Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
Nabila Story06


__ADS_3

Malam hari di kediaman bu Lastri...


Disebuah kamar yang tak terlalu luas....


Nabila tengah sibuk melakukan panggilan video dengan kedua orang tuanya....


"gimana hari ini kak?" tanya Adinda dari seberang sana.


"biasa aja ma...." ucap Nabila.


"kata om Farhan kamu tadi nggak langsung ke rumah nenek?kemana dulu kak?" tanya Adinda.


"jalan jalan bentar ma...liat liat kota kelahiran mama..." ucap Nabila.


"sama siapa?"tanya Adinda lagi..


" sama temen...dia yang jemput Nabila tadi di bandara..."ucap Nabila.


"kak....kamu baru sehari disana udah punya temen?jangan gampang percaya dong kak sama orang asing..." ucap Adinda.


"dia baik kok ma....dia temen satu komunitas supporter..kita udah lama kok kenalnya,cuma baru hari ini aja ketemuannya..." ucap Nabila.


"kak....kamu jaga diri baik baik disana ya....papa sama mama akan sering sering jengukin kamu..." ucap Adinda.


"iya ma...." ucap Nabila.


"ya udah...kamu udah sholat belum?" tanya Adinda


"udah ma...."


"ya udah kalau gitu kamu istirahat gih...udah malem.."


"iya ma...Nabil juga capek banget ma..mau langsung tidur..." ucapnya.


"iya sayang.."


"assalamu alaikum.."


"wa alaikum salam."


sambungan telepon pun terputus.


Nabila segera meletakkan ponsel miliknya dan bergegas untuk tidur.Di luar cuaca sedang tak bersahabat.Hujan lebat mengguyur kota itu sejak sore tadi hingga kini waktu menunjukkan jam delapan malam.


Nabila segera menarik selimutnya dan bersiap memejamkan matanya.


...****************...


Pagi menjelang....


04:00


Ceklek....


pintu kamar Nabila terbuka...


Seorang wanita tua dengan rambut mulai memutih masuk ke dalam kamar yang kini ditempati oleh sang cucu tersebut.Dilihatnya cucu perempuannya itu masih meringkuk di bawah selimut sambil memeluk gulingnya.Padahal di luar suara adzan yang terdengar begitu merdu sudah menggema indah memecah kesunyian malam.


Bu Lastri duduk di tepian ranjang berukuran 160x200 meter itu.Tangannya pun tergerak menggoyang goyangkan tubuh sang cucu yang masih terlelap dalam buaian mimpi indahnya.


"ndok...Nabila...bangun ndok...sudah subuh...sholat dulu..." ucanya lembut.


Nabila menggeliat di atas tempat tidur.Perlahan matanya mulai terbuka.Sayuk sayuk telinganya mulai menangkap suara merdu yang terlantun dari toa masjid.Terdengar indah sekali....

__ADS_1


Nabila mendudukkan tubuhnya dengan kesadaran yang belum sepenuhnya terkumpul.


"cuci muka dulu,trus ambil wudhu...kita ke masjid.." ucap bu Lastri.


"Nabil sholat di rumah aja deh nek..." ucap Nabila.


"eehh....jangan...kita sholat di masjid...biar kamu juga bisa kenal sama warga warga sini..." ucap Bu Lastri.


Nabila berdecak kesal.


"sudah...cepetan cuci muka...nenek tunggu di ruang tamu ya.." ucap bu Lastri kemudian bergegas menuju ruang tamu rumahnya.


Nabila pun mau tak mau harus mengikuti kemauan sang nenek meskipun dengan terpaksa.


Wanita itu pun berjalan dengan malas menuju ke kamar mandi yang ada di samping dapur untuk mencuci muka dan mengambil wudhu.


Tak butuh waktu lama...tak sampai lima menit,Nabila sudah siap dengan mukena atas yang membalut tubuhnya,serta mukena bawah dan sajadah di tangannya.Bu Lastri tersenyum...


"yuk...keburu qomat..." ucap bu Lastri.


Kedua wanita beda usia itupun berjalan menuju sebuah mushola yang tak terlalu besar yang berada tak jauh dari kediaman mereka.


Sepanjang perjalanan,Nabila begitu menikmati lantunan sholawat yang menggema yang dikumandangkan oleh seorang laki laki dari mushola yang akan ia tuju.Sholawat yang selalu dilantunkan setelah adzan sambil menunggu para jamaah tiba dimasjid sebelum iqomah berkumandang.Suaranya begitu merdu,sangat indah untuk didengarkan.


Tak butuh waktu lama,Nabila dan Bu Lastri sampai di mushola.Jamaah tak terlalu ramai,maklum,subuh...lebih banyak warga memilih ibadah di rumah dari pada harus ke mushola.


Nabila pun segera memposisikan dirinya saat seorang laki laki di barisan shaf pria mulai bangkit dan melantunkan iqomah.


Iqomah dilantunkan,suara indah yang sama dengan yang melantunkan Adzan dan sholawat tadi.Nabila yang sudah dalam posisi berdiri nampak merapikan mukenanya,memastikan tak ada sehelai rambutpun yang tak tertutup kain putih nan suci itu.


Iqomah selesai...pemuda berkulit putih berkoko abu abu,sarung hitam dan peci hitam itu berbalik badan dan hendak memposisikan tubuhnya berbaris rapi bersama para bapak bapak yang hanya beberapa orang.


Saat sang muadzin (pelantun adzan) berbalik badan,tanpa sengaja tatapan matanya bertemu dengan tatapan mata seorang gadis yang belum pernah ia jumpai sebelumnya.Berada di tengah tengah barisan ibu ibu,dengan mukena ungu yang menutup sempurna auratnya,matanya indah,wajahnya bersih dengan bibir tipis mungil berwarna merah muda natural tanpa polesan make up.Untuk sesaat pandangan kedua anak manusia itu saling terkunci.


"nak.." suara lembut seorang laki laki paruh baya berhasil menyadarkan lamunan sang muadzin.


"mau jadi imam?" tanya laki laki paruh baya berpeci dan berkalung sorban itu.


"abi saja..." ucap sang muadzin sambil membungkuk sopan.


Laki laki paruh baya itu tersenyum.Ia lantas maju memposisikan diri sebagai imam.


Sang muadzin kembali menoleh ke belakang.Di lihatnya gadis bermukena ungu itu menunduk menatap sajadah,bersiap untuk memulai ibadah subuhnya.Laki laki muda itu tersenyum kemudian ia pun mulai memposisikan dirinya untuk menyembah sang pemilik Alam semesta.


Sholat subuhpun di mulai..


...****************...


Para jamaah subuh mulai berhamburan meninggalkan mushola bergegas kembali ke kediaman mereka masing masing.Nabila berjalan beriringan bersama bu Lastri dan beberapa ibu ibu yang lain,sedangkan di belakangnya beberapa bapak bapak dan seorang pemuda juga berjalan hendak kembali ke rumah mereka masing masing.


"oh...jadi ini cucunya bu Lastri...anaknya Adinda ya buk...yang dulu pas kesini masih kecil itu..sekarang sudah sebesar ini?cantik ya..." ucap seorang wanita yang diketahui bernama Atikah,ustadzah sekaligus istri dari ustad Hanif,sang imam solat subuh.


"iya buk...ini cucu pertama saya...dia mau nerusin kuliah di sini" ucap bu Lastri.


"oh ya....kuliah dimana ndok?" tanya bu Atikah.


"di kampus Xx buk.." ucap Nabila sopan.


"oh ya...sekampus dong sama Bryan..." ucapnya sambil menoleh ke belakang,di mana ustad Hanif dan sang putra,Bryan berjalan beriringan tepat di belakang mereka.


Nabila pun menoleh ke belakang.


Oh....jadi muadzin tadi namanya Bryan,anak dari bu Atikah dan pak Hanif,ustad dan ustadzah di kampung ini.

__ADS_1


"iya ummi..." jawab Bryan begitu sopan.


"oh ya...nama kamu siapa ndok?" tanya bu Atikah.


"saya Nabila ummi..." ucap gadis itu.


"oh...Nabila...saya Atikah..ini suami saya Pak Hanif,dan ini anak pertama kami,namanya Bryan..." ucap bu Atikah.


Nabila menunduk memberi salam pada sang ustad dan putranya.


"saya Nabila pak ustad....mm..mmaass..." ucapnya.


"jangan panggil mas...panggil Bryan saja...kalian sepertinya seumuran.." ucap Pak Hanif.


Nabila hanya mengangguk sambil tersenyum.Sedangkan Bryan,matanya tak lepas menatap gadis manis itu sedari tadi.


"anak kedua kami namanya Hanum,masih SMA,hari ini ndak ikut subuhan,lagi kedatangan tamu bulanan" ucap Bu Atikah.


Nabila hanya mengangguk..


Mereka sampai di depan rumah masing masing.Ternyata rumah bu Lastri dan bu Atikah berhadap hadapan.


"Bil...kapan kapan main kerumah ya...itu rumah kami.." ucap bu Atikah sambil menunjuk sebuah rumah yang terletak diseberang jalan.


"iya buk...insya Allah..." jawab Nabila.


"ya sudah...kami pulang dulu...Assalamu alaikum..." ucap Bu Atikah.


"wa alaikum salam" jawab bu Lastri dan Nabila bersamaan.


Keluarga pak Hanif pun bergegas menuju ke rumah mereka.


Seperginya mereka....


"ndok..." bisik bu Lastri mengagetkan Nabila.


"ih..nenek ngagetin deh..." ucap Nabila.


"Bryan ganteng ya...cocok lho ndok sama kamu..." ucap Bu Lastri antusias.


"ih nenek apaan sih.." ucap Nabila kemudian melenggang pergi diikuti bu Lastri di belakangnya.


"beneran...dia itu selain ganteng juga soleh...keluarganya juga baik..." ucap bu Lastri.


"oh ya?" tanya Nabila dengan raut wajah yang terlihat antusias.


"iya ndok...selain soleh dan ganteng dia juga pinter lo ndok...pokoknya sempurna...." ucap Bu Lastri penuh dengan pujian.


"woooooaaaaahhhhh......keren banget...!!ya udah nek...nyatain cinta buruan..ajakin nikah...Nabil mendukung nenek..!!" ucap Nabila dengan mengangkat tangannya yang mengepal seolah memberikan semangat.


"lho...kok nenek...ya kamu dong...!kamu kan belum punya pasangan.." ucap bu Lastri.


"nenek juga belum punya pasangan...!nenek duluan aja...Nabil belakangan..!oke nek...semangat ngejar jodoh nek....!!"ucapnya sambil menepuk pundak sang nenek kemudian berlalu pergi menuju kamarnya..


Bu Lastri hanya terkekeh...ada ada aja tingkah cucunya itu.


...----------------...


***SELAMAT PAGI...


KASIH DUKUNGANNYA LAH...🥺🥺🥺kok sepi amat.


.😫😫

__ADS_1


jangan lupa klik like komen vote dan hadiahnya ya....🥰🥰🥰🥰***


__ADS_2