Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
145


__ADS_3

Chika sudah berada di depan kosan nya sambil mengenakan sneakers nya.Ia yang mandi lebih dulu membuatnya pun siap lebih dulu sedangkan Naya masih sibuk bersiap siap di dalam sana.


tin..tin...


Suara itu berhasil mengalihkan perhatian Chika.Dilihatnya mobil putih itu berhenti di halaman kos putri yang cukup luas tersebut.Marco keluar dari mobil tersebut.Jeans abu abu,kaos hitam berbalut jaket berwarna senada dan kacamata hitam bertengger di hidung mancungnya.


Pria itu melangkah mendekati Chika yang nampak melongo.


"assalamu alaikum..." ucap Marco sambil melepas kacamata nya.


"wa alaikum salam...eh mas Marco...cari Naya ya...?"


"iya...masih dirumah kan?"


"masih mas...bentar ya...aku panggilin..."


"NAAAAYYY.....NAYAAAAA.....OJOB MU TEKO IKI LOOO....!!!" (Suamimu datang nih lo...)


Teriak Chika yang berhasil memekakan telinga Marco membuat laki laki itu pun nyengir sambil menutup kedua telinganya.


Tak ada jawaban dari dalam sana.


"bentar ya mas...Naya emang ngeselin kalo dipanggil" ucap Chika.Marco hanya mengangguk.


"NAAAAYYYYY....!!! turu a koen?! (kamu tidur ya) ?"


Naya keluar dari dalam kost an nya.Dengan gamis warna merah maroon dan hijab berwarna senada sambil tangannya mengusap usap wajahnya dengan pelembab wajah miliknya.


"opo'o sih Chik?" ucap Naya


Chika mengangkat dagunya seolah menunjuk ke arah Marco yang berdiri tak jauh dari mereka.Naya yang belum menyadari kehadiran Marco pun menoleh ke arah yang di tunjuk Chika.


"mas Marco..." ucapnya.


Marco tersenyum.


"udah lama?"


"belum..." jawab Marco singkat.


"bentar ya mas...aku ambil tas dulu" ucap Naya.


Marco kembali mengangguk.Naya masuk ke dalam kosan tersebut untuk mengambil perlengkapan kuliahnya.


Sementara di teras kosan...


"kamu juga mau berangkat Chik?" tanya Marco.


"iya mas" jawab Chika.


"bareng aja.."


"nggak mas...aku bareng sama temen..."


"belum lama kuliah udah punya temen aja..temen apa temen?"


"teman kok..."


Naya keluar dari dalam kost dengan tas selempangnya.


"udah?" tanya Marco.


"udah mas...."


"yuk..."


"ayok Chik..." ucap Naya sambil menggandeng tangan chika.


"nggak...aku udah ada yang jemput.."


"siapa?"


"ada deh...udah sana buruan berangkat..." ucap Chika.Ia tak mau sampai Naya tau kedekatannya dengan Joddy.Selama ini memang belum ada yang tahu tentang Joddy dan Chika.


"kamu yakin nggak mau bareng aja..." tanya Naya


"nggak Nay....udah sana..."


Naya pun dengan berat hati meninggalkan Chika sendiri.Sebenarnya ia lebih nyaman jika Chika ikut dengannya,supaya ia ada teman ngobrol.Tapi Chika nya malah nggak mau.


Mobil putih itupun berlalu membawa Naya dan Marco didalamnya.

__ADS_1


Sedangkan Chika masih menunggu jemputannya di depan teras kost putri tersebut.


Tak butuh waktu lama,motor sport biru dengan pria tampan berkulit putih diatasnya terlihat mendekati nya.


"sorry....lama ya...?" ucap Joddy setelah menghentikan laju motornya di depan Chika.


"belum kok" ucap Chika.


"ya udah yokk..." ucap Joddy sambil menyerahkan helm untuk Chika.


Chikapu menerimanya dan segera naik ke atas motor biru tersebut.


"gue mau latihan jadi pembalap...kalo takut peluk aja..." ucap Joddy menggoda


"kamu ngebut aku loncat..." ucap Chika.


Joddy pun terkekeh.Motor tersebut pun segera melaju meninggalkan tempat itu.


Sepanjang perjalanan,kedua anak manusia itu begitu asyik bercanda satu sama lain.Tak jarang Chika meninju ringan punggung Joddy saat remaja itu melontarkan celotehan celotehan nyeleneh.Sungguh...mereka terlihat begitu dekat saat ini.


Sementara itu di dalam sebuah mobil.


"Nay....ntar pulang jam berapa?" tanya Marco sambil memainkan jari jarinya di kemudi mobil sambil menunggu lampu lalu lintas yang kini tengah berwarna merah berubah menjadi hijau.


"siang mungkin mas..." jawab Naya.


"langsung ke toko?"


"iya..."


Sesaat mereka terdiam.


"emm....ntar malem gue pengen ngajak lo keluar....mau nggak?"


"keluar kemana mas?" tanya Naya menunduk.


"ya...kemana kek...nonton mungkin,jalan jalan,ke mall,makan...lo sukanya apa?"


"eemmm...apa ya..?" ucap Naya nampak berfikir.Marco tersenyum mengamati wajah manis yang kini tak tertunduk lagi.


"suka nonton film nggak?"


"suka..."


"apa ya??paling sukanya yang horor sama komedi...yang romantis romantisan nggak suka aku..."


"oh ya?masa sih?bukannya cewek itu suka nya yang berbau bau drama drama percintaan gitu ya...yang banyak adegan romatisnya..."


"aku nggak..." jawab Naya singkat.


Marco terkekeh.


Saat mereka sedang asyik berbincang,tiba tiba pandangan mata Marco teralihkan melihat sebuah motor yang begitu sangat ia kenal berhenti di sisi sebelah kiri mobilnya,tepatnya di samping Naya.


"itukan Joddy?" gumam Marco.


"apa mas?" tanya Naya memperjelas ucapan Marco.


Marco menggerakkan dagunya,seolah menunjuk ke arah motor yang berhenti tepat di samping Naya.


Naya pun menoleh ke arah yang Marco tunjuk.


"Chika?" ucap Naya.


"Chika?" Marco memperjelas.


"iya...itu Chika mas?sama siapa ya?"


Naya hendak membuka kaca mobil tersebut,namun baru saja hendak membukanya,lampu lalu lintas sudah menunjukkan warna hijau.Motor di samping Naya pun melesat meninggalkan tempat itu.


Marco melajukan kendaraannya membuntuti motor biru yang membawa dua insan manusia yang terlihat begitu akrab itu.


Hingga sampailah mereka pada sebuah bangunan yang menjadi tempat Joddy Naya dan Chika menuntut ilmu.Joddy segera memarkirkan motornya di parkiran motor disana.Sedangkan Marco pun juga memarkirkan mobilnya di parkiran mobil yang letaknya bersebelahan dengan parkiran motor.


Chika dan Joddy pun bergegas masuk ke area kampus sambil terus bercanda.Sesekali keduanya tergelak dan saling melempar celetukan nyeleneh.Hingga...


"Chika.....!!!"


suara itu berhasil membuat Joddy dan Chika menoleh ke arah belakang,dimana sumber suara itu berasal.


"Naya....mas Marco..." ucap Chika.

__ADS_1


Joddy terdiam.Begitu juga Marco dan Naya.


Marco dan Naya mendekati Chika dan Joddy.


"kalian....??" tanya Naya sambil menunjuk ke arah Chika dan Joddy bergantian seolah ingin tau kenapa bisa mereka berangkat bareng dan terlihat begitu akrab.


Chika menghela nafas panjang...


"jangan ngobrol di sini ya....kita cari tempat yang enak..." ucap Chika.


"kita ngobrol di kantin yuk" ucapnya lagi.


Yang lain pun hanya mengangguk.Ke empat anak manusia itupun bergegas menuju kantin.


Setibanya di kantin dan memesan minuman....


"Chik..." ucap Naya seolah meminta penjelasan.Pasalnya ia tak pernah tau tentang hubungan Chika dan Joddy.


Chika menghela nafas panjang,ia menoleh ke arah Joddy seolah meminta persetujuan laki laki itu untuk menceritakan semuanya.Joddy mengangguk samar,pertanda setuju.


"oke...gini...aku jelasin ya..." ucap Chika.


"kamu masih inget dia kan Nay?ini Joddy...temennya Dinda yang dulu pernah ke rumah Dinda.Dia juga orang yang udah.....jeblosin mas Adrian ke penjara..." ucap Chika berat.


Joddy hanya diam.Begitupun Marco.Ia ingin mendengarkan apa yang sebenarnya terjadi.


"iya...aku inget....terus kenapa kalian bisa bareng?" tanya Naya.


"jadi gini........................"


Chika pun mulai menjelaskan semua.Awal mula kedekatannya dengan Joddy yang berawal dari dm Joddy yang meminta nomor ponselnya.Awalnya Chika menolak,namun dengan sedikit desakan dan berbagai bujukan,Chika luluh juga.Komunikasipun berlanjut di aplikasi WhatsApp.Joddy meminta bantuan Chika untuk mengirimkan beberapa foto dan vidio tentang Adinda yang bersifat positif.Gunanya untuk menyebarkannya ke publik agar bisa sedikit membersihkan nama baik Adinda yang sudah tercoreng lantaran di anggap bukan wanita baik baik lantaran mau menjadi istri seorang penjahat.


Chika pun menurut.Dan hasilnya pun terbukti.Sedikit demi sedikit pandangan miring terhadap Adinda mulai lenyap lantaran banyaknya vidio dan foto foto Dinda yang bertebaran di jagat maya.


Joddy pun berterima kasih pada Chika,berkat bantuan gadis tomboy itu kini Joddy merasa sedikit banyak bisa menebus dosa dosanya pada Adinda lantaran sudah membuat Dinda terpisah dari suaminya.


Dan....seperti ini lah mereka sekarang.Berawal dari niat menebus dosa pada Adinda.Kini kedua anak manusia itu justru menjadi sahabat yang begitu klop.Kemana mana berdua.


"oh....jadi gitu..." ucap Naya setelah mendengar semua penjelasan Chika.


Marco tersenyum simpul.Ternyata adiknya ini punya cara tersendiri untuk menebus semua kesalahan nya.


Chika mengangguk.


"maaf ya Nay...aku nggak cerita...Joddy yang mau...dia nggak mau Dinda tau soal ini...jadi terpaksa deh...aku simpen semua ini cuma buat aku sama Joddy" ucap Chika.


Naya tersenyum.


"aku ngerti...."


"makasih ya Jod...ternyata kamu nggak se ngeselin yang aku pikir" ucap Naya.


Joddy hanya tersenyum.


"oh ya...Joddy...kenalin...ini mas Marco...temennya mas Adrian...dia yang bantuin mas Adrian bebas" ucap Naya.


Joddy menatap sinis ke arah Marco yang juga menatap nya sinis.


"gue nggak butuh kenal ama dia" ucap Joddy


Naya dan Chika mengernyitkan dahinya.


"kok gitu?" tanya Naya tak suka dengan ucapan Joddy.


"Joddy...." ucap Chika lirih.


Joddy menatap wajah Chika.


"lo inget kan...gue pernah cerita sama lo kalo gue punya abang yang pelitnya minta ampun?"


Chika mengangguk.


"nih....orangnya..." ucap Joddy sambil menatap kesal ke arah Marco.


"APAAAA????" pekik Naya dan Chika bersama an.


...----------------...


KLIK LIKE SETELAH BACA💙


RAMAIKAN KOLOM KOMENTAR....

__ADS_1


KASIH VOTE DAN HADIAH YANG BANYAK....BELUM NAMBAH NAMBAH LAGI NIH VOTE NYA 🥺🥺🥺🥺


__ADS_2