Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
53


__ADS_3

05:30


Adrian turun dari lantai atas dengan mengenakan sneakers putih,hoodie hitam dan celana pendek kain warna hitam.


"mau kemana mas?" tanya Dinda yang sedang berada di ruang tamu.


"aku mau jogging bentar" ucapnya.


Adinda bangkit.


"aku boleh ikut?" tanyanya antusias.


"kamu mau ikut?" tanyanya


Adinda mengangguk antusias.


"ya udah buruan ganti...aku tunggu di depan"ucap Adrian.


" siap..!"ucap Dinda sambil tangannya memberi hormat.Adinda segera berlari menuju kamar untuk mengganti pakaian nya.


Adrian tersenyum gemas melihat ekspresi sang istri yang nampak begitu menggemaskan.Pria itupun segera menuju ke halaman sambil melakukan pemanasan sebelum melakukan lari pagi.


Sementara di dalam kamar Adinda dengan gerakan kilat menyambar celana olahraga dan hoodie kuning dan sebuah hijab instan warna hitam.Dengan gerakan cepat wanita itu mengenakannya lalu mengambil sebuah sneakers dan mengenakannya.Adinda setengah berlari menuju halaman untuk menyusul sang suami.


"ayo mas...."ucapnya.


Adrian menoleh ke arah Adinda,wanita itu nampak begitu imut.


" siap?"tanya Adrian


"siap...!" ucapnya.


Adrian terkekeh pelan.


"yukk..."


"ok..."


Sepasang suami istri itu pun berlari lari kecil beriringan sambil berbincang bincang.Bahkan sesekali mereka saling bercanda dan tertawa.Mereka selayaknya suami istri pada umumnya yang hidup dalam keharmonisan.


"mas..mas...stop..." ucap Adinda sambil menahan langkah Adrian.


"ada apa?"


"balapan yukk....kalau cuma lari lari gini mah nggak seru mas...nggak keluar keringat banyak" ucap Adinda.


Adrian mengangkat satu sudut bibirnya.


"kamu yakin mau balapan sama aku?" tanya Adrian sambil tersenyum menatap sang istri yang sudah mulai mengambil ancang ancang.


"ya yakin lah...ayo...berani nggak?" tanya Dinda sok menantang.


"ciihh....ok...siapa takut" ucap Adrian sambil ikut mengambil ancang ancang.


"kalau aku menang dapet apa?" tanya Adrian.


"aku beliin kamu minum" ucap Adinda.


"ciihhh....nggak mau...!kamu pikir aku anak kecil"


"terus mau nya apa?"


Adrian menatap Dinda dengan tatapan nakal,lalu ia menunjukkan empat jari jarinya pada Adinda.


"ntar malem empat kali" ucapnya dengan tatapan menggoda.


Adinda melotot mendengar ucapan itu.Beberapa detik kemudian...


"ok...nggak masalah...tapi kalau sampai aku yang menang....kamu harus mau pakai daster empat hari berturut turut..." ucap Adinda menantang.

__ADS_1


Adrian tertawa...


"ok....siapin tenaga ekstra sayang....aku nggak mau kamu pingsan ntar malem" ucap Adrian angkuh.


"jangan mimpi ya...siapin mental kamu mas...aku nggak mau kamu depresi cuma gara gara malu pakai daster" ucap Adinda sombong.


Adrian menggeleng sambil mengulum senyum


Keduanya pun mengambil ancang ancang.Adrian pun mulai menghitung mundur...


"three....two.....one........."


buugghh.....


"go....!!"


Adinda mendorong tubuh besar itu sekuat tenaga membuat Adrian yang tak siap pun jatuh.Adinda pun berlari duluan sambil tertawa terbahak bahak.


"heyy....!Dinda kamu curang ya...!!" ucap Adrian yang masih terduduk di aspal


Adinda menoleh ke belakang,ke arah Adrian,lalu menjukurkan lidahnya mengejek sang suami.


"siap siap pakai daster zeyeeeenggg...hahahahah" teriak nya sambil terus berlari.


Adrian terkekeh melihat aksi sang istri.Lihatlah...betapa lucunya wanita itu.Pria itupun segera bangkit dan berlari menyusul sang istri.


Adinda yang sudah jauh di depan tak bisa menahan tawanya.Ia merasa di atas awan.Seolah ia begitu


"haha....jadi nggak sabar liat mas Adri pakai daster" ucapnya sambil terus berlari.


Tiba tiba....


"siapin tenaganya sayang...." ucap laki laki itu yang tiba tiba sudah berlari menyalipnya.


"lhoo....kok bisa...!dia kan jatuh tadi..." ucap Adinda kaget.


"mampus...sekali aja tepar gimana empat kali..." gumamnya


"kejar dong..!udah curang masih aja kalah" balas Adrian.


"mas....!!!"


Adinda berlari sekuat tenaga mengejar Adrian.


"mas...tungguin...!!" ucap Adinda namun Adrian tak menggubris.


"mas...."


buughhh...


"aaawww...."


Adrian menoleh ke belakang.Adinda terjatuh...


"Dinda...!!!" pekiknya.


Laki laki itu pun berlari menghampiri Adinda yang meringis kesakitan sambil memegangi lututnya.


Adrian berjongkok di samping Adinda.


"kenapa?"


"sakit mas..." ucap Adinda sambil memegangi lututnya yang lecet.Adrian terkekeh....


"kok malah ketawa?sakit mas..."


"makanya....ati ati..."


"ya kamu larinya cepet banget!"

__ADS_1


"kan kamu yang ngajakin balapan.." ucap Adrian


Adinda hanya cemberut.Adrian meraih tali sepatu Dinda yang terlepas.


"tali sepatu kamu lepas sayang....makanya jatuh..." ucapnya sambil menalikan tali sepatu tersebut.


"bisa jalan?" tanyanya lagi.


"sakit..." ucap Dinda manja.


"gendong mau?"


"nggak capek?ntar kalo capek nggak jadi empat kali dong...." ucap Dinda membuat Adrian tertawa terbahak bahak.


"kamu ngeremehin aku?" tanya Adrian.


Adinda hanya senyum senyum malu


"enggak...." ucapnya kemudian.


"mau di gendong nggak?"


Adinda hanya mengangguk malu membuat Adrian tertawa gemas sambil mengacak acak rambut berbalut hijab tersebut.


Adrian pun memposisikan tubuhnya,Adinda dengan cepat naik ke punggung kekar tersebut.Dengan satu gerakan,Adrian pun menggendong tubuh wanita itu.Adinda tersenyum di balik punggung kekar itu.


"pegangan dong...ntar jatuh lagi" ucap Adrian lembut.


Adinda pun menurut.Ia mengalungkan lengannya ke leher Adrian lalu menyandarkan kepala nya di punggung itu.Adrian pun mulai berjalan santai sambil menggendong tubuh mungil Adinda.


...****************...


Tak butuh waktu lama,sepasang suami istri itu sampai di sebuah taman yang cukup luas.Adinda duduk di sebuah bangku taman di bawah pohon rindang di taman tersebut.Tak berapa lama kemudian,Adrian datang membawa dua botol air mineral.


"nih...minum dulu..." ucap Adrian sambil menyodorkan botol minum ke arah Dinda.


"thank you suamik..." ucap Adrian manja.


Adrian kegerahan.Keringatnya bercucuran,ia pun melepas hoodienya,memperlihatkan tubuh atletisnya yang bertato.Adinda tersenyum sambil memiringkan kepalanya,laki laki itu memang benar benar tampan,apalagi jika sedang berkeringat seperti ini.Adrian meneguk air minumnya hingga separuh,kemudian ia mengguyurkan sisa minumannya itu ke kepalanya.


Adinda semakin tersenyum....


"Subhanallah...." batin Adinda memuja.


Adrian menoleh ke arah istrinya yang terpesona itu.


"kenapa?"


"nggak apa apa"


"masih sakit?" tanya Adrian.


"udah mendingan"


"kita pulang yukkk..aku masih pengen nge gym"


"ikuut..." ucap Adinda manja.


"boleh...." ucap Adrian.


"bisa jalan nggak?"


"bisa...tapi pelan pelan" ucap Adinda dengan mimik wajah manja.


"iya...."


Sepasang suami istri itu pun mulai berjalan meninggalkan taman tersebut.Adinda berjalan sambil menggandeng lengan sang suami.


...----------------...

__ADS_1


LIKE KOMEN HADIAH & VOTE PLISSSS.....😍😍😍😍😍😍


__ADS_2