Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
118


__ADS_3

Sholat Dzuhur empat rekaat pun berlangsung.Lagi lagi tetesan air mata membasahi pipinya kala mendengar lantunan ayat ayat suci Al Quran yang menggema dari bibir suami bulenya itu.Meskipun masih terbata bata,namun semua itu cukup membuat hati seorang Adinda Zahra tersentuh.Laki laki itu benar benar menepati janjinya.Ia berdiri di baris depan sebagai imam sholatnya.Suatu hal yang tak pernah dibayangkan sebelumnya oleh Adinda.


"


"assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatu.."


Dua kali kalimat salam menandai akhir dari ibadah mereka.Adrian berbalik badan,Adinda dan Nabila bergantian meraih punggung tangan Adrian dan menciumnya.


"maaf...belum lancar.." ucap Adrian.


"nggak apa apa mas...gini aja kita udah seneng banget" ucap Adinda.


"iya....papa hebat.." ucap Nabila.


Adrian tersenyum hangat,tangannya tergerak mengusap rambut panjang berbalut mukenah itu.


"kita turun mas...makan dulu,aku udah masakin banyak buat kamu" ucap Adinda.


"boleh..aku juga udah laper" ucap Adrian.


Nabila dengan cepat melucuti mukenah nya,lalu secepat kilat melipatnya dan menaruhnya di atas meja bahkan sebelum kedua orang tuanya beranjak dari sajadah.


"kamu ngapain Bil?" tanya Adinda.


"mama sama papa tunggu di sini....biar Nabil yang siapin piring piringnya..." ucap Nabila.


"tungguin yaaaa.....ntar kalau udah selesai Nabil panggil..." ucap Nabila sambil berlari keluar kamar.


Dinda dan Adrian hanya terkekeh.Semangat banget si Nabil...


Adrian kembali menatap intens wanita berbalut mukenah di hadapan nya.Dinda senakin cantik saat tertawa.


Adrian meringsut,mendekatkan tubuh kekarnya pada tubuh Adinda.Tangan bertato itu tergerak meraih tali mukenah di kepala bagian belakang istrinya itu,dengan satu gerakan ia melepas mukenah putih tersebut hingga tertanggal dari tubuh putih Adinda.Hingga kini terlihatlah sang istri dengan balutan rok dan kaos panjang panjang tanpa mengenakan hijab.Ia kemudian melipat mukenah tersebut dengan telaten dan meletakkannya di atas ranjang di sampingnya.


Adrian tersenyum menatap wanita yang terlihat cantik alami itu.Seolah matanya tak pernah bosan menikmati kecantikan wanita yang sudah berhasil mengubah hidupnya tersebut.


"kita turun dulu yuk...makan..." ucap Adinda


Adrian tak menjawab,ia masih fokus pada pemandangan indah di hadapan nya.


"mas....." ucap Adinda lembut.


Adrian tersenyum,di raihnya punggung tangan Adinda,lalu mengecup nya lembut.


"makasih sayang....kamu masih mau menunggu aku sampai saat ini" ucapnya.


Adinda tersenyum.


"karena aku cuma mau sama kamu mas....aku nggak mau yang lain" ucapnya.

__ADS_1


Adrian kembali mengecup punggung tangan itu.


"aku laki laki paling beruntung karena menjadi suami kamu Din" ucapnya.


Adinda tersenyum lembut.


"MAMA....PAPAA....AYO MAKAANN....!!!" teriak Nabila dari ruang makan.


"iya sayang...!!" ucap Adinda sedikit berteriak.


"kita makan dulu mas..." ucap Adinda disambut dengan anggukan kepala dari Adrian.


Keduanya pun bangkit sambil melipat sajadah mereka lalu meletakkannya di atas ranjang.Adinda bergegas keluar kamar,namun baru selangkah ia bergerak,tangan kekar Adrian menarik lengan Adinda dari belakang membuat wanita itupun sontak berbalik badan.Dan dengan satu gerakan lembut.


cup...


Adrian mengecup bibir merah muda kesukaannya itu dengan lembut.Tak hanya mengecup,tapi kini ia mulai melu*** bibir mungil itu dengan penuh kelembutan.Adinda terkejut dengan aksi tiba tiba sang suami.Namun sepersekian detik kemudian,ia pun ikut hanyut dalam pergulatan dua lidah tersebut.Adinda juga sangat merindukan bibir merah itu.Adinda mengalungkan tangannya ke leher Adrian,sedangkan lengan bertato itu kini merengkuh pinggang ramping milik sang istri kesayangan.Cukup lama adegan saling melepas rindu itu berlangsung,hingga tiba tiba suara cempreng dari bawah sana terdengar membuyarkan nafsu mereka yang mulai bergejolak.


"mamaaaa.....!!!papaaaa......!!!!cepetannn.....!!!" teriak Nabila dari ujung bawah tangga.


Adrian dan Dinda menghentikan aktifitasnya.Mereka saling melepas pa**tan masing masing.Keduanya pun terkekeh.Adrian mengusap bekas saliva nya yang membasahi bibir sang istri.


"turun yukk...kasian anak kamu nungguin...kita lanjut ntar malem" ucap Adrian berbisik.Dinda hanya tersenyum.Merekapun bergegas keluar kamar dan menuruni tangga.


Saat hendak turun,langkah Adrian terhenti.Entah mengapa tiba tiba pandangan matanya tertuju pada sebuah kamar yang letaknya bersebelahan dengan kamarnya.Kamar itu dulunya adalah kamar sang kakek.Adrian bergerak mendekati pintu kamar tersebut,seolah ada sesuatu mendorongnya untuk mendekati kamar yang ia pikir kosong itu.


Saat ia sudah menyentuh handle pintu...


Suara itu berhasil membuyarkan alam bawah sadar Adrian.


"ya..." ucapnya kemudian.


"katanya mau makan...ayokk" ucap Adinda.


Adrian tersenyum.


"iya sayang..." ucapnya kemudian.Mereka pun bergegas berjalan menuruni tangga.Dilihatnya di bawah sana Nabila sudah menunggu dengan wajah ditekuk dan kedua lengan yang disilangkan di depan dada.


"waduhh....anak prawan cemberut nih.." ucap Adinda menggoda.


"yahh....belum ada dua jam papa dirumah...udah dicemberutin lagi..." ucap Adrian menimpali.


"mama sama papa pacaran terus..." ucap Nabila.


"iya...iya...maaf...." ucap Adrian sambil mengacak acak gemas rambut panjang Nabila.


"ya udah....biar Nabil nggak marah lagi....papa suapin makan nya mau?" tanya Adrian membujuk.


"oke....ayok pa..cepetan..." ucap Nabila kemudian menarik tangan Adrian menuju meja makan.

__ADS_1


Adrian pun menurut.Ia kemudian duduk di salah satu kursi yang ada disana,sedangkan Nabila duduk di sampingnya.


Adinda meraih satu piring dan mengisinya dengan nasi yang menggunung.


"kebanyakan Din..." ucap Adrian.


Adinda kembali mengisi piring yang sudah hampir penuh itu dengan lauk pauk lalu membawanya dan meletakkannya di hadapan sang suami.Adinda menarik satu kursi kemudian ia duduk di samping Adrian.Sehingga kini posisi Adrian berada di tengah tengah antara istri dan anaknya.


Adrian melongo melihat sepiring penuh nasi di hadapan nya.Ia kemudian menoleh ke arah Adinda seolah meminta penjelasan.Adinda menatap sang suami dengan tatapan manja sambil menopang wajah nya menggunakan tangan kanannya yang sikunya ia letakkan di atas meja.


"aku juga mau disuapin..." ucapnya manja.


Adrian mengernyitkan dahinya,namun sepersekian detik kemudian ia pun tergelak.


"mama genit" ucap Nabila.


"biarin... weekkk..." ucap Adinda sambil menjulurkan lidahnya.


tuhh kan...keluar sifat aslinya Dinda kalo udah sama Adrian🤦‍♂


Adrian menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak dan istrinya itu.


"ya udah...sini aku suapin semua...siapa dulu nih.." ucapnya sambil menyendokkan nasi dan lauk pauknya.


"Nabil dulu.."


"mama dulu Bil.."


"Nabil dulu..."


"mama..."


"Nabil..!"


Adrian menoleh ke kanan dan ke kiri melihat dua wanita yang kini rebutan minta disuapi.Dia seperti duda dengan dua anak sekarang😁


Adrian menggelengkan kepalanya lagi.Dengan satu gerakan ia memasukkan nasi yang di sendoknya tadi kedalam mulutnya.


"PAPA...!!!!!" pekik ibu dan anak itu bersamaan.


Adrian tak peduli.Ia terus melahap makanan di hadapan nya itu dengan santainya tak peduli dengan dua wanita yang terus nyerocos di samping kiri dan kanannya.


...----------------...


***KEUWUAN AKAN TERUS BERLANJUT.....


DRAMA JUGA MASIH AKAN ADA......


JADI JANGAN LUPA TETTEP DUKUNG NOVEL INI BESERTA OTHORNYA...

__ADS_1


KASIH SEMUA YANG KALIAN PUNYA....LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA MAKSOEDNYAAAAHHH...😁😁😁😁***


__ADS_2