Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
Nabila Story84


__ADS_3

Malam menjelang....


Dikediaman mewah milik Zev,acara tahlil hari pertama kematian Dave berlangsung.Keluarga Adrian juga keluarga Umi Atikah nampak hadir disana bersama beberapa warga lain guna mengirim doa untuk mendiang Dave yang telah berpulang.Bahkan Adrian sengaja mengundang beberapa anak yatim untuk ikut hadir mendoakan almarhum musuh yang sudah berkali kali mencoba mengusik keluarga nya itu.


Zev tersentuh,Adrian sangat baik...


Laki laki itu begitu peduli pada Dave yang jelas jelas selalu punya niat jahat pada dirinya dan keluarga nya.Zev beruntung,ia bisa sedekat ini dengan keluarga Nabila,membuatnya merasa tak sendirian di dunia ini kala ditinggal Nora dan Dave dalam waktu yang hampir bersamaan.Adrian dan Dinda memperlakukan nya bak anak sendiri,begitu baik dan perhatian.Sungguh...tak pernah terfikirkan oleh Zev ia akan sedekat ini dengan orang yang dulu sangat ia benci itu.


Acara tahlil selesai.Sebagian warga komplek perumahan mewah itu sudah kembali ke rumah masing masing.Ustad Hanif,Adrian,Zev,Bryan,Jordan dan Angkasa nampak masih duduk duduk di atas karpet yang tergelar di ruang tamu rumah mewah itu sambil mengobrol santai.


"Zev...kalau kamu kesepian di rumah ini sendiri,kamu bisa tinggal di rumah bapak...." ucap Ustad Hanif menawarkan diri.


"nggak usah pak" jawab Zev.


"dari pada kamu di rumah sebesar ini sendiri...kan kalau tinggal sama bapak rame...ada ibu kamu,ada Bryan,ada Hanum.." ucap Ustad Hanif.


Zev tersenyum,ia melirik sekilas pada Bryan yang nampak cuek.Ia tau,baik Bryan maupun Hanum tak begitu menyukainya,terbukti sejak pertama ia datang menginjakkan kaki dirumah Umi hingga kini Bryan belum pernah sekalipun menyapanya.Terlebih lagi,kini ia dekat dengan Nabila,wanita yang diam diam dikagumi oleh Bryan meskipun wanita itu sama sekali tak pernah meresponnya


"saya disini sama Jordan kok pak...nggak apa apa....saya juga udah biasa tidur sendiri" ucap Zev.


Ustad Hanif menghela nafas....


"ya sudah kalau begitu...kalau kamu butuh apa apa...datang saja kerumah...itu juga rumah kamu Zev....kami ini juga keluarga kamu" ucap Ustad Hanif.


"iya pak..." jawab Zev


Zev lantas menoleh ke arah Adrian....


"om...." ucapnya.


Adrian menoleh....


"makasih banyak....om sampai mengundang anak yatim segala buat doain paman saya...saya nggak tau harus balesnya gimana,om baik banget...saya malu...saya dan paman saya pernah mencoba berbuat jahat sama om dan keluarga,tapi balasan om malah kayak gini....saya minta maaf om" ucap Zev.


Adrian tersenyum...


"saya nggak sebaik itu...saya mengundang anak yatim karena doa anak yatim itu mustajab dan pasti di dengar oleh Allah....semoga dengan doa anak anak panti tadi,dosa dosa paman kamu bisa di ampuni oleh Allah....saya juga punya salah Zev...saya juga ingin menebus kesalahan saya...salah satunya dengan mendoakan almarhum dengan mengajak anak anak ini....karena mungkin saat ini hanya itu yang bisa kita lakukan kan?" ucap Adrian.


Zev mengangguk...


"ya....om bener....makasih om..." ucap Zev.


Adrian hanya tersenyum sambil menepuk pundak Zev.


Ya...ini salah satu cara Adrian meminta maaf pada Dave dan Zev sebelum akhirnya ia akan mengatakan hal yang sejujurnya pada pemuda itu setelah tujuh hari kematian Dave.Setidaknya ia ingin membiarkan fikiran Zev tenang dulu.Meskipun Zev tak mengucap dan mengungkapkan rasa dukanya,namun Adrian paham betul,kehilangan sosok keluarga,apa lagi satu satunya pastilah akan menimbulkan kepedihan di hati tiap manusia,karena ia juga pernah berada di posisi itu dulu.


...****************...

__ADS_1


Jam menunjukkan hampir pukul sepuluh malam....


Rumah mewah itu mulai sepi saat rombongan keluarga Adrian dan Ustad Hanif berpamitan meninggalkan rumah itu menuju kediaman masing masing.


Zev menutup pintu utama....


"gue tidur duluan ya...capek.." ucap Jordan.Zev hanya mengangguk.Jordan pun bergegas menuju kamar yang biasa ia tempati jika menginap di rumah itu.


Zev mengedarkan pandangannya ke segala arah...


sepi....sunyi...hal yang biasa ia rasakan tiap malam sebenarnya tapi entah kenapa kali ini rasanya beda,mungkin karena terbawa suasana akibat kepergian sang paman yang tiba tiba.


Zev melangkahkan kakinya naik ke lantai dua,pandangan matanya tertuju pada sebuah ruangan yang menjadi kamar Nora saat dulu wanita itu masih tinggal di rumah mewah tersebut.Zev melangkah menuju kamar itu...


ceklek....


pintu terbuka...


Sebuah kamar bernuansa glamour dan mewah,dengan ranjang king size dengan empat pilar warna gold di kempat ujungnya yang terlihat sangat mewah.


Zev duduk di sisi ranjang sambil mengamati ruangan yang belum pernah ia masuki sebelumnya.Ia bangkit,tubuh kekarnya tergerak mendekati sebuah nakas dimana ada sebuah laptop tergeletak di sana.Zev meraih benda canggih tersebut dan mulai mengotak atiknya.


Zev menahan nafas untuk beberapa saat.Berbagai foto dalam pose fulgar milik Nora bertebaran disana.Ada pose sendiri,ada juga pose bersama beberapa laki laki yang berbeda,salah satunya adalah Dave.Ada pose di club malam,kolam renang,kamar mandi,kamar tidur bahkan ruang tamu dan taman belakang bahkan di atas ranjang bukan hanya dengan satu laki laki.


Zev menggelengkan kepalanya,sungguh....Nora begitu menjijikkan dalam foto foto itu.


Namun tiba tiba,fokus mata Zev tertuju pada sebuah video disana.Zev meng'klik rekaman video tersebut,sebuah rekaman kegiatan Nora yang sepertinya di ambil secara diam diam.


Zev nampak serius mengamati vidio yang sepertinya di ambil di kamar ini,kamar pribadi milik Nora.


cetaakk....


"aaahhhhkkk....."


Sebuah bunyi cambukan dan di ikuti sebuah tangisan pilu terdengar dari vidio itu.Terlihat di sana,Nora menangis dalam kondisi tanpa busana dan tangan di ikat oleh sebuah tali hitam,Dave mendorong tubuh wanita itu dan beberapa kali memberikan cambukan pada tubuh polos wanita itu.


"ampun..." ucap Nora merintih.


"dasar jal*ng tolol...!kau benar benar tidak berguna...!aku hanya menyuruhmu membunuh nenek nenek tua tapi kau tidak becus...!"


cetaakk....


satu cambukan lagi mendarat pada tubuh molek itu,Nora kembali menangis,Zev dibuat meringis ngilu melihat adegan dalam vidio itu.


Dave meraih dagu Nora,lalu mencengkeramnya dengan kuat membuat wanita itu meringis kesakitan..


"ingat Nora...!tugasmu adalah melenyapkan semua keluarga Adrian...!ibunya,istrinya dan anak anaknya...!kau harus memutar otakmu yang hanya secuil itu untuk mencari cara agar keparat keparat itu mati secepatnya...!"

__ADS_1


"aku harus gimana?"


"AKU TIDAK PEDULI...!!bagaimana pun caranya kau harus bisa membunuh mereka...atau akan ku buat kau menyesal...!"


"tapi daddy sangat menyayangi Nabila paman...dia pasti akan melindungi wanita itu..!"


plaaaakkkkk.....


"AKU TIDAK PEDULI...!AKU TIDAK PEDULI DENGAN ANAK BODOH ITU...!KARENA KALAU PERLU...AKU JUGA AKAN MELENYAPKAN ZEV SAAT DENDAMKU PADA KELUARGA ADRIAN SUDAH TERBALASKAN...!AKU HANYA BUTUH DIA SEBAGAI ALATKU..TAPI SEKARANG...SI BODOH ITU SUDAH TIDAK BISA DI ANDALKAN..!!" ucap Dave begitu murka


Nora menangis lagi.Dave terus memukuli wanita itu.Bahkan dengan teganya ia memaksa menggagahi Nora dengan kasarnya sambil terus menyiksanya,dan semua itu terekam oleh kamera yang sepertinya sengaja Nora sembunyikan agar tak terlihat oleh Dave.


Zev tak kuat melihat penyiksaan seksual itu.Ia menutup laptop itu dengan kasar.


Zev merasakan sesak dalam dadanya.


Iblis..!bengis...!tak bermoral...!


itu yang pertama kali Zev rasakan sesaat melihat video penyiksaan itu.


Jadi begini tingkah laku pamannya di belakangnya.Bahkan ia berencana membunuh Zev jika semua keluarga Adrian sudah mati dan dendamnya terbalas?


Gila...!!


Zev tak habis pikir.


Ia makin sadar sekarang.Ia dan Nora hanya alat untuk Dave,,alat untuk membunuh keluarga Adrian tanpa mengotori tangan Dave sendiri..!


licik...!


sangat licik...!


Zev mengusap wajah hingga kepala bagian belakangnya.Astaga Tuhan....entahlah...bagaimana perasaannya saat ini.Harusnya hari ini ia berkabung....tapi kenapa sedari tadi ia tal bisa merasakannya,dan kini,ia diperlihatkan sebuah fakta yang cukup membuat Zev tersentak.


Ia tau Dave itu ambisius dan jahat,tapi ia tak mengira bahwa ternyata Dave juga mengincar nyawanya....


Sungguh....ini sangat menyakitkan bagi Zev...!hanya menjadi alat,hanya sebagai tumbal,dan akan dimusahkan ketika ia sudah tak diperlukan lagi...?


miris....


...----------------...


***up 22:17 😁😁


selamat menunggu waktu sahur....


yukk...klik like komen vote dan hadiahnya....

__ADS_1


yang banyak dong....biar yang nulis juga semangat...🥰🥰🥰***


__ADS_2