
Di sebuah kost putri....
Setelah peristiwa menegangkan yang terjadi di angkringan....
Motor sport biru itu kini sampai di sebuah kost putri yang menjadi tempat tinggal Chika dan Naya selama menuntut ilmu di kota tersebut.
Chika turun dari motor.
"gue langsung balik ya Chik..." ucap Joddy.
Chika terdiam,lalu..
"Jod...."
"ya..."
"kamu nggak apa apa kan?" tanyanya.
Joddy tersenyum.
"gue nggak apa apa kok...santai aja.." ucap Joddy
"gue malah seneng...gue bisa ngungkapin semua yang gue rasain ke Adrian langsung ke orangnya.Jadi sekarang...gue udah nggak ada beban lagi" ucap Joddy.
Chika tersenyum..
"lagian lo kenapa sih....kek nya takut banget kalau gue sedih...segitu perhatiannya lo ama gue..." ucap Joddy membuat Chika salaah tingkah.
"ya....bukannya gitu....cuma....aku nggak tega aja..." ucap Chika salting.Wanita itu nampak menunduk sambil menggaruk garuk pelipisnya yang tak gatal.
"nggak tega kenapa?nggak tega gitu kalau gue sedih?" tanya Joddy.
Chika hanya menunduk membuat Joddy tersenyum menatap wajah itu.Untuk sesaat mereka saling diam,lalu....
"Chik..." ucap Joddy.
"gue boleh nggak...ngomong sesuatu sama lo?" tanya Joddy.
"ngomong apa Jod?" tanya Chika
Joddy nampak diam sejenak menatap dalam wajah wanita berhijab itu.
"gue nyaman banget sama lo Chik..." ucap Joddy.
"cuma lo satu satunya temen cewek yang bisa sedekat dan se asyik ini sama gue"
"kalau misalkan...gue mau hubungan yang lebih dari ini gimana?" tanya Joddy.
Chika mendongak menatap Joddy.
"maksudnya?"
"lo mau nggak....jadi cewek gue..."
deegghhh....
Chika terdiam.
"pacaran?" tanya Chika.
Joddy mengangguk sambil tersenyum.
"kamu yakin?"
"ya yakin lah...emang kenapa?"
"ya nggak apa apa..." jawab Chika menunduk lagi.
Joddy mengangguk...
"gue ngerti..."
"ngerti apa?" tanya Chika heran.
"lo nggak mau kan?" tanya Joddy pesimis.
"lagian siapa sih Chik yang mau sama gue...gue aja bekasan ja**ng kayak gini" ucap Joddy terlihat sedih.
"kata siapa.?aku mau..." ucap Chika reflek.Joddy pun seketika mendongak,menoleh ke arah wanita cantik itu.
Chika menunduk LAGI.
"maksudnya?" tanya Joddy dengan binar bahagia.
"ya....maaauuukkk..." jawab Chika sambil menggeliat menggaruk garuk kepala belakangnya yang tak gatal.
"mau apa?"
"itu..."
"itu apa?"
"yang itu tadi..."
"jadi cewek gue?"
Chika mengangguk malu.
"mau?"
"he'eh..."
"beneran...?"
"iyah....."
"jadi kita pacaran nih sekarang?"
__ADS_1
"iya..."
"nggak prend lagi?"
"nggak..."
"terus apa namanya?"
"lop..."
hiyyaaaaaa....
Kedua nya nampak tersipu malu.Chika menggeliat,Joddy nampak menggaruk garuk tangki motornya yang baik baik saja.Senyum merekah dari bibir keduanya.
"makasih ya..." ucap Joddy.
"sama sama..." jawab Chika.
"kalau gitu...gue balik duluan...ya..." ucap Joddy canggung.Maklum....status baru.
"iyaaahhh...." jawab Chika.
"dadah...lop....hihihi...." ucap Joddy sambil melambaikan tangan
Keduanya cekikikan.Antara malu,geli,atau apalah...keduanya belum terbiasa dengan status baru ini.Chika pun membalas lambaian tangan tersebut.
Joddy men starter motornya lalu melenggang pergi dari tempat teesebut dengan senyuman sumringah yang terus mengembang.Bahkan laki laki itu mulai bersiul riang menggambarkan betapa bahgianya ia saat ini.
Chika berjalan menuju ke kamar kost nya.Dan segera masuk ke dalam sana dengan wajah penuh senyuman.
"assalamu alaikum..." ucap Chika.
"wa alaikum salam" jawab Naya yang tangah menyisir rambutnya.
"dari mana Chik?nglayap mulu..." ucap Naya.
Chika tak menjawab.Senyuman manis terus terbentuk dari bibirnya.Gadis itu kemudian d
mendudukkan tubuhnya di sisi kasur busa,di samping Naya.
"kamu kenapa sih Chik?" tanya Naya.
Chika tak menjawab..laagi lagi hanya sebuah senyuman yang terbentuk disana.
Naya yang dibuat kepo pun berbalik badan,menatap sahabat sekaligus sepupunya itu
"kamu kenapa sih?" tanya Naya.
"aku...udah jadian Nay...." ucap Chika
Naya Mengernyit dahinya
"sama adeknya mas Marco?si Joddy?" tanya Naya
Chika manggut manggut.
"cie....cie...." ucapnya sambil menowel dagu Chika.
Wanita itupun tersipu malu....
"pacar baru nih...." ucap Naya.
Chika makin merona merah.Wanita itu kemudian merebahkan tubuhnya di atas kasur busa yang menjadi tempat tidur mereka.Naya mengikuti.
"kamu sendiri gimana Nay?"
"gimana apanya?"
"kamu sama mas Marco...."
Naya tersenyum...
"nggak tau....mas Marconya gitu gitu aja..."
Chika menoleh ke arah Naya...
"emang kalau mas Marco bilang suka..kamu mau gitu pacaran sama dia?" tanya Chika.Mengingat Chika memang saat taat untuk urusan agama.Ia tak pernah sekalipun merasakan pacaran.Beda dengan Chika,walaupun ia di didik dan di besarkan oleh orang tua yang sama tapi Chika orangnya lebih berani.Ia sudah beberapa kali menjalani hubungan yang disebut pacaran itu,meskipun selalu tanpa sepengetahuan kedua orang tua Naya.
"ya nggak lah Chik...aku nggak mau..."
"terus kelanjutan hubungan kamu sama Mas Marco gimana?"
"ya nggak gimana gimana....mas Marco sepertinya juga udah tau aku orangnya seperti apa"
"langsung nikah aja Nay..."
"apaan sih....masih kecil Chik.."
"halaahhh....Dinda aja anaknya udah mau dua.."
"Dinda beda Chik....dia nikah kan awalnya karena terpaksa...." ucap Naya.
Naya dan Chika terdiam sejenak.
"tapi Nay....kalau dipikir pikir ya....misalkan nanti kamu nikah sama mas Marco....terus aku sama Joddy...berarti kita jadi ipar dong..." ucap Chika dengan tatapan menerawang.
Naya terkekeh.
"duniaku sempit banget ya Chik...kemana mana ketemunya kamu lagi...kamu lagi..."
"hahhaa....iya....trus nanti aku manggil kamu mbak Naya gitu?" ucap Chika.
Keduanya saling pandang dalam posisi rebahan.
"mbak Naya..."
"dek Chika..."
__ADS_1
Keduanya tergelak.Entahlah...lucu saja.Dari kecil kemana mana berdua,masa iya sekarang jodohnya pun kakak adek🤦♀🤦♀
...****************...
Hari berganti.....
Di toko kue milik Adrian.
"assalamu alaikum...." ucap pria bernetra hijau yang baru saja tiba dari kantor polisi itu.
"wa alaikum salam..." sahut Adinda,Chika dan Naya bersamaan.
Adinda tersenyum.Ia mendekati sang suami,dan seperti biasa,ia meraih punggung tangan Adrian dan menciumnya.
Adrian mencium kening Adinda,
"aku bikinin kopi mas..."
"bawa ke atas ya..."
"iya mas..." ucap Adinda.
Laki laki itu kemudian naik ke lantai dua,sedangkan Adinda kini menuju dapur untuk membuatkan kopi.
Tak butuh waktu lama,Dinda naik ke lantai atas dengan membawa nampan yang berisi secangkir kopi dan beberapa cupcake di atasnya.
"aku bikinin cupcake buat kamu mas.." ucap Dinda sambil meletakkan nampannya di atas meja,sedangkan ia pun duduk di samping Adrian.
Adrian menarik tubuh Adinda dan membimbingnya masuk ke dalam kedakapannya.
"aku ada kabar gembira buat kamu" ucap Adrian.
"apa?" tanya Dinda sambil mendongakkan wajahnya menatap wajah tampan Adrian.
"ada satu lagi komplotan mafia yang berhasil di tangkap...dan tinggal tersisa satu lagi yang masih menjadi buronan polisi..."
Adinda mendengar kan dengan seksama.
"polisi udah tau dimana posisi mereka saat ini....dan kemungkinan malam ini mereka akan melakukan penyergapan...
" dan kalau mereka berhasil tertangkap....itu artinya...kebebasan ku sudah didepan mata Din..."ucap Adrian.
Adinda tersenyum lebar...
"alhamdulillah...." ucap nya.
"aku nggak akan jadi tahanan kota lagi..."
Dinda tersenyum bahagia.
"kita berdoa semoga polisi berhasil ya mas..."
"amin..." ucapnya.
Adrian merogoh kantong jaket nya.Mengeluarkan sebuah amplop coklat dari dalamnya dan memberikannya pada Adinda.
"buat kamu..." ucapnya.
Ya....itu adalah sejumlah uang yang diberikan pada Adrian tiap kali ada gembong yang tertangkap,sebagai bentuk ucapan terima kasih.
"makasih mas..." ucapnya.
Adrian tersenyum.Ia kembali mengecup kening sang istri.Merekapun kemudian larut dalam obrolan santai mereka berdua,hingga tiba tiba....
"assalamu alaikum....." suara cempreng yang terdengar lesu itu menggema menyita perhatian sepasang suami istri itu.
"wa alaikum salam..." sahut Adrian dan Dinda.
Nabila datang dari sekolah dengan seragam dan hijab lengkap.Wajahnya nampak murung,tak seperti biasanya yang selalu ceria dan menebar senyuman.
Gadis kecil kelas dua SD itu duduk di salah satu sofa disana dengan wajah tertunduk.Dinda dan Adrian saling pandang sejenak.
"kamu kenapa Bil?" tanya Dinda.
"kamu sakit?" tanya Adrian.
Nabila menggelengkan kepalanya.
"trus kenapa?" tanya Dinda lagi.
"ma....pa....besok mama sama papa disuruh ke ke sekolahnya Nabil..." ucapnya lesu...
"ada apa?ada acara apa nak?" tanya Dinda.
Mungkin ada acara yang melibatkan orang tua murid,pikir Adinda.
Nabila menggelengkan kepalanya.
"nggak ada acara apa apa..."
"terus..?" tanya Dinda lagi dengan penasaran.
Nabila diam....
"Bil.." ucap Dinda lagi.
"itu....." ucap Nabila ragu.
"itu apa?"
"Nabil nonjok anak kelas enam...trus pingsan di bawa ke rumah sakit...."
"APA?????"
...----------------...
SEPI AMAT...KASIH LIKE KOMEN VOTENYA YUUKKK🥰🥰🥰
__ADS_1