
Hari berganti....
Di ruang makan rumah sederhana tersebut...
"hari ini jadi nganterin Nabil ke kampus mas?" tanya Adinda pada sang suami sambil menata sarapan untuk keluarga kecilnya.
"iya...." jawab Adrian singkat sambil menyeruput kopinya.
"aku juga mau jemput Nabil nanti,aku mau nganterin dia ketempat kerjanya..." ucap Adrian
Adinda tersenyum...
"Nabil udah bukan anak kecil lagi mas..." ucap Dinda.
Adrian tersenyum...
"Din...." ucap Adrian
"ya...."
"aku sepertinya udah menemukan anak itu" ucap Adrian.
Adinda menoleh ke arah sang suami.Wanita itu kemudian duduk di samping Adrian.
"maksud kamu?"
Adrian diam sejenak...
"Zev...." ucap Adrian kemudian.
Adinda seolah berhenti bernafas untuk sejenak.
"mas....jangan bilang kalau........" ucap Adinda menggantung,seolah wanita itu sudah bisa menebak kemana arah pembicaraan suaminya itu.
"iya....Kyle..." ucap Adrian.
Adinda kembali tersentak.Wanita itu kemudian meremas daster di bagian dadanya.
"mas....dia bos nya Nabil" ucap Adinda mulai khawatir.
Adrian tak menjawab.Ia seolah masih memikirkan langkah apa yang akan ia ambil.Bertahun tahun Adrian mencari bocah itu setelah kebebasannya dari penjara.Ia ingin menebus semua kesalahannya yang telah membunuh James,hingga menjebloskan Zev ke penjara (meskipun sebenarnya bukan salah Adrian).Ia merasa berdosa pada anak itu.Secara tidak langsung hidup nya hancur karena Adrian.
Adrian yang tak pernah melihat wajah Zev dan hanya bermodalkan sorot mata yang pernah ia lihat beberapa kali,kemarin seolah di buat terusik oleh kedatangan laki laki yang memiliki sorot mata yang sama dengan anak yang ia cari cari itu.
Adrian seolah hafal dengan mata serigala itu.Ditambah lagi Kyle berkali kali mencuri pandang pada Adrian dengan tatapan penuh kebencian.Belum lagi pengakuan Nabila yang mengatakan bahwa Kyle berusia lima hingga enam tahun lebih tua darinya membuat Adrian makin yakin akan pemikirannya.Dan....ditambah lagi semalam Farhan mengirimkan foto masa kecil dan remaja Zev...mirip..!hampir mirip dengan Kyle,bos Nabila.
Semua pasti tau bahwa Adrian bukan orang bodoh bukan.Ia bisa merasakan tanpa melihat.Ingat kan bahwa ia pun dulu bahkan bisa mendengarkan suara hati Adinda tanpa wanita itu berucap?
Ya....Zev lupa siapa lawannya.Adrian bukan orang sembarangan.Kemampuan Zev mungkin belum ada secuil dari bakat Adrian di dunia adu strategi,bunuh membunuh,dan jebak menjebak.Ia bisa merasakan aura kebencian dari dalam diri Zev meskipun Zev berusaha untuk menutupinya dengam senyuman.Begitupun Adrian,ia juga mencurigai Zev,namun laki laki itu memainkan perannya dengan sangat apik,seolah ia hanya orang tua yang tidak tau apa apa.
"trus kamu akan nglakuin apa mas?" tanya Adinda.
"aku khawatir sama Nabil..." ucap Adinda lagi mulai tak tenang.
Adrian hanya diam.Ia seolah masih mencoba mencari jalan tengah untuk masalah ini.Ia ingin merangkul Zev,ia tak mau ada pertumpahan darah.Semua karma yang menimpanya dulu sudah cukup memukul hati Adrian untuk tak berbuat semena mena lagi pada sesama manusia.Ia ingin berdamai dengan siapapun,termasuk orang orang yang menjadi korbannya dulu.
"aku mau ketemu Kyle Din..." ucapnya.
__ADS_1
"apa dia mau?bertahun tahun di sel dia selalu menghindari kamu mas...." ucap Adinda.
"Nabil harus keluar dari bengkel itu mas...aku nggak mau Nabil kenapa kenapa" ucap Adinda mulai panik.
Adrian meraih punggung tangan Adinda dan meremasnya lembut.
"tenang sayang...."
"mas....kalau benar Kyle itu Zev....berarti Nabil dalam bahaya..!apalagi setelah dia tau Nabila itu anak kamu mas...." ucap Adinda.
"aku nggak mau tau...Nabil harus berhenti kerja di tempat itu..!kalau perlu kita pindahin kuliahnya..!aku nggak mau dia sendiri di kota ini tanpa pengawasan kita..!!"
Adrian bangkit,ia memeluk tubuh wanita yang mulai ketakutan itu.
"semua akan baik baik aja sayang..." ucap Adrian menenangkan.
"minta pertolongan Allah...aku akan bicara sama Nabil nanti" ucap Adrian.
Adinda mencoba mengucap istigfar.Sungguh,kini ia merasakan ketakutan yang luar biasa.Putrinya berada dalam cengkraman musuh suaminya sekarang.
Adrian mengusap lelehan air mata di pipi Adinda,
"jangan perlihatkan kekhawatiran kamu di depan anak anak" ucap Adrian.
Dinda hanya mengangguk.Ia mencoba mengatur nafas,menetralkan ekspresi dan emosinya.
Nabila dan Angkasa datang...
"pagi pa...ma..." ucap kedua saudara itu.
Adinda tersenyum,
Nabila dan Angkasa duduk di kursi mereka masing masing.
"nenek mana ma?" tanya Angkasa.
"nenek jualan sayang..." jawab Adinda
"mama nggak bantuin?"
"agak siangan dek....mama mau beres beres rumah dulu" ucap Adinda.
"Angkasa ikut ya ma.."
"boleh..." jawab Adinda.
Keluarga kecil itupun mulai menyantap sarapan pagi mereka.
...****************...
Di perjalanan menuju kampus....
Di dalam sebuah mobil yang disewa Adrian selama di kota M....
"kak...." ucap laki laki itu sambil terus mengemudikan mobilnya.
"iya pa..."
__ADS_1
"menurut kamu....Kyle itu orangnya gimana?" tanya Adrian.
"gimana apanya?"
"sifatnya....tingkah lakunya..." ucap Adrian
Nabila menoleh ke arah Adrian.
"papa kenapa sih...dari kemarin dia mulu yang dibahas" ucap Nabila.
Adrian hanya tersenyum....
"papa cuma pengen tanya aja..." ucapnya santai.
"ngeselin...!mesum..!nggak punya otak...!kurang kerjaan..!!pokoknya semua yang jelek jelek ada di dia deh..." ucap Nabila kesal.
Adrian terkekeh....
"kamu betah kerja di bengkelnya?"
"enggak" jawab Nabila singkat.
"terus....kenapa masih lanjut kalau nggak betah..?kenapa nggak keluar aja" ucap Adrian.
Nabila menunduk,ia menggaruk garuk pahanya yang tak gatal.
"sebenarnya......." ucap Nabila menggantung
Adrian masih mendengar kan.
"sebenarnya Nabil udah terikat kontrak pa...."
"kontrak?"
Nabila mengangguk.
"Nabila harus selesaiin kontrak Nabil di bengkel itu sampai dua tahun ke depan pa...." ucap Nabila.
Adrian mengernyitkan dahinya.
"kok gitu?"
"iya.....Nabil udah terlanjur tanda tangan kontrak pa" ucap Nabila menunduk.
Adrian menghela nafas panjang.
Ia paham sekarang.Zev sudah tau siapa Nabila sejak awal.Ia juga makin yakin,bahwa laki laki itu sudah punya rencana yang mungkin sudah ia siapkan untuk keluarga nya,dan sudah pasti,sasaran utamanya adalah dirinya.
Lalu ia harus bagaimana menyikapi sekarang??
Ada Nabila ditengah tengah dirinya dan Zev yang dibutakan benci.
Ada yang punya saran readers??kira kira papa Adrian harus gimana??
...----------------...
KLIK LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYAA YUUKKK😘🥰🥰🥰🥰😍
__ADS_1