Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
121


__ADS_3

05:00


Di sebuah kamar.....


Bu Ela perlahan membuka pintu kamarnya.Ia melongok melihat ke arah pintu kamar sebelah.


Masih tertutup rapat.


Sepertinya keluarga kecil itu masih tidur semua.Bu Ela yang sejak kedatangan Adrian belum keluar kamar pun akhirnya memutuskan untuk keluar dari kamar tersebut.


Ia bergegas menuju lantai bawah untuk beres beres.Setelah seselai menyapu,ia kemudian bergegas menuju dapur untuk mencuci piring.


Belum lama ia mencuci piring,tiba tiba.


"kamu siapa?"


deeggghhhh.....


suara berat itu sukses membuat Bu Ela terkejut sekaligus takut.Wanita itu mematung ditempat.Ia masih hafal suara tersebut.Itu Adrian...ia sudah bangun dan kini ia berada di belakangnya.Bagaimana ini....


"saya tanya sama kamu yang lagi cuci piring...kamu siapa?!" ucap Adrian lagi.


Bu Ela semakin gemetar.Ia benar benar takut untuk berbalik badan.Adrian pasti tidak akan suka dengan keberadaannya ditempat ini.


"saya tanya sama kamu...lihat saya...!!" ucap Adrian mulai tidak sabar.Dan suara itu terdengar lebih dekat.Sepertinya Adrian memang mendekatinya.


Bu Ela dengan satu piring yang masih ditangannya pun perlahan berbalik badan menghadap sang putra.


.


.


.


.


duuuuaaaarrrr........


bagaikan di sambar petir...Adrian terkejut melihat sosok wanita di hadapan nya itu.Dadanya seketika sesak.Ia memundurkan tubuhnya dengan lemah melihat sang ibu yang sangat ia benci berada di hadapan nya.


Bu Ela terus menunduk.Ia begitu takut menerima respon Adrian saat melihat keberadaannya di rumah peninggalan tuan William ini.


"sedang apa anda disini?" tanya Adrian dingin dengan sorot mata tajam.Terlihat jelas aura kebencian dan kekecewaan dari dalam dirinya.Entahlah...bayang bayang pembunuhan itu kembali menari nari di ingatannya tiap kali berhadapan dengan wanita tua ini.


Bu Ela tak menjawab.Ia terus menunduk sambil mengeratkan pegangannya pada piring di tangannya.


"jawab" ucap Adrian lagi dengan aura yang begitu menyeramkan.


Bu Ela mencoba mendongakkan kepalanya.Ia menatap pilu ke arah netra hijau milik sang putra.Adrian semakin terasa perih.Perih mengingat masa lalunya,perih melihat kondisi ibunya saat ini yang terlihat semakin tua dan menyedihkan.


"nak..."


"aku bukan anakmu" ucap Adrian masih dalam mode mengerikan.

__ADS_1


Bu Ela sesenggukan.Sungguh,ia sangat menyesal.Ia ingin sekali memeluk pria gagah dihadapannya itu.


"maafkan mama nak.." ucap Bu Ela lirih sambil mendekat dan merentangkan tangannya hendak memeluk Adrian.


Namun dengan cepat pria itu mengangkisnya lalu mendorong tubuh renta itu hingga terjatuh ke lantai dan piringpun terpelanting hingga pecah tak berbentuk.


"KAU BUKAN IBUKU...!!!" ucapnya menggebu gebu sambil menunjuk nunjuk wajah Bu Ela yang tersungkur di lantai.


Bu Ela semakin terisak perih.


Adinda yang memdengar keributan dan suara barang pecah pun segera berlari menuruni tangga.Betapa terkejutnya ia melihat bu Ela yang terduduk di lantai sedangkan Adrian berdiri dengan garangnya di hadapan wanita tua itu.


Adinda segera berlari mendekati suami dan mertuanya.


"mas..." ucap Adinda.


Adrian tak bergeming.Matanya masih fokus pada wanita tua yang menangis di lantai itu.


"kau yang membawanya kesini?" tanyanya dingin tanpa menoleh ke arah Adinda.


"mas....maaf...aku......."


ucapan Adinda terhenti saat dengan cepat Adrian menoleh ke arahnya dengan tatapan mata yang begitu mengerikan.


"kau lupa apa yang pernah kukatakan Dinda?" tanyanya dingin sambil melangkah mendekati wanita cantik itu.


Adinda pun menunduk takut.


"AKU MEMINTAMU MENJAUHI WANITA INI DINDA...!!KAU TIDAK MAU MENDENGARKU...?!!KAU MAU MEMBANTAH SUAMI MU..???!!!!" bentak Adrian sekuat tenaga di depan wajah Adinda membuat wanita itu seketika bergetar ketakutan dan meneteskan air matanya.


Adrian benar benar dikuasai emosi.Ia tak bisa mengontrol dirinya sendiri.


Tangan Adrian mengepal.Nafasnya memburu,matanya mengembun kini mulai memerah.


Bu Ela bangkit sambil mengusap lelehan air matanya.


"ambilkan aku pisau" ucap Adrian.


deggghhhh....


Adinda mendongak dengan cepat.Bu Ela menagis semakin menjadi jadi.


"mas...." ucap Adinda seolah tak percaya dengan apa yang diucapkan Adrian.


"kau tuli?" tanyanya lagi masih dengan mata iblis yang menatap tajam ke arah sang istri.


"akan ku perliahatkan padamu...bagaimana cara dia dulu yang hendak membunuhku" ucapnya semakin terdenga mengerikan.


"mas dia ibu kamu..."


"AKU TIDAK PUNYA IBU...!!!!" ucapnya kembali membentak di depan wajah Adinda.Membuat wanita itu memejamkan matanya yang kembali meneteskan air.


"IBU MANA YANG TEGA MEMBUNUH SUAMINYA SENDIRI....MENCOBA MEMBUNUH ANAKNYA...!!HANYA DEMI SELINGKUHANNYA...????!!!DIA BUKAN IBUKU...!!!DIA PELA*** BERHATI IBLIS....!!!!"

__ADS_1


DAGGHHH....


Adrian bak orang kesetanan.Ia berteriak teriak seperti orang kesurupan,mengangkat dan membanting kursi meja makan itu hingga hancur tak berbentuk.


"dia tetap ibu kamu mas...dia yang melahirkan kamu...!dia yang nampung aku sama Nabil waktu kamu dipenjara...!!kalau nggak ada dia aku sama Nabil jadi gelandangan sekarang...!!!" ucap Adinda ikut berteriak sambil menangis.Ia tidak suka dengan sikap Adrian yang tempramen ini.


Adrian mengetatkan gigi giginya.Dengan satu gerakan ia mencengkeram dagu Adinda dengan kuat.


"berani kau membentakku sekarang?BERANI...???!" ucapnya semakin tak terkontrol.


"BELUM LAMA KAU MENGENAL DIA.....SUDAH BERANI KAU MELAWAN SUAMIMU...!!!"


Adinda menghempaskan tangan besar itu.


"Dia ibu kamu mas...dia udah cukup menderita selama ini..!dia yang nolong aku sama Nabil selama kamu di penjara..!dia yang mau menerima aku sama Nabil disaat semua orang menjauh dari aku...termasuk ibuku sendiri...!!!!!" ucap Adinda yang kini tak kalah histeris.Ia mendorong tubuh suami nya seolah ingin menyadarkan laki laki itu bahwa Bu Ela sudah berubah sekarang.Dia orang baik.


Adrian terdiam.Tatapan matanya kosong.Entahlah bagaimana perasaannya sekarang.Manusia mana yang tidak akan sakit hati jika dimasa kecilnya ia hendak di habisi oleh wanita yang paling ia sayangi kala itu.Ibu yang harusnya melindungi justru ingin membunuhnya hanya demi laki laki selingkuhannya.


Luka itu terlalu perih untuk disembuhkan.Ia sudah terlanjur sakit hati.Sakit hati yang mendarah daging sejak dulu hingga kini ia sudah tumbuh dewasa.


Adinda mendekati sang suaminya.Dalam hatinya tak henti mengucap istigfar,mencoba menenangkan hatinya yang kini ikut panas.Ia tau betul kekecewaan yanb dirasakan Adrian.


Adinda meraih telapak tangan Adrian dengan lembut.Bu Ela semakin menangis melihat kekacauan yang terjadi karena kehadirannya.


"maafin ibuk ya mas...." ucapnya lirih.


Adrian tak bergeming.


Pria itu kemudian menoleh ke arah sang istri.Tatapan kosong nan sendu itu seketika hilang,kini kembali berubah menjadi tatapan tajam yang membunuh.


"usir dia"


.


.


.


.


duaaaaaarrrrrrrrrrr


😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭


...----------------...


***LANJUT NGGAK NIIIIHHH????


LANJUT NGGAAKKKM??


TAPI OTHOR SEDIH KARENA VOTE DAN HADIAHNYA GAK NAMBAH NAMBAH....😭😭😭😭😭😭


NGGAK ADA YANG PUNYA NIAT NAMBAHIN GITU......😩😩😩😩😩😩😩😢***

__ADS_1


__ADS_2