Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
93


__ADS_3

"Nabil...ayo nak...." ucap Adinda yang sudah bersiap dengan tas bekal di tangannya.


" iya ma..."sahut Nabila dari dalam kamar.


Bu Ela datang dari dapurnya.


"Din..."


"iya buk.."


"ibuk titip ini buat suami kamu" ucap Bu Ela sambil menyerahkan satu kotak kecil kue pukis.


"makasih buk" ucap Adinda sambil tersenyum.


Nabila keluar dari kamar.


"ayo ma..."


"yukk..." ucap Adinda.


"buk....kami berangkat dulu ya" ucap Adinda


Ia kemudian meraih punggung tangan bu Ela dan menciumnya.Nabila pun mengikuti.


"nek...Nabil jengukin papa dulu ya..." ucap gadis manis itu.


Bu Ela tersenyum...


"iya sayang...hati hati ya..." ucap Bu Ela lembut.


"assalamu alaikum" ucap Nabila.


"wa alaikum salam.." jawab Bu Ela.


Dinda dan Nabila pun berangkat menuju kantor polisi dengan motor matic mereka.


Sekitar dua puluh menit perjalanan,mereka sampai di kantor polisi.


Dinda segera menuju ke petugas jaga yang ada di sana.Seperti biasa,petugas tersebut meminta Dinda untuk menunggu di ruang besuk


Tak butuh waktu lama Adrian datang bersama seorang sipir.Kini tangan Adrian sudah tak di borgol,membuat laki laki itu leluasa untuk memeluk dua bidadarinya.


"papaa...!!" pekik Nabila girang.Ia berlari mendekati papanya dan langsung memeluk laki laki yang kini berjongkok sambil merentangkan tangannya itu.


"uuuhhh....anak papa nih..." ucapnya sambil memeluk erat tubuh mungil itu.


Nabila nampak begitu bahagia.Cukup lama ia memeluk papanya.Gadis kecil itu kemudian melepaskan pelukannya.


"papa udah nggak di borgol?" tanya Nabila.


Adrian hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.Ia menciumi pipi chubby milik Nabila yang nampak makin menggemaskan tersebut.


"berarti sebentar lagi papa pulang dong....?"

__ADS_1


"insya Allah...doain papa ya nak..." ucap Adrian.


"aku sama mama selalu doain papa...papa juga ya...berdoa biar papa bisa cepet cepet pulang" ucap Nabila.


"aku kangen pa...pengen main sama papa lagi..." ucap Nabila sambil kembali memeluk Adrian.


Adrian mengeratkan pelukannya.Ia kemudian menggendong gadis kecil itu lalu duduk di kursi panjang disamping istrinya.


Adinda meraih punggung tangan Adrian kemudian mencium punggung tangan tersebut.


Adrian memeluk istrinya dengan sebelah tangannya lalu menciumi pucuk kepala berbalut hijab tersebut menghirup aroma shampo yang selalu ia rindukan.


"i miss you sayang"ucap Adrian.


Adinda tersenyum lembut


Dinda sedikit menjauhkan tubuhnya dari Adrian.


" aku nggak mau sedih sedihan mas"ucapnya.


"kita ketemu nggak setiap saat.Aku pengen habisin waktu bertiga kita tanpa tangisan.Aku capek nangis terus" ucapnya diiringi tawa di akhir kalimatnya.


Adrian mengusap pipi Adinda.


"iya....kita kuat.Kita keluarga yang kuat..." ucap Adrian.


"iya kan Bil?" tanya Adrian pada Nabila.Gadis itu pun mengangguk dengan semangat.Ketiganya pun tertawa ringan.


Adinda mengambil tas bekal yang ia bawa,lalu mengeluarkan kotak makan yang ada disana.


"suapin" ucap Adrian.


Adinda pun tertawa.


"papa kalau sama mama genit terus" ucap Nabila.


"ya nggak apa apa lah...daripada papa genit sama bu polisi itu" ucap Adrian sambil mengangkat dagunya ke arah seorang polwan muda yang berdiri tak jauh dari tempat nya.


"jangan macem macem ya..." ucap Adinda melotot.


Adrian terkekeh melihat reaksi sang istri.


Dinda pun mulai menyuapi Adrian dengan telaten.Sedangkan laki laki itu tak lepas memangku sang putri yang terus menempel padanya.


"ibuk apa kabar Din?" tanyanya.


Adinda tersenyum.


"baik" ucapnya tenang.


Adrian menatap dalam ke arah Adinda.


"dia masih marah sama kamu?"

__ADS_1


Adinda kembali tersenyum.


"mungkin..." ucapnya lagi.


"ibuk lagi dirumah sakit sekarang.Aku belum kesana hari ini." ucapnya.Dinda kembali menyuapi Adrian.


Tangan bertato tersebut tergerak mengusap usap pipi mulus milik wanita kesayangannya itu.


"kenapa?" tanya Adrian.


"ibuk sakit mas.Asmannya kambuh.Untuk beberapa hari ini aku nggak mau ke sana dulu..biar ibuk tenang dulu mas...aku juga mau nenangin diri dulu.Nanti...kalau semua udah bisa lebih tenang,aku pasti akan ke rumah sakit nemuin ibuk.Aku udah minta tolong sama teman teman aku buat jagaain ibuk..alhamdulillah mereka mau...mereka baik banget mas" ucap Adinda.Tangan mungil itu tergerak mengusap satu butir nasi di ujung bibir Adrian.


Adrian tersenyum...


"kamu dewasa banget" ucapnya.


"iya dong....suami aku aja udah tua..anakku udah prawan..masa iya aku masih kek anak anak...kan nggak lucu" ucap Adinda sambil kembali mengarahkan sendok berisi nasi dan lauk pauk ke mulut Adrian.


Adrian tak lepas menatap wajah sang istri.Merekapun hanyut dalam obrolan santai sambil sesekali di selingi tawa cekikikan dari ketiganya.Sungguh,waktu besuk yang sangat singkat itu benar benar mereka gunakan sebaik mungkin.Mereka sepakat untuk tak mau larut dalam kesedihan.Toh nyatanya jarak juga tak bisa mengurangi kasih sayang dan cinta kasih diantara mereka.


Adrian sesekali menggelitiki Adinda dan menggodanya,membuat beberapa sipir yang ada di sana ikut senyum senyum menyaksikan keromantisan di antara dua sejoli itu.


Tanpa mereka sadari,sepasang mata menatap nanar ke arah mereka.Joddy yang semula tak sengaja melihat Adinda di jalan memutuskan mengikuti kemana wanita itu pergi.Alhasil,sampailah ia ditempat ini.Disuguhi pemandangan yang begitu menyesakkan dadanya.


Betapa wanita yang dulu begitu ketakutan saat bersama Adrian itu kini terlihat begitu bahagia dan nyaman di samping laki laki yang telah berhasil ia jebloskan ke penjara tersebut.


Tak ada gurat kesedihan ataupun ketakutan di wajah Adinda.Wanita itu justru terlihat begitu nyaman.Bahkan sesekali ia menyentuh wajah tampan Adrian.Tawa bahagia juga tak pernah sirna dari wajah cantiknya.


Joddy benar benar perih.Pengorbanannya yang begitu besar ternyata berakhir sia sia.Ia salah memilih jalan.Ia salah mengambil tindakan.Ternyata ia tidak memberikan kebahagiaan untuk Adinda,melainkan kesedihan dan penderitaan karena sukses membuat wanita itu terpisah dari laki laki yang sangat ia cintai.


Joddy merasakan sesak di dadanya.Ia merasa begitu hina sekarang.Adrian,pria yang sekejam dan sekeji itu saja bisa berubah jadi bucin dan humoris untuk Adinda.Sedangkan ia,remaja bau kencur itu rela memberikan hal paling berharga dalam dirinya untuk wanita murahan secara cuma cuma hanya demi mendapatkan informasi tentang Adrian dan menjadi pahlawan untuk Adinda.


Ia begitu malu.Ia merasa tak pantas untuk wanita sebaik dan seistimewa Adinda.


Joddy melangkah gontai meninggalkan kantor polisi menuju taxy online yang masih menunggunya di depan markas aparat negara tersebut.Ia harus segera pulang kembali ke ibu kota.Marco sudah menunggunya.Entah apa yang akan kakaknya itu lakukan padanya nanti.


Joddy sibuk dengan pikiran nya...tiba tiba....


tingg....


satu pesan masuk dari nomor yanv tidak dikenal.


Joddy pun membuka pesan tersebut.


Alangkah terkejutnya remaja itu.Seseorang mengirimkan sebuah foto dirinya yang tengah tertidur dalam kondisi tela**ang bulat dipeluk oleh seorang wanita dalam kondisi yang sama di sebuah kamar hotel.


Itu Sheila...!wanita itu sengaja mengambil foto mereka saat berhubungan di hotel ketika pria itu tengah tertidur.


"hay baby...aku kangen nih" tulis Sheila.


Mampus....!!!!!


...----------------...

__ADS_1


***MANA LIKE KOMENNYA...?SEPI BENER.....


MANA VOTE DAN HADIAHNYA...?TAMBAHIN LAGI DOOONNGGG***..!!!


__ADS_2