengong...ayok..!" ucap Nabila.


Zev pun akhirnya turun juga.Ia berjalan di belakang Nabila dengan perasaan yang tidak karuan.

__ADS_1


Dan....


sampailah mereka di ruang makan.Dimana ada Adrian,Dinda,dan Angkasa yang sudah berada di sana.


Zev menunduk,harusnya ia mengucap salam atau selamat pagi pada kedua orang tua Nabila,tapi lidahnya terlanjur kaku.Antara takut,gugup,dan tidak enak atas perlakuan dia dulu pada Adrian dan keluarga nya


Adrian mengangkat satu sudut bibir nya melihat ekspresi Zev.Laki laki yanb selalu terlihat tenang dan berwibawa itu seolah sudah tau,apa yang Zev rasakan.


"selamat pagi Zev..." ucap Adrian ramah.


Zev tersenyum kaku sambil mengangguk.Hanya untuk sekedar membalas sapaan Adrian saja ia seolah tak sanggup.


"duduk Zev...kita sarapan sama sama..." ucap Adinda dengan sangat lembut dan ramah membuat Zev makin tak karuan.


Laki laki itu kembali mengangguk.Ia kemudian duduk di kursi di samping Angkasa dan Adrian yang duduk di tengah,sedangkan Nabila pindah ke sisi meja lainnya di samping Adinda.


"silahkan kak...." ucap Angkasa sambil menyodorkan tempat nasi pada Zev,lantaran hanya piring Zev yang masih kosong,sedangkan yang lain sudah terisi.


Zev terdiam.Baik sekali bocah ini.Padahal dulu ia pernah membuat Angkasa babak belur hingga masuk rumah sakit.Tapi sekarang Angkasa justru memberikan perhatian padanya dengan menyodorkan nasi.Adrian juga,ia terdengar begitu ramah,apalagi Adinda.Sungguh...Zev tak menyangka akan diperlakukan seperti ini.


"anggap rumah sendiri Zev...ayok makan..." ucap Adinda dibarengi dengan senyuman.Zev hanya mengangguk.


"apa perlu di layanin sama burung ababil..?" ucap Angkasa menggoda.


Zev menoleh ke arah Angkasa,


"burung ababil?" tanya Zev tak mengerti.


"tuh...."ucap Angkasa sambil mengangkat dagunya menunjuk Nabila yang kini sudah melotot menatapnya.


" Angsa...!lu nggak diem gue lempar piring lo...!"ucap Nabila.


"kakaakk....nggak boleh ngomel ngomel di depan ayang...jaga sikap...tunjukkan bahwa kakak adalah wanita sepenuhnya...yang anggun,lemah lembut,sopan santun dan elegan..."


"sembunyikan sisi bar bar dan jiwa mak lampirnya...biar cowok nggak illfeel liat kakak..." ucap Angkasa.


"udah" ucap Adrian menengahi.


"kak Nabil yang mulai tuh pa..."


"lo duluan angsa..!"


"nama gue Angkasa bukan angsa..!"


"gue juga bukan burung ababil..!"


"mirip...!" ucap Angkasa masih ngeyel.


"adek...udah..!ada tamu..!nggak sopan berantem terus kayak gitu..!" ucap Adinda.


"dia yang mulai!" ucap Angkasa menunjuk Nabila


"elu yang mulai..!"


"elu"


"elu..!"


"sudah..!" ucap Adrian tegas.


Kedua saudara itupun langsung diam seketika.Memamg sepertinya hanya mulut Adrian yang bisa menghentikan pertikaian mereka.


"makan" ucap Adrian lagi.


"iya pa..." jawab Nabila dan Angkasa sambil menunduk.


Adrian menoleh ke arah Zev...


"maaf atas kelakuan Nabila dan Angkasa yang tidak sopan...makanlah..." ucap Adrian ramah.

__ADS_1


Zev mengangguk kaku....


"i...iya..." jawabnya.


Merekapun mulai sarapan bersama.Sesekali Adrian mengajak Zev berbincang guna mencairkan suasana.Ia tau betul Zev gugup.Ia ingin membuat pemuda itu nyaman,agar ia lebih mudah merangkul anak James itu nantinya.Terlebih lagi,sepertinya kini Zev tengah berusaha mendekati putrinya jika dilihat dari gelagat dan juga laporan Jordan padanya yang hampir setiap hari mengabarkan tentang gerak gerik Zev dan Dave.


...****************...


Sarapan selsesai...


"emm...om...tante..." ucap Zev akhirnya.Sedari tadi ia merasa begitu berat hanya untuk menyebut kata om dan tante untuk Adrian dan Dinda.


Adrian dan Dinda menoleh ke arah Zev.


"sa....saya minta izin...ingin mengantar Nabila kuliah.."ucap Zev.


Adrian tersenyum.


" boleh..silahkan...terima kasih sudah mau mengantar Nabila"ucap Adrian.


"iya om.."


Nabila meraih ranselnya


"ya udah...Nabil berangkat ya pa...ma..." ucap Nabila sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya.


"lah.....trus gue gimana?" tanya Angkasa.


"jalan kaki" ucap Nabila.


"biar di antar pak Wahyu aja dek...sekalian ngantar mama ke toko" ucap Adrian.Angkasa nampak murung.


"kalo lo mau bareng aja...searah kan?" ucap Zev tiba tiba.


Angkasa menoleh ke arah laki laki itu.


"boleh?"


"ya boleh lah.." ucap Zev.


"oke deh...gue mau...!" ucap Angkasa semangat.Ia pun bangkit dari duduknya dan menuju ke pada papa dan mamanya untuk berpamitan.


"apaan sih...nggak....nggak...lo di anterin pak Wahyu aja" ucap Nabila protes.


"apa sih kak..orang cowok lo aja ngebolehin" jawab Angkasa asal ceplos.


"dia bukan cowok gue angsa..!" ucap Nabila pelan dengan gigi yang mengetat sambil mencubit pinggang Angkasa,membuat remaja itu meringis kesakitan


Zev hanya tersenyum melihat aksi kocak kedua saudara yang seolah tak bisa akur itu.


"nggak apa apa Git...bareng aja..." ucap Zev


"Git?Git siapa?gitar?apa gito?"


"hiiiiiiihhhhh.......lu cerewet banget gue pites juga lu...!!!" ucap Nabila makin gemas pada sang adik yang seolah makin menjadi jadi dengan kedatangan Zev.


"jangan marah marah mulu...cepet tua lo!" ucap Angkasa masih belum puas


Remaja itu kemudian dengan berani meraih lengan Zev dan menariknya bak seorang sahabat.


"yuk kak..duluan...tinggalij tuh nenek lampir.." ucap Angkasa pada Zev.


Zev hanya menurut.Ia pun pergi dari tempat itu mengikuti langkah Angkasa yang menggandeng tangannya.Sedangkan Nabila hanya mengikuti dari belakang sambil tak henti mengomel.


...----------------...


***YUKKK


KLIK LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA***....

__ADS_1


__ADS_2