Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
169


__ADS_3

Nabila si gadis kecil pewaris watak keras kepala dan jiwa petualang Adrian itu terus melangkah maju dengan mata yang tak henti mencari cari dimana sosok pria misterius ber hoodie hitam itu.Ia mengedarkan pandangannya ke segala arah,namun tak ada sosok remaja pria itu.Siapa sebenarnya remaja itu?


Nabila menghela nafas panjang,ia hendak kembali menemui keluarga nya di tepi pantai,namun tiba tiba.....


Dilihatnya sosok hitam duduk di tepi pantai di atas sebuah batu besar di antara rimbunan pohon kelapa.Kepalanya terlihat menunduk di balik hoodie hitamnya.


"itu dia..." ucap Nabila.


Nabila melangkahkan kakinya mendekati remaja itu,namun tiba tiba.....


"Nabil...!!!!"


suara itu berhasil membuat Nabila menoleh ke arah sumber suara.Marco memanggil namanya.


"iya om...." sahutnya.


"ayok sini...!ngapain di situ..?!!!" ucapnya.


"iya bentar..." jawabnya.


Nabila kembali menoleh ke arah remaja tadi.


Hilang..!!


Dia hilang lagi.Nabila kembali mengedarkan pandangannya mencari sosok yang begitu misterius itu.Entahlah...bukannya takut,gadis itu justru terpanggil untuk lebih tau dan ingin lebih mengenal remaja itu.


"Bil...!!" ucap Marco lagi.


"iya om....!!!" sahutnya.


Nabila berlari mendekati Marco.


"kamu ngapain disitu...jangan main jauh jauh...ntar ilang loh..." ucap Marco.


"maaf om" jawabnya.


"ya udah yuk...kita gabung sama papa mama kamu..." ucap Marco.


Nabila mengangguk.


keduanya pun berjalan mendekati rombongan yang masih berada di karpet di tepi pantai.


Marco mendekati Naya.


"Nay...aku beliin plester sama obat merah..." ucap Marco sambil meyerahkan kresek kecil berisi obat merah daj plester itu


"makasih mas...." jawab wanita itu sambil menerima kantong kresek pemberian Marco.


"Chik...bantuin Naya ya.." ucapnya pada Chika.


"iya mas.." jawab wanita berhijab itu.

__ADS_1


Naya mulai mengoleskan obat luka itu ke tangan dan lututnya di bantu Chika.


Sedangkan Nabila.


Gadis itu kembali mengedarkan pandangannya.Entahlah...rasa penasarannya masih membabi buta.Ia masih ingin bertemu remaja misterius tadi.Tapi seperti nya susah sekali menemuinya.


"perut kamu sakit nggak Din?" tanya Adrian khawatir.


"nggak kok mas..."


"aku khawatir sama bayi kita..." ucap Adrian.


"nggak apa apa mas...aki baik baik aja kook.." ucap wanita itu tersenyum.


Adrian menoleh ke arah Sang putri.


"Bil...mandi gih sama mama...kita pulang sekarang..." ucap Adrian.


"yahhh....kook udah pulang aja pa...kan belum lama kita disini..."


"tempat ini nggak aman Bil...lain kali kita ke pantai lagi...ntar papa cariin pantai lain yang lebih bagus ya..." ucap Adrian.Laki laki itu kembali mengedarkan pandangannya.Entahlah...sedari tadi ia merasakan ada sesuatu yang mengintai mereka di sini.Dan puncaknya,anak dan istrinya hampir celaka karena motor yang melintas ugal ugalan.Dan Adrian yakin....ini bukanlah suatu kebetulan semata.Masih banyak musuh diluaran sana.Dan mungkin ini adalah salah satu dari perbuatan musuh nya.


"gue setuju...rada serem sih disini...mungkin karena belum banyak dijamah kali ya..." ucap Marco.


Adrian tak menjawab.Laki laki bertato itu kemudian bangkit,


"kalian mandi yuk...papa jagain depan pintu..." ucapnya pada anak dan istrinya.


Adrian menenteng ransel berisi pakaian itu.Ia kemudian berdiri di samping pintu kamar mandi,membiarkan anak dan istrinya masuk ke dalam kamar mandi tersebut untuk membersihkan diri.Sedangkan laki laki itu,ia berdiri di depan pintu bak bodyguard yang siap siaga menjaga majikannya.


Adrian kembali mengedarkan pandangannya.Namun lagi lagi ia tak menemukan hal apapun yang mencurigakan.


Tak butuh waktu lama,Dinda dan Nabila keluar dari kamar mandi.


"udah...?" tanya Adrian


"udah mas.." jawab Adinda.


"kamu nggak mandi mas?" tanya nya lagi.


"papa....papa mandi deh...biar Nabil gantian jagain papa..." ucap Nabila.


Adrian tersenyum.


"ya udah...tungguin ya.." ucap Adrian sambil mengusap pucuk kepala sang putri.


"siap boss..." ucapnya sambil memberi hormat.


Adrian pun gantian masuk ke kamar mandi.Sedangkan gadis kecil itu setia berdiri di depan pintu bak seorang pengawal yang senantiasa menjaga keselamatan tuannya.


Acara bersih bersih diri selesai....

__ADS_1


Semua rombongan sudah lebih bersih dan segar.Merekapun bergegas masuk ke dalam mobil masing masing untuk segera pulang.


Mobil yang di kendarai Marco melesat terlebih dahulu,disusul mobil milik keluarga Adrian.Manapaki jalanan berbatu,mobil itupun melesat perlahan dengan beriringan.


Di dalam mobil...


Nabila yang duduk di jok belakang bersama bu Ela pun mulai berceloteh sambil sesekali memasukan cemilan ditangannya ke dalam mulut mungilnya


"papa.." ucap Nabila memulai pembicaraan


"apa sayang..." jawab Adrian


"tadi Nabil liat kakak kakak yang Nabil ceritain itu pa..." ucapnya.


"kakak yang mana...?"


"yang itu....yang Nabil ceritain sama papa tadi,yang matanya serem..." ucap Nabila.


"oh...dimana kamu liatnya?"


"itu...di deket pohon....pas mama jatuh tadi.." ucapnya.


"dia liatin kita terus pa...tapi nggak mau nolong...trus juga diem aja..." ucapnya.


Adrian nampak diam sejenak.


"trus pa..dia cepeet banget pa ilangnya....baru Nabil mau samperin...udah nggak ada orangnya..." ucap Nabila.


Entah kenapa,tiba tiba Adrian merasakan ada sesuatu yang aneh dari cerita yang ia dengar dari putrinya itu.Lagi lagi,instingnya sebagai mantan penjahat seolah kembali menggelitik.Ia merasa sosok yang di ceritakan Nabila itu terlalu aneh dan misterius meskipun Adrian belum melihat wajahnya.


Adrian menghela nafas panjang....


Seperti nya keputusannya membawa keluarga nya ke tempat ini bukanlah keputusan yang tepat.Akan lebih baik jika ia secepatnya pergi dari tempat itu,dari pada terjadi hal hal yang tak diinginkan...


Adrian kembali fokus pada kemudinya.Saat melewati jalanan menurun,tiba tiba.....


"astagfirullah haladzim...." ucap Adrian.


"ada apa mas...?" tanya Adinda.


"bang**t...!" ucap Adrian dengan raut wajah tegang.


"mas....kenapa?".


"rem nya blong Din...."


"apa.....???!!!"


...----------------...


SEPERTI BIASA....AUTHOR TUNGGU DUKUNGANNYA.....🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2