
Malam hari di ruang keluarga....
Adrian dan Adinda tengah sibuk mengajari Nabila yang sedang mengerjakan PR.
Nabila tampak menggaruk garuk kulit kepalanya pertanda pusing dengan soal soal yang tertera di sana.Sedangkan Adinda yang memang memiliki otak yang cukup encer pun sedari tadi tak henti nyerocos mengajari Nabila soal soal matematika yang menjadi tugas rumahnya itu.
Sedangkan Adrian,laki laki itu hanya senyum senyum melihat istri dan anaknya sambil merebahkan tubuhnya di atas sofa panjang disana.Apalagi Adinda yang sedari tadi mencoba menahan emosi saking gregetannya mengajari Nabila yang tak bisa bisa.Ya...Nabila memang tipe anak yang cukup sulit untuk menerima dan menghafal pelajaran,namun untuk urusan olah raga,bela diri,seni dan lain lain,ia termasuk cepat tanggap dan aktif.
Adrian nggak bantuin?
Laki laki itu tak pernah punya bakat untuk hal hal semacam itu.Dulu masa sekolahnya hanya ia habiskan untuk tidur di kelas, bolos dan tawuran.Sedangkan masa kuliahnya ia isi dengan mabuk mabukan,main perempuan dan membangun bisnis bisnis haramnya.Sehingga mungkin tak ada satu pelajaran pun yang menempel di otaknya selama belasan tahun ia sekolah dan kuliah.
"susaah ma....nggak usah dikerjain ya ma...."
"nggak di kerjain gimana?ini kan PR Bil....ayo dong nak..."
"susah ma...besok Nabil nyontek aja deh...." ucap Nabila enteng.
"Ya Allah...Nabil..."
"nggak apa apa kok ma....yang penting nggak ketahuan bu guru."
Adrian terkekeh mendengar ucapan itu.Satu lagi sifat Adrian yang menempel di jiwa Nabila.
"nggak boleh gitu sayang....itu namanya nggak jujur..."
"banyak kok yang kayak gitu.."
"Nabil.....!!" ucap Adinda mulai jengkel.
"papaa......" ucap Nabila mengadu pada papanya.
Adrian terkekeh,ia kemudian bangkit dan duduk di lantai di samping Nabila.
"susah ya...?" tanya Adrian.
Nabila mengangguk manja.
"ya udah...nggak usah dikerjain..." ucapnya santai sambil menutup buku pelajaran milik Nabila,membuat gadis kecil itu bersorak gembira.
Namun....
"nggak boleh...!" ucap Adinda tegas sambil melotot,membuat Nabila seketika menghentikan sorak sorainya.
"kamu jangan ngajarin yang jelek dong mas..." ucap 2
Adinda protes.
"lah dianya nggak bisa Din..."
"ya makanya diajarin..." ucap Adinda bersikeras.
"papa....." rengek Nabila.
"nggak ada papa papa....kerjain...buruan..!" ucap Adinda mulai galak membuat Nabila cemberut.
"paaaa........" rengek Nabila pada Adrian seolah meminta bantuan pada laki laki itu.
"ya udah...nurut aja sama mama..." ucap Adrian akhirnya.
"ntar....kalau Nabil bisa,trus besok dapet nilai bagus...apa ajak jalan jalan minggu depan.."
"kemana pa?"
__ADS_1
"Nabil maunya kemana?"
"pantai...!!kayak dulu itu pa...!!"
"boleh....tapi belajar dulu sama mama yang bener..."
"oke....Nabil belajar deh kalau gitu...ayok ma...." ucap Nabila kini bersemangat.
Adrian tersenyum,ia mengacak acak gemas rambut panjang yang tergerai tersebut.
Laki laki itu kemudian bangkit.
"papa mau kemana?"
"mau kedepan bentar...kamu terusin aja belajarnya..." ucap Adrian.
Laki laki itu kemudian berjalan menuju ke ruang tamu.Ia duduk di salah satu sofa disana lalu mengambil rokok di sakunya,mengeluarkan sebatang kemudian menyalakan dan menyesap asap dari benda bernikotin tersebut.
Adrian meraih ponselnya lalu memainkannya disana sambil menunggu anak dan istrinya selesai belajar.Adrian tertawa ringan saat mendengar suara Adinda yang menggemema hingga ruang tamu,padahal jaraknya cukup jauh dari ruang keluarga tempat di mana Dinda mengajari Nabila belajar.
Adinda sedang dalam mode garang,bumil itu seolah kini jadi mudah meledak ledak emosinya.Semua ucapannya tak bisa dibantah kalau tidak mau berujung ngambek tujuh hari tujuh malam.Alhasil,Adrian selalu memilih untuk mengalah dan mengiyakan semua kemauan pawangnya itu.Mau debatpun juga percuma,nggak akan menang.
Sekitar setengah jam....
Adinda dan Nabila selesa dengan kegiatan belajarnya.Nabila berjalan menuju ke ruang tamu menemui papanya.
"papa...."
"heii...udah selesai..." ucap Adrian sambil merentangkan satu lengannya bersiap memeluk Nabila.
"udah..." ucapnya sambil menggosok gosok telinganya.
"kamu kenapa?"
Adrian mengernyitkan dahinya.
"ada gitu telinga pusing?"
"ada...saking kencengnya mama kalo teriak teriak...!" ucap Nabila kesal.
Adrian hanya terkekeh..
Adinda datang.Ia langsung mendudukkan tubuhnya di sisi Adrian.Adrian kembali merentangkan satu lengannya.Dinda pun masuk ke dalam pelukan laki laki itu,ia merebahkan kepalanya di pundak kokoh Adrian,membuat laki laki itu kini memeluk dua wanita sekaligus.
"mas..."
"hmmm...."
"laper...." ucapnya.
Adrian terkekeh....
"kan udah makan malem tadi..."
"makan lagi yuk mas..."
"mau makan apa?"
"makan di angkringan yuk mas....minum susu jahe...makan makan gorengan...keknya enak deh..." ucapnya sambil menelan ludah.
"iya ma...kayaknya seru tuh...apalagi kalau dingin dingin gini....ayok pa..." ucap Nabila antusias.
"oke....ayok.....kita pergi cari makan..." ucapnya.
__ADS_1
"yeeeeyyyyy....."
Nabila bersorak antusias.
Ketiganya pun lantas bergegas pergi meninggalkan tempat itu.Dengan menggunakan mobil,keluarga kecil itu mulai menyusuri jalanan malam yang tak terlalu padat.Diluar udara malam cukup dingin,membuat siapapun pasti enggan untuk keluar jika bukan karena ada urusan yang penting.
Mobil melaju dengan sangat pelan,sambil ketiga pasang mata itu tak henti menatap ke pinggir jalan dimana banyak sekali warung tenda yang berjejer seolah melambai lambai merayu para pengguna jalan untuk sekedar turun dan mampir mencicipi aneka makanan yang dijajakan disana.
"itu mas...ada tuh angkringan..." ucap Adinda sambil menunjuk sebuah warung tenda yang terletak di sebuah emperan toko di pinggir jalan.
"iya pa...itu pa....ayo turun pa....Nabil udah lapeerr..." ucap Nabila.
Adrian menurut.Ia memarkirkan kendaraan roda empatnya tersebut di halaman toko di samping warung tenda.
Adrian,Dinda dan Nabila pun keluar dari mobil.Nabila yang sudah tidak sabar pun berlari mendekati angkringan tersebut dan duduk di salah satu kursi kayu panjang di sana.
"mas...teh anget satu pakai es...." ucap Nabila asal membuat sang penjual pun mengernyitkan dahinya
"teh anget apa teh pakai es..."
"hahahaha....es teh maksudnya....." ucap Nabila sambil tertawa.Sang penjual pun hanya menggelengkan kepalanya.Anak siapa sih ini ngeselin banget...
Nabila meraih satu tusuk sate telur puyuh yang ada di sana dan langsung melahapnya.
Adinda dan Adrian datang.Merekapun duduk di samping kanan dan kiri Nabila.
"kamu mau minum apa mas?" tanya Adinda.
"samain sama kamu aja" ucapnya tenang namun mata nya tak lepas dari satu obyek yang mengusik pandangannya sedari ia datang.
"mas...susu jahe anget nya dua ya..."
"iya mbak..." jawab sang penjual.
Adinda menoleh ke arah Nabila yang kembali meraih satu tusuk sate usus.
"laper buk?" tanya Adinda mengejek.
Nabila hanya cekikikan.
Dinda beralih menatap Adrian yang sedari tadi diam.
"mas?liatin apa sih?" tanya Adinda.
Adrian menoleh ke arah Adinda yang berada di samping Nabila.Adrian tersenyum samar.Ia mengangkat dagunya,seolah menunjuk ke arah belakang Adinda.
Adinda pun mengikuti arah yang di tuju sang suami,ia menoleh,dan....
.
.
.
.
"Joddy???"
...----------------...
***ADA YANG NUNGGUIN UP KU NGGAK SIH😁😁😁😁
maaf....otaknya lagi blank....
__ADS_1
jangan lupa.kasih like komen vote dan hadiah yang banyak ya...biar mangat yang nulis....☺🥰🥰***