
Di sebuah toko kue....
Seorang gadis tengah sibuk menata kue kue hasil panggangannya di atas etalase ruko dua lantai tersebut.Sambil mendengarkan musik yang mengalun dari sebuah speaker Bluetooth di pojokan ruangan,Putri Ratna Diani,atau yang lebih sering dipanggil Putri itu nampak begitu menikmati perannya sebagai penjaga toko milik sahabatnya sendiri itu.
Sedangkan di dapur ruko Naya sibuk mengolah adonan cup cake.Ya...semenjak bu Ela meninggal dan Dinda hamil besar,kini untuk urusan membuat kue diserahkan pada Naya.
Kedua gadis itu sibuk dengan aktifitas masing masing.Tiba tiba....
Seorang pria berbadan tagap datang nampak memasuki ruko tersebut..
"sssstttt....." ucap Adrian.
Putri menoleh.Raut bahagia terlihat jelas di wajahnya.
Adrian merogoh saku dalam jaket kulitnya.Ia mengeluarkan secarik kertas lalu meletakkannya di atas etalase.Pria itu kemudian pergi dari tempat itu tanpa mengucap sepatah katapun.Putri setengah berlari mendekati etalase lalu dengan cepat mengambil secarik kertas itu dan menyimpannya di saku celana.Sungguh...wajahnya terlihat begitu sangat sumringah.
"siapa Put?" tanya Naya yang tiba tiba datang dari dapur membuat Putri terkejut.
"eh....apanya?" tanya Putri kaget.
"yang dateng?"
"nggak ada..."
"masa sih....?"
Putri mengangguk.
"oh...ya udah kalau gitu..." ucap Naya.Ia pun kembali ke dalam dapurnya.
Putri menuju ke pojokan etalase,sesekali ia melongok ke arah pintu dapur,memastikan Naya masih aman berada di dapur ruko tersebut.Ia kemudian mengeluarkan secarik kertas yang tadi ia masukkan ke saku celananya.Gadis itupun mulai membukanya.Tulisan tulisan yang terlihat rapi itu sukses membuat bibir sang gadis merekah penuh senyuman.Tulisan yang selalu ia rindukan.Berisi kata kata indah yang selalu membuat hatinya berbunga bunga.
Putri selesai dengan aksi bacanya.Ia kemudian melipat kembali kertas itu lalu berjalan menuju tasnya yang ia letakkan di atas rak tak jauh dari etalase.Putri kemudian membuka tas itu dan meraih sebuah kotak kado kecil di dalam tas tersebut.
Dibukanya kotak tersebut,terlihatlah lembaran lembaran kertas yang sama seperti yang ia pegang.Ia meletakkan kertas di tangannya ke dalam kotak itu,berbaur dengan kertas kertas lain yang ada di dalam sana.
...****************...
Sementara itu ditempat lain....
Setelah mampir ke tokonya,kini Adrian tengah berada di dalam perjalanan menuju sekolah Nabila untuk menjemput sang putri kecil.Dengan menggunakan moge yang selalu menjadi tumpangannya kini,laki laki tampan itu melesatkan kendaraan roda dua tersebut dengan kecepatan yang cukup tinggi lantaran ia sudah sangat terlambat menjemput sang putri kecil.
Sekitar lima belas menit perjalanan,Adrian sampai di sebuah sekolah dasar yang menjadi tempat sang putri menuntut ilmu.
__ADS_1
Dilihatnya Nabila sudah berdiri di depan gerbang sambil menikmati stik coklat di tangannya.Hijab putihnya sudah terlepas entah kemana.Nabila memeasang wajah kesal saat melihat sang papa yang baru saja sampai itu..
Adrian menghentikan laju motornya tepat di hadapan Nabila kemudian membuka kaca helm nya.
"hai sayang..." ucap Adrian.
"papa lama banget sih....kemana dulu..." ucap Nabila protes.
"maaf...papa abis dari kantor polisi tadi jengukin om Farhan.Sekalian mampir ke toko bentar...." ucapnya.
Nabila masih bersungut.
"kamu lama ya nungguin nya?" tanyanya lagi.
Nabila mengangguk.
"iya deh maaf....lain kali papa nggak akan telat jemput lagi" ucap Adrian.
"janji?"
"janji..."
"ya udah deh..Nabil maafin...tapi mampir beli es krim.." ucap gadis kecil tersebut.
Adrian terkekeh...
"oke pa..." ucapnya.
Gadis kecil itu kemudian mengambil hijab putih yang ia masukkan ke dalam tas,lalu mengenakan nya.Setelah itu ia kemudian naik ke atas motor sang papa..
Motor pun mulai melaju....
Di dalam perjalanan....
"papa..." ucap Nabila sambil terus memeluk pinggang sang papa dari belakang.
"apa?"
"ntar kalo Nabil udah SMP ajarin naik motor ya....Nabil pengen bisa naik motor yang gede kaya papa..."
"boleh..."
"trus nanti kalo udah lulus SMP Nabil pengan ngelanjutin sekolah ke itu lo pa...sekolah yang buat jadi tukang bengkel..."
__ADS_1
"sekolah jadi tukang bengkel apa Bil?"
"sekolah yang ngajarin buat benerin mesin itu loh pa...apa ya namanya...Nabil lupa...tapi Nabil pernah di ceritain sama temen Nabil...kakaknya sekolah di sekolah kayak gitu pa..." ucap Nabila...
"oh...STM?"
"iya...!itu..!nanti abis SMP aku sekolah STM ya pa...."
"STM itu buat anak cowok Bil....masak anak cewek mau masuk STM?"
"ya nggak apa apa...kan biar Nabil ngerti mesin..." ucap Nabila.
Adrian menggelengkan kepalanya mendengar celotehan sang putri.
"boleh ya pa..." ucap Nabila lagi.
"terserah kamu aja lah Bil..." ucap Adrian
Nabila pun bersorak sorai mendengar ucapan dari sang papa.
...****************...
Malam menjelang....
Disebuah gudang tua tak terpakai....
Seorang remaja nampak begitu rakus menyantap satu roti besar di tangannya.Nafasnya masih memburu.Ia baru saja menjadi bulan bulanan warga yang mengenalinya sebagai buronan polisi saat ia hendak memesan makanan di sebuah restoran cepat saji.Belum sempat makan,seorang pelayan yang mengenalinya dari foto foto dirinya yang tersebar baik di jalan jalan maupun sosial media pun langsung meneriakinya penjahat.Sontak saja,semua perhatian pengunjung restoran pun langsung tertuju padanya.Ia pun menjadi bulan bulanan warga.Beruntung ia menemukan gudang ini.Ia bisa istirahat sementara disini sambil memakan roti yang sempat ia rampas dari warung yang ia lewati saat ia dikejar kejar warga tadi.
Zev selesai dengan rotinya.Ia lantas merebahkan tubuhnya di lantai gudang dengan tas ranselnya sebagai bantal.Pikirannya melayang layang....
Hidupnya kini tak karuan,
Orang tua nya meninggal,bisnis bisnis keluarga nya yang sebenernya ia tahu itu haram hancur.Dan kini,ia menjadi buronan polisi di saat usianya masih sangat belia lantaran di ketahui ia sebagai pelaku atas beberapa kejadian pembunuhan dan perampokan yang terjadi di desa pesisir pantai beberapa bulan terkahir ini.Dan lebih parahnya lagi,ia tak sengaja membunuh pak Herman,orang yang sudah berjasa menyelamatkan nyawanya juga mengislamkannya.
Ya....beberapa bulan lalu,Pak Herman mengajaknya menemui seorang ustad guna membimbing Zev untuk mengucap dua kalimat syahadat.Pak Herman merasa iba melihat Zev sebagai seorang bocah yang tak punya agama,bahkan Tuhan pun Zev tak kenal.
Sebenarnya Zev menyayangi pak Herman.Ia tak pernah punya niat untuk menghabisi nyawa laki laki pincang itu.Namun amarah mengalahkan segalanya.Zev yang mengetahui bahwa pak Heerman melaporkannya ke polisi sontak dibuat murka.Ia kemudian dengan teganya menebas leher sang pria pincang dengan clurit yang selalu menjadi senjatanya untuk menghabisi nyawa orang orang yang ia inginkan.
Yaa...Zev....
remajaa bau kencur yang sudah memiliki jiwa membunuh sejak dini.Remaja yang kelak saat ia dewasa akan menjadi monster yang begitu mengerikan bagi siapapun lawannya nanti.
...----------------...
__ADS_1
***YUKK....TAMBAH DUKUNGAN NYA YUK...
KLIK LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA...🥰***