
Tiga hari kemudian...
Seorang remaja pria berseragam putih abu abu itu terus mengarahkan pandangannya ke arah sebuah rumah besar dengan pagar tinggi menjulang itu.Tiga hari telah berlalu sejak wanita itu pingsan di sekolah,hingga kini Adinda belum masuk sekolah lagi.Tidak ada keterangan,tidak ada pula ijin yang diterima oleh guru di sekolah itu.Adinda menghilang bak ditelan bumi.Begitu juga Adrian,laki laki itu lenyap entah kemana.
Joddy di buat makin penasaran dengan wanita itu.Ia begitu misterius.Terlalu banyak teka teki yang ingin Joddy pecahkan mengenai wanita ayu itu.
Joddy masih terus mengamati rumah itu dari seberang jalan.Rumah yang katanya adalah kediaman Adinda.Joddy mendapatkan informasi itu dari Bu Fitri,guru kelasnya,setelah Joddy jungkir balik merayu dan membujuk Bu Fitri agar mau memberi tahunya alamat sang siswi.
Joddy kembali menyalakan mesin motornya,ia kemudian mendekati rumah tersebut.Joddy berhenti tepat di depan gerbang rumah itu.Joddy melepas helm nya,lalu turun dari motornya.
"permisi....." ucap Joddy dengan suara yang setengah berteriak.
Seorang laki laki berseragam hitam hitam datang menemui nya dari balik pagar.
"cari siapa dek?" tanya laki laki itu.
"maaf pak....apa benar ini rumah Adinda?"
Pria berpostur tinggi besar itu nampak berfikir..
"Adinda?Adinda siapa?seperti nya adek salah alamat" ucap pria itu.
Nah kan.....
"bapak yakin?saya dapat info dari guru saya,katanya disini rumahnya Adinda,teman sekolah saya."
"maaf dek,adek salah alamat.Disini adalah rumah tuan William.Dan beliau tidak memiliki anak ataupun keluarga bernama Adinda"
Joddy mengernyitkan dahinya.Sebuah misteri lagi bukan.Data tentang Adinda yang ada di sekolah pun ternyata palsu.Siapa sih sebenarnya Adinda??
"ya udah pak kalau gitu...makasih....maaf udah mengganggu"
"nggak apa apa dek,sama sama..." ucapnya.
Joddy pun kembali menaiki tunggangannya itu.Dalam hatinya ia masih berfikir keras.Dimana Adinda?Dimana Adrian?Kenapa mereka menghilang secara bersamaan?Lalu dimana sebenarnya tempat tinggal Adinda?kenapa Adinda memberikan alamat palsu pada pihak sekolah?ada apa ini sebenarnya?
Joddy menggelengkan kepalanya.Ia benar benar dibuat bingung dengan asal usul wanita itu.Joddy pun segera pergi dari tempat itu.
...****************...
Di tempat lain....
Di sebuah rumah sakit.....
Pria bernetra hijau itu baru saja memasuki lobby rumah sakit setelah ia keluar untuk membeli makanan.
tingg....
1 pesan masuk....
dari anak buahnya...
"tuan....baru saja ada anak muda yang datang kemari mencari keberadaan nona Dinda"
Adrian mengangkat satu sudut bibirnya.Sepertinya ia tahu siapa anak muda itu.Anak muda yang pernah membuat Adrian cemburu hingga menyiksa istrinya itu dengan membabi buta.
"mau apa kau mencari istriku bocah tengik?kau tidak akan mendapatkan apa yang kau inginkan" monolognya.
Adrian memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya,lalu bergegas pergi menuju ruangan dimana sang istri di rawat.
Saat hendak menuju lift rumah sakit,langkahnya terhenti mendengar suara tangisan dari seorang bocah yang menangis di meja administrasi.
"hwahahaaha...."
__ADS_1
"jangan nangis dek....kami bingung harus berbuat apa" ucap seorang perawat mencoba menenangkan gadis kecil itu.
"bapak ku belum sembuh...!jangan disuruh pulang....hwahahaha....."
"tapi sejak kamu membawa bapak kamu kesini sampai sekarang kamu belum membayar administrasi rumah sakit dek...."
"aku nggak punya uang....!hwaaahahahaa....."
Anak itu semakin histeris,membuat beberapa perawat kalang kabut.
Adrian tersenyum,ia mendekati bocah itu.
"ada apa ini?" tanya pria itu.
"om ganteng?!!" ucap sang bocah saat melihat kedatangan Adrian.Adrian tersenyum lembut pada bocah itu.
"maaf tuan....anak ini belum membayar biaya administrasi rumah sakit sejak bapaknya di rawat disini." ucapnya.
"aku kan nggak punya uang..!" ucap sang bocah.
"tapi dek...ini rumah sakit.Bapak kamu sudah empat hari dirawat disini...itu juga butuh biaya..!"ucap sang perawat.
" sudah....sudah...biar saya yang bayar...!berapa semuanya..."ucap Adrian.
"baik pak...sebentar..." ucap sang perawat itu.
Wanita berseragam putih putih itu pun menyebutkan nominal angka yang harus dibayar.Adrian mengeluarkan dompet tebalnya,lalu memberikan uang cash pada sang perawat.
Bocah polos itu terbelalak
"waaaahhh......uang om banyak banget...!om orang kaya ya...?" tanyanya polos.Adrian tersenyum.Ia berjongkok di hadapan sang bocah,
"itu uang buat bayar mobil mobilan yang kamu kasih ke om kemarin.Om kan belum bayar kemarin,kamu udah main pergi aja"
Adrian tersenyum...
"nama kamu siapa cantik?" tanya Adrian.
"namaku Nabila om...om sendiri namanya siapa?"
"om Adrian..."
"oooo......."
Adrian tersenyum...
"bapak kamu sakit apa?"
Nabila menunduk...
"bapak di palak preman pas lagi jualan,di tusuk sama pisau....bapak ku berdarah darah om....hwahahaha...." ucapnya lalu kembali menangis.
Adrian terenyuh,ia memeluk gadis kecil itu.
"udah...nggak apa apa....bapak kamu pasti sembuh...kan udah ditangani dokter...jangan nangis ya..." ucap Adrian menenangkan.Nabila pun mengangguk dalam dekapan lembut pria itu.
Nabila menjauhkan dirinya dari Adrian.
"om sendiri ngapain setiap hari di rumah sakit?"
"om jagain istri om...dia sakit"
"ooooooo......pasti istri om cantik...iya kan,dia pasti juga baik?"
__ADS_1
"kamu tau dari mana?"
"bapak bilang...orang baik pasti akan ketemu sama orang baik,orang jahat...pasti ketemunya sama orang jahat...menikahh om..." ucapnya polos
Adrian tersenyum...
"om kan baik....ganteng lagi...pasti istri om juga baik dan cantik...." ucapnya.
Adrian tersenyum....
Tapi sayangnya om nggak sebaik itu nak....batin Adrian berkata.
"om...om udah sholat?" tanyanya....
Adrian menatap lekat gadis itu,lalu menggelengkan kepalanya.
"sholat om....minta sama Allah,biar istri om cepat sembuh...!aku juga,selalu sholat tepat waktu,berdoa biar Allah mengangkat penyakit bapak.." ucapnya.
Adrian hanya diam,tanpa ia sadari,semua perkataan polos Nabila sudah menampar hatinya....
"aku ke kamar bapak dulu ya om...bapakku nggak ada yang jagain" ucapnya.
"iya sayang....hati hati ya.." ucapnya.
Nabila pun pergi dengan riang....
Adrian menatap punggung kecil yang berlari sambil melompat lompat itu.
Adrian bangkit,ia pun segera pergi menuju kamar tempat di mana sang istri dirawat.
Tak butuh waktu lama,Adrian sampai di sebuah ruangan yang dijaga oleh Romi dan seorang anak buah lain itu.
"tuan..." ucap keduanya Adrian .
Adrian tak menjawab,ia segera masuk ke dalam ruangan itu.Dilihatnya sang istri yang masih terbaring tak sadarkan diri.Adrian mendekat,ia mengecup kening sang istri.
"Dinda....bangun sayang..." ucapnya sambil mengusap kepala wanita malang itu.
Adrian mengecup telapak tangan Adinda..
"maaf sayang....maaf..."ucapnya lirih,bahkan air mata itupun menetes.Adrian menangis,ia menangisi istri kecilnya yang selalu ia kasari itu.
...----------------...
***BOLEH LAH KASIH LIKE VOTE DAN KOMENG NYA BIAR SEMANGAT UP NYA🙏🙏
JANGAN LUPA JUGA DI ADD KE RAK BUKU KAMU🥰🥰🥰
JANGAN LUPA JUGA MAMPIR DI NOVELKU LAINNYA....
WANITA TANPA MAHKOTA
👇👇👇👇***



***JANGAN LUPA LIKE KOMENT & VOTE NYA....🥰🥰🥰
__ADS_1
TERIMA KASIH😍😍😍😍***