
Masih di ruang tamu rumah mewah itu.
Kini tinggal tersisa Adrian,Dinda dan bu Lastri yang berada di ruangan itu.Bu Ela memilih untuk kembali ke kamar belakang.Sedangkan Marco Naya dan Chika memilih untuk keluar jalan jalan bertiga sambil mencari cari kosan untuk kedua remaja itu.Ya...Marco merasa sepertinya memang akan ada pembicaraan serius antara Dinda Adrian dan bu Lastri.Itulah sebabnya ia memilih untuk pergi sambil membawa Naya dan Chika.Itung itung sekalian pdkt lahh.....
Di ruang tamu....
"ibuk apa kabar?" tanya Adrian.
"baik" jawab Bu Lastri.Jujur,ia merasa sangat canggung.Namun sekuat tenaga ia mencoba menutupinya.
"anak kalian mana?kok ndak ikut ngobrol?" tanya Bu Lastri.
"masih di kamar buk...katanya capek tadi abis beli keperluan sekolah" ucap Adinda.
Bu Lastri hanya mengangguk.
Untuk sesaat mereka saling diam.
"Dinda...Adrian...ada yang ingin ibuk bicarakan" ucap bu Lastri.
Adrian dan Adinda pun mendengarkan dengan seksama.
"ibuk datang kesini mau minta maaf sama kalian" ucap Bu Lastri sambil menunduk.
"ibuk baru sadar kalau selama ini ibuk terlalu keras pada kamu ndok...ibuk juga terlalu keras karena mencoba memisahkan kalian...ibuk minta maaf..." ucap bu Lastri mulai sesenggukan.
Adinda mendekati sang bunda.Ia memeluk wanita yang sudah sangat lama ia rindukan itu.Sejak ia datang ke kampung halamannya bersama Adrian,Dinda seolah sudah tak pernah merasakan dekapan seorang ibu.Begitupun sebaliknya.Hal itu membuat Adinda yang memang bisa dibilang anak manja jika sudah bersama orang tuanya itupun merasakan kerinduan yang teramata sangat.
Adinda mendekap tubuh wanita itu dari belakang.Seolah ia ingin melepaskan segala kerinduan yang begitu mendalam itu pada sang ibu.
"ibuk nggak salah...ibuk nggak perlu minta maaf." ucap Adinda.
"ibuk salah ndok...ibuk sudah membuat kamu dan anak mu menderita" ucap Bu Lastri di iringi dengan isak tangis.
"ibuk benar benar minta maaf sama kalian....ibuk menyesal.." ucap Bu Lastri.
Adrian hanya diam.Ya...memang ia juga sempat kesal dengan perlakuan bu Lastri.Di hadapan bu Lastri lah seorang Adrian Tama harus berjuang mati matian mengendalikan emosinya.Rela di injak injak harga dirinya dan harus mengorbankan rasa malu dan egonya hanya demi mendapatkan satu kata..RESTU.
Bu Lastri mengusap air matanya.Tangan tangan keriputnya tergerak meraih telapak tangan Adrian dan Adinda dan menyatukan keduanya.
"ibuk merestui kalian" ucapnya dengan tatapan haru.
Adinda mengembun.Ia merasa begitu sangat bahagia.Dalam hatinya tak henti mengucap syukur.Ia memeluk tubuh ibundanya dengan mata yang mengembun.Sedangkan Adrian.Ia hanya tersenyum.Ya....iya bahagia dapat restu...meskipun sebenarnya ia tau..mau dapat restu ataupun tidak,toh nyatanya Adinda juga sudah terlanjur nyaman dengan dirinya.
Adinda melepaskan pelukannya.
"Nabila tidur ndok?ibuk pengen ketemu.." ucap Bu Lastri.
"biar saya panggilin bentar buk" ucap Adrian.
Pria itu kemudian bergegas menuju ke lantai dua dimana kamarnya berada.
ceklekkk....
pintu terbuka....
Dilihatnya sang putri tangah duduk di depan meja rias menatap cermin besar di sana dengan wajah yang nampak ditekuk.
Adrian mendekati gadis kecil itu.Ia duduk di tepi ranjang tepat di samping Nabila.
__ADS_1
"ngapain disini cantik?ada tamu kok nggak turun?" tanya Adrian
Nabila masih cemberut,tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mungilnya.
"papa tanya kok nggak dijawab sih?kenapa?" tanya Adrian lagi.
"Nabil kesel sama nenek itu" ucapnya lirih dengan suara dongkol.
"kenapa?nenek Lastri itu nenek kamu nak"
"bukan" ucapnya masih dengan suara yang sama.
"nenek nya Nabil cuma nenek Ela..!nenek Ela yang baik sama Nabil..!nenek yang itu jahat...!Nabil nggak suka..!" ucap Nabila dengan lelehan air mata yang mulai menetes deras.
Adrian tersenyum lembut.
"nggak boleh gitu nak...biar gimana pun dia adalah ibuknya mama....kamu nggak boleh kayak gini...kasian mama dong...nanti mama sedih...nenek udah jauh jauh lo datang kesini buat ketemu Nabil...masak Nabil nggak mau nemuin" ucap Adrian membujuk.
"kita turun ya....bentar aja..."
Nabila menggelengkan kepalanya cepat.
"nggak boleh gitu nak...nanti nenek kira papa nggak ngajarin sopan santun loh....kamu nggak kasian sama papa..nanti mama juga sedih loh kalau kamu nggak turun...nggak mau kan bikin mama sedih?"
Nabila menggeleng pelan.
"mau ya turun...bentar aja..." ucap Adrian lagi dengan begitu lembut.
Nabila pun akhirnya mengangguk pelan.
"tapi gendong" ucap nya kemudian.
"iya...ayok...sini papa gendong...." ucap Adrian.
...****************...
Sementara itu di tempat lain....
Di sebuah kamar seorang remaja putra yang identik dengan nuansa bola.
Pria itu tengah asyik dengan gitarnya.Mengabaikan ponselnya yang beberapa kali berbunyi menandakan pesan WhatsApp yang masuk.
Joddy akhirnya meraih benda pipih tersebut.Ada beberapa pesan dari grub WhatsApp yang dibuat oleh teman temannya.Namun yang menyita perhatian adalah dua pesan dari nomor seorang gadis dengan foto profil boneka Annabelle itu.
"Chick"
itu nama yang tertulis di sana.
Joddy membuka room chat nya disana.
"*heii....kamu lagi dimana?aku lagi dirumah Dinda nih"
"kamu nggak kesini?di rumah Dinda lagi rame nih*"
Dua pesan itu terkirim sekitar satu jam yang lalu.
Joddy tersenyum simpul.Jari jarinya tergerak mengetikkan sesuatu di sana.
"sorry baru bangun tidur" ucapnya singkat dan bohong.
__ADS_1
Ya....Joddy kini seolah malas berurusan dengan wanita.Untuk pertama kalinya ia merasakan jatuh cinta pada seorang wanita,namun ternyata ia mencintai wanita yang salah.Ia mencintai istri orang,Adinda.Niat hati ingin meraih hati sang pujaan hati,ia justru teejebak dalam belenggu seorang wanita gila s*x yang hampir saja membawanya terjun jauh ke lembah hitam andai tak tertangkap basah oleh kakaknya.
Ya....katakanlah laki laki itu sedikit trauma,atau jera,atau lelah,atau merasa rendah.Ia merasa sudah terlalu buruk sebagai seorang laki laki.
tingg....
1pesan masuk...
Chick...
"oh...kirain.." tulis sang teman chat.
"lagi apa?" tulis wanita itu lagi.
Joddy membalas pesan tersebut dengan raut wajah datar.
"tiduran"
"nggak keluar?"
"nggak...lo masih di rumah Dinda?"
"nggak...ini aku lagi di ajakim keluar sama temennya mas Adrian..."
"oh ya...lo berapa lama stay di sini?"
"ini mau nyari kos kosan dulu...niatnya sih sekalian...bentar lagi kan udah mulai ngampus...mending nyari kost sekalian biar nggak bolak balik"
"oh....udah ketemu kost kosan nya?"
"belum..."
"gue bantu nyariin mau?itung itung sebagai ucapan terima kasih gue karena lo udah ngasih gue banyak foto dan vidio nya Dindaa"
"ya ampun...santai aja kalikkk....aku ikhlas kok...aku malah berterima kasih..berkat semua foto dan vidio yang kamu sebar nama Dinda jadi nggak jelek lagi"
"gue nglakuin itu demi nebus semua dosa gue..!gue tau gue salah..makanya gue memperbaiki semuanya...seenggaknya semua orang harus tau kalau Dinda itu wanita baik baik.Gue nggak tega dia di bully banyak orang"
"iya....kamu bener"
"Chik....lo tinggal dimana sekarang?besok ketemu an yukk....gue pen ngajak lo makan...ya...walaupun cuma di angkringan nggak apa apa ya...gue miskin banget sekarang...abang gue pelit banget sumpah"
"hahaha.....makanan di angkringan malah enak enak kalik....aku sekarang masih nginep di rumah Dinda sampai dapetin kosan buat aku sama Naya."
"oke...besok gue jemput ya....tapi gue tungguin di depan komplek ya..gue malu kalo harus ke rumah Dinda"
"kenapa?"
"ya malu aja..nggak apa apa kan lo jalan ke depan komplek?"
"nggak apa apa kook."
"oke...besok jam sebelas an ya.."
"siaaappp..."
...----------------...
***KOK HARI INI NGGAK ADA TAMBAHAN VOTE DAN HADIAHNYA 🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺
__ADS_1
TAMBAHIN LAH...BIAR OTHORNYA SEMANGAT..😫😫😫
JANGAN LUPA LIKE KOMEN NYA JUGA YA***.....