Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
Nabila Story05


__ADS_3

Burung besi dengan rute penerbangan dari ibu kota J menuju kota M itu sudah mendarat dengan selamat di sebuah bandara yang tak terlalu besar di kota berhawa sejuk yang identik dengan buah apelnya tersebut.


Seorang gadis berpenampilan santai nampak berjalan melewati pintu kedatangan penumpang.Dengan jeans hitam panjang,kemeja lengan pendek putih yang ia gulung ujung lengannya,sneakers putih,raambut panjang sepunggung yang ia ikat ekor kuda dengan sebuah kacamata hitam bertengger membingkai mata bulatnya.Tangan kanannya sibuk menarik koper hitam berisi barang barang bawaannya,sedang tangan kirinya memegang ponsel yang ia tempelkan di telinga kirinya.


"halo..Ra...kamu dimana?" tanya Nabila dari sambungan telefon.


"aku baru sampai Bil...masih di parkiran nih...." ucap Nora dari seberang sana.


"oh....ya udah kamu tunggu disitu aja ya...aku samperin..."


"oke....aku pakai sweater biru ya...mini cooper merah..." ucap Nora.


"oke..." jawabnya.


Nabila segera menyeret kopernya ke parkiran.Kini gadis itu nampak mengedarkan pandangannya mencari cari sosok sahabat jauh yang menjemput nya hari ini.


Nabila sibuk mengedarkan pandangannya hingga...


fokus matanya tertuju pada seorang wanita cantik berambut pirang yang dicepol asal.Paras bule yang kental dengan bibir tebal sensual.Wanita itu mengenakan sweater biru oversize dan hotpants jeans rawis membuat kesan sexy terpancar jelas dari diri wanita itu.


Nabila mengamati wajah wanita yang berdiri menyandarkan tubuhnya pada sebuah mini cooper merah yang terparkir disana,setelah itu ia mengamati foto Nora yang ada di ponselnya.


Persis..!mirip..!fix...itu Nora sahabatnya...!!


Nabila kembali menyeret kopernya mendekati wanita berkulit putih itu.


"Nora?" ucapnya saat mendekati wanita itu.


Wanita itu mengernyitkan dahinya.


"Nabila?" tanyanya kemudian.


Nabila mengangguk antusias.


"iya..."


"aaaaakkkkkhhhh...."


pekikan khas wanita ketika bertemu bestie nya pun menggema disana.Keduanya saling berpelukan dengan eratnya.


"akhirnya....kita bisa ketemu beneran..." ucap Nora.


Keduanya masih hanyut dalam pelukan masing masing,setelah puas...


"apa kabar?" tanya Nora.


"baik Ra...kamu sendiri gimana?"


"baik dong...apalagi setelah ketemu kamu...ya ampun....sumpah aku seneng bangett...kamu lebih cantik aslinya..." ucap Nora.

__ADS_1


"bisa aja kamu..." jawab Nabila.


"ya udah....masuk yuk...mana kopernya..aku bawain.." ucap Nora sambil meraih koper di tangan Nabila.


"makasih ya Ra..."


"iya...santai aja..." ucap wanita cantik itu sambil memasukkan koper Nabila ke bagasi.


"oke...karena hari ini aku yang jemput kamu...maka hari ini aku bakalan ngajakin kamu jalan jalan....kita keliling kota ini...kamu mau kan.." tanya Nora begitu antusias.


"boleh....asal jangan culik aku aja ya..." ucap Nabila.


"hahaha....bisa aja kamu..."ucap Nora.


" ya udah yuk..." ucapnya lagi.


Kedua gadis itupun masuk ke dalam mobil tersebut.Setelah mendudukkan tubuhnya di jog samping kemudi Nabila segera meraih ponsel yang ada di saku celananya lalu menuliskan sebuah pesan untuk tantenya,Putri.


"Tante...Nabil udah sampai...tapi Nabil mau jalan jalan bentar ya....nanti sampai rumah agak telat...tolong bilangin ke nenek ya tan..." tulisnya.


"ada apa?" tanya Nora saat melihat Nabila sibuk mengetik.


"nggak...cuma mau ngabarin tante aku aja kalau aku udah sampe..." ucapnya.


"kamu udah bilang kalau kita jalan jalan dulu kan?" tanya Nora.


"iya dong...biar nggak pada nyariin..." ucapnya.


"sip" ucapnya kemudian sambil mengangkat jempolnya.


Mobil itupun melesat meninggalkan bandara menembus jalanan kota yang tak terlalu padat itu.Keduanya sudah terlihat begitu akrab meskipun ini adalah kali pertama mereka bertemu secara langsung.


Ya....mungkin karena sudah terbiasa dengan hubungan melalui media sosial,membuat keduanya tak membutuhkan waktu lama untuk saling akrab.Nora begitu baik di mata Nabila,Mereka seolah sefrekuensi,mempunyai hobi yang sama dan mencintai satu klub bola yang sama.Membuat obrolan mereka pun terasa begitu nyambung dan menyenangkan.


Sebenarnya ini juga salah satu alasan kenapa Nabila begitu ngotot ingin melanjutkan kuliah di kota ini.


Pertama karena klub bola,kedua karena dia sudah punya banyak teman dari komunitas suporter di kota ini,dan yang terakhir,karena neneknya.Meskipun hubungan nya dan bu Lastri tak sedekat antara cucu dan nenek pada umumnya,namun sebagai anak yang selalu di didik sopan santun dan tata krama yang tinggi oleh Adinda maka Nabila pun memutuskan untuk berbakti pada wanita yang dulu pernah menolaknya dan Adrian.Yah....setidaknya walaupun harus tinggal dengan bu Lastri yang cukup cerewet,tapi setidaknya ia bisa lebih dekat lah dengan tim sepak bola kebanggaan nya itu.Pecinta sepak bola pasti paham...


...****************...


16:00


Setelah puas berkeliling kota dan menghabiskan waktu bersama,kini Nora menggantarkan sahabatnya itu untuk pulang ke rumah nenek sang sahabat.Mini cooper itu berhenti di sebuah rumah yang tak terlalu luas bercat putih dengan pagar besi bercat hitam setinggi dada orang dewasa yang terletak di pemukiman padat penduduk di pinggiran kota berhawa sejuk tersebut.Nabila dan Nora turun dari mobil.Putri Adrian Tama itu segera mengambil kopernya yang ada di bagasi mobil merah tersebut.


"mampir dulu yukk" ucap Nabila.


"nggak usah...udah sore...ntar aku di omelin lagi sama daddy aku..."ucap Nora.


Nabila tersenyum.

__ADS_1


" iya deh...anaknya daddy..."ucap Nabila menggoda.Keduanya pun tergelak.


"ya udah...kalau gitu...makasih ya Ra.." ucap Nabila.


"sama sama...." jawab Nora.


Keduanya pun kembali berpelukan dengan erat.Nabila bersyukur bertemu Nora,gadis yang mengaku sebagai anak piatu yang kini hanya tinggal bersama ayah tirinya.Setelah cukup puas....


"balik ya..."


"oke.."


"daaaahh....." ucap Nora sambil melambaikan tangan yang dibalas dengan gerakan serupa oleh Nabila.


Nora pun segera masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya perlahan meninggalkan tempat itu.


Nabila pun segera meraih kopernya,membuka pagar besi hitam itu lalu masuk ke dalam rumah yang dulu pernah ia tinggali bersama kedua orang tuanya,meskipun dulu belum sebagus sekarang.


Sekarang rumah itu sudah mengalami banyak perubahan setelah di renovasi.


...****************...


Sementara itu di sebuah kamar hotel berbintang lima di kota yang sama...


Seorang laki laki tengah duduk di sebuah sofa single di ruangan dengan fasilitas mewah itu.Dengan tubuh yang hanya berbalut handuk yang menutupi tubuh bagian bawahnya,mata birunya yang mengerikan terlihat begitu menikmati pemandangan seorang wanita yang tengah menari nari er*tis di atas sebuah ranjang king size tepat di hadapannya.


Tanpa ekspresi,tanpa suara,hanya mata yang berbicara,menatap angkuh pada seorang wanita yang ia sewa untuk menemaninya malam ini.


drrrttt....drrrtttt....


ponsel di atas meja kayu ber cat gold itu bergetar.Laki laki itu kemudian meraih benda pipih miliknya tersebut dan menempelkannya di telinga kirinya.


"bos....kelinci sudah mendekat" ucap seorang pria dari seberang sana.


Senyum smirk terbentuk dari bibir merah yang dikelilingi kumis dan jambang yang tak terlalu lebat itu.


"bagus...giring dia ke kandang yang semestinya" ucapnya dingin dengan tatapan mata yang tak lepas dari sang penari yang mulai berjalan mendekat ke arahnya.


"baik bos" ucap laki laki yang merupakan anak buahnya itu dari seberang sana.


Laki laki dua puluh delapan tahun itu menyeringai.


"selamat datang di duniaku kelinci kecil" ucapnya dengan tatapan mata yang begitu mengerikan.Membuat siapapun yang melihatnya pasti akan bergidik ngeri.


...----------------...


***YUHUUU....


Siapakah laki laki di atas wahai para readers????

__ADS_1


Drama dan konflik akan segera dimulai pemirsa....siapkan poin kalian untuk kasih dukungan🤭😁😁😁


KLIK LIKE KOMEN VOTE DAN HADIAHNYA YA....😍🥰🥰🥰***


__ADS_2