Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
83


__ADS_3

Beberapa hari kemudian....


Siang hari di sebuah pasar tradisional....


Sepasang suami istri itu kini tengah berada di dalam warung kecil mereka.Saat ini sudah siang,sehingga pembeli pun sudah mulai berkurang.Adrian kini duduk di sebuah kursi plastik sambil memainkan ponselnya.Sejak kemarin Farhan tak memberi kabar.Biasanya ia selalu mengabari tentang perkembangan perkembangan bisnis bisnisnya.Namun sejak kemarin laki laki itu tak bisa dihubungi.Begitu juga anak buahnya yang lain.Entahlah...kemana mereka semua.Sedangkan Adinda kini tengah fokus menghitung jumlah pendapatan mereka hari ini.


Tiba tiba.....


"Assalamu'alaikum....."


Suara cempreng dari tiga gadis berseragam SMA berhasil memcah kesunyian di warung kecil tersebut.Chika Naya dan Putri masuk ke dalam warung itu dengan membawa kresek tanggung berisi beberapa kue.


"Dinda...." sapa ketiga remaja itu.


"haaaaii....kalian kesini?" jawab Adinda antusias.


"hai mas Adrian...." sapa Putri sambil melambaikan tangan kearah Adrian yang tengah duduk tak jauh dari mereka.


"hai Putri..." jawab Adrian dengan senyuman semanis gula membuat Putri semakin meleleh.


"Ya Allah Din...ojobmu gantenge rek...." ucap Putri


(Ya Allah Din....suamimu gantengnya...")


"bojone uwong iku...!ganjen koen!" jawab Chika sambil menoyor kepala Putri.


Adrian terkekeh melihat tingkah para ABG itu.


"oh iya Din...aku bawain kue nih" ucap Naya sambil menyodorkan kresek berisi beberapa kue yang sebenarnya adalah pemberian bu Ela.Ya....ketiga sahabat itu baru pulang dari rumah bu Ela sebelum menuju ke warung Dinda.Saat mereka hendak pulang bu Ela menitipkan beberapa kue dan meminta tolong untuk diberikan kepada Adinda.


"wah...makasih ya Nay...."ucap Adinda.


"sama sama....itu buatan ibuku loh....makan aja" ucap Naya berbohong.Para bestie nya Dinda itu sudah tau tentang bu Ela dan Adrian dari cerita Dinda.


Adinda membuka kresek hitam itu.


"mas...kamu mau kue nggak?" tanya Adinda menawari Adrian.


Adrian mendekat,ia mengambil satu potong bolu pandan dengan tampilan yang begitu menggoda itu dari dalam kotak kue tersebut.


"buatan kamu?" tanya Adrian sambil menatap Naya.


"i.....iya mas" jawab Naya terbata bata,takut ketahuan.


Adrian memasukkan kue itu ke mulunya.


Adrian terdiam.Ia seperti pernah merasakan kue seperti ini.Rasanya tidak asing,tapi dimana?ia sendiri lupa.


Adinda sejenak saling bertatapan dengan para bestie nya.


"enak mas?" tanya Dinda hati hati.


Adrian kembali melahap kue itu.


"enak...enak banget" ucap Adrian.Ia bahkan kembali mengambil sepotong bolu itu dan dengan cepat melahapnya.Entahlah....ia begitu menyukai kue itu.Pria itu duduk di samping Adinda yang tengah berdiri sambil terus mengunyah kue itu.


Adinda dan yang lainnya tersenyum lega.Ternyata Adrian menyukai kue yang mereka bawa.


"kalian mau makan?" tanya Dinda.


"kita udah kenyang Din...minum aja deh.." ucap Chika.

__ADS_1


"iya...minum aja" imbuh Putri.


Adinda pun bergegas membuatkan minum untuk ketiga temannya itu.


Nabila datang dari luar...


"papa...." ucap Nabila yang bercucuran keringat.


"kamu dari mana nak keringetan gini?"


"tadi abis main pa sama Rubi..." ucap Nabila dengan nafas ngos ngosan.


Adrian memasukkan bolu lagi ke mulutnya,lalu tangannya tergerak mengambil tisue untuk mengusap lelehan keringat di kening Nabila.


"panas pa..." ucap Nabila sambil mengipaskan telapak tangannya.


"sini rambutnya papa ikat." ucap Adrian.


Nabila pun berbalik badan,Adrian mengikat rambut sang putri dengan kucir rambut yang ada di tangan Nabila.Adinda tersenyum menlihat aksi suaminya itu.Begitu juga tiga remaja yang ada di sana.Pria tampan bertato itu memiliki sisi kebapakan yang luar biasa.


"sumpah...idaman banget" ucap Putri kagum.


"Nabil mau kue?"


"punya siapa pa?"


"dikasih sama tante Naya" ucap Adrian sambil menunjuk ke arah remaja berkerudung itu.


"makasih tante..." ucap Nabila.


"sama sama Nabila..." ucap Naya manis.


Nabila mengambil satu potong kue bolu itu lalu memakannya dengan lahap.


"enak pa.." ucap Nabila.


"mama...Nabil haus.." ucap Nabila.


"kamu mau minum apa?"


"air putih aja ma..." ucap Nabila.


"ambil sendiri dong" ucap Adrian.


Nabila pun turun dari pangkuan dan mengambil air putih untuk dirinya sendiri.


...----------------...


Mentari semakin bergerak ke sisi barat bumi.


Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul dua siang.Warung soto itu sudah mulai tutup.Rolling door pun sudah tertutup setengah.Adinda dan Adrian masih berada di dalam warung bersiap untuk pulang.Sedangkan Nabila sudah menunggu di warung bakso milik orang tua Rubi.


.


Adinda mengambil tas selempang nya.Ia pun bergegas untuk keluar warung namun tiba tiba,


Adrian menarik tangan putih mulus itu.


"mas..ada apa?" tanya Dinda.


Adrian menyantuh pipi Adinda yang kini posisinya begitu dekat dengannya.Adrian mendekatkan wajahnya ke wajah Adinda.

__ADS_1


"mas..jangan disini....dilihat orang"


"nggak ada yang liat....kan udah di tutup pintunya.


" nanti aja mas,jangan disini.."


Adrian tak peduli.Ia mengecup bibir mungil itu dengan lembut.


"i love you" ucapnya.


"kamu kenapa sih?aneh banget..."


Adrian tersenyum...


"nggak apa apa..aku cuma pengen bilang kalau aku sayang banget sama kamu Din..." ucapnya tulus.


"aku tahu mas....aku juga sayang sama kamu" ucapnya.


Adrian tersenyum.Ia mengecup kembali bibir mungil itu.Dan dengan gerakan lembut ia mulai melu*** bibir merah muda kesukaannya itu.Adinda pun membalas.Ciuman hangat tercipta di dalam sebuah warung kecil di sebuah pasar tradisional itu.


Sebuah ciuman yang mungkin akan keduanya ingat hingga suatu saat nanti.


Adrian memeluk tubuh ramping itu setelah melepaskan bibir mungil itu,seolah olah ada perasaan berat disana.Ia ingin tetap di tempat itu bersama istri dan anaknya.Entahlah...ia merasa kan sesuatu yang beda hari ini.


Adinda melepaskan pagu***nya.


"ayok pulang...kita istirahat di rumah" ucap Adinda.


Adrian hanya mengangguk.


Adinda keluar dari warung itu.Adrian mengikutinya dari belakang sambil matanya tak lepas menatap punggung wanita yang begitu ia cintai itu.


buugghhh....


Adrian menabrakkan tubuh besar nya ketubuh ramping Adinda.Ia mendekap erat tubuh itu seolah tak rela untuk melepaskan nya.


"mas...."


"aku sayang kamu Din...maaf atas semua perlakuan kasarku sama kamu" ucapnya sambil terus memeluk wanita cantik itu.


Adinda tersenyum,


"kamu kenapa sih? aneh banget deh hari ini...udah ayo pulang..." ucapnya.


Adinda pun memanggil Nabila.Keluarga kecil itupun bergegas pergi meninggalkan pasar tersebut.


Motor matic itu berjalan meninggalkan parkiran memecah keramaian jalan kota berhawa sejuk tersebut.


Lima belas menit perjalanan....


Mereka sampai di gang menuju rumah Adinda.Sepanjang perjalanan memasuki gang,Adrian dan Dinda merasa aneh.Semua mata seolah tertuju pada mereka.Memberikan tatapan menilai dan mengintimidasi ke arah tiga manusia itu.


Adinda mencoba cuek,mungkin hanya perasaan nya saja.


Motor semakin mendekati rumah kecil kediaman mereka.Dari kejauhan terlihat kerumunan warga nampak memadati rumah mereka.Ada apa ini?


...----------------...


***HAYO ADA APA HAYOOOO???


TULIS PREDIKSI KALIAM DI KOLOM KOMEN🥰🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


Tambahin dong vote nya....bisa nyampe 80 nggak ya hari ini??


tambahin juga lahh hadiahnyaa🥺🥺🥺🥺***


__ADS_2