
Hari berganti hari..
Bulan berganti bulan..
Semua berjalan dengan semestinya....
Siang ini....
Di tepi kolam renang di rumah mewah milik Adrian Tama.Wanita hamil itu nampak duduk di tepian kolam dengan kaki yang terjulur ke air.Wanita berdaster dengan perut yang mulai membuncit itu terlihat tak henti menebar senyuman menyaksikan sang suami yang sibuk bergelut dengan jernihnya air kolam renang disana.
Adinda tersenyum menyaksikan sang suami yang tengah basah basahan di dalam kolam sambil tangan putihnya sibuk mengupas buah berwarna merah itu dan meletakkan potongan potongan buah tersebut di sebuah piring yang ada di samping tubuhnya.
Adrian berenang mendekati sang istri.Kedua tangan kekarnya tergerak mendekap betis mulus milik wanita tercintanya yang terjulur ke air.Adrian mengangkat kepalanya ke permukaan lalu merebahkannya di atas paha putih berbalut daster selutut itu bak sebuah bantal.
"mau apel" tanya Dinda.
Adrian mengangguk.
Wanita cantik dengan rambut panjang tergerai itupun mengambil sepotong apel dan menyodorkannya ke dalam mulut suami kesayangannya itu.
Adrian pun menerima nya.
"Mas...."
"hmm..." jawab Adrian dengan tangan mulai mengusap usap lembut paha mulus Adinda yang tertutup daster yang mulai basah karena tetesan air kolam dari wajah berjambangnya.
"aku tadi dapet WA dari grub kelasnya Nabil...besok anak anak ada outing class ke kebun binatang...kamu besok ke kantor polisi nggak?" tanya Adinda sambil membelai lembut rambut basah suaminya itu.
"aku usahain Din..nanti aku ngomong sama Bram..." ucap Adrian.
Adinda mengangguk...
"mas..."
"ya...."
"perkembangan kasus kamu gimana?belum ada kabar mas tentang kebebasan kamu?" tanya Adinda lagi sambil kembali menyodorkan potongan buah apel ke mulut Adrian.
"belum Din....beberapa hari lalu polisi dapat laporan ada nelayan menemukan potongan jasad di tengah laut.Kondisinya udah busuk...tanpa kepala.." ucap Adrian.
Adinda nyengir takut...
"ihh...serem mas..." ucapnya.
"itu mayat siapa?" tanyanya lagi.
"belum jelas...masih di identifikasi..tapi lokasinya nggak jauh dari pulau tempat penggerebekan komplotan mafia yang terakhir di bekuk polisi waktu itu..." ucapnya
"jangan jangan dia anggota yang kabur itu?" ucap Adinda menerka.
Adrian tersenyum.
"bisa jadi..." jawabnya.
Adinda makin dibuat bergidik ngeri.
"trus siapa yang bunuh mas?kok bisa ilang kepalanya gitu..serem banget..." ucap Dinda.
Adrian mengangkat kepalanya.Ia mengubah posisinya duduk di samping Dinda dengan kaki terjulur ke air.
"dunia mafia itu kejam Din....siapa yang kuat dia yang menang...nggak ada belas kasihan...nyawa bukan barang berharga untuk para mafia...udah kayak mainan..." ucapnya.
Adinda menatap dalam wajah suaminya itu.
__ADS_1
"aku takut masih ada orang yang punya niat jahat sama keluarga kita mas..." ucapnya.
Adrian tersenyum...
"makanya aku makin protektif sama kamu dan Nabil...aku masih punya banyak musuh Din....mulai darii mereka yang kelompoknya di bekuk polisi,mereka yang merasa dendam sama aku karena dosa dosaku dimasa lalu...aku yakin...sebagian dari mereka pasti mengintai aku,bahkan keluarga kita."
"kamu doain aja....semoga nggak ada lagi teror atau apalah yang membahayakan keluarga kita..." ucap Adrian.
Adinda mengangguk.
Adrian mengusap lembut pucuk kepala sang istri.
"kamu juga hati hati mas...kejadian teror di desa pesisir pantai beberapa waktu lalu bikin aku jadi khawatir sama kamu...kamu incaran utama mereka sayang..." ucap Adinda.
"aku tau...tapi kamu juga tau kan...suami kamu ini bukan orang sembarangan sayang....aku bisa jaga diri aku sendiri.." ucap Adrian..
Adinda menghela nafas panjang...
"kamu selalu gitu kalau aku bilangin..." ucap Adinda.
Adrian terkekeh.
Ia merengkuh pinggang Adinda,dengan satu gerakan laki laki itu lantas mengangkat dagu lancip milik ibu hamil itu dan mengusap lembut bibir merah kesukaannya itu dengan jari jari tangannya yang basah.
Adrian menatap nakal wajah ayu itu.
"mas..."
"hmm..."
"ini outdoor lo...jangan macem macem...."
"justru karena outdoor...biar ada sensasi baru..mumpung cuma ada kita berdua dirumah.." ucap Adrian.
Adrian mulai meraba paha putih mulus itu dengan lembut,membuat Adinda mulai merasakan sensasi yang luar biasa.
Adrian tersenyum nakal.Dengan satu gerakan ia melahap benda merah muda tempat keluarnya suara suara indah kesayangannya.
Keduanya pun hanyut dalam pertukaran saliva yang cukup panas.Sebelah tangan putih itu tergerak merengkuh pinggang sang suami,sedang tangan satunya mulai meraba dada bidang dengan dua bongkahan besar di kanan dan kirinya
Adrian mengubah posisinya.Ia mengangkat tubuh ramping itu dan merebahkannya di tepian kolam renang.Adrian menatap penuh na*su pada wanita hamil di hadapan nya.Dengan cepat ia membuka daster yang sudah setengah basah itu.Adinda menoleh ke arah dalam rumah.Sungguh,ia takut kalau kalau ada orang yang tiba tiba masuk dan memergoki adegan panasnyaa.
Daster sudah tertanggal.Tinggal tersisa dua kain pembungkus dua bagian tubuh kesukaan Adrian.Adrian merayap dari kaki naik hingga ke leher wanita itu,meninggalkan jejak merah keunguan di setiap jalan yang ia lewati.Dinda memejamkan matanya,menggigit satu jarinya agar tak menimbulkan suara sambil menggeliat merasakan sentuhan bibir,tangan serta tetesan air dari wajah, rambut dan tubuh suaminya itu.
Adrian kembali melahap makanan favoritnya.Pergulatan dua lidah kembali terjadi.Adrian menggerakkan tangannya mengusap dan memainkan benda kenyal milik sang istri dengan mulut yang masih saling menyatu.
Dinda mulai panas.Tangannya tergerak memeluk tubuh kekar itu.Suara suara indah yang hanya boleh di dengar oleh Adrian mulai keluar tak tertahan saat laki laki itu mulai memangsa dua benda indah dengan ujung tombol berwarna coklat kesukaan sang singa.
Adinda meracau hebat saat Adrian mulai menggila disana.
Setelah puas,laki laki itu kemudian bangkit.Ia berdiri dengan gagahnya lalu melepaskan celana hitam yang sudah basah karena air kolam itu hingga terpampanglah bagian tubuh kebanggaan suami Adinda Zahra itu.
Dinda kembali mengarahkan pandangannya ke dalam rumah.Memastikan bahwa masih tak ada orang di dalam rumah mewah itu.
Adrian menatap nakal wajah cantik di bawahnya itu.
Ia kemudian mengubah posisii tubuhnya menjadi setengah duduk,lalu mengarahkan sang jagoan ke tempat yang semestinya..
bleeesss....
tertancap dengan sempurna..
"mas.." ucap Adinda lirih.
__ADS_1
"apa?"
"kalo tiba tiba ada yang dateng kita ngumpet dimana?"
"ngapain ngumpet..?biarin aja..!"
"maasss" rengeknya sambil memukul dada bidang sang suami yang berada di atas nya.
Adrian terkekeh.
"nggak akan ada yang liat sayang...udahlah...santai aja..." ucapnya.
Adinda hanya terdiam.
Adrian mulai menggerakkan tubuhnya naik turun...
"mas..."
Laki laki itu menghentikan pergerakannya.
"apa lagi...?"
"pelan pelan....kalau kepleset kita nyemplung loh..." ucapnya.
"iya...."
Adrian kembali menggerakkan tubuhnya...
"mas...."
"apalagi Dinda......"
"lain kali kalau rumah sepi kita coba ditempat lain lagi ya..."
Adrian tergelak.
"iya...iya....sekarang dimulai ya...jangan ngajakin ngobrol terus...keburu Nabila pulang ntar..."
"he'eh..."
"mulai ya..."
"iya.."
"diem.."
"he'eh...."
Dan....
"mas..."
"apalagi....Allahu Akbar......"
"jangan ditindih...ada dedeknya..."
"iya sayang...nggak ditindih...."
"ya udah...yuk mas dimulai..." ucap Adinda malu malu manja.
Dan...terjadilah....ritual jenguk anak di tepi kolam renang....
...----------------...
__ADS_1
ditunggu like Komen vote dan hadiahnya.....