
Malam menjelang di sebuah rumah sederhana milik bu Lastri....
Keluarga bahagia itu tengah menikmati waktu kebersamaan mereka di ruang keluarga rumah tersebut.Zev pun ada disana.Kian hari hubungannya dengan keluarga Nabila makin akrab saja.
Mereka begitu asyik bercengkrama dan bersendau gurau.Namun....
Terlihat disana laki laki dewasa itu sedari tadi hanya diam.Wajahnya tak berekspresi dengan sorot mata yang tak lepas dari dua sosok anak manusia yang sedang di mabuk cinta,Nabila dan Zev.
Ada perasaan menyesal dalam diri Adrian.Ia telah membunuh manusia lagi hari ini.Hal yang sudah berjanji tak akan ia lakukan selama belasan tahun lamanya,namun nyatanya hari ini ia kebeblasan.Ia tak bisa mengontrol dirinya.Bayang bayang tangisan sang putri menari nari saat melihat wajah Dave di hadapannya.
Adrian menyesal.Ia mengingkari janjinya pada Adinda.Ia kembali menghianati kepercayaan wanita tercintanya itu.
"mas..."
suara itu berhasil menyadarkan lamunan Adrian.
"hemm..." ucap Adrian.
"kamu kenapa?" tanya Adinda.
Angkasa Nabila dan Zev pun menoleh.
Adrian tersenyum menatap wajah ayu itu.Tangannya tergerak membelai pipi sang wanita pujaan hati.
"nggak apa apa..." ucapnya.
"kamu nggak nyembunyiin sesuatu dari aku kan mas?" tanya Dinda menyelidik.
"nyembunyiin apa sih...nggak ada Din" ucap Adrian.
Dinda masih menatap wajah tampan berjambang itu.Ia seperti merasa ada sesuatu yang mengganjal dalam diri laki laki tersebut.
"papa sakit?" tanya Nabila.
"nggak kak...papa nggak apa apa" ucap Adrian.
"nggak biasa biasanya papa diem aja kayak gitu" ucap Nabila.
Adrian tersenyum...
"papa nggak apa apa.." ucapnya.
"maafkan papa kak....maafkan aku Din....aku sudah mengecewakan kalian....semua diluar kendaliku...aku hanya ingin melindungi keluargaku...aku tidak mau keluarga ini diusik lagi...aku minta maaf....ampuni hamba Ya Allah..." batin Adrian.
Ya....laki laki itu menyesal telah membunuh Dave.Namun emosi terkadung mengalahkan segalanya.Harus nya ia tak melakukan ini,namun sepertinya hanya sekedar memberi pelajaran pada Dave tidaklah cukup.Penjara tak bisa mengubah watak Dave,sekedar peringatan memberi pukulan juga sepertinya tak mempan,karena dulu Dave juga ikut andil saat adegan pembunuhan dan penculikan kakek William.Dave juga terluka saat itu,namun ia justru tak jera dan memanfaatkan kematian James untuk menguasai diavolo.
Ya....katakanlah Adrian manusia yang tak sempurna itu melakukan dosa besarnya kembali.Untuk sesaat ia seolah lupa dengan karma hidupnya.Ia melakukan semua ini demi keluarganya,demi anak istrinya.Sang singa rela melakukan apapun demi keselamatan orang orang tercintanya,termasuk membunuh paman Zev,calon menantunya.
Lalu bagaimana respon duda labil itu setelah tau pamannya tewas di tangan Adrian?
Entahlah....Adrian belum tahu,bagaimana cara menjelaskan pada Zev.Apakah ia harus memberi tahu kan pada Zev atau tidak,karena Adrian sudah mengatur sedemikian rupa agar semua terlihat seperti Dave mati karena kecelakaan.
Nora juga sudah bersiap menuju kota S,
wanita itu sudah setuju untuk tinggal di panti yang Adrian tunjuk.Semua sudah Adrian atur.Niat nya hanya untuk merangkul semua korban dari mulut sampah Dave.Yaitu Nora,Zev,dan Nabila.
Menyatukan Zev dan Nabila,lalu membawa Nora menuju tempat dimana ia akan dididik ilmu agama dan mengabdikan dirinya merawat anak anak yatim piatu di sebuah panti asuhan di kota yang terkenal sebagai kota ternyaman dan salah satu penghasil batik di negara ini.
Adrian sadar betul ia bukan Tuhan yang berhak menghakimi dan memberikan balasan atas semua dosa dosa manusia.
Namun lagi lagi....
emosi mengalahkan segalanya.Sekali jiwa iblisnya bangkit maka saat itu juga Adrian yang dulu terlahir kembali.Yang tak punya belas kasihan,yang keji,yang bengis,yang akan mematikan siapapun yang mengganggu ketenangannya.
20:30 malam...
"aku pulang ya...udah malem" ucap Zev pada Nabila.
Gadis itu menoleh ke arah jam dinding,seketika itu juga ia berubah murung.
"bentar lagi lah....aku bikinin kopi lagi ya.." ucap Nabila lirih,seolah tak mau ucapannya di dengar olleh adik dan keluarga nya yang lain.
__ADS_1
Zev terkekeh...
"udah kembung hello kitty...besok lagi ya..."
Dengan berat hati,Nabila pun mengangguk,meskipun rasanya begitu berat untuk sekedar ditinggal pulang Zev.
Laki laki itu mengacak acak rambut Nabila gemas.Ia kemudian menatap Adrian dan Dinda bergantian..
"om...tante...udah malem...saya mau pamit pulang dulu..." ucap Zev.
Adrian Dinda mengangguk sambil tersenyum.Zev mendekat,meraih punggung tangan kedua orang tua sang kekasih lalu menciumnya sebagai tanda hormat.
"ma...pa....Nabil anterin ke depan dulu ya..." ucap Nabila.
"iya sayang" ucap Dinda.
Kedua anak manusia yang sedang hangat hangat nya itupun melangkah keluar rumah dengan tangan yang terus bergandengan.
Mereka sampai di depan rumah,tepatnya di samping mobil Zev.
"pulang ya...." ucap Zev.
"tapi besok ke sini lagi kan?" tanya Nabila dengan tangan yang masih terus menyatu.
"lihat besok deh...kalo nggak males ya kesini" ucap Zev santai..
"iiihhh....kok gitu..." ucap Nabila merengek sambil memukul dada Zev.
Laki laki itupun terkekeh...
"bercanda ayank..." ucapnya sambil mencubit gemas pipi Nabila.
Gadis itupun hanya tersipu malu.
"pulang ya..."
"he'eh.."
"iya..."
"nggak ditahan?"
"iiihh...udah buruan pulang...ntar keburu diliat pak RT...jam segini kamu masih disini ntar dinikahin paksa loh..."
"ya nggak apa apa....ada untungnya juga kan buat kita...kan kita emang pengen nikah.." ucap Zev.
"ya tapi nikahnya bukan karena di grebek juga..."
Keduanya pun terkekeh...
Tiba tiba....
"eeekkkhhmm..."
suara deheman itu sukses membuat Nabila dan Zev menoleh ke arah sumber suara.Dilihatnya disana,Adrian mendekat dengan raut wajah tenang seperti biasanya.
"om.." ucap Zev sambil melepas genggaman tangannya pada Nabila.
"udah mau pulang?" tanya Adrian.
"i...iya om..." ucap Zev.
Adrian menoleh ke arah Nabila,
"kak...boleh minta waktu ngomong sama Zev sebentar nggak..." tanya Adrian pada sang putri
Nabila dan Zev saling pandang..ada apa ini?kok tumben papanya minta waktu bicara berdua dengan Zev.
"eemmm....i...iya pa..." ucap Nabila.
"ya udah...Nabil ke dalem dulu ya..." ucap Nabila kemudian pergi meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Zev menatap punggung sang kekasih yang mulai tenggelam masuk ke dalam rumah.
Seperginya Nabila...
"ada apa om?" tanya Zev pada Adrian yang sedari menatap Zev dengan tatapan yang begitu sulit diartikan.
Adrian mendekat....dann.....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
seeettt......
Laki laki paruh baya itu memeluk tubuh Zev bak merangkul seorang sahabat.Sebuah pelukan hangat yang Zev rasakan begitu tulus bak seorang ayah pada anak kandungnya.
Zev menegang mendapati pelukan tiba tiba dari Adrian....
Ada rasa hangat dan kenyamanan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya dari laki laki itu.
"o...om..." ucap Zev.
Adrian masih memeluk pemuda itu.Tangannya kini tergerak menepuk nepuk pelan punggung kokoh Zev.
"terima kasih Zev....dan maaf..." ucap Adrian dengan helaan nafas yang terdengar jelas.Seolah ada beban dalam hati ayah Nabila itu.
"untuk apa om?" tanya Zev
Adrian melepaskan pelukannya...tangannya kembali tergerak menepuk pundak pemuda itu..
"terima kasih karena kamu sudah mau mencintai putriku...terima kasih karena secara tidak langsung kau membantu Nabila pulih dari trauma nya.." ucap Adrian.
"aku sangat menyayangi putriku Zev...aku sangat menyayangi keluarga ku...aku akan melakukan apapun demi menjaga keutuhan keluarga ku..."
Adrian menatap penuh arti ke arah Zev...
"aku minta maaf...aku menghancurkan masa kecil dan remajamu...aku minta maaf,atas semua kesalahanku padamu..."
"satu hal yang perlu kau tau nak...sejak dulu aku ingin merangkulmu,aku ingin menebus kesalahanku padamu dan menjagamu selayaknya anak kandung ku sendiri..." ucap Adrian begitu tulus.
"aku benar benar minta maaf atas semua kesalahanku padamu Zev....."
"maaf..."
Berkali kali kata maaf itu terucap bibir Adrian.Betapa ia sangat menyesali perbuatannya.
Ya...ia tau ia tak sepenuhnya benar menghabisi nyawa Dave.Pengorbanan besar Adrian demi menjaga keluarga nya,demi melepaskan Zev dan Nora dari jerat Dave yang selalu berusaha memanfaatkan sisi labil dua anak manusia itu.Mengorbankan janjinya pada Adinda,melanggar sumpahnya yang ia ikhrarkan belasan tahun yang lalu bahwa ia tak akan melakukan hal hal kotor lagi.Semua ia lakukan demi mereka orang orang yang ia sayangi.
Adrian hanya bisa berharap,jikapun Zev mengetahui fakta ini suatu saat nanti,ia bisa mengerti akan maksud hati dari seorang Adrian Tama.
...----------------...
***Up ke dua 11:25
like komen vote dan hadiahnya pleaseee🥰***
__ADS_1