Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
77


__ADS_3

Hari berganti hari....


Tanpa terasa sudah lima hari Dinda dan Adrian berada di kampung halaman Adinda.Dan hingga saat ini kata restu belum terucap dari bibir Bu Lastri.Wanita itu masih keukeuh dengan sakit hatinya pada sang putri.


Meskipun sebenarnya,sikap Bu Lastri sudah tak sedingin waktu pertama mereka datang.Wanita itu mulai menunjukkan sikap peduli nya pada Nabila saat Dinda dan Adrian sedang tidak ada dirumah.Seperti membuatkan makanan,membelikan jajan,dan sebagainya.


Hal tersebut membuat Dinda dan Adrian sedikit bernafas lega.Perjuangan mereka tak sia sia.Pelan pelan mereka mulai bisa meluluhkan hati ibu kandung Adinda.


.


.


.


.


Di malam hari itu.....


Motor matic itu sampai di teras rumah yang tak terlalu besar tersebut.Adrian turun dari motor bersama dengan Nabila yang membawa satu kantong kresek berisi tiga bungkus nasi goreng.


"Bil...kasih satu buat nenek"ucap Adrian


"iya pa" jawab Nabila.


Nabila mengambil satu bungkus nasi goreng dari dalam kresek itu lalu berjalan menuju ke kamar sang nenek.


tok...tok...tok....


"nek...nenek...aku punya nasi goreng nih....nenek mau nggak?" ucap Nabila.


Tak ada sahutan.


ceklek....


Nabila membuka pintu kamar nenek nya dengan sangat pelan.Ia melongokkan kepalanya masuk ke dalam kamar itu.Dilihatnya bu Lastri sedang bersujud di atas sajadah di samping ranjangnya.Nabilapun masuk ke dalam kamar wanita itu.Ia berjalan sepelan mungkin agar tak menimbulkan suara.Gadis kecil berambut panjang itu kemudian duduk bersila di lantai tepat di belakang neneknya sambil memegang sebungkus nasi kotak yang ada di pangkuannya.Mata indahnya tak lekat menatap ke arah bu Lastri yang terlihat begitu khusyuk melaksanakan kewajiban lima waktunya tersebut.


"assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh"


dua kali kalimat salam menandakan akhir dari ibadahnya.Bu Lastri melepas mukenah putihnya lalu melipatnya.Masih dalam posisi duduk,bu Lastri berbalik badan hendak melipat sajadah nya,tiba tiba...


"astaghfirullah hal adzim..." pekik bu Lastri sambil memegang dadanya melihat seorang anak kecil yang duduk bersila sambil tersenyum manis.


"kamu ngapain duduk di situ?!" ucap Bu Lastri yang masih dalam kondisi kaget


Nabila mengangkat satu bungkus nasi goreng di tangannya.


"aku sama papa beliin nasi goreng buat nenek..." ucapnya.Nabila menyodorkan bungkusan nasi goreng itu pada neneknya.Bu Lastripun menerimanya dengan ekspresi datar.


Nabila bangkit.


"dimakan ya nek..." ucapnya sambil beranjak pergi.


Baru sampai di depan pintu.Nabila menghentikan langkahnya,ia menoleh ke arah sang nenek.Dan dengan langkah cepat ia berlari kembali kearah neneknya dan.....


cup....


"selamat makan nek.."

__ADS_1


satu kecupan mendarat di pipi keriput bu Lastri.Nabila segera berlari keluar kamar itu meninggalkan sang nenek yang masih mematung mendapatkan kecupan manis dari gadis kecil yang kini telah menjadi cucunya tersebut.


Nabila berlari mendekati papanya.


"dah?"


"udah"


"oke...sekarang Nabil bawa ini ke meja makan,papa panggil mama dulu"


"siaapp...!" ucap Nabila sambil memberi hormat pada laki laki bertato itu.Adrian tersenyum,ia mengusap gemas rambut panjang milik sang putri.


Adrian segera menuju ke kamar,sedangkan Nabila menuju ke dapur untuk menyiapkan nasi goreng.


ceklek....


pintu terbuka...


Dilihatnya Dinda tengah melakukan video call bersama ke tiga sahabat nya sambil tiduran.Saking asyiknya ngobrol ia sampai tak menyadari kedatangan Adrian yang kini berdiri menyandarkan tubuhnya di kusen pintu itu sambil melipat kedua lengannya.Mata tajam Adrian tak lepas menatap wanita cantik berambut panjang dengan tubuh ramping berbalut piyama pendek tersebut.Seutas senyum terbentuk dari bibir laki laki berbadan tinggi besar itu.Ia tak pernah menyangka ia akan jatuh pada wanita itu.Anak SMA yang harusnya ia siksa habis habisan.Justru kini berhasil membuatnya berjuang mati matian untuk mempertahankan nya.


Adrian tersenyum melihat sang istri yang tiduran tengkurap tertawa begitu lepas saat berbicara melalui sambungan video dengan para sahabatnya itu.


Laki laki itupun menutup pintu kamarnya.Ia mendekati Adinda,lalu dengan satu gerakan.


plaaakk.....


Adrian menepuk pan*at Dinda dengan kerasnya membuat Dinda menoleh kaget.Belum sempat berucap Adrian sudah menjatuhkan tubuhnya,menindih tubuh tengkurap itu,memeluknya dari belakang lalu menciumi pipi Adinda dengan gemas.


Sontak saja tiga jomblowati yang menyaksikan adegan itu dari layar ponsel pun dibuat melongo dan terbelalak.


"mas...apaan sih ngagetin aja"


"ya tapi jangan gini...badan kamu berat banget mas..."


Adrian tak menggubris,ia terus mendusel di ceruk leher jenjang itu.


"mas geli ih....udah keluar sana ah..."


"cium dulu.." ucapnya dengan tatapan manja.


"nggak mau"


"sekali doang"ucapnya sambil menyodorkan pipinya ke arah Dinda.


" mas......."


"ya ampun kalian so sweet bangettttt....." ucap Putri sambil memiringkan kepalanya dengan kedua telapak tangan menangkup pipinya.


Dinda dan Adrian menoleh ke arah layar ponsel.Dilihatnya ketiga remaja itu menatapnya dengan berbagai ekspresi.Chika mencoba menahan tawa,Naya menggeleng kan kepalanya sambil menyembunyikan wajahnya,sedangkan Putri,ia nampak baper dengan adegan pasutri satu ini.


Wajah Dinda memerah menahan malu.Ia kemudian mengusap tombol merah di layar ponselnya membuat sambungan vidio itu pun terputus.


"kenapa dimatiin?aku kan juga pengen ngobrol sama temen temen kamu"


"malu..!abisnya kamu main nyosor aja"


"ya nggak apa apalah...kan istri sendiri" ucap Adrian sambil kembali menggerak gerakkan kepalanya di ceruk leher Dinda.

__ADS_1


"maaaasss...."


"apasih?"


"geli..."


"kek nggak pernah aja..." ucap Adrian kemudian tangan lincahnya mulai bergerak aktif menggelitiki tubuh Dinda membuat wanita itu tertawa kegelian.


"udah...udah...mass...capek..." ucap Dinda mencoba menghentikan pergerakan Adrian.


"katanya mau makan...ayok...aku laper" ucapnya lagi.


Adrian tersenyum,ia kemudian mengecup singkat bibir mungil itu lalu bangkit.


"ayokk..."


"mas..." ucap Dinda lagi dengan posisi yang masih tiduran.


"apa lagi?"


"gendong" ucapnya sambil merentang kan tangannya.


Adrian terkekeh.


Ia kemudian berjongkok.


"buruan" ucapnya.


Adinda pun bangkit dengan semangat dan dengan cepat ia naik ke nunggu sang suami.Adrian pun menggendong istri kecilnya iti menuju meja makan.


...****************...


Sementara itu ditempat lain.....


Disebuah club malam....


Dua remaja pria masuk ke dalam tempat yang identik dengan alkohol dan musik yang memekakan telinga itu.Keduanya kemudian duduk di kursi bartender yang ada disana.


Joddy mengeluarkan sejumlah uang,lalu memberikannya pada teman tongkrongannya yang bernama Boy tersebut.


"lo tau kan harus gimana?"


"lo tenang aja....gue ahlinya...." ucap Boy.


Pria bertindik berusia dua puluh tahun itupun bergegas meninggalkan Joddy,mendekati sejumlah wanita sexy berpakaian minim yang tengah duduk di sebuah sofa panjang disana.


Joddy menyeringai....


"lo dimana sekarang Din?jangan khawatir...gue akan secepatnya bawa lo pergi dari laki laki bre**sek itu" gumamnya dengan tatapan mata nanar.


...----------------...


***HAYOOO.....JODDY MAU NGAPAIN HAYOOO....PUNYA RENCANA APA HAYOO....JANGAN ANEH ANEH YA NAK.....😪😪😪😪😪


RAMAIKAN KOLOM KOMENNYA DENGAN PREDIKSI KALIAN


BANYAKIN DONG HADIAH DAN VOTE NYA😢😢😢😢

__ADS_1


BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT LANJUTIN NOVELNYA🥺🥺🥺🥺🥺🥺


JANGAN LUPA SELALU KLIK SUKA SETELAH BACA😢🥺🤗🤗***


__ADS_2