
Siang menjelang sore hari......
Di ruang televisi.
Adinda menangis sesenggukan di dalam dekapan sang suami.Sambil memeluk bantal wanita itu terus menangis menyaksikan drama korea yang ia tonton dari televisi besar di ruangan itu.
Adrian yang sebenarnya sangat malas melihat adegan adegan di drama itupun hanya fokus dengan camilan nya dan sesekali mengusap pucuk kepala sang istri untuk menenangkan tangisannya.
"hikss.....aku nggak sanggup lihatnya.....kasian banget sumpah.....hikksss..."
"kalau nggak sanggup ya di matiin aja sayang....nggak usah dilihat"
"jangan..ini lagi seru serunya...."
"ya udah....kalau gitu nggak usah nangis"
"tapi itu sedih mas...."
"hmmhh...." Adrian hanya menghela nafas.Dasar cewek....nonton drama aja ribet.Adrian kembali memasukkan cemilan ke dalam mulutnya.Ya....seharian ini mereka benar benar menghabiskan waktu berdua.Setelah mereka bergulat di pagi hari,Adrian kemudian mengajak Dinda jalan jalan ke mall.Membelikan Dinda ponsel lalu menuruti apapun yang Dinda inginkan.Mulai membeli boneka,baju,dan sebagainya.
Adrian benar benar menepati janjinya,ia menjadikan Adinda ratu hari ini.Tak ada lagi tekanan,bentakan,sikap dingin.Semua hilang tak bersisa.Berganti Adrian yang manis,lembut dan penyayang.
krruukkk......krruuukkk....
Adinda mendongak ke arah Adrian.
"kamu laper mas?" tanya Adinda saat mendengar suara perut tersebut.
Adrian tersenyum.
"lumayan...."
Adinda yang sedari tadi bersandar manja sambil berlinang air mata pun kini menegakkan tubuhnya.
"Ya Allah...gara gara aku ke asyikan nonton drakor aku sampai lupa bikinin kamu makanan.Bentar ya mas....tungguin aku masak dulu" ucap Dinda sambil bergegas hendak berlari menuju dapur.
"Di........." baru saja Adrian hendak menghentikan pergerakan Dinda,wanita itu sudah lari duluan menuju dapur.
Adrian hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.Pria bernetra hijau itupun bangkit menyusul sang istri menuju ke dapur rumah mereka.
Adinda yang gelagapan pun kalang kabut menyiapkan bahan bahan dan peralatan masaknya.Adrian terkekeh melihat sang istri yang nampak panik karena kelupaan masak itu.Adrian pun mendekati Dinda,dengan satu gerakan,ia menarik tangan Dinda,membuat wanita itu berbalik badan menghadapnya.Tangan Adrian tergerak merengkuh pinggang ramping Adinda.
"pelan pelan sayang" ucapnya lembut.
"tapi kamu keburu laper mas" ucapnya.
Seettt.....
masih dalam posisi berhadapan,Adrian mengangkat tubuh mungil istrinya lalu mendudukkannya di atas meja dapur.
"kamu diem....biar aku yang masak" ucap Adrian.
"tapi...."
"sssttttt...." Adrian menyentuh bibir mungil itu.
Adrian tersenyum.Pria bernetra hijau itu kemudian memulai aksi memasaknya.Adinda hanya melihat sambil tersenyum,sesekali ia mengayunkan kakinya yang terjulur ke bawah.Ternyata Adrian cukup pintar juga memasak,sesuatu yang tak pernah dilihat oleh Adinda sebelum nya.
Tak butuh waktu lama,Adrian pun selesai dengan kegiatan memasaknya.Adinda pun turun,ia membantu sang suami untuk menyiapkan makanan makanan itu di atas meja.
Setelah selesai Adinda pun melayani makan sang suami seperti biasa.
"Din..."
"yaa...."
__ADS_1
"malam ini aku mau ke panti,kamu mau ikut?"
"panti?"
"iya....panti asuhan.Aku dan kakek mengenal seorang ibu panti,dan beliau menawarkan diri untuk menyelenggarakan tahlilan kepergian kakek sampai tujuh harinya nanti.Dan nanti malam aku akan kesana.Kamu mau ikut?"
Adinda tersenyum.....
"iya mas...aku mau..." jawabnya.
Adrian tersenyum lembut.
"makasih sayang..."
Makan siang menuju sore itu pun berjanjut.
...****************...
Malam hari.....
Di sebuah panti asuhan....
Mobil itu sampai di halaman panti yang cukup luas.Adrian pun turun dari mobil bersama Adinda.Adrian memang membiarkan Bu Hapsari mengurus tahlilan untuk sang kakek,mengingat Adrian kini hidup sendiri,ia tak tahu apa apa saja yang harus ia lakukan jika mengadakan tahlilan di rumahnya,dan lagi,rumah utama masih dalam tahap pembersihan dan renovasi setelah di acak acak oleh anak buah James.Sedangkan rumah penyekapan yang menjadi tempat tinggalnya dengan Dinda adalah rumah yang tersembunyi.Tak ada satu orangpun yang tahu tentang rumah itu selain Adrian dan para anak buahnya.
Beberapa anak panti pun memdekati ke arah mereka saat sepasang suami istri itu turun dari mobil.Adrian memang cukup dekat dengan anak anak panti itu lantaran ia adalah salah satu donatur tetap di panti tersebut.Selain itu,Adrian juga sangat menyukai anak anak.
Ya....katakanlah itu adalah sisi baik dibalik sifat gilanya selama ini.
"Assalamu'alaikum...."ucap Adrian.
" wa alaikum salam..."jawab para anak anak panti yang berlarian mendekati Adrian.Mereka pun bergantian mencium punggung tangan Adrian.Adinda yang berdiri di samping Adrian pun tersenyum melihat pemandangan di hadapannya itu.
"anak anak....kenalin,ini kak Dinda"
"assalamu'alaikum kak Dinda..."ucap anak anak serempak.
"salim dulu sama kak Dinda" ucap Adrian.
Anak anak itupun menurut,mereka saling berebut bersalaman dengan wanita itu.
"pelan pelan anak anak...jangan rebutan."
"mas Adri....pacarnya ya..." ucap Yoga,salah seorang anak panti yang usia nya sekitar sepuluh tahun.
"apaan sih kamu,anak kecil sok tau"
"cantik mas...cantik banget" ucap Yoga.
Adrian hanya tersenyum.
"ibu mana?" tanyanya kemudian.
"ada di dalam mas....." ucap Yoga.
"ya udah,mas kedalam dulu ya,jagain adek adek kamu" ucap Adrian.
"siaapp..." ucapnya.
Adrian pun mengajak Adinda untuk masuk ke dalam rumah panti.Di dalam sana sudah tergelar tikar beserta beberapa orang warga sekitar yang sudah datang untuk melaksanakan tahlilan di panti tersebut.
"assalamu'alaikum" ucap Adrian dan Dinda.
"wa alaikum salam" ucap orang orang yang ada disana.Adrian pun duduk bertumpu dengan lututnya lalu mendekati beberapa bapak bapak yang ada disana.Sedangkan Adinda yang kini ikut duduk hanya mengatupkan kedua telapak tangannya di depan dada sambil sedikit menunduk.
Bu Hapsari mendekati sepasang suami istri tersebut.
__ADS_1
"mas Adri.." ucapnya sambil mengatupkan kedua tangan nya di depan dada.
"bu..." jawab Adrian.
"kami turut berduka cita atas meninggalnya tuan William mas.."
"terima kasih buk...."ucap Adrian dengan wajah sendu.
Bu Hapsari menoleh ke arah Adinda yang duduk bersimpuh di samping Adrian.
"ini....." ucap Bu Hapsari menggantung sambil menatap Adinda dan Adrian secara bergantian.Seolah meminta jawaban dari pria bernetra hijau tersebut.
"ini istri saya buk...namanya Adinda" ucap Adrian sambil tersenyum,membuat Bu Hapsari melongo.Ia tidak tahu kalau ternyata Adrian sudah menikah.
"istri?"tanya bu Hapsari lagi.
" benar buk....ini istri saya,kami sudah menikah kurang lebih dua bulan"ucap Adrian.
"assalamu'alaikum buk....saya Adinda" ucap Adinda sambil mengulurkan tangannya.Bu Hapsari menyambut uluran tangan tersebut.
"wa alaikum salam mbak....saya bu Hapsari,ibu panti di sini" ucapnya.
Adinda mengangguk sambil tersenyum.
"wah....mas Adri ini nikah nggak bilang bilang,tau tau udah bawa istri cantik gini" ucap Bu Hapsari.
Adrian pun hanya tersenyum.
"ya sudah....saya mau ke dapur dulu,nyiapin hidangan untuk yang tahlilan nanti" ucap Bu Hapsari.
"saya bantu buk..." ucap Adinda.
"oh...boleh....mari mbak..." ucap Bu Hapsari.
Adinda pun mengikuti bu Hapsari ke dalam dapur bergabung dengan beberapa wanita pengurus dan penghuni panti di sana.
"nah...mbak...ini dapur panti kami." ucap Bu Hapsari saat sudah berada di dalam dapur panti tersebut.
Adinda mengangguk,sambil mengamati ruangan yang tak terlalu luas tersebut.
"nah....ini mbak Susi dan Mbak Santi,mereka juga pengurus di panti ini,bantuin ibuk ngerawat anak anak"ucap Bu Hapsari.
Santi dan Susi saling tatap,seolah saling bertanya,siapa wanita yang baru saja datang itu.
" ini Mbak Dinda...istrinya mas Adrian"ucap Bu Hapsari memperkenalkan.
Santi dan Susi kembali saling tatap.Istri Adrian?sejak kapan Adrian punya istri?batin mereka.
"halo mbak...saya Dinda." ucap Adinda sambil mengulurkan tangannya.
"halo....saya Susi,ini Santi" ucap Susi memperkenalkan diri.
"halo..." ucap Santi sambil berjabat tangan.
"kamu istrinya mas Adrian?" tanya Santi.
"iya mbak..."
"udah lama nikahnya...kita sampai nggak tahu kalau mas Adrian sudah menikah." ucap Santi lagi.
"sekitar dua bulanan mbak" ucap Dinda.
"oh...masih pengantin baru berarti" ucap Santi,Adinda pun hanya tersipu malu.
Para wanita itupun asyik berbincang di dapur,sebelum mengikuti tahlilan.
__ADS_1
...----------------...
KASIH LAH LIKE KOMEN VOTE &HADIAHNYA.....ππππ