Gadis Tawanan Sang Psychopath

Gadis Tawanan Sang Psychopath
193


__ADS_3

Hari terus berganti...


Dan dihari ini,Adrian memboyong keluarganya pulang ke rumah mereka setelah dokter mengizinkan Adinda untuk meninggalkan rumah sakit.


Sepanjang perjalanan,Nabila tak henti mengajak sang adik bermain.Gadis itu terlihat begitu menyayangi bayi merah yang masih berusia lima hari tersebut.


Dengan Gunawan sebagai sopir,keluarga bahagia itu terlihat semakin bahagia atas kelahiran anggota keluarga baru mereka,Angkasa.Nabila yang duduk di tengah tengah antara Adrian dan Dinda yang memangku Angkasa pun seolah tak bisa diam.Tangannya terasa gatal,ingin sekali memainkan tubuh mungil sang adik.


"mama...." ucap Nabila


"apa sayang..." jawab Adinda


"ntar dedek Angsa..eh maksudnya Angkasa boboknya bareng kakak Nabila aja ya ma...." ucap Nabila


"ya nggak bisa lah kak....kan dedeknya masih ne*en...emang kamu mau ne*enin dedek kalau dedeknya haus" ucap Adrian yang sukses membuat Nabila cekikikan


"ne*ennya Nabil masih kecil..belum ada airnya pa..." ucap Nabila membuat Adrian dan Dinda tertawa.


Nabila kembali fokus pada sang adik yang tengah terpejam matanya.Tangannya tergerak menyentuh kaki mungil berbalut bedong hijau itu


"iiiihh...kakinya keciiilll....kayak kaki bayiiikkk...." ucapnya gemas.


Adrian tak bisa menyembunyikan tawanya.Tangan bertato itu tergerak mengusap gemas rambut panjang berbando pink tersebut.


"kamu tuh masih kecil pinter banget ngelawak ya..." ucapnya.


"beneran pa....liat deh....kakinya kecil banget kayak kaki bayiii" ucap nya.


"ya kan dia emang masih bayi Bil..." ucap Adrian.


"ohh..iya ya...hahaha...maafkan ya dek...kakak Nabila emang kadang kadang suka lupa" ucapnya.


Adrian dan Dinda hanya menggelengkan kepalanya.Bocah kecil itu memang paling bisa mencairkan suasana.


Mobil terus melaju melesat menuju kediaman Adrian.Sekitar lima belas menit perjalanan,kendaraan roda empat itu sampai di rumah mewah kediaman Adrian.


Gunawan segera memarkirkan kendaraanya di halaman luas itu.Pria berpostur tinggi besar itu kemudian turun dari kursi kemudinya dan bergegas membukakan pintu belakang di samping Adinda.


"makasih ya mas Gun..."


"sama sama nyonya" jawab Gunawan.


Keluarga kecil yang berbahagia itu segera menuju ke pintu utama.Rupanya disana sudah ada para sahabat sahabatnya yang sudah menunggu kedatangan sang pemilik rumah dan bersiap menyambut kedatangan bayi mungil nan tampan itu di istana megah milik Adrian.


"assalamu alaikum..." ucap Dinda Adrian dan Nabila.


"wa alaikum salam...." jawab kelima anak muda yang sudah menunggu disana.


"aaaahhhh....ponakanku udah pulang..." ucap Naya antusias.Muslimah cantik itu mendekati Angkasa yang masih terlelap dalam gendongan Adinda.


"Masha Allah....gantengnya Din..." ucap Naya memuji.


"iyo e rek....Ya Allah....koen kok metu keri ta le...sak umuran ambek aku ngono wes tak pek pacar koen" ucap Putri nyeletuk yang sukses mengundang gelak tawa semua yang ada disana.


(iya lo...Ya Allah...kamu kok keluarnya baru sekarang sih nak...kalau kamu seumuranku udah aku pacarin deh kamu)


"koen doyan...dek'e sing gak gelem ambek koen!" ucap Chika menimpali.


(kamu doyan...dia yang nggak mau sama kamu)


Suasana riuh penuh keakraban pun tercipta di sana.


"masuk yuk...masak ngobrol di depan pintu kayak gini sih.." ucap Adinda.


"iya...kita masuk yukk..."


Adrian segera membuka pintu bercat putih tersebut.


"assalamu alaikum...." ucap Adinda manis,seolah mewakili sang putra mengucap salam.


Semua yang ada di sana pun masuk ke dalam rumah tersebut.Saat Adrian hendak mendudukkan tubuhnya di sofa,tiba tiba.....


drrrttttt......drrrtttt.....


ponselnya berbunyi...


Adrian merogoh saku celananya dan mengeluarkan benda pipih miliknya dari dalam sana.


*Bram...


memanggil*.....


"Din...aku angkat telfon dulu ya..." ucap Adrian pada sang istri.


Adinda hanya mengangguk sambil tersenyum.Laki laki bertato itu kemudian pergi keluar rumah menuju teras meninggalkan sekelompok manusia di dalam rumah itu yang masih asyik mengobrol sambil memuji ketampanan paras sang putra.


Adinda larut dalam obrolan santai nan seru dengan sahabat sahabatnya itu.


Tak butuh waktu lama,Adrian kembali dari teras...


"Dinda...."


"ya mas..."


"aku harus ke kantor polisi....aku tinggal bentar nggak apa apa ya..." ucap Adrian.


"emang ada apa mas?kok mendadak..?" tanya Adinda.


"pembunuh itu udah tertangkap...sekarang dia udah ada di kantor polisi" ucap Adrian.


Adinda terdiam sejenak...


"kamu disini dulu ya sama yang lain...aku nggak lama kok..." ucapnya..


Adinda mengangguk.


"hati hati mas..." ucapnya.


"iya sayang...assalamu alaikum..."


"wa alaikum salam" jawabnya dan yang lainnya.


Laki laki itupun segera pergi meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Seperginya Adrian...


"Din..." ucap Putri.


"hmmm....."


"pembunuh yang mana yang berhasil ditangkep?" tanya Putri kepo.Mengingat di balik jeruji sana ada seseorang yang tengah berharap harap cemas manantikan kebebasannya.Ya....Putri sedikit banyak tau tentang kasus yang menimpa dan yang tengah ditanganni Adrian kini.Semua ia tau dari Farhan.Teman laki laki yang paling dekat dengannya saat ini,meskipun terhalang tembok kokoh penjara.


"pembunuh yang selalu ninggalin jejak gambar kepala serigala Put..." ucap Adinda.


"yang lagi diburu polisi itu?" tanya Putri lagi.


Adinda mengangguk.


Putri nampak meremas jari jarinya sendiri.Ada raut bahagia di sana.Pembunuh itu adalah pembunuh yang sedang diburu polisi dengan meminta bantuan dari Farhan.Dan menurut surat yang Farhan tulis,laki laki itu akan mendapatkan potongan masa tahanan jika sang pembunuh berhasil tertangkap.


Jika apa yang diucapkan Adinda benar...itu artinya...masa tahanan Farhan benar benar akan berkurang,yang awalnya sepuluh tahun akan menjadi tiga tahun empat bulan.


Lumayan lah...nggak lama lama banget....


Putri mengucap syukur dalam hatinya.Ada rasa bahagia disana.Semoga benar...semoga Farhan benar benar akan segera mendapatkan keringanan hukumannya.


...****************...


Sore menjelang....


Kesibukan terjadi di kamar luas milik Adrian.Angkasa kecil yang baru selesai mandi kini menangis kencang membuat Adinda sebagai ibu muda yang masih pemula itu dibuat kelabakan.Terlebih lagi di sampingnya saat ini Nabila justru sibuk berjoget joget sambil bernyanyi,niatnya sih menghibur sang adik agar tak menangis...tapi alih alih diam,Angkasa justru makin menangis histeris.


Adinda dengan cepat mengolesi minyak telon pada tubuh mungil sang baby.Membedaki kemudian mengenakan pakaian lengkap untuk sang putra lalu kembali membedongnya agar tubuh si kecil kembali hangat.


Tangis putra kecilnya itu mulai mereda.Dinda kembali meletakkan bayi mungil itu di pangkuannya dan mulai menyusuinya.


Adinda menghela nafas panjang.Belum ada sehari ia di rumah,capeknya bukan main.Ini baru ngurus anak,belum lagi ngurus rumah,ngurus suami,ngurus Nabila.Mengingat sejak pertama kali menginjakkan kaki dirumah besar ini,Dinda tak pernah sekalipun mempekerjakan ART.Semua pekerjaan ia selesaikan sendiri.Adrian pernah menawarinya untuk mencarikan ART,namun Adinda menolak.Ia merasa masih bisa melakukan pekerjaan rumah sendiri,sehingga ia merasa tak perlu ada ART.


"assalamu alaikum..."


suara itu menggema.Pria tampan berbadan tegap itu masuk ke dalam kamar dengan senyuman merekah di bibirnya.


"wa alaikum salam...." sahut Dinda dan Nabila.


"papaaaa.....!!!" ucap Nabila sambil berlari menuju sang papa.Adrian merentangkan tangannya.Nabila menabrakkan tubuh mungilnya ke tubuh tegap Adrian.Laki laki itupun memeluk gadis kecilnya itu dan menciumi pipi chubbynya.


"eemmmhh....kok masih asem...belum mandi ya?" tanya Adrian.


"heheehe...belum pa...Nabila sibuk..." ucap Nabila.


"sibuk ngapain?"


"sibuk jagain dedek Angsa...ngajakin main,ngajarin solat...ngajarin berenang..." ucap Nabila.


Adrian terkekeh...


"mulai deh...ngelawak..." ucap Adrian sambil mencolek pinggang sang putri.


Nabila pun terkekeh.


"dedek nya udah mandi?" tanya Adrian.


"ya udah...sekarang kakak gih yang mandi...biar wangi kayak dedek..."


"oke papa...Nabil mandi dulu ya..." ucap Nabila riang.


"iya sayang.." jawab Adrian


Nabila pun merosot dari pangkuan.Gadis kecil itu segera menuju ke kamarnya dan mandi di kamar mandi miliknya.


Adrian mendekati Adinda yang tengah menyusui sang puta di atas tempat tidur.Adinda meraih punggung tangan Adrian lalu menciumnya.Laki laki itupun mengecup kening Dinda lembut.


"kamu belum mandi juga?" tanya Adrian.


Dinda menggelengkan kepalanya.


"aku cariin ART ya...biar kamu nggak repot..besok aku cari ke agen pembantu..." ucap Adrian


Adinda hanya mengangguk.


"udah belum....kamu mandi gih...biar Angkasa sama aku..." ucapnya.


Adinda mengangguk lagi.Ia menyudahi aksi menyussuinya lalu menyarahkan Angkasa yang terlelap pada sang suami.


Adrian menimang nimang sang putra.Aura kebapakannya benar benar terlihat jelas dari dirinya.


"mas..."


"ya...."


"gimana tadi?" tanya Adinda.


Adrian menoleh ke arah Dinda.


"pembunuh itu benar benar udah tertangkap Din..." ucapnya.


"oh ya?"


Adrian mengangguk.


"dan kamu tau....usia pembunuh itu baru empat belas tahun..." ucapnya.


"apa??!!" ucap Adinda kaget.


Adrian mengangguk.


"dan.....ada satu lagi yang bikin aku kaget..." ucapnya.


Adinda masih mendengarkan dengan seksama.


"pembunuh itu namanya Zev....Zev Smith Anderson...anak dari James Smith Anderson....laki laki yang dulu aku bunuh....setelah dia membunuh kakekku..!"


Adinda terkejut.Ia bahkan menutup mulutnya yang sudah terbuka


"itu anak kedua nya James?" tanya Adinda.


"bukan....itu anak pertama nya....anak yang aku kira udah mati karena terjun ke laut...ternyata dia masih hidup...."

__ADS_1


"sepertinya dia dendam sama aku karena aku udah membunuh bapaknya"


"tapi kan dulu James yang jahat mas..."


"ya...sebenarnya aku ingin ketemu sama Zev,pengen aja ngomong baik baik...aku nggak mau ada dendam Din...tapi dia menolak...dia nggak mau keluar dari sel untuk menemui ku"


Adinda nampak terdiam....


"sebenarnya aku kasian sama dia...dia masih sangat muda....tapi hidupnya udah berantakan..dan lagi lagi...secara nggak langsung aku terlibat atas itu" ucapnya.


Adinda menatap dalam wajah sang suami.


"secara nggak langsung dia juga salah satu korban dari kejahatanku dulu Din...." ucap Adrian dengan gurat penyesalan.


Adinda mengusap lembut pundak sang suami...


"kapan kapan kamu bisa coba lagi mas..siapa tau aja lambat laun hatinya melembut...dan dia mau ketemu sama kamu..."ucap Adinda.


Adrian mengangguk..


" ya....semoga aja"ucapnya.


Mereka diam sejenak....


"trus gimana sama hukuman kamu dan mas Farhan?" tanya Adinda lagi.


Adrian menoleh ke arah sang istri.Ia kemudian tersenyum...


"sesuai janji polisi Din...aku akan segera bebas....tinggal nunggu persidangan..." ucapnya.


"Alhamdulillah...." ucap Adinda sambil mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Adrian menunduk,menatap wajah tampan sang putra yang terlelap dalam pangkuannya.


"ini semua adalah kado untuk Angkasa..papa bebas setelah Angkasa terlahir ke dunia..." ucapnya


Adinda tersenyum lebar.Ia meringsut mendekatkan tubuhnya ke tubuh kekar Adrian,lalu menyandarkan kepalanya ke pundak sang suami


"Allah menunjukkan pelangi yang begitu indah di waktu yang sangat tepat mas...." ucapnya.


"iya....kamu benar....walaupun masih ada beberapa hal yang membuat perasaanku merasa nggak tenang Din...." ucapnya.


"karena mau sampai kapanpun...mungkin....diluaran sana masih banyak orang yang nggak akan suka dengan kebahagiaan kita" ucap Adrian


"semua nggak lepas dari masalalu aku Din..." ucapnya lagi.


Adinda menggerakkan tangannya,mengusap pipi lembut Angkasa yang terlelap.


"semua udah terjadi mas...sekarang yang bisa kamu lakukan adalah memperbaiki semuanya.Kita mulai semua dari awal...kita perbaiki diri kita,kita didik anak anak kita menjadi pribadi soleh dan solehah...tetap berbuat baik sama siapapun mas...dan kita berdoa...semoga hati para orang orang yang dulu pernah kamu sakiti akan terketuk untuk memaafkan semua perbuatan kamu mas..." ucapnya.


Adrian tersenyum haru menatap wajah Adinda yang begitu meneduhkan hati.


"aku beruntung mengenal kamu Din..." ucapnya.


Adinda hanya tersenyum.


"cium dong..." ucap Adrian lalu sedikit memonyongkan bibirnya.


Adinda terkekeh...


Dengan satu gerakan,


cup...


Kecupan bibir singkat pun mendarat disana.


"lagi..." ucap Adrian.


Adinda terkekeh lagi.


cup....


satu kecupan lagi....


"udah ah...aku mau mandi..." ucap Dinda sambil bangkit


"mau aku mandiin nggak?" ucap Adrian.


"nggak...!nggak boleh...!inget ya...!kamu harus puasa sampai masa nifas aku selesai..!" ucap Adinda sambil melenggang ke kamar mandi.


"iya kalau betah....kalau nggak betah ya tabrak aja...!" ucap Adrian santai.


buuggghhhh.....


sebuah handuk kecil terlempar dari pintu kamar mandi.Adrian terkekeh,dilihatnya Adinda berdiri di depan pintu itu dengan mata melotot..


"jangan macem macem kamu ya.....!" ucapnya.


"hahahaha....bercanda sayang...!udah sana buruan mandi...!!" ucapnya.


Adinda pun segera masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan dirinya.....




...END...


...❤❤❤...


...----------------...


***SEASON SATU SELESAI BESTIE....


LANJUT SEASON DUA TETAP DI JUDUL INI YA....


INSYA ALLAH AKAN DIMULAI BESOK...ATAU HARI JUMAT...


HARI INI OTHOR CUMA UP 1 INI DOANG....


TRIMA KASIH SEMUA YANG UDAH NGIKUTIN SEASON INI SAMPAI AKHIR...❤❤❤


jangan bosen" ya....❤❤❤***

__ADS_1


__ADS_2